Soul Monarch : Eclipse Feast Online

Soul Monarch : Eclipse Feast Online
Pulang, Tahun Baru 2093 M


__ADS_3

"Yaa ... ini pagi yang indah bukan?"


Aku berkata demikian saat turun, bangun dari tempat tidur dan menatap ke luar dari jendela.


Aku keluar agak larut dari EFO —dengan cara bunuh diri— kemarin. Yaa, itu semua karena adanya beberapa hal lanjutan yang harus urus dengan Yuma, seseorang dari Keluarga Botin. Tapi ya, itu dapat terselesaikan dengan hasil memuaskan.


Aku berhasil membuat beberapa potensi aliran dana tetap dengan hanya membuat obat berdasarkan cara pembuatan di dunia nyata dan mengimplementasikannya dalam EFO.


Standar prosedur medis yang tepat belum ditemukan di EFO, daripada keterbatasan teknologi, kurasa itu disebabkan oleh kemampuan teknologi yang terlalu jauh. Maksudku ya, potion penyembuhan dapat meregenerasi luka dengan kecepatan kasat mata, dan dengan itu beberapa langkah penanganan dalam kedokteran dapat diabaikan.


Yaa, meski untuk urusan lengan yang sepenuhnya terpotong itu tak dapat tumbuh seperti kadal. Atau mungkin aku belum pernah melihat sesuatu yang dapat memberi efek itu? Ya, mungkin saja.


Bagaimanapun karena itulah aku menggunakan dasar medis untuk menarik ketertarikan Yuma. Dan untuk Atra Mors sendiri, dari ciri-cirinya itu tampaknya sama dengan wabah yang disebut Black Death di dunia nyata.


Yaa, wabah yang membuat seseorang percaya itu lebih didasari hal-hal mistis karena tidak adanya penjelasan yang mumpuni kala itu. Dan di EFO, yang mana kekuatan mistis (Sihir, Art’s, dll) benar-benar ada, hal Itu tampaknya sedikit lebih parah daripada sejarah. Bagaimanapun, itu semua berakhir dengan hal baik bagiku.


Yahahahaha, mari melambaikan tangan dan selamat tinggal untuk keuangan burukku! Yaa, meski masih ada beberapa detail kecil yang perlu ditangani tapi untuk sekarang lupakan saja.


Selain itu, aku juga mendapatkan banyak Item yang mungkin berguna serta buku untuk meningkatkan level Linguistic. Apa ini yang disebut keberuntungan?


"Yaa, bahkan aku mendapat beberapa Hadiah dari gereja," gumamku. Aku memang belum memeriksa apa itu karena waktu yang telah terlalu larut tapi kurasa itu tidak mungkin menjadi sesuatu yang buruk. Mungkin.


"Baiklah, sekarang aku hanya harus mandi dan mengepak beberapa pakaian untuk kugunakan selama di kediaman keluarga."


Yaa, itu benar-benar perlu atau sesuatu yang tidak kumau 'tuk terjadi akan terjadi.


Selesai membasuh diri, aku keluar dari kamar mandi dan berganti baju. Itu hanya terdiri dari baju kaus katun serta celana olah raga. Bagaimanapun ini membuatku nyaman, dan untuk pakaian yang kubawa aku akan memilih baju santai dan beberapa potong pakaian formal.


"Akhirnya kita pulang ya, Mireille," kataku saat memasuki mobil.


"Ya, Nona." Mireille menjawab seraya mobil ini mulai bergerak sebelum dia berkata, "Saya telah menjadwalkan perjalanan ini dan kita akan menggunakan—"


"Kereta," potongku.


"Apa yang Anda maksud adalah kereta kapsul Nona? Itu dapat mencapai kecepatan 1.742 km/jam jadi saya baik-baik saja dengan itu."


Yaa, aku sedikit tersenyum pada Mireille. "Kamu salah Mir. Apa yang aku maksud bukan kereta kapsul, hanya kereta biasa ya."


Dan itu membuat wajah pokernya itu sedikit jatuh.


"Tapi Nona, itu akan membuat waktu perjalanan kita menjadi lebih lama dan mungkin akan membuat Anda terlambat. Anda tahu bukan bahwa kediaman rumah Asha berada jauh dari tempat ini bukan?"


Eee, apa salahnya memang? Menurut perkiraanku kita tidak akan terlambat kecuali sesuatu yang di luar perkiraan terjadi begitu saja.


"Yaa, apa kamu tahu apa yang membuat sebuah perjalanan menyenangkan, Mir?"

__ADS_1


"Boleh saya tahu apa itu, Nona?"


"Mencicipi makanan di setiap stasiun pemberhentian,” jawanku dengan senyum percaya diri.


Kamu tahu bahwa Great Republic of Asia memiliki luas hampir seluruh Benua Asia bukan? Dan tentu di tiap stasiun akan ada makanan khas dari daerah tersebut! Tentu kita sebagai warga negara yang baik tidak boleh melewatkan itu bukan?


Aku ingin menikmati makanan khas bersama pemandangan yang ditunjukkan kereta secara perlahan tahu!


Yaa benar, ini adalah bentuk penanaman cinta pada kearifan budaya sendiri!


"Baiklah. Kita akan menggunakan kereta cepat untuk pulang," jawab Mireille mengabaikan apa yang kukatakan.


Tidak bisakah kita menggunakan sesuatu yang lebih lambat? Tapi sepertinya Mireille telah menetapkan batasnya untuk itu.


Jadi ...


"Setidaknya kita akan berhenti di 30 stasiun bukan?"


... Aku mencoba menawar sedikit lagi.


"Tidak Nona Reena, kita hanya akan beristirahat di 8 stasiun."


"Uhh. Yaa, bagaimana kalau 28?"


"10."


"11."


"26."


"12."


"25."


"12."


Ugh. Aku tidak akan menyerah untuk masalah ini ya. Sekali lagi— "25."


Perdebatan kecil terus berlanjut sebelum dia akhirnya menghela napas.


"Baik. Kita berhenti di 20 stasiun. Tapi sebagai gantinya kita akan mengambil kereta yang sedikit lebih cepat daripada jenis reguler serta waktu istirahat yang tidak terlalu lama. Apa itu tidak apa-apa Nona?"


Aku mengangguk, puas pada hasil yang berakhir dengan kemenangan tipisku ini. Pada orang yang kekeh seperti Mireille, ini terhitung baik.


Kami turun, menaiki kereta dan duduk di tempat yang telah dipesan sedang aku mulai mengambil beberapa makanan.

__ADS_1


Untuk sekarang, aku hanya akan makan beberapa makanan yang 'ringan' saja. Aku tidak ingin perutku terlalu penuh hingga tidak menikmati makanan.


Yaa, menikmati makanan itu penting karena aku bukan orang rakus, oke? Dan ya, anggap saja ini seperti bagaimana cara kita bersyukur atas semua orang yang berjasa hingga hasil akhir ini tercipta.


Aku memikirkan itu saat berdoa. Dan ...


"Nyam."


... Sesendok makan mulai memasuki mulutku.


Seraya waktu berlalu, makanan yang tersaji mulai berubah. Dari rasa-rasa tropis di wilayah dekat garis khatulistiwa, menjadi rasa makan dari wilayah dengan empat musim. Yaa, untuk sekarang ini memiliki rasa khas musim dingin.


Tapi aku juga ingin mencicipi manisan khas musim gugur ....


Merasakan udara mulai menjadi lebih tajam di kulit, aku akan mulai memakai beberapa lapis pakaian lebih dan menggunakan mantel.


Memikirkan beberapa hal lain, waktu berlalu dengan cepat dan kami akhirnya tiba di stasiun pemberhentian. Akhirnya, ya?


"Yaa, ini terasa sedikit nostalgia bagiku." Aku berkata demikian saat mengeluarkan uap kering dari mulutku.


"Nona Reena!"


Mendengar teriakan itu, aku menoleh dan...


"Apa kamu telah menunggu lama?"


... Melihat kakak Mireille, Karriem telah menunggu kami.


"Tidak, tidak terlalu lama Nona," jawabannya. "Ini sama sekali bukan masalah karena saya juga menunggu di ruangan yang memiliki penghangat."


Begitukah? Yaa, aku melihat rambut pendeknya itu sedikit kering jadi kurasa dia sedikit mencampurkan kebohongan dalam perkataan itu.


"Mireille. Tolong urus Kakakmu yang satu ini, ya."


"Tapi bagaimana dengan barang bawaan Anda Nona?" balas Karriem ini untuk tetap bertahan. Yaa, sifat kekeh itu sepertinya digariskan dalam darah mereka.


"Kamu tahu aku tidak butuh bantuan untuk itu bukan?"


Terdapat banyak drone untuk disewa jika memang tidak mau membawa koper secara pribadi. Selain itu, aku cukup percaya diri soal kekuatan fisikku, ya.


Karriem melakukan beberapa perlawanan lagi sebelum akhirnya menyerah, mengikuti permintaanku. Mobil mulai melaju, membawa kami dan ...


"Selamat datang kembali, Nona Reena Bel Asha."


... Akhirnya aku kembali ke kediaman keluarga.

__ADS_1


———


Yaa, terus dukung saia dengan memberikan like dan komentar di setiap akhir Chapter. Dan untuk favorite serta bantuan sharenya jangan lupa, oke?


__ADS_2