
Tubuhku terasa lemas saat gerombolan laba-laba tikus itu akhirnya dapat diselesaikan. Gelombang kelelahan tiba setelah rasa tegang dan adrenalin selama bertempur dilepaskan. Namun, yaa, ini bukan waktunya untuk beristirahat!
Tubuhku kejang seperti tengah tersengat aliran listrik. Dan ya, aku sama sekali tidak dapat mengendalikan tubuhku seperti yang kukehendaki.
—InI dIA! TUbuH HiDUp!
—A' irnya! Pembralasan a' an datrang pada mer' eka!
—Waktunya ‘kah ....
Suara-suara suara tak dikenal hadir dalam kepalaku, bersuara begitu saja saling bertaut satu sama lain seolah itu alami. Aku mengenal suara Megaera, tapi dua yang lain sama sekali tidak dikenal, sama halnya seperti suara lain yang lebih samar hingga tidak dapat dikenali mereka mengatakan apa.
[Tubuhmu terkena Perfect Possession Approachment!]
[PERINGATAN!
Demonic-Heroic Fallenspirit dengan ego utama Megaera De Extinct berusaha mengambil alih tubuhmu!
Karakter 'Dirae' akan dibekukan dan terhitung sebagai Penghuni saat Megaera De Extinct berhasil mengendalikan tubuh secara penuh dan menghilangkan ego Pemain!]
[Kemajuan saat ini ... 3% ....]
"SIALLLL!"
Aku merintih, mengutuk dalam-dalam. Yaa, siapa sangka sosok yang menyebut dirinya Master, Megaera ternyata adalah semacam roh pendendam?! Apa dia selama ini bersamaku hanya untuk mengincar tubuhku?!
Eh, yaa kenapa itu terdengar memiliki maksud lain dalam konteks lain? Ini bukan waktunya bercanda diriku!
Tubuhku terus mengejang, sama sekali tidak dapat melakukan perlawanan. Saat aku mencoba memulai casting suatu mantra itu akan dibatalkan tanpa sekehendakku sendiri.
Selain itu, baik HP, MP, ataupun SP-ku sendiri mulai jatuh secepat kilat. Yaa, apa tidak ada yang dapat aku lakukan?! Sesuatu, apa pun itu!
Sejak awal aku memang mendapat firasat tidak menyenangkan saat bertemu dengan Megaera untuk pertama kali dan itu membuatku menaruh kecurigaan. Meski begitu, dengan dia yang terus membantu kewaspadaanku pun mulai turun, tapi—
"Siapa sangka hal ini dapat terjadi ...!"
Kutukku sekali lagi. Tidak ada pilihan lain. Yaa, Primal Curses • Decomposition, aku berharap banyak padamu!
Aku mulai mengaktifkan Decomposition, menutup mata akan nilai pengalamanku yang jatuh. Mulai mengumpulkan kabut abu-abu kecokelatan di sekitar, setidaknya aktivasi menggunakan pikiran sama sekali tidak terhalang, ya.
Membentuk kabut itu menjadi tombak, aku segera meluncurkannya untuk menyerang tubuhku sendiri. Namun, itu tak memberikan efek bantuan apa pun, hanya memberikan rasa sakit dan pengurangan HP!
__ADS_1
Apa itu karena serangan Megaera ini sama sekali tidak melibatkan unsur fisik dan karenanya Decomposition tidak berguna?!
Jadi, apa aku benar-benar tidak berdaya?!
—TUbuHmU adAlAh mILIk KaMi!
—Menyer' akhlah deng' an patruh Mu' rid!
—....
Diamlah kalian! Namun, seolah itu belum cukup ...
—Akhirnya! Aku akan membalaskan dendam ini Dhampire sialan!
... Salah satu suara paling familiar, Augusta hadir, bercampur dengan mereka.
Apa ini karena aku memakan jantung itu? Hei, sebelumnya itu tidak menimbulkan kondisi apa pun, ya! Tunggu, apa karena saat ini Megaera menyerang egoku yang setara dengan membuka saluran yang sebelumnya tertutup?!
UGHHHH! Aku tidak akan diam saja tahu!
Pikiranku yang sebelumnya selalu kujaga kini kubiarkan melakukan ekspansi kesadaran secara penuh, berusaha mendirikan tembok yang menahan laju mereka.
Aku akan menjadi sangat kelaparan nanti tapi ....
Egoku sendiri berperan layaknya sekumpulan prajurit yang tengah menjaga benteng (tubuh) dari serbuan para prajurit (ego) asing yang menyerang, ingin mengambil alih benteng untuk dirinya sendiri.
Pikiranku mendirikan dinding demi dinding yang menahan ego-ego asing itu menerobos lebih jauh. Tapi sementara aku melakukan ini, ego-ego asing itu tak tinggal diam. Mereka berubah, mencari cara untuk menerobos dinding yang kubuat dan terus berusaha mengambil alih tubuhku sedikit demi sedikit.
Aku hanya dapat bertahan dan jatuh ke kondisi pasif. Yaa, ini adalah sesuatu yang secara bawaan tidak aku senangi.
Megaera itu ...! Dia amat menyusahkan! Yaa, Augusta juga karena dia tiba-tiba muncul tapi selama Megaera tidak membuka pintu itu, yaa, kecil kemungkinan Augusta akan dapat menyerang.
Aku memperhatikan ego-ego itu sekali lagi, mereka memiliki bentuk berbeda-beda sehingga dapat dikenali.
Aku merasa bahwa apa yang tampak seperti nyala api ungu adalah ego utama Megaera, sementara dua lain, sesuatu yang terlihat seperti apel hijau busuk berkabut abu-abu dan lingkaran cahaya (halo) putih suci adalah mereka yang bersamanya.
Untuk Augusta, dia terlihat jelas sebagai kabut suho berbentuk kelelawar. Dan banyak yang lebih seperti gumpalan pasir ungu pucat turut mendekat, apa mereka adalah asal suara samar yang tidak dapat dikenali?
Kami saling menghadapi satu sama lain dengan berbagai pertahanan yang aku beri, itu dapat menghambat invasi Megaera dan yang lain. Namun tidak untuk menghentikannya sama sekali.
[Kemajuan saat ini ... 47% ....]
__ADS_1
"Ughhh!"
Tubuhku semakin tidak dapat dikendalikan bersama keringat yang tercucur dengan deras. Seluruh bar status (HP, MP, SP, dan Satiation) naik dan turun tanpa sebab yang jelas. Tapi ya, satu hal yang pasti, aku tidak akan mundur!
"Menyebalkan, yaa ...."
—HaHAhahAHA! TuBUh iNI ADAlaH MiLIK kaMi!
—Tub' uh baru!
—....
—BUNUH! BUNUH! BUNUH! BUNUH! AKU AKAN MEMBUNUHMU! DHAMPIRE SIALAN!
Ughhh! Terus tahan diriku!
Mendengar suara-suara mereka yang terngiang begitu saja di kepala, rasa sakit dan pusing terus menghantam. Timbul dan keluar, seperti mendobrak gerbang kesadaranku.
Nyala api ungu terus diam, mengacau dinding-dinding yang kubuat dengan mantap. Sementara itu, apel busuk dan halo suci lebih ke menyerang secara acak. Tidak seperti nyala api yang seolah mengerti bagian mana yang lebih lemah.
Untuk Augusta? Yaa, dia terus menyerangku seperti orang gila! Tidak peduli pada dirinya sendiri dan hanya fokus menyerang.
Tidak terdapat bentrokan mantra atau Art's, tapi pertarungan internal ini membuat kepalaku serasa ingin pecah. Apa tidak terdapat pengurangan rasa sakit untuk ini?!
[Kemajuan saat ini ... 86% ....]
Namun, bilah pengingat kemajuan terus terisi secara perlahan, seolah mengabaikan perlawananku. Kemajuan itu terus terjadi. Pada akhirnya, dinding tetaplah dinding, itu tidak mampu untuk terus menahan gempuran intens nan masif semacam ini selamanya.
[Kemajuan saat ini ... 90% ....]
Aku tidak akan membiarkan ini terjadi! Bukankah aku telah berkata pada diriku sendiri untuk mulai serius dengan EFO? Aku memang memulai EFO bukan karena kehendakku sendiri, tapi karena bujukan (bercampur paksaan) adik bawelku.
Memang, terdapat pilihan alternatif untuk memulai lagi dengan membuat karakter baru. Namun ya, asal tahu saja. Saat aku memulai sesuatu aku pasti akan menyelesaikan itu dengan tanganku sendiri!
Di dunia ini, dunia EFO, aku dikenal sebagai Dirae! Bukan orang lain!
Manajemen, Sistem, Circle’s! Apa pun itu yang sebenarnya mengatur dunia ini!
"Aku tidak akan mengalah pada kalian!"
Demi mempertahankan nama ini aku bertaruh pada kebanggaanku akan identitasku di sini, dalam Eclipse Feast Online!
__ADS_1
Tidak perlu memikirkan semua ini lebih jauh lagi. Pertimbangan tidak dibutuhkan, dengan satu nan ragam perasaan yang berkecamuk liar—
"AKU NYATAKAN, AKAN KUKALAHKAN INI!"