Soul Monarch : Eclipse Feast Online

Soul Monarch : Eclipse Feast Online
Kutukan di Atmosphere!


__ADS_3

Aku mendecakkan lidah kesal. Masalah aura ini benar-benar membuatku muak, kamu tahu? Aku adalah seorang pemain Neutral, seharusnya ini memberi efek penurunan kemungkinan hubungan negatif (bermusuhan) tapi aku tak dapat merasakan manfaatnya sama sekali.


Apa kamu ingin membuatku memilih jalan Evil, ya?! Aku memang tertarik tapi tidak karena itu menyusahkan. Bahkan tanpa itu saja aku sudah dimusuhi banyak pihak.


Tanpa mengucapkan sepatah kata pun lagi, aku mulai mengayunkan cambukku dan membuat bola kabut mana. Lingkaran sihir kecil disusun dengan cepat sebelum aku meluncurkannya. Yaa, aku harap kudapat memotong waktu penyusunan itu, itu setara dengan Cast jika dituliskan.


Bagaimanapun, itu tidak memiliki Cooldown sehingga dapat aku luncurkan secara terus menerus. Yaa, meski itu tak banyak menimbulkan efek.


"Master, kamu harus membantu muridmu ini bukan?"


Aku tersenyum pada Megaera sebelum mencelupkannya ke dalam konfrontasi ini secara paksa.


Bahkan jika kamu ingin lolos, aku tak akan membiarkannya, MASTER. Ringan sama dijinjing berat sama dijunjung, oke?


"DASAR MURID SADIS!" teriak Megaera.


Apa dia sebegitu bencinya dengan pertempuran? Yaa, pokoknya dia menjadi tetap memainkan peran sebagai Vanguard dengan mulai melawan para pramuka itu.


Megaera bergerak dengan cepat, dia menghindari semua serangan orang-orang itu dan melawan balik dengan tepat. Ya, SEMUA! Dengan kata lain dia tidak menerima satu pun goresan.


Aku sedikit iri tapi tidak mungkin aku dapat meniru itu. Aku mulai membuat ulang tombak kabut mana, serangan terkuat yang dapat kuberi sembari terus mengayunkan cambuk.


"Increase Speed." Aku mempercepat gerakanku dengan mantra, ini hanya bertahan selama 10 detik jadi aku sebaiknya cepat.


Aku mundur, mencapai ruang kosong di sekelilingku, lalu ...


"Matilah. Strengthen Damage!"


... Tombak kabut mana diluncurkan, menembus kepala seorang pramuka yang memang telah diambang kritis dan membunuhnya.


Aku mendekati mayat itu, mengambil beberapa potion yang tertinggal dan mulai membuat ulang tombak kabut mana. Namun, ya, semua tidak berjalan seperti yang kuharapkan.


Tidak seperti biasanya dengan mana akan berkumpul dan menetap tanpa hambatan saat aku menghendakinya, kali ini mana yang telah terkumpul segera runtuh dan tidak dapat dikendalikan.


"Ada sesuatu yang berbeda dari biasanya, ya."


Apa itu yang berbeda? Aku tak tahu. Jika melihat dari apa yang terjadi di sekitarku sekarang, tidak terdapat perbedaan sama sekali.


"Kecuali ..." Aku melirik mayat di sampingku. Itu terus mengeluarkan kabut sebagai animasi drop, aku memang menduga bahwa ini bukan sekedar animasi jadi apa itu penyebabnya? "... Yaa, tidak ada salahnya mencoba."


Aku melepaskan lebih banyak lagi mana. Mencoba mengendalikan kabut hasil pelapukan yang terus keluar dari mayat tersebut dan membentuknya menjadi sebuah bola.

__ADS_1


Aku membagi pikiranku agar dapat menangani kelima pekerjaan dengan baik.


Satu untuk terus mengayunkan cambuk di tangan.


Satu untuk mengawasi sekitar dan menghindari serangan.


Satu bertugas membuat tombak kabut mana.


Satu mengawasi waktu Cast dan Cooldown dari Spells-ku.


Dan akhirnya, satu untuk mengendalikan kabut mayat, selama tidak berjarak lebih dari 10 meter itu aman.


Ini melelahkan tapi apa boleh buat. Semua ini adalah tugas penting.


"Strengthen Damage."


Aku meluncurkan satu tombak kabut mana lagi, mengarah ke pramuka yang paling banyak terluka. Aku memang tidak menilainya, tapi dari penampilan saja sudah cukup.


Sementara itu, Megaera sekali lagi merebut belati yang tergantung di pinggang salah satu pramuka, memainkannya dan mulai menggunakan sebagai senjata. Yaa, aku akan tutup mata terhadap kemampuannya yang dapat memainkan delapan buah belati secara bersamaan dan apik.


Sementara bagiku, bola mana yang menyimpan kabut hasil pelapukan mayat akhirnya berhasil dipertahankan. Aku mendekatkannya padaku, merasakannya dan mulai menyentuhnya. Namun, hasil dari itu adalah Satiation-ku terkuras dengan kecepatan menakutkan.


Aku berteriak. Dugaanku, yang kukira masih akan memakan waktu sebelum terbukti telah menghasilkan sesuatu.


Ini adalah kabut, tapi ini sangat berbeda dengan kabut hasil dari pelepasan mana dengan Magic Mastery, ini membawa sifat untuk menguraikan segala yang disentuhnya. Jadi apakah karena itu pula mayat di dalam EFO memburuk —yang kukira merupakan animasi drop— dengan mengeluarkan kabut darinya?!


[Kamu telah berhasil memahami dan mengoperasikan salah satu Kutukan Utama!]


[Title Curses Spectator berhasil diakuisisi!]


[Ex-Skill, Primal Curses • Decomposition berhasil diakuisisi!]


Aku tertegun, apa yang tengah terjadi?! Apakah EFO adalah game misteri? Bukan game RPG atau Survival?! Oh, yaa, yang mengalami Survival game di EFO mungkin hanya aku untuk saat ini.


"Kenapa dirimu hanya berdiri dengan kosong di sana, Muridku!"


"Defense Correction!"


Aku kembali berkat teriakan Megaera, berhasil mengaktifkan mantra dan menghindari kerusakan besar dengan margin tipis. Meski itu tetap mengurangi HP-ku sekitar 60%, ya.


Cukup menakutkan hanya untuk dilihat. Aku ingin kembali fokus pada pertempuran ini, selain itu jalannya pertarungan Augusta Vs Pasukan Kota Houra terus meninggi. Namun, yaa, periksa apa itu Ex-Skill yang baru saja aku terima.

__ADS_1


[Primal Curses • Decomposition


Activation : Mind Key


Kutukan yang menguraikan segala material dan mengubahnya menjadi energi bebas. Menjatuhkan ambisi dan membuatnya terus berkubang di ranah fana, memaksanya harus menyerap sesuatu untuk tetap bertahan]


Yaa, Apa-apaan ini?! Apa itu aktivasi pikiran?! Selain itu, Ex-Skill tidak memiliki level? Juga bagaimana dengan Cost pada Skill dan Cooldown jika ini bukan jenis Skill yang selalu aktif?!


"Yaa, aku bahkan tidak dapat mengetahui apa itu efeknya." Hanya terdapat flavor teks di sana.


Aku terus memikirkan itu selagi menghindari serangan mereka. Tetap saja Megaera, Masterku sangat membantu dalam hal ini. Untuk pertama kalinya aku tidak merasa kesal atas kehadirannya.


"Jika tidak dicoba aku juga tidak akan mengetahuinya."


Jika itu semacam bom waktu dan aku terus menyimpannya tanpa sadar, tentu akan sangat berbahaya, ya.


Yaa, aku mengumpulkan kabut mana dan mulai membuat tombak kabut mana. Pola geometris, alias lingkaran sihir mengembang dengan warna transparan dan akhirnya aku meluncurkannya.


Tidak perlu menggunakan Strengthen Damage untuk sekarang, aku berpikir bahwa Primal Curses • Decomposition terkandung di dalam tombak tersebut. Tombak kabut itu berubah menjadi warna abu-abu kecokelatan, membuatnya dapat lebih mudah diliat. Simpan itu dan terus perhatikan apa yang akan terjadi, ini penting untuk mengetahui efek pastinya.


Saat tombak tersebut berhasil mengenai targetku, hal yang luar biasa menakutkan terjadi.


Kabut abu-abu kecokelatan menyebar, masuk ke dalam tubuh pramuka malang tersebut. Namun, tak sampai di situ saja. Tubuh pramuka itu ambruk, kulit, rambut, darah, dan dagingnya mulai luruh, berjatuhan layaknya sebuah noda yang dibersihkan.


"Arrg ... ghh ... hhh!" teriakan parau terdengar, mencoba keluar dari mulutnya tapi terus teredam oleh darah dan dagingnya sendiri yang masuk ke apa yang seharusnya menjadi mulut.


Semua terus berlangsung, tidak terdapat sensor atau filter sama sekali, bagaimanapun EFO memiliki syarat umur minimal yang terhitung dewasa. Semua terjadi serealistis mungkin.


Hingga kematian pramuka itu terjadi teriakan terus menggema, dia tewas dengan tulang belulangnya sajalah yang tertinggal sebagai saksi kehidupannya. Namun, sisa dari teriakan-teriakan dari pramuka sebelumnya samar-samar masih dapat terdengar.


Tidak hanya aku yang terdiam, tapi empat orang pramuka yang tersisa juga sedikit membeku. Dalam keheningan ini aku terus berpikir, Ini bukan hanya peninggalan penerapan sistem Anti-trauma ... EFO, ini menerapkan sumber trauma itu sendiri sebagai sistemnya.


———


Penjelasan Title, Princess Charming.


Ini adalah Title milik Ramber Von Augusta. Title ini hadir berkat reputasinya di atas opera, kecantikannya sungguh amat dikagumi hingga sering disalah kira dia sebagai wanita.


Sebab itulah yang muncul dalam Titlenya bukan Prince, melainkan Princess yang sangat meninggalkan gendernya.


Memiliki efek peningkatan pada pesona (sedang). Dan sebagai efek tambahan karena muncul pada seorang pria, Augusta akan lebih mudah dikira sebagai wanita.

__ADS_1


__ADS_2