Soul Monarch : Eclipse Feast Online

Soul Monarch : Eclipse Feast Online
Last, Pembunuhan


__ADS_3

"...."


Aku tertegun. Tidak hanya terfokus pada efek dari Primal Curses • Decomposition yang lebih menakutkan daripada dugaanku, tapi juga karena baik HP, MP, Stamina, maupun Satiation-ku tidak ada yang berkurang satu poin pun.


Apa kemampuan ini benar-benar tidak memiliki biaya?!


Aku segera menggelengkan kepala kuat pada pikiran itu. Dalam EFO yang berusaha menjadi seseimbang mungkin, hal semacam ini mustahil.


Megaera memanfaatkan situasi sekarang ini —di mana gerakan para pramuka agak kaku. Dia bergerak cepat, empat belati dilemparkan dan mengunci persendian salah satu pramuka, membuatnya tidak dapat bergerak. Kemudian, Megaera mendekat dan mengakhirinya dalam hitungan detik dengan empat belati tersisa, mencabut semua belati yang sebelumnya tertanam dan melanjutkan gerakannya.


Aku tidak tahu apakah dia menggunakan Art's atau tidak karena dia hanya diam tak bersuara. Tapi aku bahkan tak dapat memikirkan itu untuk sekarang.


"Yaa, pikirkan itu kembali nanti. Sekarang aku harus mengurus apa yang ada di depanku."


Aku menata pikiranku yang sedikit kebingungan, ini tidak boleh terjadi sekarang. Jariku berputar bersama bola-bola kabut mana yang tercipta di ujungnya. Gerakan ini memang tidak diperlukan tapi ingin melepaskan ketegangan jadi ... yaa, apa boleh buat?


Saat bola akhirnya tercipta, aku meluncurkannya dengan membuatnya terus berputar. Yaa, itu berhasil untuk menambah sedikit kecepatan bola yang agak tak terduga. Mari lakukan gerakan itu untuk kedepannya, kemudian aktifkan Primal Curses • Decomposition di dalam serangan itu.


Bola demi bola menghancurkan tubuh salah satu pramuka. Yaa, tidak sedramatis tombak kabut mana yang telah dirasuki kutukan, tapi ini juga cukup dapat dikatakan hancur.


Saat mereka ingin mengayunkan belati mereka, hancurkan.


Saat mereka ingin mengangkat busur mereka, hancurkan.


Saat mereka ingin melarikan diri dan mengabari teman-teman mereka, yaa sekali lagi, cukup hancurkan.


Yaa, setiap tembakan membuat bagian tubuh yang terkena cukup membusuk dengan cepat, aku ingin menutup mata pada pemandangan di mana darah bocor dari perut bersama isinya. Namun, aku sama sekali tidak dapat menutup mata. Jika aku melakukan itu, mungkin akan terdapat serangan mendadak yang tentu tidak ingin kuterima.


"Increase Speed. Defense Correction."


Aku merapalkan mantra, mendekat ke garis depan. Dengan kemampuanku sekarang, Primal Curses • Decomposition dapat kukendalikan dengan rentang efektif sekitar 10 meter. Ya, lebih dari itu, aku merasakan terdapat sesuatu yang merebut kendaliku dan melemahkannya secara perlahan.


Yaa, jarak itu sendiri kemungkinan berasal dari efek Enhancement Spells yang membuatku dapat mengontrol mana secara efektif dalam rentangnya. Jadi, aku sama sekali tidak menyesal telah memilih Skill ini. Sejauh ini, ini adalah salah satu pilihan terbaik dari yang kulakukan dalam EFO.


Namun ...


“... Pasti ada sesuatu yang lain.”

__ADS_1


Aku bergumam pelan. Jika itu diriku yang sebelumnya, aku hanya akan berpikir bahwa itu adalah pengaturan sistem dan mengabaikannya.


Akan tetapi, sekarang, setelah aku tahu bahwa sistem dalam EFO itu sendiri adalah semacam penerapan kemampuan dan dapat diakses dengan pemahaman yang tepat, alasan itu menjadi tidak relevan.


"Yaa, apa pun itu, sekarang fokus saja pada apa yang terdapat di depanmu, diriku,” ingatku lagi.


Sisanya, dengan Primal Curses • Decomposition, semua berjalan sangat lancar hingga terasa cukup menakutkan.


Itu hampir seperti pembasmian satu sisi apalagi dengan Megaera yang tak tersentuh hingga akhir. apakah dia sedang mengejek keterampilan para pramuka itu? Yaa, tidak ada yang tahu.


Setiap mayat kini terbaring kaku, penuh dengan lubang bak sarang lebah yang terus mengeluarkan kabut pelapukan.


Yaa, aku berganti ke jarum kabut mana yang telah dirasuki Primal Curses • Decomposition dengan hasil lebih menakutkan. Tidak seperti bola kabut mana yang cenderung menyebar, itu terpusat pada satu titik dan bertipe penetrasi hingga berhasil membuat lubang-lubang itu.


Selain itu, warna kabut yang dihasilkan berbeda dari yang monster (si tikus) hasilkan.


"Ya? Apakah terdapat sesuatu yang lain lain di dalamnya?" Untuk sekarang aku belum dapat menguak apa hal lain itu. “EFO ... yaa ini akan lebih menarik kedepannya.”


Aku memang belum mengetahui konsekuensi dari menggunakan Primal Curses • Decomposition, yang secara langsung telah menyentuh sistem EFO. Namun, aku akan terus menggunakan ini agar dapat bertahan, ya.


Aku juga melihat nama Leml di dalamnya. Yaa, orang yang membunuhku di awal game. Tapi aku tidak ingin membuang usaha lebih untuk membalasnya, cukup bersikap dewasa saja.


"Melihat dirimu yang masih tersenyum setelah semua itu, dirimu memanglah cukup menakutkan Muridku."


Yaa? Megaera mendekat dan mengatakan itu tanpa basa basi. Apakah tidak ada ucapan selamat karena telah berhasil mengatasi kesulitan terlebih dahulu? Kenapa Megaera ini langsung menyodok bagian aneh?


"Huh ... kamu juga, Megaera."


Dia dapat menghindari semua serangan dan memainkan total 10 belati di akhir, itu bukan kemampuan orang normal.


Yaa, dia juga lebih seperti bermain-main di mataku. Aku menjadi agak penasaran dengan keperluan sebenarnya Megaera hingga memerlukan bantuanku yang bahkan bukan pemain di level E Rank.


"Humm? Apa yang dirimu katakan, MURIDKU?"


Dia bahkan masih memperhatikan detail kecil ini? "Ya, ya, Mas-ter," benahku malas.


"Sekarang, bahkan dalam suaramu dirimu tidak terdengar seperti tengah tersenyum pada diri ini ...."

__ADS_1


Apa kamu ingin kupukul Master?! Yaa, sikap mengesankan, sangat mengesankan hingga dapat memaksa, memancing kekesalanku segera tidak berubah. Mungkin, tidak, pasti rasa kesalku sendiri padanya sama sekali belum berkurang.


Bagaimanapun, untuk sekarang aku harus fokus pada persiapan yang harus kulakukan. Akuisisi Ex-Skill, Primal Curses • Decomposition yang berada di luar perkiraanku memang mengejutkan, tapi hal itu justru membuat ide ini menjadi semakin realistis.


Sebelumnya aku mengira kemungkinan berhasil hanya sekitar 30%. Yaa, itu cukup rendah (?) jika aku menginginkan keamanan yang pasti karena lebih dari sekitar 70% kemungkinan gagal.


"Yaa, setidaknya dengan ini kemungkinan berhasil menjadi 50 ... 60%? Ya, setidaknya itu jauh, jauh, dan jauh lebih baik."


Ini memang masih dapat dikatakan bertaruh, tapi dengan kesempatan menang (berhasil) yang lebih tinggi tidak ada salahnya. Bahkan jika masih rendah pun aku akan tetap mencobanya.


Yaa, untuk kemungkinan gagal sendiri ada beberapa. Seperti aku yang tidak dapat mengendalikannya dan lepas kendali hingga membunuh diriku sendiri.


Aku yang terganggu selama proses dan akhirnya meledakkan semua tanpa sadar dan membunuh diriku sendiri.


Dan ya, akhirnya, aku yang tidak dapat mengarahkannya dengan benar dan membunuh diriku sendiri.


... Tunggu, ya? Kenapa semua berakhir sebagai bunuh diri?!


Aku berdeham singkat untuk membenahi pikiranku. "Master, tolong jaga Muridmu ini."


"Dirimu hanya mengatakan itu saat ada yang diinginkan."


Bahkan setelah mengatakan itu dia tetap membantuku. Itu sangat membantu karena aku harus mengerahkan semua fokusku dalam pekerjaan yang akan kulakukan mulai sekarang.


"Baiklah ...."


Aku melepaskan kabut mana dan mulai mengumpulkannya.


———


Penjelasan tentang bola kabut mana.


Bola kabut mana, ini memiliki nama resmi Magic Ball dan merupakan serangan dasar bagi para penyihir atau mereka yang memiliki Skill Magic Mastery. Sering dilupakan kehadirannya karena memang tidak populer, dan malah lebih sering dikenal sebagai sarana pelatihan dasar dalam Magic Mastery —bahkan dikalangan Penghuni.


Selain itu, serangan ini memakan waktu Cast tergantung dari banyaknya mana yang dipasok dengan batas maksimal sekitar 10% dari total MP pengguna. Sebagai serangan dasar, ia tidak memiliki Cooldown, tapi semakin jauh jarak yang ditempuh akan semakin lemah.


Berbagai faktor kekurangan ini membuat serangan sihir dasar ini cenderung dilupakan dalam dunia EFO.

__ADS_1


__ADS_2