
Kabut hitam mengepul, jatuh secara konstan dari tubuh Vampire setelah terkena sihir dari Fiman, sang pendeta. Berasal dari darahnya yang menguap.
Itu adalah kekuatan besar yang belum pernah kami, pemain F dan E Rank saksikan sebelumnya. Aku tidak tahu bagaimana dengan tempat lain, tapi itu kekuatan yang hebat.
Namun, Vampire itu segera bangkit. Luka yang dia derita pulih dengan kecepatan tak masuk akal, sayap kelelawar yang sebelumnya terkoyak kembali mulus seperti sedia kala.
Vampire, dari cerita rakyat mereka memang sosok seperti ini tapi melihatnya secara langsung dalam EFO —yang secara alami hampir tidak memiliki perbedaan dengan kenyataan. Itu membuatku berpikir ulang tentang seberapa tidak masuk akalnya mereka.
"SIALANNNN!" Vampire itu berteriak saat bangkit, melebarkan kelelawarnya dan membuat udara horor tercipta.
Dia menatap kami dengan tajam, membuat tidak hanya aku tapi pemain lain pun juga merasa kedinginan.
Namun, Sir Yohanes berdiri dengan teguh. Beberapa penyihir di sekitarnya mulai merapalkan mantra dan membuat lingkaran cahaya putih pucat menyebar layaknya ombak. Bahkan dalam kegelapan ini, dia melihat sosok Vampire itu dengan mata tajamnya.
"Vampire ...."
Aku menoleh ke kanan dan kiriku, mencari dari mana suara familiar itu berasal.
"Aku akan mengakuinya, kalian memanglah sosok menakutkan yang menguasai malam."
Kafar menepuk bahuku, memberitahuku untuk diam saat suara tersebut terus berlanjut. Ahh, ini suara Sir Yohanes bukan?
"Kamu menghantui di kala senja turun. Menekankan mimpi buruk dalam bayangan malam. Terus meneror bahkan setelah fajar tiba."
Aku terdiam. Ini adalah suara yang bergema langsung di kepalaku, mungkin menggunakan semacam telepati? Atau mungkin ini adalah efek mantra yang dibuat oleh penyihir sebelumnya? Tidak diketahui mana yang benar, tapi suara Sir Yohanes terus berlanjut.
"Kamu memang kuat, jauh lebih kuat daripada kami, manusia. Namun, kami tidak akan membiarkan kamu mengamuk seenaknya di sini! Kami memang lemah, tapi kami akan bersatu, mengisi setiap sudut yang tidak dapat kami atasi sendirian.
"Kalian, para ksatria yang dipilih Walikota, tunjukkan kekuatan kalian dalam menjaga Tuanmu! Para prajurit, tunjukkan pengabdianmu, lindungi keluargamu yang menunggu dengan cemas. Para Indestructible, tunjukkan keberadaan kalian!
"Vampire, inilah kami. Kami tidak akan membiarkanmu lari bahkan di kala kamu menginginkannya. Kami akan menghentikanmu di sini, Kota Houra bukanlah taman belakangmu!"
Pak Yohanes benar, kami adalah Indestructible. Nama, pengakuan bagi kami, pemain yang tidak dapat benar-benar menghilang berapa kalipun kami mati. Seperti para pemain yang mengakui NPC sebagai ‘Penghuni’ dunia ini.
"Aku, Yohanes Loudon, dan kami, yang membela Houra City akan menguburmu di sini hari ini, Vampire! ... Monster ...."
"Coba saja makhluk rendah, Aku, Ramber Von Augusta akan menghancurkan kalian ...!"
Pak Yohanes sama sekali tidak menanggapi balasan Vampire itu, Ramber. Dia menunjuk Ramber, kemudian ...
"Serang!"
__ADS_1
... Perintah diturunkan. Sorakan melayang saat prajurit bergegas mengisi ke depan.
[Penaklukan Vampire dalam Quest 'Vampire Subjugation on Quan Forest' telah resmi dimulai.
Mulai kini Quest tidak akan dapat diterima lagi oleh siapa pun, Pemain yang berpartisipasi : 621 orang
Tread khusus yang hanya dapat dimasuki oleh Pemain penerima Quest telah terbuka selama Quest berlangsung]
[Morale Honorable telah diberikan oleh pemimpin pasukan, Yohanes Loudon. Moral pasukan meningkat 20% selama 1 jam]
Aku melirik sejenak, jumlah peserta Quest jauh lebih sedikit dari yang kuduga. Kemungkinan ini dikarenakan Kota Houra termasuk kota awal sehingga pemain E Rank —yang merupakan salah satu syarat mengikuti Quest— sedikit.
Kebanyakan pemain akan lebih memilih meninggalkan kota segera setelah mencapai E Rank. Sehingga mereka yang berada di sini adalah orang yang baru meningkatkan Power Level mereka atau memiliki beberapa keadaan khusus. Untuk jumlah pemain yang masuk ke badan pemerintahan sendiri cukup sedikit.
Juga, bahkan jika Kota Houra memiliki lebih kurang 20.000 pemain aktif. Tidak mungkin mereka akan dapat online di jam yang sama, Quest ini juga cenderung mendadak jadi sulit untuk memiliki kesepakatan sebelumnya.
"Kafar, aku akan bergabung kembali bersama Gane dan Lialia."
"Ya."
Usai berpamitan, aku mendekat ke garis depan.
"Dasar serangga,” geram Ramber kesal. ”Poisonous Wheel."
Ramber berputar indah, seolah tengah menari sembari mulai mengembangkan sayapnya perlahan. Itu benar-benar setara dengan pertunjukan, tapi itu juga membuat pemain dan prajurit yang berada di dekatnya terhempas keluar. Memberinya ruang untuk dapat terbang, meninggalkan pemain yang mengerumuninya seperti semut.
Tread beriak, mengalir deras. Serangan yang Ramber berikan sebelumnya memotong lebih dari 2.000 HP seorang tanker, itu pun masih ditindak lanjuti oleh kondisi keracunan sedang dengan nilai stack 8-12.
Aku memeriksa bahwa jumlah kerusakan yang diberikan oleh kondisi keracunan sedang adalah 25 poin/detik. Aku tidak akan dapat bertahan dengan nilai ini.
Namun, aku dan pemain lain tidak tinggal diam.
"Power Shot."
Aku, bersama pemain Rearguard lain menyerang secara bergantian berusaha memberikan asupan kerusakan secara konstan. Meski tidak semua serangan mengenainya.
Tread menjadi lebih tenang, beberapa orang mulai mengkoordinasikan gerakan pemain lain. Aku mengenali nama-nama mereka, mereka adalah pemain yang telah bergabung dengan badan Kota Houra sebelum aku.
Tampaknya perintah itu berasal dari Pak Yohanes yang bergema langsung di kepala mereka. Sayang sekali hal itu tidak dapat digunakan untuk skala luas secara terus menerus.
Para pemain tipe support bersama Penghuni biarawan mulai menyembuhkan pemain dan prajurit yang terkena serangan sebelumnya. Sementara itu, para Penghuni penyihir —yang memiliki kekuatan melebihi pemain— mulai menyiapkan mantra lain untuk menjatuhkan kembali Ramber.
__ADS_1
"Leml!"
"Lialia," sapaku. Akhirnya aku menemukannya.
"Ini benar-benar pengepungan."
Aku mengangguk pada apa yang Lialia katakan. Ini benar-benar seperti banjir, tapi karena Ramber berada di udara, ini tidaklah semudah apa yang dapat dibayangkan.
Bahkan kini Ramber terus melancarkan serangan jarak jauh berupa cahaya hijau dengan jarak serangan mencapai lebih dari 100 meter. Membunuh beberapa pemain dan prajurit malang yang tidak sempat menghindar atau mendapat perawatan. Selain itu, dia kerap menukik tajam untuk menyerang langsung menggunakan cakarnya.
"Tapi kenapa kamu sendiri, Lialia? Di mana Gane?"
"Si bodoh itu langsung terjun ke pertempuran setelah perintah diberikan. Setidaknya kami juga menerima Quest jadi dia tidak akan bertindak sewenang-wenang, kurasa."
Itu 'kah ... kurasa kita harus mengawasinya. Meski Gane kini sudah jauh lebih mawas diri, tapi dalam EFO tidak terdapat perlindungan terhadap Friendly Fire jadi sedikit mengkhawatirkan.
"Kamu sendiri akan melakukan apa sekarang, Lialia?" tanyaku sambil melepaskan rentetan serangan. Yah, itu semua meleset. Di samping buruknya akurasi busur, mungkin juga dipengaruhi oleh tingkat penghindaran Ramber yang luar biasa.
"Ini akan merepotkanku. Aku hanya memiliki sihir angin yang tidak cocok untuk pertarungan langsung, bahkan pengalihan medan pun hanya akan mengganggu pemain lain yang berpartisipasi," kata Lialia kesusahan. Dengan demikian sarana partisipasinya seperti telah disegel penuh. "Sebenarnya aku juga ingin mengambil Skill Spells pendukung, tapi ...."
"Aku minta maaf," kataku sebelum Lialia menyelesaikan perkataannya.
Kemungkinan besar dia kekurangan Potential Poin untuk dibelanjakan. Bahkan jika dia memiliki cadangan, kemungkinan itu digunakan untuk mengembangkan Skill-nya yang lain. Tentu itu disebabkan oleh Despena tidak dapat menaikkan level Skill-nya.
Secara tidak langsung, ini semua disebabkan oleh diriku .... Aku sungguh minta maaf.
"Sudah kubilang tidak apa-apa. Aku akan membantu meningkatkan kekuatan seranganmu."
"Ya, tolong," kataku lemah sebelum melepaskan Targeting + Power Shot yang kekuatannya telah dinaikkan Lialia. Setidaknya serangan tipe penargetan efektif.
Selagi kami melakukan ini, mantra yang disiapkan oleh para Penghuni akhirnya selesai.
———
Penjelasan Stamina Poin dalam EFO.
Stamina Poin, bar ini berwarna kuning dan akan dikonsumsi oleh pergerakan pemain. Pemulihannya sendiri tergolong cepat meski pemain harus berhenti sejenak. Jika tidak, maka pemulihan masih akan terjadi tapi dengan laju yang sangat lambat.
Selain itu, Stamina Poin dalam EFO memiliki kondisi status khusus yang akan terjadi jika nilainya kurang dari 1% dari jumlah maksimal, yaitu kelelahan. Kondisi ini mengakibatkan laju pemulihan Stamina berkurang (sedang) dan peningkatan konsumsi Satiation (rendah).
Stamina Poin dalam EFO juga dikonsumsi dalam penggunaan beberapa Skill. Seperti Art's Skill dan beberapa Techniques Skill berbasis fisik.
__ADS_1