
"Murid, jaga dirimu tetap di dekat diri ini. Tujuan utama adalah memasuki Dungeon sesegera mungkin," kata Megaera sementara aku masih berpikir satu dua hal mengenai perbedaan perilakunya.
Yaa, sebelumnya saja dia menjadikanku sebagai umpan dan sekarang menyuruhku di belakang. Memang tidak konsisten tapi lebih baik jangan dipikirkan terlalu jauh. Dia juga memang seperti ini 'kan?
Seperti saat aku terancam Despena larangan log in 3 hari. Entah kenapa saat itu Megaera kooperatif dalam membantu padahal sebelumnya ...
Yaa, dia sering— hampir selalu mengatakan sesuatu yang berbahaya. Aku memang menduga bahwa dia kemungkinan besar merasa jika aku terbunuh, permintaannya tidak akan terpenuhi, tapi sekali lagi, itu masih hanya dugaan karena Penghuni tidak mengenal panel Quest sistem.
Oh, dia telah mulai berjalan jadi ikuti, jangan sampai tertinggal langkah. "Increase Speed."
Aku merapalkan mantra untuk meningkatkan kecepatanmu yang berkurang, diriku. Kerja bagus, aku.
Sekarang aku sedikit menyayangkan bahwa aku memiliki berat berlebih —dengan semua peralatan yang kubawa, bukan diriku sendiri tahu— hingga menyebabkan kondisi pengurangan kecepatan.
Yaa, haruskah aku membuang beberapa item?
Hmm, negatif. Semua alat di dalam kantong penyimpanan berguna bagiku. Seperti belati, rantai, tongkat besi, dan rapier. Sedangkan bahan, itu hanya menyisakan kerangka Ahool yang berharga, yaa, itu jugalah yang memakan tempat terbanyak dan beberapa persediaan kecil roti.
"Chu, chuchu chuu."
Megaera mengangkat tangan tanda berhenti saat aku mendengar decitan khas tikus.
Yaa, lemparkan tombak kabut mana yang kubuat selama berjalan dan imbuhkan Mana Power. Tapi aksi itu terjadi bersamaan saat Megaera sendiri menusukkan belati tepat di jantungnya.
Hasil. Yaa, Ratfolk itu tewas seketika tanpa keributan berarti dan darah juga tidak tercecer ke tanah. Yaa, walau darah akan menguap jika terpapar, itu tetap mengubah warna benda yang tersentuh olehnya.
"Reaksimu cukup terasa juga," komentar Megaera padaku.
Yaa, cukup langka mendengar dia berkata hal-hal baik. Bagaimanapun, jika itu tentang bagaimana otakku bekerja aku berani membusungkan dada. Tapi jika itu dalam masalah fisik, jangan pernah berharap apa pun.
"Tapi bukankah jumlah mereka lebih banyak dari dugaan?"
"Karena itulah diri kita menuju Dungeon. Pemukiman ini dapat diprioritaskan nanti, yang lebih berbahaya adalah kemungkinan para monster di dalam menjadi tenang dan keluar, bergabung dengan komunitas ini," kata Megaera meyakinkanku.
Aku mengangguk sembari memikirkan bahwa apa yang kita lakukan ini sama saja dengan mencoba memotong dahan pohon agar tidak berkembang besar.
Yaa, masalah ini seperti tidak memiliki akar masalah. Jika disuruh menerka akarnya, pastilah itu tertuju pada Dungeon.
__ADS_1
Jadi, apakah ini harus diselesaikan dengan menghancurkan Dungeon? Hahahaha, kamu sedikit bercanda, ya? Masalah Dungeon dapat dihancurkan atau tidak sendiri masih belum kuketahui.
Sedangkan penyebab kemunculan Dungeon, baik, itu karena Kutukan yang Megaera sebutkan sebelumnya. Namun, aku belum mengetahui jenis Kutukan apa itu.
Bahkan jika aku mengetahui keberadaan suatu jenis kutukan, tapi jika aku tak mengetahui konteks dan operasi praktisnya, akuisisi Ex-Skill seperti dalam kasus Primal Curses • Decomposition tidak akan terjadi. Yaa, kemungkinan itu adalah syarat akuisisi (?) dari Ex-Skill berjuluk Primal Curses.
Aku memang memiliki dugaan konteks Kutukan yang dimaksud, tapi aku masih kebingungan untuk dapat menggunakannya ke dalam operasi praktis seperti Decomposition. Yaa, mungkin karena Decomposition jenis yang mudah didapat? Tidak tahu juga sih.
Kembali ke masalah bagaimana mengatasi Overhelm secara permanen. Kurasa menghancurkan Dungeon adalah jawaban paling mungkin —jika itu memang bisa. Kutukan itu sendiri tidak dapat dicegah karena asal muasalnya sendiri masih misteri.
"Yaa, aku akan mencoba beberapa hal untuk nanti setelah terbebas darinya," gumamku tak terdengar siapa pun. "Strengthen Damage."
Lempar tombak kabut mana dengan imbuhan Mana Power saat bertemu Ratfolk dan dilanjuti tindakan Megaera untuk membungkamnya seketika. Ini telah menjadi semacam pemahaman diam-diam tentang apa yang harus kami lakukan saat melihat Ratfolk berjarak terlalu dekat dengan kami.
Sembari menjaga langkah tetap senyap, aku terus melihat ke beberapa arah tenda yang dihuni dan memperhatikan bahwa meskipun tenda-tenda ini mengelilingi Dungeon di tengah, mereka cenderung menghindari berada terlalu dekat dengan Dungeon.
Yaa, apakah itu karena mereka takut akan terkena gangguan kembali? Bahkan jika suatu makhluk tidak dapat berpikir jernih, tubuh mereka akan tetap mengingat dan menghindari hal yang traumatis baginya.
Saat aku berpikir demikian, kami akhirnya berada sekitar 150 meter dari Dungeon dan Megaera pun berhenti. "Mulai sekarang diri kita harus berlari secepat mungkin untuk menghindari perhatian dan segera memasuki Dungeon. Mengerti?"
Dungeon itu memiliki bentuk yang sekali lagi, aneh. Lebarnya, dari apa yang kulihat mungkin sekitar 100 meter atau lebih dengan panjang yang masih tidak diketahui secara pasti tapi itu jelas lebih dari 200 meter. Itu menyerupai mansion bergaya barat, tapi seluruh bangunan itu sendiri seperti tersusun atas berbagai balok kecil.
Yaa, bangunan utama memiliki tinggi 4 lantai, tapi enam menara berdiri di beberapa sudut dengan tinggi bervariasi dan yang tertinggi sepertinya memiliki 8 lantai. Atapnya rata, itu benar-benar terlihat rata dengan susunan berundak satu sama lain.
Aku mungkin berjemur dan bersantai di atasnya. Yaa, bercanda.
Terlebih, itu penuh dengan sulur tanaman rambat raksasa yang memiliki buah berwarna pucat seperti daging ayam. Dan ya, dengan frekuensi tinggi Ratfolk dalam berpatroli layaknya penjaga, mansion itu terlihat aneh tapi memiliki daya tarik unik.
Apakah itu karena para Ratfolk mengantisipasi penyusup (seperti kami) atau karena mereka menantikan rekan mereka keluar dari sana, aku tidak tahu pasti mana yang menjadi sebab mereka beerpatroli.
"Huh ...."
Hembusan napas panjang dapat terdengar dari mulutku. Aku mengawasi cast Increase Speed dan terus memasok mana lagi dengan Mana Power untuk meningkatkan efek mantra.
Cast Increase Speed adalah 2,5 detik dan memiliki waktu siaga (saat di mana mantra dapat dilepaskan kapan pun dengan melakukan kunci aktivasi) sekitar 15 detik sebelum secara otomatis memasuki Cooldown.
Yaa, Mana Power hanya dapat digunakan setelah cast selesai, jadi aku akan menunggu sampai saat waktunya memasuki detik-detik terakhir sebelum diaktifkan demi efek yang lebih tinggi.
__ADS_1
... Aku berharap semua mantra akan seperti bola, jarum, atau tombak kabut mana. Karena dalam kasusnya, tidak terdapat waktu siaga dan Mana Power dapat digunakan sejak awal pembentukan hingga akhirnya dapat memberi efek tertinggi.
Baik. Cukup sudah untuk berpikirnya. Yaa, aku memberi isyarat tangan tanda siap pada Megaera dan kabut abu-abu yang sangat membantu kala menghadapi Augusta turun.
"Increase Speed."
Mantra diaktifkan dan kakiku melangkah dengan kecepatan tertingginya. Seperti seorang atlet lari setelah mendengar suara tembakan.
Kami berhasil melewati 100 meter pertama dengan aman. Tapi ...
"Chuuuu?!"
... Keberadaan kami terekspos saat memasuki paruh 50 meter terakhir. Yaa, efek kabut itu sendiri hanya menghindari perhatian, bukan menghilangkan keberadaan sama sekali jadi apa boleh buat.
"Higher Magic. Mana Bullet."
Serangan kulakukan untuk menyingkirkan para Ratfolk yang berada di depanku. Megaera sendiri masih aman nyaman, jadi itu mungkin disebabkan kurangnya keterampilanku, huh?
... Mungkin, mungkin saja itu hanya karena penampilanku yang terlalu menarik tahu?
Aku tertawa kecil, sedikit membocorkan pikiranku sekarang. Maksudku, seluruh tubuhku baik kulit, rambut, dan mata kiri berwarna putih salju seluruhnya tahu. Yang tidak hanya mata kanan, tapi itu berwarna merah ruby jadi sama saja mencoloknya.
"Cepatlah saja, Murid," ingat Megaera padaku.
Baik, dia benar. Yaa, tetap jaga fokus untuk menyingkirkan Ratfolk dari jalan, dan akhirnya mantra mereda saat Ratfolk-Ratfolk itu tidak berani mendekat lagi kala aku berada 5 meter dari apa yang sepertinya merupakan pintu masuk Dungeon.
Yaa, mereka masih dapat melemparkan lembing tulang jadi lebih baik segera masuk ke dalam, diriku.
Diterima, aku.
———
Saia : "Tinggalkan like, komen agar terus semangat. Share dan favoritenya jangan sampai ketinggalan juga. Oke?"
Tikus : "Chuuuu!"
Be like. Si tikus aja ngiyain, masa kamu kagak :v
__ADS_1