
Aku muncul di tempat kematianku, Dungeon Fectionous Reason, lebih tepatnya di menara tertinggi.
Aku melihat ke sekeliling dan tidak melihat banyak kerusakan meski menerima serangan setingkat itu. Yaa, dengan daya tahan segila itu tidak mungkin Dungeon akan dapat dihancurkan dengan mudah juga sih. Tapi apakah sejak awal memang dapat dihancurkan?
Memeriksa tubuhku, aku merasakan bahwa telingaku telah kembali memendek. Tapi itu masih lebih panjang daripada sebelumnya, juga lebih lancip. Yaa, setidaknya tidak akan terlihat sebagai tanduk seperti sebelumnya.
Untuk rambutku, yaa masih seperti setelah terkena efek Primal Curses • Mutation, panjang hingga mencapai pinggang. Untung saja kuku di jariku kembali normal dan tidak sepanjang sebelumnya.
Namun–
Grak Grak Grak Grak.
Aku mematung saat mendengar suara itu. Yaa ...?
Grak Grak Grak Grak.
Bukankah sayap kelelawar itu menghilang? Aku mencoba meraih bagian belakang punggungku dan akhirnya menangkapnya. Sayap kelelawar, sayapku.
—Akhirnya dirimu kembali, Dirae.
“Ya?!”
—Kenapa dirimu berteriak?
“Tidak. Tidak apa-apa.” Haruskah aku memintanya? Yaa, minta saja.
“Megaera, bisakah kamu melihat bagian punggungku sebentar?”
—Untuk apa?
“Sudahlah, tolong lakukan itu.”
Nyala api keunguan terlihat muncul di punggungku dan—
“Ugh?! Apa itu?!” Aku mendengar suara tak menyenangkan dari Megaera.
—Selamat, Dirae.
“A-apa yang kamu lihat di sana?”
—Sayap kelelawar. Berjumlah dua pasang.
Megaera mengubah bentuk tubuh (roh) miliknya secara sadar, menyalin bentuk sayapku secara sempurna.
—Seperti inilah.
Aku memperhatikan, dan yaa itu dua pasang, total empat buah seperti yang dia katakan sebelumnya. Bagian atas lebih besar, total panjang dari ujung ke ujung sekitar 12,5 centimeter dan bagian bawah setengah dari nilai tersebut.
“Uhh ... sepertinya ini adalah konsekuensi lain dari penggunaan Primal Curses • Mutation selain memakan pengalaman aktif, ya ....”
Bisa jadi sayap kecil itu memang sudah ada tapi tidak kusadari karena tertutup besarnya sayap sebelumnya tapi .... Oke. Lebih baik hindari menggunakan Mutation, lebih daripada Decomposition.
Aku mencoba mengendalikan sayap itu dan memang bisa, mari buat itu ke posisi terkulai agar mudah disembunyikan. Juga jangan potong rambutku. Biarkan itu panjang seperti sekarang untuk menutupinya.
“Oke. Yaa, apakah lebih baik kita langsung menuju ke pokok pembahasan sekarang?” tanyaku saat aku duduk di tempat acak.
Masih ada banyak masalah yang harus diselesaikan jadi masalah sayap dapat menunggu nanti. Juga, aku masih sedikit khawatir bahwa dia dapat mengambil alih tubuhku setelah aku log out, meski tampaknya itu sulit.
—... Baiklah. Diri ini juga merasa semua akan lebih cepat dengan itu.
Jawab Megaera serius. Yaa, memang hanya tersisa keluhan. Banyak keluhan di antara kami.
—Diri ini akan menjawab beberapa pertanyaan yang mengganjal dirimu. Namun, diri ini hanya akan menggunakan kata ‘ya’ dan ‘tidak’ untuk menjawab pertanyaan dirimu.
Yaa, dia telah membuat pengaturan sebelumnya. Sepertinya dia memang masih ingin menyembunyikan banyak hal.
“Yaa, kalau begitu aku akan menerima itu.”
—Bukankah dirimu terlalu yakin?
“Tidak apa-apa dengan itu. Tapi ...” Aku mengangkat jariku telunjukku. “Aku akan menuntut pertanyaan terakhir untuk dijawab dengan benar mau suka atau tidak.”
—Ap—?!
“Yaa, kamu tidak memiliki hak untuk menolak ini tahu,” kataku sambil memainkan kabut Primal Bleses • Anti-Espirit di jari telunjukku. “Kamu juga masih ingin meneruskan tujuanmu bukan?”
—Baiklah ....
Megaera berkata lemah. Yaa, sarana sederhana kompromi, bujukan, dan ancaman bekerja cukup baik. Apalagi jika seseorang memiliki tujuan yang jelas seperti Megaera.
“Pertanyaan pertama, apa tujuanmu berkaitan dengan alasanmu ingin mengambil alih tubuhku?”
__ADS_1
—Ya.
Benar ‘kah? Aku sudah menduganya tapi jika seperti itu ...
“Yaa, lebih baik ke pertanyaan selanjutnya. Apa saat penyerangan itu, rohmu adalah bentuk kumpulan roh yang kacau?”
—... Ya ....
Megaera menjawab lemah. Sepertinya itu memang satu dari sedikit bagian yang tidak ingin disentuh. Yaa, bukannya aku terlalu peduli dengan itu juga.
“Kemudian, ide penyerangan itu hasil keputusanmu pribadi?”
—Tidak.
“Hmm ....”
Yaa, kalu seperti itu— “Pertanyaan terakhir. Jelaskan alasan bagaimana kamu dapat tewas?”
—....
Keheningan dalam pun mengisi tempat ini segera. Megaera terdiam membisu tak ingin membuka mulutnya. Yaa, dia adalah entitas roh, jadi secara teknis tidak benar-benar memiliki mulut, oke?
—... Apa diri ini harus menjawab itu?
“Bukankah kita sudah mencapai kesepakatan sebelumnya? Yaa, aku berkompromi dengan kondisimu dan kamu menyetujui tubtutan dariku.”
—... Baiklah.
Akhirnya dia setuju setelah banyak kesulitan.
—Dirae. Apa dirimu tahu tentang Lorentz Kingdom dan Ruzerith Empire?
“Ya? Kenapa tiba-tiba melenceng ke topik tersebut?”
—Jawab saja.
“Kalau tidak salah, negara manusia terbesar dan negara terbesar di benua?”
—Begitulah. Dahulu, Lorentz Kingdom, sebagai negara yang menjunjung tinggi supremasi ras manusia atas ras lain. Terus melakukan ekspansi ke wilayah lain untuk menunjukkan kekuatannya, membuatnya pernah menjadi negara terbesar di benua. Tapi sebuah ironi terjadi, mereka menusuk ke sarang yang seharusnya tidak dimasuki siapa pun.
-Itu adalah Hutan Ruzel, tempat kediaman Dark Elf.
Kenapa ras itu muncul sekarang?
-Dark Elf mengumpulkan semua ras lain yang juga mengalami pengalaman serupa, membentuk aliansi antara ras. Bahkan Light Elf pun akhirnya bergabung setelah usaha mereka berkali-kali dikhianati oleh Lorentz Kingdom.
-Lorentz Kingdom telah menyinggung terlalu banyak ras yang sebelumnya mereka anggap sebagai debu mulai terdesak setelah kumpulan debu itu berkumpul. Mereka berupaya menyerukan Pan-Human, tapi segera hancur begitu manusia kelas bawah yang dijadikan budak ikut bergabung di dalam aliansi yang dipimpin Dark Elf.
-Pada Akhirnya, masa keemasan Lorentz Kingdom jatuh dan membuat berdirinya Kekaisaran baru.
“Lalu apa hubungannya sejarah itu dengan kematianmu?”
—Apa dirimu tidak menyadarinya? Diri ini diutus untuk meredam perselisihan yang masih ada di kedua belah pihak. Beberapa fraksi di kubu Lorentz Kingdom masih tidak terima akan hasil akhir dan ingin melakukan pembalasan. Sedangkan pihak Ruzerith Empire sendiri puas dengan mengambil kembali tanah yang dulunya milik mereka dan mulai menjalin persahabatan dengan negara lain hingga akhirnya Dewan terbentuk.
Apa itu? Apa Dewan di EFO itu organisasi semacam PBB? Tapi sepertinya itu akan lebih longgar dan tidak terlalu mengikat.
—Dan akhirnya ... Dewan dapat menghubungi diri kami, mengajukan misi untuk membujuk Lorentz Kingdom meredam ambisinya dan berdamai.
“Lalu kamu lah orang yang menerima misi tersebut, ya?”
—Begitulah. Bahkan jika terdapat diri lain yang lebih sesuai, posisi lainnya tidak pada kondisi yang memungkinkan untuk melakukan itu. Pada awalnya semua berlangsung dengan mudah. Dengan menggunakan nama diri kami yang juga telah menjadi rahasia umum di kalangan para pejabat tingkat atas, anggota Dewan, dan negara lain, Lorentz Kingdom dapat dibujuk.
-Namun ...! Namun ...! Namun ...!
Aku merasakan fluktuasi mental Megaera mulai tidak stabil, mulai mengubah bentuk rohnya. Ini tidak secara sadar dan hanya dipengaruhi oleh emosi sesaat. Aku berusaha menekannya dengan rohku, bagaimanapun dia berada di dalam tubuhku jadi kendali atas roh masih dapat kukendalikan sampai batas tertentu.
“Sudah tenang?”
—... Sekarang sudah lebih baik. Sampai mana tadi ... ah, bagian itu.
-Namun mereka, Lorentz Kingdom pun mengkhianati kami. Diri ini menuntun mereka ke tempat pertemuan dengan utusan dari negara dalam Dewan, dan akhirnya kami diserang.
-Diri ini berhasil lari dan membawa beberapa utusan yang selamat. Namun, pada akhirnya diri ini bersama diri mereka tewas setelah gagal melarikan diri.
-Apa dirimu sudah puas?
“Kurang lebih, juga maaf untuk itu.” Fluktuasi mental sebelumnya, itu benar-benar dalam.
Jadi, singkatnya. Semua bermula dari Lorentz Kingdom, ya? Ini juga menjawab identitas dua ego lain yang secara jelas bersatu dengan Megaera sebelumnya. Yaa, kemungkinan mereka adalah utusan negara lain yang berusaha dia selamatkan.
“Dengan begitu, berarti kamu ingin mengambil tubuhku untuk membalas Lorentz Kingdom?”
__ADS_1
—Benar. Bahkan setelah 386 tahun terlewat.
Lama?!
“A-apa kamu yakin? Bukankah itu hanya membuatmu seperti orang gila? Itu sudah beberapa generasi berlalu dan masa kini mungkin mereka sudah berubah.”
Itu terlalu lama. Mau dilihat dari mana pun.
—Karena itulah diri ini memerlukan tubuh hidup. Melihat apakah mereka telah berubah dan jika belum, pembalasan itu sah menurut diri ini. Apalagi pada mereka yang telah melanggar sumpah dan janjinya sendiri.
“Begitu, ‘kah?” Aku membuat senyum tipis sebelum berkata, “Apa kamu belum menyerah dengan tujuanmu, Megaera?”
—Tentu.
“Kalau begitu, kenapa kamu tidak menyelesaikan ini denganku?”
Sepertinya ini akan menjadi sesuatu yang menarik.
—Dirimu terdengar seperti orang gila. Masalah ini bahkan tidak ada sangkut pautnya dengan dirimu.
“Ya? Kamu salah tahu. Aku ada. Sejak kamu mengangkatku sebagai murid bukankah itu sudah, Master?”
—... Tolong lupakan itu. Mengangkat dirimu sebagai murid bukan keputusan diri ini, tapi ego lain yang bercampur pada saat diri ini bangkit menjadi entitas roh seperti sekarang.
“Begitukah? Tapi itu tidak berubah ‘kan? Jadi, kamu ingin menunggu lebih lama lagi atau memulainya bersama denganku?”
Megaera terdiam cukup lama sebelum menjawab lemah.
—... Baiklah. Lagi pula sepertinya tidak buruk jika itu dengan dirimu.
[Quest ‘To Megaera Purpose’ telah selesai]
[Buku ‘History of XIII Slayer • Death’ didapatkan]
[Megaera Favorability +4]
Yaa, hadiah Favorability dan pengalaman sedikit lebih rendah karena tidak benar-benar sesuai dengan kondisi ideal Megaera. Seperti kasus Lialia saat berurusan dengan Augusta, jadi masih dapat diterima.
Bagaimanapun, hadiah buku itu masih kudapatkan dan dapat kuambil lewat pesan sistem yang akan dikirim ke kantong penyimpanan.
Mari ambil itu sejenak. Kalau tidak salah aku lempar ke arah tangga.
“Huh ... ini selamat.” Isinya juga baik-baik saja.
Juga ...
[Walk With Megaera
Kesulitan : SS Rank
Kamu telah dipilih sebagai orang yang akan berjalan dengannya untuk mencapai tujuannya. Ambil langkah pertama untuk menyelesaikan tujuan tersebut.
Kondisi Keberhasilan : Berhasil menyelesaikan tujuan.
Kondisi Kegagalan : Gagal menyelesaikan tujuan.
Hadiah : ???
Hukuman : ???
*Semua kondisi ditentukan oleh penilaian Megaera De Extinct]
... Sebuah Quest muncul. Nama Megaera juga menjadi nama lengkapnya sekarang, jadi itu mengikuti sejauh mana pengetahuan pemain?
Tapi sebelum itu—
“Sekarang aku harus memanggilmu apa, Master?”
—Jangan panggil diri ini dengan itu! Tolong. Panggil saja Megaera.
“Kalau begitu ... yaa, Mega saja.”
—Kenapa dirimu menyingkatnya lebih?
“Atau mungkin Master lebih baik?”
—... Mega saja tidak apa-apa, Dirae.
Huhuhuhu. Tidak pernah terasa semenyenangkan ini memanggilnya sebagai ‘Master’. Yaa, mungkin lain kali aku akan memanggilnya ‘Master’ meski hubungan kami lebih netral sekarang.
———
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan like dan komen agar saia terus semangat. Juga bantu share dan fav jangan sampai ketinggalan!