Soul Monarch : Eclipse Feast Online

Soul Monarch : Eclipse Feast Online
Tentu Tidak, True Bos! (Side)


__ADS_3

Tiga Chapter hari ini untuk 1.000 like-nya terima kasih!


Juga, PERINGATAN! Tiga Chapter ini, terutama yang ini akan memiliki banyak susunan kata yang sengaja saia 'obrak-abrik' jadi bukan typo/salah ketik


Yaa, hanya untuk Chapter ini dan kemungkinan besar susunan seperti ini tidak akan muncul kedepannya. Masih kemungkinan, oke. Karena jika dibutuhkan akan tetap ditulis meski saia sendiri nggak terlalu suka karena ribet :


πŸ™Jadi minta maaf jika menimbulkan ketidaknyamanan saat membaca πŸ™


β€”β€”β€”


Lingkaran sihir terstruktur tinggi mulai tergambar di sekeliling diri ini. Satu lingkaran geometris besar, dasar dari mantra telah selesai disusun, tapi sepertinya keadaan Dirae masih kesulitan.


Diri ini membutuhkan konsentrasi lebih tinggi untuk dapat menyelesaikan manta ini.


TEtap sAJA ... dIA AkAN tETap BAik! BiARkan sAja dIA!


Diri ini rasa dirimu benar. Bagaimanapun dia telah diri ini beri peringatan sebelumnya. Diri ini tahu bahwa Dirae bukanlah orang yang sangat bodoh.


Kam 'u benar. Mu' rid pasti akhan mela' ukan sesuatu ag 'ar dapat be 'rta hand!


Pandanganku bergeser sejenak ke tempat Dirae berada, dirinya menjauh sesuai apa yang diri ini peringatkan sembari menembakkan Magic Ball aneh yang dirinya bentuk sebelumnya. Mau berapa kali pun diri ini melihat, dirinya memang memiliki keterampilan aneh yang tidak cocok untuk seseorang di ranah F Rank.


BERkat itU jUGa Dia KamU piLIH, buKAn?


I' tu brenar.


"Meskipun tidak dapat diri ini sangka ternyata Bos Dungeon tempat ini memiliki tingkah amat aneh."


Diri ini bergumam, terkejut akan hasil mutasi Bos Dungeon. Itu jauh berbeda dari apa yang pernah diri ini ingat meski ingatan itu tidak dapat diandalkan.


Bahkan memaksa diri ini menggunakan mantra setingkat ini yang tentu memakan Mana dalam jumlah tidak sedikit. Jika itu diri yang dulu, pasti tidak akan terasa seberat ini. Tapi dalam kondisi sekarang, penggunaannya terasa sangat berat.


NAmuN! AsalKan TujuAN teRCApai tidAK maSAlah!


Brenar se' ali.


"Ughhh."


Diri ini menggerang sedikit, kepala ini terasa berputar sesaat. Namun, jika itu saja dapat mengganggu penyusunan mantra, maka diri ini tidak akan pantas menyebut dirinya pernah menyandang nama itu.


Butiran-butiran cahaya merah pijar mulai tersedot ke arah diri ini. Berusaha menjadi satu kumpulan besar tapi itu tidak boleh dibiarkan, kendalikan dan sedikit demi sedikit letakkan di tempat yang seharusnya dalam susunan mantra ini.


"Huh ... akhirnya." Napas diri ini lega. Lingkaran sihir yang tersusun atas total delapan lingkaran sihir yang diintegrasikan menjadi satu akhirnya selesai setelah beberapa kesulitan kecil.


"Murid, tingkatkan pertahanan dirimu ke titik tertinggi!" teriak diri ini.


Jika Dirae mati maka semua usaha hingga sekarang akan menjadi percuma.


KALau gAGal BUat sAJA DIa seKARat! KEberhASilan aKAn dATAng PAda kAMI!

__ADS_1


U' hmm 'ati-hati, Mu' rid.


Diri ini menekan fluktuasi mental yang tidak stabil, melihat diri Dirae selesai menghibahkan mantra Enhancement Spells pada dirinya sendiri. Mengingat bahwa dirinya terus memberikan mantra Enhancement Spells yang tepat pada diri ini sebelumnya, diri ini yakin dirinya akan memilih mantra paling sesuai.


"Garnet ...."


Diri ini berbisik hingga tidak dapat didengar siapa pun, mulai mengisi lingkaran sihir dengan mana, menyalakannya. "Indigenous Sancti Flame!"


Lingkaran sihir tersedot menjadi sebuah bola api raksasa dengan besar 2 meter. Jatuh bak tetesan embun di pagi hari yang akan segera menguap.


Namunβ€”


"KRAKRUCRHUAAAAAA!"


Tidak seperti embun yang menguap tanpa meninggalkan apa pun, embun yang satu ini meninggalkan kebakaran pada mereka. Monster itu meraung, berusaha lari dari sebaran api tapi itu hanya menambah besarnya api.


Selama seseorang tergores oleh mantra ini, dirinya akan terbakar baik secara fisik maupun magis.


"Higher Magic!" suara Dirae terdengar saat dirinya mulai melemparkan sihir.


Itu benar-benar baik. Dirinya tidak hanya bersembunyi di saat genting tapi malah memilih melakukan gerakan.


HAhAHaha! ITu akAN SESuai deNGan KIta!


La' ukan jyang trubaik un 'tuk le' lah, Mu' rid!


"Itu benar. Lebih baik diri ini selesaikan segera."


'Uap' lain turut menyebar saat monster yang terbakar dalam kurun waktu kurang dari 10 detik tewas. Membagi api, menyulut kebakaran lebih jauh.


Dirae pun sepertinya telah menemukan kondisi ini dan lebih menjaga jarak, memfokuskan serangannya pada satu monster dalam waktu yang sama.


"Murid belajar dengan cepat."


Apa dirinya selalu memperhatikan detail kecil seperti ini?


Itu kuRANg BEnar. KALau meMANG SePERti ITu DIa AKan MEmpeRHatikAN kiTa LebiH.


Ka' mu brenar. Mu' rid a' an memprahatikan ki' ta.


Begitukah? Diri ini rasa ... yah, mungkin benar meski dia terkadang peka akan hal-hal aneh.


Diri ini memperhatikan Dirae sekali lagi.


Dirinya terlihat tanpa banyak ekspresi selain senyum tipis seperti biasa saat satu demi satu Magic Ball raksasa dilemparkan dengan begitu mudah, tanpa beban di wajah. Namun, saat diri ini melihat banyaknya lingkaran sihir yang mengambang di sekelilingnya, jujur saja diri ini cukup pusing dengan jumlah itu.


Apa dirinya memang memiliki bakat semacam itu atau karena itu bakat bawaan ras? Bagaimanapun, ras Dhampire adalah satu dari beberapa ras yang tidak memiliki catatan resmi.


... Tidak seperti manusia.

__ADS_1


BaLAs MaNUSia-mAnusIA iTu! MEReka yANg MeMBUnuhKU!


Bu' nuh mere' a! Bu' nuh mere' a! Bu' nuh mere' a! Bu' nuh mere' a!


Diamlah! Diri ini tidak akan membiarkan kalian lepas!


Teriak diri ini secara internal saat belati-belati di tangan berayun lebih cepat, terbawa fluktuasi emosi tanpa sadar.


"Ughhhh! Fire Splash!"


Cahaya bulan sabit merah pijar terbentuk saat mantra selesai dirapalkan. Sejak kapan diri ini memulai casting mantra saja diri ini tidak menyadarinya, tapi lepaskan daripada Mana yang digunakan untuk menyusun lingkaran sihir terbuang.


Sementara itu, Dirae bergerak ke kanan dan kiri, memantul menggunakan mantra Mana Board. Mantra yang memang ditujukan untuk menghempaskan sesuatu tapi tentu sebenarnya tidak ditujukan pada diri sendiri, itu tetap akan memberikan kerusakan meski dalam jumlah kecil.


Itu KaRENa DiA BOdoH!


TIda'! Mu' rid itru pandai memi' rirkhan cara apli' asi mantra secrara lain.


Tekan mereka. Itulah yang diri ini pikirkan saat tebasan demi tebasan belati terus menghujani monster kecil itu. Menghancurkan mereka dengan cepat, ketahanan tubuh mereka sendiri amat rendah kecuali mereka yang telah makan dalam jumlah cukup.


KArenA MonSTEr-mONsteR itU maSIh BaYi!


Ba' yi! Ba' yi! Ba' yi! Ba' yi!


"Akhirnya mereka selesai," gumam diri ini tanpa sadar.


Baik secara internal maupun eksternal semua telah menjadi lebih tenang. Diri ini melihat Dirae terduduk lemah setelah melepaskan semua Magic Ball raksasa terus menerus. Dengan ketiadaan Mana potion untuk meregenerasi Mana secara berkala, itu dapat diri ini maklumi.


"Ahh ... Master, yaa, apa dengan begini itu telah selesai?"


"Baguslah dirimu tidak melupakan sapaan itu," balas diri ini bahkan sebelum mengetahuinya.


"Ya, ya. Tapi itu cukup bagus." Dirae berkata sembari mulai bangun dan menatap diri ini sekali lagi. "Bos Dungeon tidak terlalu sulit dengan bantuanmu. Sekali lagi terima kasih banyak atas bantuan sebelumnya."


Dirinya mungkin berpikir jika tanpa bantuan diri ini dirinya akan tewas.


"Itu Saja? Jika itu saja dirimu tidak perlu berterima kasih."


Dirae tetap diam meski mengangkat bahu tanda menyerah (?). Tubuhnya turun berusaha merelaksasi, melepaskan ketegangan yang terus tercipta selama bertempur.


Ya! Ya! Ya! AmbIL iTu ...!


Diri ini mendekat ke arahnya, menutup jarak ke titik nol. Kesempatan itu akhirnya telah tiba!


... Krwona tubvruhmyu itru ...


Topeng, kain, jubah. Apa pun yang melekat pada diri ini mulai jatuh begitu saja, menembus tubuh ini. Tubuh semi transparan yang selama ini diri sembunyikan terlihat jelas.


... A' hand seg' ra menjradi mili' ...

__ADS_1


Ekspresi terkejut terlihat jelas di wajah yang biasanya tak banyak berekspresi. Tapi sebelum dirinya dapat melakukan apa pun, diri ini merasuki tubuhnya.


... Diri ini ....


__ADS_2