Soul Monarch : Eclipse Feast Online

Soul Monarch : Eclipse Feast Online
Experiment is ... Suicide?!


__ADS_3

✱Peringatan untuk tidak meniru adegan ini bagaimanapun caranya✱


———


"Baiklah, inikah saat yang tepat?" kataku.


Setelah beberapa hari berlalu melihat bahwa roh Megaera dan vesselnya, Deira dapat cocok dan berjalan tanpa masalah, aku berencana untuk menuju Kota Houra.


Yaa, itu kota awal. Apakah hanya aku yang baru mengunjungi kota awal setelah lebih kurang dua bulan in game?!


Oke. Asal kamu tahu, ini bukan salahku, ya. Itu tak terhindarkan. Yaa, bukannya aku ceroboh, hanya benar-benar tak terhindarkan.


"Baiklah, sepertinya kita harus segera pergi."


"Dirimu benar akan hal itu," jawabnya.


Namun, mataku masih saja terpaku pada bentuk vessel Deira. Itu adalah sangkar.


Yaa, itu terlihat cantik dengan bagian luar berwarna black gold di jeruji sangkar dan dengan warna true black di bagian dasar dan kepala. Selain itu, Cristal Core telah berubah menjadi tanda berwarna ungu di sesuatu yang mungkin adalah sebuah pintu masuk.


Ukurannya sendiri hanya berdiameter 10 cm serta tinggi 40 cm jadi masih dapat kusembunyikan dengan mudah.


Yaa, kemampuan kerajinan Megaera bukanlah klaim tanpa bukti.


Baiklah, bawa itu segera seperti membawa tas tangan. Aku berjalan ke utara dan masuk ke dalam hutan, menghabisi beberapa monster yang kutemui di jalan dengan mudah.


Memikirkan beberapa hal, aku menengok Megaera, "Yaa, Mega, apa yang akan terjadi saat aku mati? Apa kamu akan tetap berada di tempat atau diikuti sertakan berpindah ke tempat lain?"


"Sekali lagi, dirimu memikirkan hal aneh. Meski itu layak diketahui karena dirimu adalah Indestructible."


Yaa, ini mengganggu. Secara de facto, Deira adalah sejenis Item namun secara de jure (yang diakui sistem) dia adalah makhluk hidup, living item dan karenanya tidak dapat dimasukkan ke dalam kantong penyimpanan.


Kami saling menatap secara mental sebelum akhirnya aku membuat keputusan—


"Baiklah, aku harus mati sekarang juga."


"...."


Dan Megaera terdiam karenanya. "Tidak bisakah dirimu melakukan sesuatu dengan lebih normal?"


"Tapi ya, aku juga tidak bisa melakukan ini pada orang lain, 'kan?"


"Itu ... benar ..."


Dia menyetujui dengan berat. Yaa, tidak mungkin aku memberitahukan orang lain perihal kondisi Megaera, juga tidak mungkin aku akan melakukan PK.


Yaa, aku masih membawa title Half Vampire Bloodline untuk membuat orang menyerangku sih. Ini bukan PK, oke? Hanya saja, jika seseorang menyerangku aku akan membalasnya. Jadi bukan PK.


Namun—


Fuyuuu~


Angin berembus kering. "Tempat ini benar-benar sepi, ya."


Apa karena ini adalah wilayah perbatasan? Yaa, mungkin saja.


Ini adalah masalah. Aku sebelumnya ingin melakukan beberapa rencana 'pembelaan' tapi sepertinya itu gagal.


Ya, yaa ... lebih baik ke rencana uji coba saja kalau begini.

__ADS_1


Aku termenung, memikirkan harus melakukan apa untuk percobaan itu. Karena hanya akulah yang dapat melakukannya, aku akan mencari metode dengan rasa sakit minimal, oke?


Yaa, serangan bola kabut mana ditolak karena sepertinya itu akan memakan waktu dan pastinya sakit. Apakah ada yang lain ...?


"Kenapa tidak meminta diri ini membunuh dirimu saja?" Dan Megaera datang dengan sebuah bisikan.


Bukankah kamu tidak dapat bergerak?


"Itu dapat diri ini tangani dengan mudah. Dan jika dirimu masih khawatir kenapa tidak membuat perjanjian dengan diri ini?" tanggapnya membacaku.


"Yaa? Aku tidak memiliki kertas kontrak, oke?"


"Asalkan dirimu setuju diri ini dapat menjamin akan memenuhi perjanjian itu."


Dia seperti iblis yang membisikkan kata-kata godaan sekarang. Tapi ...


"Baiklah." Aku mengangguk.


Toh, aku tidak merasakan sesuatu yang aneh.


Kami membuat janji lisan. Yaa, Megaera akan meminjamkan kekuatannya padaku tapi itu harus dia setujui sebelumnya sedangkan aku berjanji untuk menyelesaikan permintaannya apa pun yang terjadi dengan premis dia tetap bersamaku.


Yaa, perjanjian yang cukup aneh tapi aku mengerti. Secara teknis vesselnya, Deira adalah item, jadi Megaera mungkin memiliki kekhawatiran akan diperlakukan sebagai alat.


"Baiklah, kalau begitu diri ini akan mulai," kata Megaera sebelum memecah tubuhnya.


Sangkar itu memanjang dan berubah menjadi ... senjata (?) khas yang selalu dipasangkan dengan grim reaper.


Memiliki pegangan panjang, kira-kira hampir dua setengah meter dengan bilah lebar nan melengkung seperti bulan sabit di satu sisi.


Yaa, tampaknya itu scythe (sabit). Itu benar-benar sabit bukan?


"Kenapa sesuatu yang tidak mudah untuk di tangani keluar?"


Ah, itu ya? Aku hampir lupa dengan itu karena aku ingin menutup mata padanya.


Yaa, Scythe Mastery Megaera berada di tingkat puncak dan merupakan versi khusus bernama Death Queen Scythe Mastery, kalau tidak salah. Bukan Peak Scythe Mastery.


Dari namanya, tingkat puncak dapat diasumsikan sebagai tingkat terakhir dari Skill normal.


Yaa, senjata ini lebih cocok dalam gambaran kematian. Maka ... baiklah?


"Tapi bagaimana kamu akan membunuhku dengan ini?"


"Mudah saja. Dirae, berikan tubuhmu pada diri ini."


Dan aku memeluk tubuhku secara refleks.


"... Dirimu tahu bukan ini yang diri ini inginkan bukan?"


Yaa, itu reaksi alami jadi apa boleh buat, oke?!


"Asal kamu tahu ya, Mega. Pemilihan bahasamu barusan kacau."


"Hmm? Jadi bagaimana yang benar? Dirae, bolehkah diri ini mengambil tubuhmu. Tidak itu masih salah. Dirae, dapatkan diri ini mengambil kendali tubuhmu? Tidak, itu masih terdengar buruk—"


"Baiklah. Yaa, aku izinkan saja selama tidak selamanya. Jadi jangan berpikir terlalu jauh tentang itu."


Sepertinya Megaera tipe orang yang akan terus mencari 'yang benar' dari banyak kesalahan.

__ADS_1


Akhirnya, aliran mana mulai datang dari Deira, menyatu dengan tubuhku dan menjadikannya satu kesatuan. Kemudian ...


[Tubuhmu berada dalam pengaruh Perfect Possession Agree oleh Deira!


*Seluruh Skill aktif dibekukan sementara.


*Efek dapat dibatalkan kapan saja dengan menolak keberlanjutan posesi lebih jauh]


... Panel pun naik. Tidak seperti sebelumnya, kali ini tidak terlihat bahaya apa pun.


Pandanganku seolah beralih menjadi orang ketiga saat Megaera mulai menggerakkan tubuhku secara perlahan dan mengayunkan sabit (Deira) sebagai langkah percobaan. Yaa, aku tahu itu sulit karena aku pernah mengalaminya dulu.


"Meski kurasa akan lebih mudah karena dia memiliki Skill terkait," sambungku diam.


Dan yaa, seperti yang kuduga Megaera dapat melakukannya segera dengan baik. Sangat baik hingga aku harus mengakui dia dapat bergerak lebih baik dibandingkan denganku.


"Tubuhmu cukup nyaman karena diri ini tidak perlu terbebani dengan itu Dirae."


Ukh—?!


Akan kuanggap itu pujian. Aku tahu itu tidak bisa dibandingkan dengan tubuhmu dalam cerita tapi apa sebegitu besarnya?


"Bu-bukankah lebih baik menyelesaikan tujuan awal segera, ya?"


"Dirimu benar."


Megaera memutar sabit itu dengan terampil, mengangkatnya tinggi dan—


Zratt!


Darah terciprat saat kepalaku sendiri dipenggal dan tentu itu mengosongkan HP-ku dengan deras, mengikuti pancuran darah yang segera menguap.


Yaa, Aku tahu kamu melakukannya karena permintaanku. Tapi ... tidak bisakah kamu mengatakan sesuatu yang klise seperti 'jangan dendam padaku' terlebih dahulu, Mega? Bagaimanapun, kamu membunuh rekanmu (?) tahu!


Sesuatu yang aneh mulai terasa muncul di leherku saat melihat kepalaku sendiri melayang, berputar di udara. Yaa, Ini terasa aneh. Dan untuk warna kabut yang kuhasilkan sendiri adalah abu-abu, ya.


Selain itu, untuk sistem bagian vital, itu diterapkan secara kritis di EFO. Yaa, tidak hanya pada jumlah kerusakan bertambah saat mengenainya tapi juga berpotensi pembunuhan instan seperti kali ini.


Seperti kenyataan.


Yaa, EFO sendiri sangat realistis dari awal karena satu orang tidak akan dapat melawan pasukan. Apa yang disebut One Man Army itu tampak mustahil karena batasan Satiation.


Dan untuk ras tipe undead ... umm, yaa, mereka hanyalah bug (menurutku) karena tak memiliki batas atas tersebut. Jika pemain mendapatkan ras itu, yaa, kuyakin itu hanyalah cheat meski akan ada kerugian sesuai.


Namun—


“Yaa?!” Itu terjadi lagi. “... Sekali lagi, aku menjadi semacam bentuk roh, ‘kah?”


Yaa, aku cukup sibuk untuk mengecek ini sebelumnya jadi aku akan mengamati sesaat—


[Kamu telah tewas]


...


Oke ...


... Yaa ...


"... Apa kalian tidak bisa memilih waktu lain, manajemen?"

__ADS_1


———


Yaa, terus dukung saia dengan memberikan like dan komentar di setiap akhir Chapter. Dan untuk favorite serta bantuan sharenya jangan lupa, oke?


__ADS_2