Soul Monarch : Eclipse Feast Online

Soul Monarch : Eclipse Feast Online
Side Story : Megaera Punya Cerita


__ADS_3

Akhirnya, surya pun turun dan dua rembulan naik, menghadirkan malam. Pencarian Glatinus benar-benar tidak bisa diharapkan sekarang.


Para tamu undangan berkumpul, seperti acara (atau kedok acara?) kali ini adalah sebuah pesta dengan tamu undangan didominasi wanita. Istri dari beberapa bangsawan yang turut dalam usaha ekspansi wilayah Lorentz Kingdom beserta anak-anak mereka.


Diri ini mengenakan gaun backless berwarna lavender, mulai turun dan memandang ke aula. Udara terasa khusuk dan meriah, namun mengingat pembicaraan sebelumnya diri ini harus memikirkan hal lain di dalam kepala. Tidak dapat menikmati suasana ini.


Cahaya meredup, lampu menyorot pada panggung yang tirainya mulai terangkat perlahan, membuka dirinya dan memperlihatkan seorang laki-laki yang memperkenalkan diri sebagai Deus, berlaku sebagai pembawa acara.


Kata sambutan diberikan seperti biasa dengan bantuan alat pengeras. Namun ...


"Bukankah dirinya adalah orang bernama Ald?" Diri ini bergumam. Tidak mungkin salah, suara itu jelas milik orang yang bertemu Mrs. Frank sebelumnya. Lebih baik perhatikan Deus, Ald mulai sekarang.


Bagaimanapun, sesi ini berlalu tanpa masalah dan satu demi satu entertainer mulai tampil.


Salah seorang menunjukkan tariannya, memukau dengan indah. Begitu pula beberapa diri lain yang tidak mau kalah.


Yang dapat menarik perhatian diri ini adalah diri yang memainkan cahaya sihir di tangan seolah tengah memegang tanah liat, mengubahnya menjadi beberapa bentuk. Bercahaya dan terbakar dengan sihir api.


Diri ini harap tidak akan terjadi kebakaran bahkan jika sihir itu lepas. Bagaimanapun, gerakan sihir itu cukup halus jadi diri ini rasa kemungkinan itu kecil, apalagi itu bukan mantra yang ditujukan untuk pertempuran seperti yang diri ini miliki.


Namun, visi ini terusik. Kehadiran beberapa sosok berjubah aneh dengan simbol tertentu masuk dari balik bayang berhasil tertangkap. Sosok-sosok itu mulai menempatkan dirinya di posisi tertentu, cenderung mengelilingi aula, memanfaatkan perhatian para tamu undangan yang berkumpul, teralihkan oleh pertunjukan yang ada.


Apa karena ini pulakah Mrs. Frank mengundang cukup banyak entertainer? Untung saja diri ini memiliki Area Vision sehingga dapat melihat dalam jarak luas.


"Me-Meggie."


"Hmm? Iya, ada apa?"


"Ke-kenapa kamu melihatku dari tadi?" tanya Koi penuh gugup dengan wajah merah padam.


Ah, dirinya berada satu arah dengan arah para sosok berjubah aneh itu datang. Mungkinkah dirinya takut untuk bertanya pada diri ini dan karenanya gugup? Tapi mengapa wajahnya merah padam padahal tidak sepanas siang hari? Mungkin disebabkan metabolisme tubuhnya tinggi.


"Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Diri ini hanya memperhatikan hewan kecil yang berada di belakang dirimu sebelumnya."


"A-ah ... begitu, ya ...."


Kenapa dirinya terdengar kecewa?


"Baiklah, itu adalah penampilan magic show yang menakjubkan!" suara Ald terdengar kembali, membuat perhatian diri ini kembali terfokus padanya. "Berikutnya adalah penampilan terakhir dari bintang utama pada hari ini, si cantik nan anggun Meggie yang akan didampingi pianis berbakat dari keluarga Rean, Koi Toe Rean!"


Tepuk tangan meriah terdengar, namun Ald mengangkat tangannya, meredam tepukan yang ada. "Tapi sebelum itu, Tuan Rumah kali ini, Mrs. Frank akan memberikan beberapa patah kata terlebih dahulu."


Mrs. Frank, dalam balutan gaun berwarna pingai panjang mulai berjalan ke panggung dengan anggun. Menerima alat pengeras suara dari Ald sebelum Ald mundur beberapa langkah, menjadikan dirinya satu-satunya pusat perhatian.


"Sebelumnya, saya ucapkan terima kasih karena Anda sekalian telah bersedia memenuhi kebutuhan saya dan hadir di sini malam ini," salam Mrs. Frank membungkuk anggun. "Malam ini saya mengundang Anda sekalian kemari adalah karena pada malam ini, adalah titik di mana diri kita akan melupakan kesendirian sejenak ..."


Suara gemeresik mulai diri ini dengar, memusatkan ke telinga tapi sama sekali bukan berasal dari sini, tempat ini melainkan kepala ini sendiri.


"... Kebahagiaan akan datang pada kita malam ini ..."


Namun, sosok-sosok aneh itu mulai membuat gerakan, memaksa diri ini untuk lebih memperhatikan mereka.


"... Dengan pasti akan datang bersama!"


Dan kabut aneh pun mulai menyebar dengan cepat.


"Hidup Yang Mulia Afrodit!" bisik Mrs. Frank, bersama dengan Ald yang telah berada di sisinya, mendekatkan bibir mereka mesra.


Namun, diri ini tidak dapat fokus pada satu hal. Karena ...


"Me-Me-Meggie ...."


Koi mendekati diri ini dengan wajah merah yang tidak wajar, mencoba ‘menyerang’ bagian tertentu dari diri ini. Tapi sebuah pukulan datang, membuat dirinya terjatuh sebelum sempat berbuat apa pun.


"Akhirnya tersambung juga!"


Suara Glatinus terdengar di kepala, mungkin dirinya mencoba melakukan telepati sambil menembus barier yang ada.

__ADS_1


"Dengar, Meggie-chan. Maksud lain di hari itu adalah—"


"Dirimu tidak perlu menjelaskannya karena sudah telat. Hari ritual Afrodit Sect bukan?" potong diri ini.


Kemungkinan besar, hari ini dipilih karena memang merupakan awal dari Blind Times. Mereka tidak memperingatinya sebagai doa akan keselamatan mendatang, tapi menganggap ini adalah waktu di mana pengawasan Dewa-Dewi melemah dan melakukan tindakan semacam itu dengan bebas.


Melirik, terlihat para tamu undangan yang hadir mulai saling ‘menyerang’ satu sama lain, menjadikan diri mereka bertingkah layaknya binatang. Mungkin disebabkan oleh kabut sebelumnya yang menurut diri ini adalah semacam Afrodisiak kuat.


Untung saja diri memiliki resistensi terhadap sesuatu semacam itu.


"Masalah ini tidak berada dalam kewenangan divisi diri ini." Diri ini bergumam lelah.


"Ahh, kalau untuk itu tenang saja Meggie-Chan." Glatinus menjawab gumaman diri ini dengan percaya diri. "Aku telah membawa bantuan yang tepat," sambungnya berada tepat di samping diri ini.


Namun, lintasan sabit datang padanya dengan segera. Bagaimanapun, serangan itu dirinya hindari.


"Kenapa kau menyerangku, Meggie-chan?!"


"Mungkin saja kabut itu telah menyerang otakmu pula."


"Kau jahat, Meggie-chan!"


Diri ini lupa kalau bahkan tanpa afrodisiak, Glatinus memanglah sudah seperti itu.


Perhatian diri ini tertuju pada sosok lain yang dibawanya. Terlihat seorang perempuan berpenampilan di usia dua puluhan tahunan yang mengenakan kain sebagai penutup mata maju, berjalan dengan anggun mengabaikan tindakan orang-orang yang menjadi tak bermoral.


Dan ...


"Special Enforcement Division IX .... Alecto. Saya akan menegakkan keadilan di bawah naungan Yang Mulia XI Slayer."


... Dirinya membuat deklarasi, mengetuk lantai dengan staf keagamaan yang dibawanya dan membuka sayapnya lepas —yang terlihat seperti sayap burung. Menyebarkan cahaya keemasan yang menghalangi kabut menyebar lebih jauh.


Jadi dirinya berasal dari ras siren ‘kah?


"Dialah bantuan itu Meggie-chan. Selain itu, dia adalah calon XI Slayer berikutnya jadi kau tidak perlu khawatir."


"Begitukah?" Mungkin itu yang membuat Glatinus baru dapat menghubungi diri ini sekarang. Dan lebih baik serahkan pada divisi kesebelas karena kasus ini memang berada dalam wilayah kewenangan mereka. "Kalau begitu, Glatinus. Bisakah dirimu memainkan piano?"


Bagaimanapun, ikatan yang sebelumnya dibuat harus diselesaikan.


Diri ini berjalan ke arah panggung. Lingkaran cahaya keemasan satu demi satu bermunculan di bawah kendali Alecto, meluncur dengan indah dan memakukan orang-orang. Menahan mereka bertindak lebih jauh.


"Aaa~~"


Suara diri ini mulai menggema, dengan indah berpadu dengan alunan tuts piano.


Tiap nada naik, seolah mengikuti gerakan cahaya keemasan yang meredakan kekacauan, membuat mereka tertahan di tempatnya dan tak dapat bergerak. Turun, seraya memasuki interlude, membuat kekacauan itu ketakutan akan cahaya keemasan.


"... Nanananana~~"


Klimaks, memuncak dan kekacauan itu akhirnya tak kuasa menahan diri lebih lama, hendak melarikan diri dari tanah cahaya keemasan berdiri. Namun, itu dikembalikan ke tanah para cahaya. Tidak dapat keluar dan hanya berkutat di tempatnya, mungkin dikarenakan spasial barrier yang telah buat.


"Ha~~"


Dan akhirnya itu pun berakhir. Dengan napas panjang, kekacauan mereda. Menyisakan kebingungan dan tatapan yang terpusat pada cahaya yang ada. Cahaya yang berputar, seolah memeriksa penyelesaian tugas yang diberikan sebelum mulai menghilang.


Mengundurkan dirinya dari tatapan.


◆◇◆◇


—Bagaimana, Dirae. Apa dirimu tidak ingin mengatakan sesuatu pada kehebatan diri ini?


"Yaa. Selamat," kata Dirae hampa. "Tapi ya, apa yang terjadi selanjutnya?"


—Mrs. Frank dan Ald dihakimi secara adil dengan dugaan penyebaran ajaran sesat.


Kalau tidak salah hukuman yang diri mereka terima adalah hukuman mati dan penjatuhan keluarga Frank beserta asetnya.

__ADS_1


"Entah mengapa aku merasa simpati pada Koi."


—Mengapa dirinya muncul tiba-tiba?


"Yaa ... tidak ada."


Meski dirimu mengatakan demikian, perasaan yang dirimu kirimkan berkata lain Dirae. Apa ini? Kasihan? Pada siapa?


—Apa yang dirimu pikirkan?


"Tidak ada. Hanya merasa tragis akan seseorang."


—Mengapa? Lagu itu adalah lagu yang menenangkan bersama dengan penghentian kekacauan jadi itu yang terbaik bukan?


"Tapi yaa, itu menyeramkan karena kurasa seseorang telah tewas karena mendengar lagumu itu."


—Sungguh tidak sopan.


Meskipun secara tidak langsung, benar bahwa diri ini salah satu sebab kematian Mrs. Frank dan Ald.


—Namun, setidaknya itu baik daripada yang dirimu lakukan.


Juga apa yang diri ini lakukan tidaklah semenakutkan itu jika dibandingkan dengan apa yang dirimu miliki.


"Aku merasa kamu mengejekku, Mega. Jadi akan kutunjukkan kebolehanku yang sebenarnya sekarang, ya."


Dirae membuka mulutnya, mengeluarkan suara yang cukup merdu daripada apa yang dirinya lakukan sebelumnya. Namun, saat nada suaranya semakin naik—


Pyar!


Sebuah guci pecah karenanya.


"Baiklah. Lebih baik kita rahasiakan kejadian ini masing-masing."


—Setuju.


———


Yaa, terima kasih banyak telah membaca Side Story (SS) yang bagi saya sendiri agak ... begitulah. Dan seperti yang telah saia beritahukan sebelumnya, Arc 2 akan datang tanggal 1 desember!


Sedikit tambahan, informasi mengenai penanggalan di EFO menurut Kalender Uleoria, kalender resmi EFO.


Bln ke-1 : Luanary (31 hr)


Bln ke-2 : Ibrariary (28/29 hr)


Bln ke-3 : Marche (30 hr)


Bln ke-4 : Priche (29 hr)


Bln ke-5 : Nearely (30 hr)


Bln ke-6 : Juenely (29 hr)


Bln ke-7 : Jaunely (30hr)


Bln ke-8 : Alugust (30 hr)


Bln ke-9 : Oreptust (29 hr)


Bln ke-10 : Dectomber (30 hr)


Bln ke-11 : Yoanamber (29 hr)


Bln ke-12 : Eceimber (31 hr)


Bln ke-13 : Undeceinary (32 hr)

__ADS_1


(total 387 hr/thn, atau tiap 8 thn sekali 388 hr)


Yaa, saia akan memberikan keterangan bulan keberapa ke depan, karena nama bulan ini tidak mengambil sumber nyata apa pun (tetap ada referensi oke).


__ADS_2