
Dia, bayangan itu mengatakan bahwa dia adalah Vampire bukan? Apa ini hari Vampire? Tunggu, jangan panik mungkin aku salah dengar.
"Lialia, Leml, dia mengatakan bahwa dirinya Vampire bukan?" kata Gane, menegaskan kembali fakta itu.
"Jangan katakan itu," bungkam Lialia. "Bukankah sebaiknya kita melaporkan ini pada Kepala Keamanan Kota, Leml?" sambungnya setelah lebih tenang.
"Tapi aku ragu mereka akan segera percaya untuk masalah sebesar ini."
Bahkan jika aku memotretnya sebagai bukti, fungsi itu berada dalam kewenangan sistem. Jadi hanya pemainlah yang dapat melihatnya.
"Lalu untuk apa Kristal Rekaman yang kamu miliki?"
"Ah, ya, itu benar. Aku baru ingat akan hal itu."
Jika menggunakan itu mungkin akan berhasil. Dalam EFO, log data pemain akan terus disimpan secara otomatis dalam 30 hari (waktu game) sebelum dihapus. Itu akan dapat digunakan untuk menyimpan beberapa data yang diinginkan secara terpisah, karena fungsi ini pula EFO harus diinstal ke Home-net terlebih dahulu.
"Tapi, Kristal Rekaman sendiri hanya dapat memperlihatkan log hingga 1 jam lalu. Jadi kita harus cepat," kataku yang disambut anggukan Gane dan Lialia.
Kami segera mundur jauh, tidak memperhatikan pertarungan antara Vampire dan Trilhino yang tengah berlangsung.
Aku, orang dengan kecepatan tertinggi di antara kami berlari menuju Pusat Keamanan Kota, mengabarkan peristiwa ini. Sementara itu, Gane dan Lialia tinggal, berniat terus mengabariku secara berkala mengenai keadaan Vampire itu.
"Aku akan segera kembali!"
"Ya."
Meninggalkan mereka berdua, aku berlari dengan kecepatan tertinggi yang dapat kulakukan. Beberapa monster kecil muncul selama perjalanan, tapi aku mengabaikannya. Ini bukan waktunya untuk itu.
Mulai sekitar 1,5 kilometer dari tembok kota, daerah ini hanya diisi oleh ilalang. Itu dimaksudkan agar pengawasan terhadap lingkungan kota tak terhalang, tapi dalam situasi ini itu sangat membantu. Aku tidak perlu berhati-hati pada kondisi medan, hanya perlu lari sekuat tenaga.
"Yo, Leml. Kenapa kamu sen—"
"Tolong cepat menyingkir!" potongku pada sapa salah satu penjaga gerbang, kalau tidak salah namanya Kafar.
"Ap—?!"
"Ini darurat, aku harus segera menemui Kepala."
Aku memaksa kata-kata itu keluar, bahkan saat napasku tersengal karena kehabisan stamina. Aku tak memiliki kesempatan untuk memulihkan stamina selama berlari.
Seolah merasakan urgensi yang kumiliki, atau intuisinya memberitahunya, Kafar mempersilahkanku masuk tanpa banyak bertanya.
"Tapi, Leml, aku akan ikut denganmu. Bagaimanapun kamu masih anggota baru jadi aku takut mereka akan menundamu. Kamu tak menginginkan itu, 'kan?"
"Baiklah."
Aku menjawab tuntas. Bahkan jika Scuart bukan negara feodal, hubungan semacam ini masihlah akan terjadi. Ini masalah mendasar, kepercayaan.
Kami menuju ke Pusat Keamanan dengan cepat, ini memiliki fungsi semacam Kantor Polisi yang bergabung dengan beberapa unsur militer. Kafar menuju meja konter dengan cepat, sementara aku mengikutinya di belakang.
__ADS_1
"Tolong temukan aku dengan Yohanes."
Kafar berkata singkat, tapi resepsionis itu segera mengangguk patuh. Aku baru ingat bahwa aku tidak mengetahui posisi pasti Kafar, yang aku tahu hanya dia sering berada di gerbang masuk kota sejak aku memulai EFO.
Tidak membutuhkan waktu lama, hanya 1 atau 2 menit kemudian. Kafar dipanggil ke suatu ruangan. "Ikut aku, Leml."
Kami menaiki tangga, menuju ke lantai tiga dan akhirnya masuk ke suatu ruangan. Seorang pria paruh baya dengan tubuh terlatih dan rambut kecoklatan terlihat menunggu di sana, saat pintu terbuka dia melihat kami dengan mata tajam.
"Ada apa Kafar, tidak biasanya kamu berniat menemuiku sebelum aku memanggilmu."
"Ini bukan tentang aku, Yohan. Leml, katakan apa keperluan mendesakmu sekarang."
Aku menelan ludah gugup, pertukaran di antara Yohanes —Kepala Keamanan Kota— dengan Kafar sangat dekat. Namun, itu tak mengubah tujuanku.
"Va-Vampire ... Vampire terlihat di sekitar Hutan Quan."
"—?!"
Yohanes dan Kafar membelalakkan mata padaku, terkejut akan berita yang kubawa.
Yohanes diam sejak, mengambil napas dalam sebelum menatapku dengan garang. "Kamu tidak sedang bercanda, 'kan?"
"Te-tentu ...," jawabku takut.
"Leml, apa kamu membawa Kristal Rekaman saat melihat Vampire itu? Dengan begitu keaslian informasi ini dapat dipastikan."
Kafar bertanya dengan tenang, sama sekali tak terganggu oleh tekanan yang dilepaskan Yohanes. Aku mengangguk, mengeluarkan Kristal Rekaman dari inventaris dan memutarnya.
Setelah melalui semua prosedur itu. Udara dalam ruangan ini terasa sedikit berat.
"Vampire ... dua hari sebelumnya seorang keturunan Vampire terlihat, dan sekarang seorang Baronet Vampire itu sendiri ...." Yohanes bergumam, memikirkan masalah ini dengan serius.
"Leml, terima kasih atas informasi ini, aku akan menemui Walikota sekarang juga. Lalu, kamu bilang temanmu bersiaga di sana bukan?"
“Ya!"
"Kalau begitu, tetaplah dengan Kafar untuk saat ini. Setiap ada informasi baru segera beri tahu kami."
Aku mengangguk, menyaksikan punggung Yohanes saat dia keluar dari ruangan. Sedangkan Kafar, dia masih terus diam sejak tadi.
Tidak sampai sepuluh menit setelahnya, pengumuman dari sang Walikota terdengar. Memerintahkan penduduk kota untuk tetap berada di dalam rumah dan tidak membiarkan siapa pun masuk.
Pasukan dikerahkan, beberapa ksatria pribadi milik Walikota juga turun bersama dengan seorang pendeta dan biarawan dari Gereja 'Ymnar, agama mayoritas warga States of Scuart.
Kemudian ...
[Vampire Subjugation on Quan Forest
Kesulitan : D+ Rank
__ADS_1
Seorang Vampire telah dipastikan keberadaannya di Hutan Quan (Hutan yang membentang di barat dan selatan Kota Houra). Walikota menurunkan ksatria dan pasukannya untuk membunuh Vampire tersebut, tapi bantuanmu dalam membasmi Vampire tersebut tetap diperlukan.
Kondisi Keberhasilan : Vampire yang berada di Hutan Quan terbunuh.
Kondisi Kegagalan : Vampire berhasil lolos atau terbunuh 3 kali selama Quest berlangsung.
Hadiah : Houra City Fame +250, 3.000 Arte.
Hukuman : Houra City Fame -60
*Quest hanya dapat diterima mereka yang memasuki satuan militer States of Scuart atau mereka dengan level E Rank atau lebih.
*Pemain hanya dapat memilih satu Quest antara Vampire Subjugation atau Houra City Watch Out]
... Quest muncul di depanku. Memiliki hadiah fame dan uang dalam EFO.
Tentu saja aku menerimanya, selain itu untuk Quest lain bernama Houra City Watch Out. Berisikan permintaan pengamanan kota hingga penaklukan selesai, kondisi kegagalannya sendiri keamanan kota jatuh lebih dari 20% pada saat normal. Power Level tidak dibatasi dan secara keseluruhan hadiahnya jauh lebih buruk.
Pasukan segera dibentuk, berangkat dengan cepat bahkan tidak sampai 10 menit sejak Quest diberikan. Untukku sendiri, aku terus mengabarkan pesan demi pesan yang disampaikan Gane dan Lialia pada Yohanes yang memimpin serangan secara langsung.
"Vampire itu menuju ke arah kota!" Aku berteriak saat membacakan pesan dari Lialia.
Yohanes berwajah serius. Dia memerintahkan beberapa orang yang bertindak sebagai pramuka, mereka bertindak sangat terampil. Jika saja aku tidak memiliki sarana pesan dari Gane dan Lialia, aku tidak akan berada di sini.
Seorang pramuka mendekat pada Yohanes, memberitahunya posisi Vampire yang sudah dapat diamati. Yohanes memandangi pendeta yang berdiri tak jauh darinya.
"Tolong bantuannya, Tuan Fiman."
"Tentu." Orang bernama Fiman itu kemudian mulai memejamkan mata dan merapalkan doa, kilau cahaya keemasan perlahan terkumpul di sekitarnya hingga. "Light Sight Aunoental."
Sebuah cahaya emas meluncur, melacak, dan akhirnya menjatuhkan titik hitam yang merupakan Vampire.
"Baiklah ...."
Aku menyiagakan busurku, penaklukan Vampire akan dimulai.
———
Penjelasan Spell, (mantra menengah) Ray of Venom.
[Ray of Venom
Activation : Voice Key
Cost : 1.500 Mana Poin
Cast : 30 detik
Cooldown : 10 menit
__ADS_1
Ini hanya cahaya beracun. Memuntahkan cahaya kehijauan yang akan meracuni apa saja yang dilewatinya sepanjang 150 meter, kerusakan (kekuatan sihir *175%) akan diberikan dan kondisi keracunan sedang akan ditambahkan 1 tumpukan per 250 kerusakan.
*Kekuatan mantra akan berkurang 20% setiap 30 meter]