Soul Monarch : Eclipse Feast Online

Soul Monarch : Eclipse Feast Online
Terdampar, Tersesat


__ADS_3

Aku mengambil napas dalam saat dikembalikan ke Virtual Hall. Ya, napas yang sangat dalam.


Aku merasa sedikit kecewa sebab satu kesempatan percobaan —yang melibatkan metode bunuh diri— harus terbuang begitu saja. Bagaimanapun, setidaknya aku mati tanpa merasakan terlalu banyak sakit meski ....


"Yaa, jika saja aku tahu lebih banyak tentang monster di EFO, kurasa hal ini tidak akan terjadi."


EFO. Sekali lagi dunia di sana agak sedikit mengejutkanku. Yaa, sebut saja bahwa tingkah para Penghuni dan Monster berbeda satu sama lain, tidak persis sama meski memiliki sebuah pola besar walaupun polarisasi semacam itu sendiri bahkan dapat ditemukan di dunia nyata.


Jadi, apa mungkin tiap individu, baik Penghuni maupun monster memiliki kecerdasan yang berdiri sendiri? Tidak diatur oleh satu kecerdasan utama?


Yaa, mari menggelengkan kepala pada ide tersebut.


Walau pada laman resmi EFO dijelaskan bahwa EFO adalah platform multi-server yang dijalankan dalam satu kesatuan, kurasa hal semacam itu tetaplah tidak terlalu realistis untuk benar-benar terjadi. Kamu dapat membayangkan berapa banyak data yang harus diproses per detiknya.


Yaa, menurut perkiraan kasarku, bahkan superkomputer tercepat saat ini —yang dimiliki negaraku— juga tidak akan mampu mengolah data sebanyak itu secara real time. Apalagi kemungkinan ini diperkecil oleh pengembang EFO, IUC Corporation yang adalah pihak swasta.


Juga, jumlah data itu pun belum ditambahkan data yang dihasilkan para pemain yang tentu akan membuat besarnya data lebih membengkak. Meski kemungkinan akan hal itu bukan berarti benar-benar nol.


"Apa pun. Aku hanya harus membaca buku tentang para monster nanti," kataku.


Yaa, lebih baik menuju aku membaca saat berada dalam EFO karena itu akan membantuku meningkatkan level Linguistic.


Ah, berbicara soal Skill, tampaknya aku juha memiliki beberapa Skill di level maksimal dan dapat dikembangkan ke tingkat menengah. Lebih baik ingat dan segera kembangkan nanti.


Yaa, bonus peningkatan statistik yang diberikan saat peningkatan Power Level terhitung dari statistik dasar yang dimiliki. Dan tentu, semakin tinggi nilai statistik yang ada akan semakin besar pula bonus peningkatan statistik yang diberi.


"Meski aku tidak tahu secara tepat seberapa banyak bonus peningkatan itu sih.”


Nilai statistik di EFO dinyatakan dalam konotasi huruf patut disalahkan dalam hal ini.


Melihat bahwa waktu Despena telah selesai, aku pun kembali log in di EFO. Dan, ya aku berada di tempat antah berantah sekarang.


Aku mengalami respawn acak, satu dari tiga bentuk respawn di EFO.

__ADS_1


Bentuk respawn pertama adalah respawn di tempat di tentukan dengan syarat bahwa tempat itu adalah tempat terlindung, model ini sendiri cukup terbatas karena hanya dapat digunakan jika kamu berada di area tertentu. Yaa, sebuah kamar di penginapan adalah contoh mudah tentang tempat terlindung itu.


Dua, respawn di sebuah kendaraan tertentu. Dan bahkan jika kendaraan itu bergerak dengan kecepatan tinggi, kamu akan tetap muncul kembali di kendaraan itu. Benar sekali, ini adalah metode untuk menembus metode pertama yang hanya bisa dilakukan dalam cakupan area tertentu.


Terakhir adalah apa yang aku alami sekarang, respawn acak. Yaa, ini terjadi bila kedua pilihan di atas tidak tersedia atau pilihan pemain secara pribadi. Dan ... sekarang aku mengalaminya tanpa keinginanku sendiri. Lagi.


"Untung saja aku memiliki Night Vision atau aku tidak akan dapat melihat apa pun di tepat ini," gumamku.


Yaa, tampaknya aku berada di dasar jurang tempatku jatuh sebelumnya. Mendongak, aku dapat melihat bahwa tebing di sampingku benar-benar tegak lurus dan ya, cukup licin.


Kurasa akan sulit untuk dapat kembali ke tempat tadi.


"Huhuhuhu,” tawaku percaya diri. Semua ini tidak akan menjadi masalah untukku. ”Untung saja aku telah membawa kompas hingga masalah kecil semacam ini tidak akan mengganggu."


"Diri ini agak ragu hal itu dapat membantu dirimu, Dirae."


"Kenapa kamu dapat berkata semacam itu, Mega?" Bukankah dari tadi kamu selalu mendirikan pertanda buruk?


"Jika dirimu tidak yakin pada apa yang diri ini katakan, dirimu dapat melihat kompas milikmu."


"—!?"


... Apa yang dikatakan Megaera benar adanya.


Aku melihat jarum kompas berputar, ke atas dan ke bawah dengan canggung. Mencoba memegang kompas dengan stabil, aku berharap itu akan membuat jarum menunjukkan satu arah secara pasti tapi ...


"... Jarum kompas ini masih terus berputar."


"Sekarang dirimu tahu apa yang diri ini maksudkan, bukan?"


"Yaa, itu benar. Dan bukankah apa yang kamu duga terlalu tepat, Mega? Meski kamu cukup lambat untuk dapat menyadari prilaku aneh para kadal itu.


"Hal itu karena prilaku monster dapat saja berubah, Dirae.” Megaera berkata untuk membela diri. “Bagaimanapun, apa yang diri ini dapat lihat memiliki persepsi yang berbeda dengan dirimu, Dirae,” sambungnya.

__ADS_1


Yaa, dengan sebuah tanda tanya yang melayang saat mendengarnya.


"Dirae, dirimu telah melihat beberapa kemampuan yang diri ini miliki bukan?"


Aku mengangguk, mengingat apa yang pernah kulihat pada hasil penilaian pada Megaera dulu. Meski aku sama sekali tidak ingin mengingat hal itu kembali, nilai tersebut terlalu rusak jika dibandingkan diriku. Bahkan sekarang.


Jika bukan karena campur tangan berbagai faktor seperti jiwa Augusta, penurunan statistik serta level Skill Megaera, dan tentunya dukungan Primal Bleses-Curses. Aku tak tahu lagi apakah aku, 'Dirae' tetap akan bertahan hingga kini.


"Jika begitu maka mudah saja. Menurutmu bagaimana diri ini dapat melihat, mendengar, merasa, dan berbicara meski tidak memiliki organ tubuh terkait?"


"Yaa, itu karena Skill Deference Five-Sense, 'kan?"


"Dirimu benar akan hal itu. Dan sedikit meninjau, Kemampuan tersebut membuat diri ini harus menggunakan metode lain agar dapat merasakan kelima indra normal yang dimiliki makhluk hidup, bukan?” ungkap Megaera. "Dan merasakan gelombang magnet adalah salah satu dari beberapa metode yang diri ini harus gunakan."


"Yaa, aku telah memahami itu sekarang."


Tampaknya Megaera telah menjadi semacam ... oke, ini agak sulit untuk dijelaskan. Aku ingin mengatakan bukan manusia tapi dia sejak awal memang bukanlah manusia, ya. Bagaimanapun, pada intinya indra Megaera bekerja tidak seperti pada makhluk hidup sekarang.


"Jadi, ke arah manakah kita harus pergi sekarang, Mega?" tanyaku.


Aku akan sedikit berharap padamu untuk ini. Yaa, sejak awal Megaera telah menunjukkan indra yang lebih baik daripada aku, oke? Dan kuharap rasa arah yang dia miliki juga tidak kalah baiknya tapi—


"Sayang sekali diri ini tidak mengetahuinya, Dirae."


Jawaban yang diberikan Megaera segera mengecewakanku.


Baik. Yaa, selalu ingat untuk tidak pernah berharap apa pun di EFO. Bahkan meski Megaera, setelah terlepas dari dua roh sebelumnya jarang membuatku kecewa jangan terlalu berharap banyak, diriku.


"Rasa arah diri ini cukup terganggu seperti yang dialami kompas tersebut," sambungnya jelas.


Tampaknya karena hal itu pulalah Megaera dapat tahu bahwa kompas tersebut tidak berguna.


"Jadi, apakah ini artinya kita benar-benar tersesat sekarang?"

__ADS_1


———


Yaa, terus dukung saia dengan memberikan like dan komentar di setiap akhir Chapter. Dan untuk favorite serta bantuan sharenya jangan lupa, oke?


__ADS_2