
Bagian pertama dari Side Story! Saia bagi menjadi tiga bagian agar gak terasa kepanjangan. Tapi jangan lupakan tekan tombol like, komen, fav dan share!
———
"Na~ Nananana~ Nana, na~"
Suara itu terus bergema, terdengar oleh diri ini dalam nada tertentu. Tapi ...
—Apa dirimu tengah bernyanyi atau apa, Dirae?
"Eh? Yaa, mungkin sesuatu seperti itu?"
—Tidak terdengar meyakinkan ... jika itu bernyanyi maka diri ini akan dapat melakukannya jauh lebih baik daripada itu.
"Kamu yang hanya sesosok roh tidak patut mengatakan itu, Mega!"
—Justru karena diri ini sesosok roh lah diri ini dapat mengatakan itu. Bahkan suara diri ini dapat membuat roh seseorang beristirahat dengan tenang.
"Yaa, beristirahat dengan tenang untuk selamanya?" balasnya menyambung perkataan diri ini dengan kesalahan besar.
—... Daripada bicara tanpa bukti, akan diri ini akan memberi tahu salah satu dari pengalaman diri ini saat masih hidup.
"Yaa, 400 tahun yang lalu."
—Kenapa nilai tersebut bertambah dari aslinya?
"Digenapkan ke atas."
Benar-benar tingkah yang menakjubkan. Kalau begitu diri ini bertahan di dunia selama 500 tahun lebih?
—Bagaimanapun, tenanglah sejenak dan dengar diri ini baik-baik.
Dirae terdiam, tapi perasaan yang disalurkan lewat Spirit Connection mengatakan sebaliknya. Seperti biasa, perasaan dirinya sangat liar meski dirinya terlihat setenang itu.
—Jadi, kala itu diri ini tengah berada di Lorentz Kingdom.
"Dan ya, itu jugalah saat-saat terakhir bagimu ketika masih hidup?"
—... Tidak. Ini adalah masalah lain jauh sebelum diri ini mencapai posisi itu, Dirae.
Diri ini membalas, membenarkan kekeliruannya itu.
—Saat itu, diri ini tampil sebagai sosok elok nan menawan, mengundang mata diri lain 'tuk memperhatikan diri ini bahkan dengan pakaian sederhana. Membuat diri mereka terhipnotis oleh diri ini, mengundang mereka mendekat.
Membagikan gambaran sosok diri ini selama hidup melalui Spirit Connection, diri ini ingin melanjutkan segera tapi—
"Entah kenapa aku merasa kamu mengejekku ...."
—Itu salah. Apa dirimu merasa bahwa diri ini meningkatkan bagian 'itu' untuk membuat dirimu tertekan? Bagaimanapun dengarkan baik-baik.
Dirae mengembungkan pipinya tapi lebih baik tidak perlu dipikirkan.
—Dan akhirnya, rangkaian peristiwa yang memabukkan pun dimulai ...
◆◇◆◇
Suara langkah terburu dapat diri ini dengar, berteriak, menyahut dari satu diri ke diri lain. Seolah mengasingkan diri dalam hiruk-pikuk yang ada.
__ADS_1
"Sepertinya hari ini akan menjadi hari sibuk lainnya," kata diri ini. "Baiklah ...."
Saatnya meneruskan semua seperti jadwal yang ada. Diri ini turut terjun ke dalam lautan manusia, bersemangat dan menuju ke salah satu restoran yang notabene lebih tenang dan—
"Di sini, Meggie!" suara itu memanggil, sedikit melambaikan tangan untuk menunjukkan posisinya.
Diri ini sedikit menunduk sebelum segera menghampiri dan mengambil tempat duduk di depannya, menghadap dirinya secara langsung. Dirinya adalah seorang wanita bermata biru laut dengan rambut pirang gelap yang cukup panjang.
"Maaf telah membuat diri Anda menunggu diri ini, Mrs. Frank," sapa diri ini. "Dan terima kasih banyak atas undangannya, Mrs."
"Sama-sama. Kamu juga tetap memesona seperti biasanya." Dirinya memanggil pelayan, memesan beberapa manisan dan minuman.Minuman. meminum teh miliknya, dirinya akhirnya tersenyum dan menatap diriini dalam.
"Baiklah, sekarang haruskah kita mulai pembicaraannya?"
"Seperti yang diri Anda pinta."
"Kamu tahu bahwa akhir tahun sudah cukup dekat, bukan?"
"Benar Mrs." Sekarang tanggal 19, jadi ... "Kalau diri ini tidak salah, sepertinya tinggal 13 hari lagi."
"Kamu menghitungnya dengan benar. Kalau begitu tanggal 24 Undeceinary, kamu luang di waktu itu bukan?"
Hari itu ...
"Tentu."
"Kalau begitu baguslah. Besok petang hari tanggal 23 datanglah ke rumahku. Pengaturan untuk acara akan dimulai dari sana."
"Baik, Mrs. Frank."
"Kalau begitu, aku akan kembali dan ingatlah datang saat petang," katanya memastikan.
"Seperti yang diri Anda pinta."
Mrs. Frank memberi salam ringan sebelum bertolak, pergi dengan beberapa orang yang menunggu dirinya dari kejauhan, meninggalkan diri ini seorang. Diri ini mengambil napas sejenak sebelum turut meninggalkan restoran, menuju tempat berikutnya.
"Tapi kenapa harus malam itu?" tanya diri ini diam. Apakah ada arti lain secara khusus di dalamnya?
Hmm ....
Diri ini terus berjalan sembari memeras otak akan hal itu. Berbelok menuju gang yang cukup remang, jauh berbeda dari sebelumnya dan akhirnya membunyikan lonceng di salah satu bar.
"Tolong pesanan Anda Nona."
"Dada Glatinus dengan acar."
Diri ini berkata sambil mengeluarkan koin merah keunguan dengan tepi yang sepenuhnya hitam bertahtahkan simbol tertentu, Special Enforcement Division XIII. Melihat ini, penjaga bar itu menghentikan gerakannya sebelum menunjukkan jalan.
Rak tempat penyimpanan minuman keras berderak, menunjukkan tangga yang menuju ke bawah. Diri ini turun, hanya berjalan tak lebih dari 20 meter sebelum akhirnya berhenti di atas diagram sihir, melepaskan kabut mana dan berteleportasi ke suatu tempat.
Diri ini merasakan bahwa diri diamati sesuatu sebelum akhirnya mereda, mulai kembali berjalan sekitar 100 meter sebelum akhirnya terhalang pintu, terbuka dengan sendirinya dan bertemu Glatinus.
"Wah, wah. Ternyata Megie-chan yang datang, kukira siapa tadi."
"Panggil diri ini dengan nama asli. Bukankah begitu lebih baik, Glatinus?"
"Ahh, seperti biasa kau terlalu kaku Megie-chan. Tsk, padahal bagian 'itu'mu telah berkembang menjadi lebih baik lagi tapi tidak dengan dirimu."
__ADS_1
"Diamlah cabul!"
"Tsk. Pria akan takut mendekat jika kau terus seperti itu tahu," katanya enteng saat mengambil beberapa kue kering dengan sihir ruangnya.
Menghela napas sejenak, diri ini berpikir bahwa lebih baik mengarahkannya langsung ke pokok pembahasan. "Sepertinya Mrs. Frank akan mengadakan acara di tanggal 24 Undeceinary malam, sedangkan diri ini diundang sehari sebelum acara dimulai. Apa dirimu tahu ada apa di hari itu?"
"Bukankah hanya peringatan dimulainya Blind Times?"
Sekali lagi, menghela napas. "Dirimu tahu bukan itu jawaban yang diri ini inginkan bukan, Glatinus?"
"Tapi, selain peringatan itu aku sama sekali tidak dapat memikirkan apa pun." Glatinus menyangga dagunya, terlihat berpikir serius.
"Ahh, Mrs. Frank sendiri adalah janda muda yang mendapatkan seluruh kekayaan Count Frank. Jadi kecurigaan bahwa dia membunuh Mr. Frank sendiri untuk mendapatkan kekayaan itu tak terhindarkan."
"Dan dengan latar belakang seperti itu bukankah dirimu lebih cocok dalam menyelidiki Mrs. Frank? Dirinya juga masuk tipemu bukan, Glatinus?"
"Apa kau cemburu Meggie-chan?"
Hah ... mana mungkin.
"Ah, sayang sekali aku belum berniat bergabung dalam Squad Pemburu Janda."
"Uhuk! Uhuk! Uhuk!" Dan diri ini harus terbatuk, memuntahkan kue kering yang diri ini makan setelah mendengar itu.
Sungguh, lingkaran sosial seperti apa yang diri Glatinus miliki?! Diri ini yakin itu hanya berisi kumpulan orang mesum nan cabul!
"Bagaimanapun, tetap seperti rencana semula selagi aku mencari arti lain di hari itu. Tanggal berapa Mrs. Frank mengundangmu?"
"Petang hari, 23 Undeceinary."
"Kalau begitu, akan aku usahakan menemukannya sebelum waktu itu."
Glatinus melambaikan tangannya sembari menyusun lingkaran sihir.
"Ah, Meggie-chan."
Memiringkan kepala, diri ini menanti apa yang ingin dirinya katakan.
"Bolehkah aku membelai 'itu'mu?"
Sebuah sabit segera keluar dari cincin penyimpanan, membuat lintasan ke leher diri cabul itu tapi diri ini telah terlebih dahulu diteleportasikan kembali ke bar. Hanya berhasil merusak dinding.
Sungguh penyihir yang ... ugh, jangan pikirkan. Dirinya sangat licin seperti belut karena dapat terus menteleportasikan dirinya atau diri lain seperti itu.
"Terima kasih atas kerja kerasnya, Nona Megie."
"Nama diri ini Megaera."
"Tapi dari pesanan Tuan Glatinus ...."
"Hmm?"
Dirinya mengatakan pesanan dari Glatinus bukan?
Baik. Diri pelayan itu mematung ketakutan atas tatapan diri ini jadi tinggalkan saja. Tapi diri ini harus membalas Glatinus lain kali dengan layak.
Sepertinya rencana mencari cara pembatalan sihir perlu dipercepat.
__ADS_1