
Aku berdiri kosong saat melihat dia.
Sosok yang benar-benar putih layaknya sebuah keberadaan tanpa noda. Tangan kirinya kulihat terpotong dari siku karena keterlambatan penanganan yang kami lakukan. Namun demikian, dia masih mengabaikan kondisinya dan bersikap tidak ada sesuatu istimewa yang terjadi.
Apa itu disebabkan dia adalah seorang Indestructible?
Tapi sebelum kudapat berpikir lebih jauh, dia menatap kami, tidak, menatapku dalam dengan mata seputih salju yang terlihat. Membuat mata kami bertemu, saling mengunci dengan perasaan dingin nan tenang seolah menyambut, membawa sesuatu yang menakutkan di sana.
Aku mengamatinya lebih banyak lagi dan dia, Dirae benar-benar bertindak layaknya boneka.
Selama pendeta itu, Fiman Elion menjelaskan bagaimana kami akan menangani masalah in, dia hanya beberapa kali mengangguk dan menjawab tak lebih dari yang diperlukan. Seolah semua telah berakhir sesuai dengan apa yang dia tahu akan terjadi.
Apa yang dia pikirkan sekarang, aku sama sekali tidak dapat membacanya. Aku bahkan curiga emosinya telah mati tapi intuisiku mengatakan tidak.
Dan akhirnya, giliranku 'tuk berbicara empat mata dengan dirinya pun tiba.
Aku mencoba memancing beberapa reaksi yang mungkin akan dia tunjukkan dengan memperkenalkan diriku, keluargaku berasal, Botin. Kata yang cukup untuk membuat sikap seseorang cenderung berubah padaku tapi dia hanya membalas perkenalan diriku dan tetap bersikap sama seperti sebelumnya.
Sekali lagi, aku menyinggung masalah yang membuatnya terlibat. Tentu itu tidak cukup untuk memunculkan reaksi yang kuinginkan jadi aku menggunakan itu, kartu status Melg setelah dia ditangkap.
Namun ...
Apa yang dia pikirkan?
... Aku masih tak mampu mengetahui bagaimana jalan pikirannya itu bekerja.
Aku merasa apa yang Dirae jalankan di otaknya itu tidak pada apa yang terjadi di tempat ini. Namun di sisi lain, aku terus merasakan dia tetap mengawasiku secara penuh.
Dia menjawab 'sedikit' saat aku bertanya apa dia kebingungan tapi kutahu dia tidak benar-benar kebingungan.
Mencoba sedikit berani, aku menyinggungnya di titik sensitif tapi dia hanya diam dan tak memberi reaksi berarti.
Baiklah, lebih baik aku ke inti masalah yang harus kutangani.
"Jadi Dirae, aku akan mengatakannya saja sekarang. Sebagai kompensasi atas masalah yang telah disebabkan oleh salah seorang mantan anggota kami hingga kamu harus turun, aku, sebagai perwakilan Potchi akan memberikan seluruh harta Melg untukmu.” kataku.
Ini telah kami sepakati sebelumnya. Memang beberapa harta Melg yang masih terkait dengan perusahaan tidak termasuk tapi jumlah ini masihlah cukup besar. Angka yang sebenarnya cukup untuk membuat orang bereaksi secara refleks. Namun ...
"Apakah ini terkait dengan statusku sebagai Indestructible?"
__ADS_1
... Dia hanya menembak tepat di sasaran.
"Kamu dapat memahaminya dengan cepat."
Sepertinya tidak ada gunanya berbohong. Itu memang satu dari beberapa pertimbangan sebelum keputusan ini diambil.
"Kamu tahu, jujur saja kalian benar-benar terasa memuakkan. Kalian tidak dapat dibereskan dan berapa kali pun dibersihkan kalian hanya akan muncul kembali tak lama kemudian."
Hahahaha. Aku benar-benar mengatakan apa yang kupikirkan sekarang seolah ini alami.
Aneh.
Bagaimanapun, berkat itu pula kami dapat terus menghilangkan para tikus yang sebelumnya bercokol jadi tidak sepenuhnya buruk. Hanya saja, masalah terkait dengan penyebaran pengaruh Kuil, apalagi Kuil Smelluq yang menjadi musuh bebuyutan Gereja ‘Ymnar adalah hal yang sepenuhnya berbeda.
Namun ...
"Aku tidak akan mengambil uang itu."
... Dia tiba-tiba mengatakan sesuatu yang membuat seluruh pikiranku terhenti 'tuk sesaat.
"Apa kamu meremehkan kami?" suaraku secara spontan dengan nada agak menekan.
Mengambil sedikit napas untuk memenangkan diri, aku pun berkata, "Kami memang tidak ingin berurusan dengan kalian tapi bukan berarti kami sama sekali tidak dapat melakukannya."
Namun, Dirae hanya tersenyum atas peringatanku ini. "Jangan berbicara seperti itu dahulu."
Apa maksudnya? Pikirku sedikit menyipitkan mata.
"Aku hanya tidak ingin mengambil harta itu, uang itu secara langsung. Aku akan mengembalikan harta itu untuk mengembangkan sedikit kerja sama dengan kalian."
Hoo. Terdengar menarik. Tapi—
"Kami tidak akan dapat ditawar dengan mudah tahu," kataku meninggi.
Toko Potchi bukan sebuah badan usaha sederhana. Sejak awal, karena itu dimiliki oleh kami, Keluarga Botin, satu dari sembilan keluarga utama States of Scuart tidak mungkin kami akan merendah sedikit pun.
Walau bahkan dia memiliki beberapa tangan untuk melawan kami, hal itu tak akan terjadi.
Memang benar jika kabar bahwa seorang pengikut Kuil Smelluq berada di badan kami dan potensi pengaruhnya telah menyebar di perusahaan, itu akan membuat kami sedikit terpukul. Tapi hal itu akan pulih seiring waktu melalui kerja sama dengan Gereja 'Ymnar.
__ADS_1
Dan akhirnya, Dirae menunjukkan reaksi pertamanya. Dia menghembuskan napas kecil, sangat lemah hingga akan sulit untuk disadari.
"Yaa, karena itu lah aku memiliki sesuatu yang tentu akan menarik bagi kalian."
Setelah berkata demikian, dia mulai menjelaskan apa yang dimaksudnya. Dia tidak berniat untuk mengambil tindakan umum seperti ikut andil bagian dalam pembiayaan pembuatan potion. Melainkan pengembangan resep obat baru.
Salah satu bidang alkimia —yang adalah bidang toko Potchi bergelut— terkait erat dengan medis. Dan Dirae, dia telah memberitahuku tentang beberapa jenis prosedur medis termasuk bedah yang benar-benar terdengar kuat serta logis sebagai dasarnya.
Selain itu, dia telah menyerahkan beberapa resep obat untuk satu jenis penyakit secara spesifik. Sebuah bidang yang sulit untuk dikembangkan karena banyaknya trial and error yang dibutuhkan untuk menyempurnakan resep tersebut.
Terlebih karena keefektifannya hanya berlaku dalam skala sempit —yang berbanding dengan keuntungan. Pengembangan obat untuk satu penyakit secara khusus memanglah jarang.
"Proposal yang cukup menarik," gumamku sebelum berpikir.
Intuisiku berkata peluang ini untuk benar-benar bekerja lebih dari 80%. Tapi aku kemari bukan untuk melakukan urusan semacam ini dan dialah yang memandu arah pembicaraan ke titik ini, jadi persetujuan keluarga masih cukup diragukan.
Selain itu, beberapa resep yang Dirae utarakan secara kasar tidak dapat dijamin akan bekerja 100%. Dan masalah efek samping serta keamanan masih layak untuk diragukan.
Setelah menimbang banyak aspek, aku mengangguk diam-diam.
"Baiklah, akan aku penuhi itu karena sepertinya juga menguntungkan bagi kami."
Jika ini berhasil, ruang lingkup perusahaan mungkin dapat merambah ke sebuah rumah sakit. Dan karena kami juga akan menerima pasien dengan gejala penyakit ringan dengan harga yang lebih terjangkau daripada apa yang telah dilakukan Keluarga Meica, kami dapat bersaing.
Bahkan jika kami tidak ingin melakukan pendekatan seagresif itu, kami dapat menjadi pemasok untuk Keluarga Meica.
Itu dapat membuat hubungan kedua keluarga menjadi lebih dekat.
Meski syarat itu berhasil adalah apa yang Dirae katakan benar-benar bekerja. Dan karenanya—
"Tapi aku ingin kamu memperlihatkan satu sampel contoh obat dan aku juga ingin melihat proses pembuatannya sekarang juga."
Ini adalah syarat untuk premis pengambilan keputusan untuk kedepannya.
"Baiklah." Dirae menjawab dengan yakin. "Namun, aku memerlukan bantuan seorang alkemis karena tangan kiriku dalam kondisi seperti ini," sambungnya.
———
Yaa, terus dukung saia dengan memberikan like dan komentar di setiap akhir Chapter. Dan untuk favorite serta bantuan sharenya jangan lupa, oke?
__ADS_1