
Selesai membaca kedua buku itu dan berhasil mendapat Skill terkait di dalamnya, buku di tanganku pun berbuah menjadi abu. Itu benar-benar hancur begitu saja.
"Yaa, saatnya mengecek apa yang keduanya miliki. Appraise."
[Magic Scuffle (Level 0)
Activation : Always
Cost : Peningkatan konsumsi Mana (kecil)
Mana yang kamu miliki bergejolak, siap untuk bertempur kapan pun dan terlarut dalam pertempuran. Meningkatkan kekuatan sihir sebesar 0,10% tiap 30 detik berada dalam pertempuran]
"Yaa, ini cukup baik bagiku," komentarku setelah melihat hasil penilaian dari Magic Scuffle.
Meningkatkan kekuatan sihir secara berkala sesuai dengan waktu pertempuran. Yaa, ini selaras denganku yang biasanya terlarut dalam pertempuran dan memakan waktu lama untuk mengalahkan lawan.
Uhh, ini juga karena lawan yang kuhadapi berada di atasku. Aku yakin aku akan dapat mengalahkan lawan dengan cepat jika itu berasa di taraf yang sama denganku, ya. Mungkin.
Efeknya menguntungkan darinya sendiri mungkin tidak akan langsung terasa. Bahkan ini akan membawa kerugian terutama di masa-masa awal pertarungan karena konsumsi manaku akan lebih boros, tapi ... aku akan semakin kuat saat musuh melemah karena kelelahan!
Yaa, syarat itu terjadi aku dapat bertahan sih. Jadi, jika lawan dapat menghempaskan kehidupanku dalam satu kali serangan kepemilikan Skill ini hanya akan percuma.
Selain itu, aku juga berpikir bahwa akan ada batasan nilai tumpukan yang dapat dimiliki. Itu hanya akan terlalu rusak jika tidak memiliki batas atas ... atau tidak?
Yaa, 30 detik bukan waktu yang lama atau sebentar dalam pertempuran, itu dipengaruhi oleh banyak faktor seperti tempo pertempuran. Jadi ... apakah mungkin batas atas tidak ada?
Untuk sekarang, mari melanjutkan penilaian pada Skill selanjutnya. "Appraise."
[Basic Spell Archives (level 0)
Activation : Voice Key
Cost : ×××× Experience Poin /Mantra dipelajari
Kamu memiliki pengetahuan lebih dan mulai mempelajari mantra-mantra di luar kepemilikan Spells. Membuatmu dapat menggunakan mantra yang telah dipelajari]
"Hmm?" Dan itu membuat tanda tanya muncul di atas kepalaku.
Apa maksud dari Skill ini? Apa ini bermakna bahwa aku dapat mempelajari mantra secara terpisah, terlepas dari kepemilikan Spells Skills?
"Ngomong-ngomong, bagaikan caraku mempelajari sebuah mantra terpisah dari Spells Skill?"
Apakah aku harus bersekolah dan mempelajari mantra dari guru dengan janggut putih lebat nan panjang? Atau aku harus mempraktekkan mantra secara manual dan menghafalnya layaknya seorang Penghuni? Tidak, sejak awal apakah itu mungkin?
Yaa, Skill ini tampaknya akan mengonsumsi nilai pengalaman aktif saat aku mempelajari sebuah mantra. Kunci aktivasi untuk mempelajari mantra sendiri adalah 'Apomnimonevo' dan tampaknya jumlah konsumsi nilai pengalaman akan bervariasi tergantung mantra yang hendak dipelajari.
Menurutku, faktor yang akan memengaruhi itu adalah kekuatan mantra, kecocokan mantra dengan pengguna (mungkin terkait afinitas atribut), dan tentunya jenis Magic Mastery yang dimiliki.
__ADS_1
Juga, ada hal yang masih patut dipertanyakan seperti batas dari banyaknya mantra yang dapat kupelajari terlepas kepemilikan Spells Skill ini.
Hmm ... yaa, apa pun itu tampaknya dengan kepemilikan Skill ini membuatku harus membaca banyak buku. Arah ini sejalan dengan cara peningkatan level Linguistic jadi aku baik-baik saja dengan hal tersebut.
Keluar dari tempatku berada sekarang, aku hendak menaikkan level Skill tapi ....
"Aku masih penasaran dengan anak kecil sebelumnya."
Jujur saja, jika aku tidak mendapatkan senjata (?) pematik darinya, aku mungkin hanya akan terbunuh oleh Melg atau siapa pun Spenta itu.
Yaa, pertama aku akan mencoba berkeliling sekaligus mengganti peralatan. Huhu, keuanganku sekarang sudah tidak cukup buruk untuk terus bertahan dengan pakaian pemula tahu.
Berjalan di kumpulan pemain. Aku, sekali lagi, menarik perhatian. Uhh, apa yang sebenarnya mereka perhatikan dariku?
Aku berusaha menjauh dari menjadi pusat perhatian dengan mengambil salah satu gang yang terlihat lebih sepi. Yaa, perasaan ini lebih baik meski aku masih merasakan beberapa tatapan yang mengarah padaku.
Mengamati sekeliling, aku dapat melihat bahwa beberapa toko pun masih berdiri di gang ini meski dengan lokasi ini orang yang akan melaluinya terhitung jarang.
Yaa, itu juga dipengaruhi oleh tingkat keamanan yang lebih rendah dibandingkan dengan jalan utama. Mengingat lemahnya proteksi peralatan yang ada di EFO, orang-orang akan lebih memilih menghindari tempat seperti ini.
Kemudian—
"Eh?" Sekilas aku melihat sesosok yang terasa familiar.
Aku mempercepat langkah, mengejar ke arah sosok berlari. Dan ...
"Tolong kembalikan!"
... Aku melihat seorang anak kecil (?) dikepung oleh lima orang yang tampaknya berperan menjadi preman dalam situasi ini.
Mereka memakai semacam baju kaus berwarna putih kebiruan dan celana panjang. Yaa, pakaian itu agak berbeda satu sama lain, seperti senjata yang mereka gantung di pinggang.
Yaa, penampilan mengandung unsur punk sedikit pun. Hingga dapat disangka sebagai ‘orang baik’ dari penampilannya.
Tapi ... tetap saja adegan ini terasa klise, ya?
Berpikir demikian. Aku sedikit mencari ke kanan dan kiri untuk melihat siapakah pangeran (kodok) yang akan menolong anak kecil itu.
Yaa, tampaknya tidak ada. Meski aku dapat melihat beberapa orang yang turut tertarik oleh keributan ini, tapi tidak ada seorang pun yang berniat mendekat atau ikut campur di dalamnya.
Halo, halo, tuan pangeran, di manakah dirimu berada?
Jadi apa aku harus membiarkannya? Yaa, ini tidak ada hubungan denganku juga sih. Dan itu terdengar masuk akal.
"Kembalikan itu padaku atau aku akan memanggil penjaga!" teriaknya keras.
Membuat orang-orang itu tertawa mendorong jatuh sementara aku pun berhenti saat melihat siapa anak kecil itu. Dia adalah orang yang sama dengan anak yang memberiku senjata (?) pematik sebelumnya.
__ADS_1
Yaa, haruskah aku membantunya?
Baik, bantu saja dia. Anggap saja sebagai balasan atas apa yang dia berikan padaku sebelumnya, diriku.
"Bisakah kalian menghentikan apa yang kalian lakukan?" selaku pada mereka sembari mendekat.
Yaa, itu juga membuat banyak mata kini terarah padaku. Benar-benar tidak terasa nyaman.
"Ha?! Siapa Nona Kecil ini?"
Tidak. Aku tahu tubuhku kecil tapi aku telah dewasa, ya.
"Ini bukan urusanmu, Nona Kecil."
Sekali lagi, aku telah dewasa, oke?
"Apa kamu tidak mengenal ini?" katanya sambil menunjukkan sebuah emblem pada mantel yang dia pakai.
Mereka mengenakan mantel berwarna celtic blue dengan gaya dan bentuk yang sama. Emblem itu sendiri terletak di bagian pangkal lengan sebelah kiri, berbentuk tameng dengan pola sesuatu seperti kilat yang keluar dari sebuah Orb.
Yaa, mungkinkah itu sejenis seragam? Tapi apa mereka tidak merasa panas?
"Kamu baik?" tanyaku saat membantu anak kecil itu berdiri dan mengabaikan mereka (para preman?).
Meski tindakanku ini justru membuat wajah mereka menjadi merah padam dengan aliran urat darah yang seolah akan berdenyut keluar.
"Nona Kecil ..."
Tidak, aku telah dewasa.
"... Tampaknya kamu tidak mengenal kami. Jangan sampai kamu menyesal telah mengganggu anggota Lighthunder Familia."
Yaa, masa bodoh.
Terlebih aku telah melihat apa yang kalian lakukan sejak awal dan selama seseorang dapat berpikir secara netral, aku merasa mereka akan tahu siapa yang mengganggu orang lain terlebih dahulu.
"Mengandalkan nama yang telah ada hanya tindakan bodoh," gumamku lemah.
Tampaknya baik, tampaknya kebiasaan burukku keluar.
Wajah mereka kini terlihat seolah seluruh darah yang menguap telah berkumpul dan jari jemari mereka pun telah menempel pada pegangan senjata. Siap untuk menariknya kapan pun.
Tampaknya pelanggaran dalam kontrak hanya berlaku selama itu dirasa mengganggu. Yaa, kami telah menjadi bahan tontonan dan ini hanya akan menjadi bentuk hiburan bagi yang melihat.
Tapi—
"Aku tidak ingin menjadi badut, ya." Aku bergumam, mendekat dan menempelkan jari telunjukku pada kening salah satu dari mereka.
__ADS_1
"Karena itu, silahkan kamu yang menjadi badut."
"AAAAAAAAAAAAAGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!"