Soul Monarch : Eclipse Feast Online

Soul Monarch : Eclipse Feast Online
Tentu Tidak, True Bos!


__ADS_3

Aku mulai mencari segala sesuatu di kepalaku tentang apa yang dapat kulakukan. Apa pun itu yang sekiranya dapat kulakukan untuk mengatasi masalah sekarang. Dan yaa, aku teringat tentang efek dari Title Curses Spectator.


[Curses Spectator


Kamu adalah satu dari makhluk yang telah melihat secara sekilas susunan dunia. Meningkatkan kemampuan mengenali Kutukan (rendah). Tapi berhati-hatilah, jika mereka yang mengetahui ini mendengarnya darimu, kondisi hubungan dengan mereka dapat berubah secara dramatis (sedang)]


Aku sebelumnya menganggap ini sebagai tanda untuk tidak membocorkan informasi mengenai keberadaan Primal Curses atau mungkin Ex-Skill itu sendiri. Tapi ya, sekarang, aku lebih berfokus pada kalimat pertama, meningkatkan kemampuan mengenali Kutukan.


Jika, jika terdapat sesuatu seperti Decomposition yang hanya berpengaruh terhadap sesuatu yang bersifat material, maka—


"Pasti ada sesuatu yang bekerja dalam bidang ego."


Aku tidak dapat bergantung begitu saja pada peningkatan rendah tersebut.


Jadi ya, aku mulai mengumpulkan kabut abu-abu kecokelatan dengan Decomposition. Menahan semua rasa sakit ini, memasukkannya ke mataku sendiri, mencoba melakukan hal yang sama seperti Enhancement Spells.


"Arrgghhhh!"


Rasa sakit menusuk, ingin menghancurkan segala materi menyerang mataku, membutakan persepsi terhadap dunia. Namun—


Indah ....


Itulah yang kupikirkan sesaat setelahnya. Kabut dalam beragam warna hadir dalam visiku, memesonaku. Dan yaa, itu seolah menghipnotis, aku melupakan masalahku untuk sesaat sebelum kembali mengingatnya.


Mereka pasti apa yang disebut sebagai Primal Curses meski aku tidak mengetahui nama untuk masing-masing warna.


Sebelumnya, Decomposition memiliki sifat membuyarkan energi dan menghancurkan substansi fisik. Jadi apa yang kucari sekarang adalah sesuatu dengan sifat dasar yang mengumpulkan energi, ya.


Aku merambah dengan cepat, mencoba menekan kendaliku atas sedikit kabut yang ada sebelum menemukan dua yang cocok. Satu berwarna merah bercampur putih dan satu merah dengan warna biru keunguan.


Visiku terhadap kabut-kabut itu semakin jauh sementara aku masih kebingungan.


Tidak ada waktu. Yaa, ambil keduanya diriku! Cocokkan dan pahami cara kerjanya segera!


Yaa, hibahkan dua kabut itu ke tubuhku sembari menahan laju invasi para ego-ego asing itu. Aku memang tidak mau menjadikan tubuhku sendiri tikus percobaan tapi ini adalah cara aplikasi paling praktis.


"Kuuukkkkk!"


Tubuhku yang telah kejang-kejang sebelumnya terpelanting. Saat kabut merah itu kusebarkan dalam diriku, itu membuat perubahan sedikit demi sedikit dalam konteks tubuh fisik. Jelas bukan itu yang kucari, kemungkinan adalah mutasi yang Megaera sebutkan sebelumnya.


[Ex-Skill, Primal Curses • Mutation berhasil diakuisisi!]


Aku mengabaikan pemberitahuan itu. Ini tidak akan ada gunanya jika aku kalah. Berganti ke kabut biru keunguan, aku menghibahkannya dan ya—


"Kuuukkkkk!"


Tubuhku semakin bergerak tak terkendali. Dalam visi mentalku, apa yang tampak seperti pasir ungu pucat sebelumnya berkumpul ke arahku dan mencoba menjadi satu dengan diriku.


Ini berbeda dari invasi Megaera yang berusaha menyingkirkan egoku sendiri dari tubuh fisik. Ini lebih seperti asimilasi ego-ego kecil itu pada egoku sendiri, secara langsung menyembuhkannya tapi membuat semakin banyak suara samar yang terngiang di kepalaku. Membuatku kebingungan akan mana yang dikatakan oleh pikiranku sendiri.


Yaa, secara keseluruhan membantuku menghentikan laju invasi tapi tidak menyingkirkan mereka! Yaa! Semua gagal!

__ADS_1


[Ex-Skill, Primal Curses • Rebirth berhasil diakuisisi!]


[Prasyarat khusus terpenuhi ... memulai pembentukan Spec-Skill ....]


Apakah terdapat sesuatu yang kulewatkan?! Ya, Lalu apakah terdap—


Aku menghentikan pikiranku sesaat setelah teringat nama game ini. Eclipse Feast Online, eclipse, gerhana.


[Spec-Skill Mental Corruption didapatkan]


Lalu apakah gerhana hanya dikuasai oleh satu warna? Tentu tidak 'kan?


Aku melepas kesadaranku yang terpaku terhadap Primal Curses. Mencari sesuatu yang lain, seolah mencari-cari dalam tumpukan jerami.


[Mental Corruption naik ke level 1]


Aku merasakan keberadaan lain tepat di samping Primal Curses • Rebirth, tepat saat aktivasinya dan aku mulai mengandalkan intuisiku. Ia mengatakan itulah yang kucari.


[Kemajuan saat ini ... 96%]


Aku berusaha, berburu dengan waktu dan tekanan dari mereka hingga akhirnya! Senyum tipis kubentuk secara internal, aku akan menyingkirkan kalian.


[Mental Corruption naik ke level 2]


Yaa, aku menatap ke kabut kuning keunguan sekali lagi. Membawanya dari dunia luar ke bidang mentalku, dan dengannya ego-ego asing diserang satu per satu dengannya.


Aku sebelumnya berpikir bahwa EFO cukup aneh. Tapi ternyata tidak seaneh itu, karena pasti akan ada sesuatu yang menahan pengaruh satu sama lain untuk menciptakan keseimbangan. Seperti panas yang ditekan dengan dingin ataupun sebaliknya.


[Mental Corruption naik ke level 3]


[Kamu telah berhasil memahami dan mengoperasikan salah satu Berkah Utama!]


[Title Bleses Spectator berhasil diakuisisi!]


[Terdeteksi keberadaan Title Curses Spectator, kedua Title berubah menjadi Bleses-Curses Spectator!]


[Ex-Skill, Primal Bleses • Anti-Espirit berhasil diakuisisi!]


[Mental Corruption naik ke level 4]


Aku akan menekan kalian!


Pertama, semua suara-suara kecil yang menggangguku karena penggunaan Primal Curses • Rebirth. Aku mengendalikan Primal Bleses • Anti-Espirit dan menyerang mereka, menghapuskan seluruh suara yang mengganggu itu dan menyisakan diriku seorang diri.


[Mental Corruption naik ke level 5]


Yaa, pemberitahuan itu mengganggu fokusku dan karena aku telah mencapai apa yang kuinginkan tutup untuk sementara waktu agar tidak mengganggu diriku. Kemudian—


Aku menatap ke arah apel busuk berkabut, halo putih suci, Augusta si kelelawar suho, dan ya, tentu saja nyala api keunguan (Megaera).


Menyerap lebih banyak kabut kuning keunguan, aku memasukkannya ke dunia mental dan menyerang mereka dengan ini.

__ADS_1


Ini juga menyiksaku tapi hanya inilah jalan yang ada. Mereka lari, berusaha mengusir kabut yang kubentuk layaknya tombak ini tapi tidak dapat melawan balik selain mencoba mengambil alih tubuhku lebih cepat.


—SEGera aMBil TubUH!


Tidak akan kubiarkan tahu!


Aku melepaskan rentetan tombak Anti-Espirit pada apel busuk berkabut di dunia mental. Mungkin karena bidang penggunaannya berbeda, ini lebih seperti Primal Curses • Rebirth dalam cara penggunaan alih-alih seperti Primal Curses •Decomposition. Atau mungkin itu hanya perbedaan pandanganku, ya?


Apel busuk berkabut itu jatuh dengan cepat, berusaha kabur tapi aku tidaklah sebaik itu. Aku menyiramkan kabut kuning keunguan ini ke arahnya, membuatnya seolah terjebak dalam lumpur hisap dan menghilang untuk selamanya.


—Mu' rid mena' utkhan!


Jadi dia, si halo putih suci itu yang selama ini bertingkah menyebalkan? Bukan ego Megaera sendiri? Itulah yang kupikirkan saat mendengar sapaan itu.


Aku melepaskan lebih banyak tombak Anti-Espirit pada halo putih suci itu sementara tetap menjaga tembakan pada Augusta dan apa yang tampaknya merupakan ego utama Megaera.


Halo putih itu mulai runtuh. Namun—


—TIDAK AKAN AKU BIARKAN DENDAM INI DAPAT KAMU PATAHKAN BEGITU SAJA! DHAMPIRE SIALAN!


Augusta berteriak dan mulai melakukan sesuatu di luar dugaan.


Kelelawar suho itu menyerang halo putih suci dan memaksanya menjadi satu dengan dirinya?!


Yaa, apa yang sebenarnya terjadi?!


Pikirku kacau sementara Augusta sendiri terus berbalik menyerang Nyala Api Keunguan (Megaera?). Mereka bergulat dengan ulet, saling menghantam satu sama lain seolah memeperebutkan siapa yang berkendali.


"HAAAA!" Napasku meraup udara sekitar dengan rakus.


Perebutan kendali antara ego Augusta maupun Megaera telah memaksa mereka keluar dari tubuhku. Entah itu menjauh dari tombak Anti-Espirit atau karena hal lain, tapi hasil yang diinginkan telah tercapai.


Meski tubuhku tidak dapat banyak bergerak, namun perhatianku tertuju pada nyala roh keunguan bercampur suho yang seolah membuat badai di ruangan ini.


Dan ...


"KRAAAKKKKKK! DHAAAAMMMMPIREEEEEE!"


... Dari suara itu sepertinya Augusta dapat mengambil alih meski bagian keunguan itu masih memiliki lebih banyak tempat dalam tubuhnya.


Dia mengayunkan lengannya ke arahku, tapi itu menembus lantai dan bahkan diriku sendiri. Meraung, dan turun ke tumpukan mayat laba-laba tikus.


Tubuhnya mulai terbentuk layaknya membuat boneka dari pasir. Berkumpul, merekat menjadi satu dengan jaring yang keluar menjadi semacam bentuk Ahool.


Meski itu lebih menakutkan daripada yang asli (parsial) menurutku.


"MATILAH DHAMPIREEEEEE!"


Dan ya, lengan itu sekali lagi jatuh ke tubuhku, mengosongkan bar HP dalam sekali pukul.


———

__ADS_1


Mungkin memakan waktu lama tapi akhirnya maksud judul telah ditunjukkan!


Tapi jangan sampai lupa like, komen, share, dan favoritenya. Saia akan lebih semangat! Fight!


__ADS_2