Soul Monarch : Eclipse Feast Online

Soul Monarch : Eclipse Feast Online
Restitusi, Keluarga Botin


__ADS_3

Pendeta itu pun masuk, dia adalah seorang pria yang tampak berada di usia tiga puluhan tahun dengan mata biru dan rambut kastanye.


Yaa, ini bukan kali pertama aku melihatnya jadi aku tidak banyak kejutan dan kesan awal telah lama terbangun. Bahkan, kini aku tahu namanya, Fiman —walau entah untuk nama keluarga.


Namun, perhatianku justru lebih terfokus pada orang yang mengikuti di belakangnya.


Dia adalah seorang gadis manusia, terlihat seusia denganku tapi mungkin sedikit di atas dengan rambut coklat kebiruan lurus panjang. Dan warna matanya itu—


"Jade," gumamku lirih. Aku tidak pernah melihat warna itu sebelumnya.


Kami, aku dan gadis itu saling menatap untuk waktu yang panjang sebelum Fiman memalsukan batuk, menyadarkan kami.


"Salam kenal. Saya Fiman Elion, pendeta dari Gereja 'Ymnar Kota Houra."


"Dirae, hanya Dirae," balasku memperkenalkan diri. Yaa, sepertinya ini saat untuk masuk ke 'mode bisnis'.


"Pertama-tama kami dari pihak Gereja 'Ymnar mengucapkan terima kasih kepadamu karena telah mengungkapkan keberadaan salah satu Kuil Smelluq di kota ini."


"Sama-sama. Dan apa yang akan terjadi pada Melg selanjutnya?"


"Kami akan menginterogasinya semaksimal mungkin,” balas gadis itu untuk pertama kalinya setelah lama diam, disambut oleh anggukan kecil pendeta.


Namun ...


"Apakah kalian tidak membutuhkan bukti lain?"


... Bukankah agak aneh jika hal semacam ini dapat terjadi hanya didasarkan atas apa yang kunyatakan sebelumnya?


Lebih lagi, meski pernyataan itu bukan sepenuhnya kebohongan, tapi itu hanya kususun secara spontan dalam keadaan mendesak setelah mendengar doa pengaktifan Spenta Demonfall.


"Kurasa dalam kasus ini kami tidak membutuhkannya," ungkap Fiman. "Dengan penggunaan Spenta Demonfall, telah jelas bahwa Melg adalah orang percaya Dewa Jahat yang taat. Tidak mungkin keterampilan semacam itu diberikan pada mereka yang baru mengenal Kuil.


"Memang memalukan untuk mengakuinya, tapi sepertinya pengaruh Kuil Smelluq telah menyebar cukup jauh di negara ini. Jadi, kami akan memperbaiki diri kami untuk membalikkan rasa malu sertaserta terus melakukan pencarian pada mereka.


"Negara ini memang terlihat cukup materialistis jika dipandang dari luar, tapi sebenarnya tidak sebanyak itu. Keberhasilan berjalan mengiringi terjadinya sebuah proses, tahap demi tahap. Itu adalah ajaran yang Dewi 'Ymnar ajarkan dan itu seperti bagaimana negara ini berjalan.


"Jadi, keberadaan Kuil Smelluq yang hanya mengutamakan kemakmuran dan kekayaan diri tanpa ingin menerima proses itu tidak dapat kami terima dan karenanya kami tidak akan membiarkan itu dapat berkembang begitu saja. Itu akan menjadi racun bagi negara ini."


Begitukah? Yaa, mungkin aku akan dapat mengambil napas lega kalau begitu. Tapi apa ini dapat menjadi tanda bahwa perselisihan gereja dengan kuil dinaikkan?


Aku berpikir demikian saat mengangguk kecil.


Walau ... yaa, ada beberapa hal yang tidak aku setujui atas apa yang Fiman katakan. Menurutku, dua konsep itu, proses dan keberhasilan serta kekayaan dan kemakmuran saling bertaut dan tidak perlu untuk dipisahkan tapi itu dapat diabaikan.


Berbicara tentang sudut pandang lain pada orang fanatik hanya akan menambah masalah. Jadi hindari hal itu.


"Selain itu, kami dari pihak Gereja 'Ymnar akan memberikan beberapa balasan untuk apa yang kamu lakukan dalam mengungkap keberadaan pengikut taat dari Kuil Smelluq ."


Oh? Oke, aku agak sedikit berharap pada apa yang dia janjikan. Yaa sedikit, jangan terlalu banyak atau aku akan kecewa.


"Kamu dapat mengambil itu dengan berkunjung ke gereja. Karena kepentingan saya di sini telah selesai saya undur diri terlebih dahulu," pungkasnya menyelesaikan keperluannya dan pergi, meninggalkanku dan gadis itu sendirian.


"Sepertinya sekarang hanya tinggal urusan antara kita."


Yaa? Aku tidak ingat pernah menyinggung pihak yang dapat gadis ini wakilkan.


Seolah dapat membaca pikiranku, dia duduk, meletakkan telapak tangannya di dada ...


"Sebelum itu kamu mungkin masih sedikit kebingungan jadi saya akan memperkenalkan diri terlebih dahulu. Saya Yuma, Yuma Botin."


... Dengan perkenalan yang membuat pikiranku terguncang.


Dia benar-benar anggota keluarga asli, keluarga utama yang memiliki toko Potchi tahu?!


"Kamu mungkin sudah tahu sebelumnya, tapi saya akan memperkenalkan diri sekali lagi. Dirae, saya Dirae," balasku menutupi keterkejutan.


Matanya menyipit sesat sebelum dia terlihat tertarik. "Kamu benar-benar unik bukan?"


Ya? Kenapa?


Tanda tanya muncul di atas kepalaku saat gadis itu berkata demikian.

__ADS_1


"Kamu dapat terlihat cukup tenang bahkan setelah tahu siapa saya. Orang biasa sudah akan gemetar terlebih dahulu jika mendengar nama keluargaku."


Ah, yaa, aku pernah mengalami hal serupa jadi aku paham rasanya.


"Kalau begitu, lebih baik kita bicara secara non-formal saja. Bagiku apa yang kamu lakukan itu cukup besar untuk menarik perhatian."


Eh? Kenapa arah pembicaraan ini sedikit aneh. Dan sebelum aku dapat berbicara, dia menyerahkan sebuah kartu padaku.


"Coba lihatlah, itu adalah status terakhir Noda itu."


Dan ...


[Nama : Melg Zetin


Gender : Male


Power Level : C+


Race : Human


Strength : E+ ❖ Endurance : D


Agility : C- ❖ Dexterity : B


Intelligent : C+ ❖ Mystery : D+


Charm : C- ❖ Luck : C+


Skill yang dikuasai :


Tingkat Dasar :


[Command]


[Strengthen Subordinates]


[Limit Break of Succession]


Tingkat Menengah :


[Precision Mana Control]


[Enchanted Self Based Faith : Smelluq]


[Superhuman Accuracy]


[Dexterity Enchanted]


[Intermediate Engineering Magic Mastery]


[Intermediate Metal Transfusion Mastery]


[Intermediate Prohibited Crafting Mastery]


[Golem Create Techniques]


[Golem Control Techniques]


[Combine Techniques]


[Forming Techniques]


[Demon Believing Techniques]


[Intermediate Appraisal]


[Medium Recipe Archives]


[Pressured Stabilizing]


[Parallel Telepathy]

__ADS_1


[Familiar Spenta Demonfall]


Tingkat Lanjut :


[Mana Enlargement]


[High-Precision Touch Control]


[Advanced Metal Alchemy Mastery]


[Transfiguration Techniques]


[Material Smelt]]


... Status dari Melg tertera di dalam kartu ini.


Apa ini benar-benar status? Tidak terdapat penanda HP, MP, SP, Satiation maupun Title di sana. Tapi ... susunan ini ... jelas bahwa ini adalah status.


Dalam kartu ini kemampuan yang dikuasai disusun berdasarkan tingkatkannya, tidak seperti status panel yang tingkatannya dibedakan melalui warna saja. Namun, terdapat kekurangan berupa tidak adanya penunjuk pasti level kemampuan sehingga sulit untuk dapat memastikan Skill berada di paruh mana.


"Sepertinya kamu sedikit kebingungan."


"Ya, sedikit." Tidak, yaa, mungkin agak lebih besar? "Apa maksudmu dengan ini?"


"Itu adalah tingkat aktual Noda itu tepat setelah ditangkap."


Eh? Apa ini artinya mereka memiliki cara untuk mengetahui status seseorang secara paksa?!


"Hanya saja aneh bukan? Kamu yang kurasa baru berada di ranah D dapat menunjukkan diri di depan umum dan membongkar itu semua. Apa ini disebabkan kamu memiliki beberapa tugas yang dibebankan kepadamu?"


Tugas? Quest 'kah? Tapi ...


"Aku serahkan penilaian itu padamu."


... Kurasa bukan itu maksud yang dia tuju.


"Aku juga tidak ingin tahu dalam, hanya penasaran kenapa seseorang tiba-tiba masuk dan menerobos salah satu cabang kami," kata Yuma mengangkat bahunya.


Uhh, yaa, itu salahku.


"Jadi Dirae, aku akan mengatakannya saja sekarang. Sebagai kompensasi atas masalah yang telah disebabkan oleh salah seorang mantan anggota kami hingga kamu harus turun, aku, sebagai perwakilan Potchi akan memberikan seluruh harta Melg untukmu."


"—!?"


H-hei, ini terasa agak menakutkan tahu. Ini terasa seperti ada orang acak yang berkata 'kamu memenangkan 100 juta Credit dari lotre hari ini' dengan hanya melambaikan tangan. Yaa, sulit dipercaya.


Terlebih, jumlah harta kekayaan Melg tentu tidak mungkin hanya sedikit karena meski dia terlihat masih muda, tapi dari penuturan Zile dia sebenarnya berada di usia tujuh puluh tahunan.


Yaa, Power Level bagi Penghuni memiliki dampak penghambatan penuaan serta peningkatan harapan usia hidup.


Namun, aku menahan diri untuk bereaksi berlebihan dan mengambil napas dalam. Memikirkan hal ini sesaat sebelum diam-diam mengangguk.


"Apakah ini terkait dengan statusku sebagai Indestructible?"


"Kamu dapat memahaminya dengan cepat." Dia menghela napas ringan dan bersandar pada kursinya. "Kamu tahu, jujur saja kalian (Indestructible) benar-benar terasa memuakkan. Kalian tidak dapat dibereskan dan berapa kali pun dibersihkan kalian hanya akan muncul kembali tak lama kemudian."


Yuma berkata demikian, isinya memang tengah mencaci tapi aku tahu dia tersenyum dan sama sekali tidak marah. Justru seolah seperti orang yang berbahagia.


Yaa, Indestructible, pemain tidak akan dapat sepenuhnya menghilang dan tentu faktor ini mengacaukan banyak sendi kehidupan penghuni.


Aku tahu sebuah bisnis, apalagi skala besar tidak selalu sepenuhnya putih dalam cara menangani konflik. Yaa, 'pembersihan' juga dilakukan bahkan di era saat ini. Tapi, pemain akan bangkit sekali lagi dan 'pembersihan' itu menjadi tidak berguna bagi mereka.


Karena itulah Yuma memberikanku harta Melg yang secara teknis dapat dianggap sebagai uang tutup mulut. Yaa, bukannya aku ingin menyebar luaskan hal ini juga sih. Itu hanya akan merugikanku.


Tapi Penghuni itu ....


Yaa, aku hanya dapat mengangkat bahu secara mental. "Aku tidak akan mengambil uang itu."


———


Yaa, terus dukung saia dengan memberikan like dan komentar di setiap akhir Chapter. Dan untuk favorite serta bantuan sharenya jangan lupa, oke?

__ADS_1


__ADS_2