
Hari-hari berlalu dengan cepat. Waktu ini benar-benar luang, diri ini tidak mengisi jadwal dengan kegiatan lain dan hanya mempersiapkan acara tersebut. Bagaimanapun, diri ini harus tampil sesempurna mungkin.
Hasil pencarian dari Glatinus belum datang, dirinya mungkin belum menemukan arti lain di hari itu.
"Tampaknya diri ini harus melakukan improvisasi menurut situasi," kata diri ini saat berada di depan kediaman Mrs. Frank, sebuah rumah besar dengan halaman yang lebih cocok menjadi lapangan sepak bola. Ini terasa mirip dengan vila di pegunungan —meski benar-benar berada di tengah kota.
Tangan diri ini terulur, membunyikan bel dan menunggu empat atau enam menit sebelum seorang pelayan datang. Menuntun diri ini ke ruangan yang dipersiapkan.
"Silahkan nikmati waktu Anda, Nona Megie. Saat makan malam Nyonya akan mulai membahas pengaturan terkait kepada Anda."
"Baiklah," kata diri ini membiarkan pelayan itu pergi.
Sepertinya Mrs. Frank tengah sibuk oleh apa pun itu. "Tapi lebih baik waspada, bukannya tidak mungkin terjadi apa pun."
Diri ini mencoba melihat kamar dengan teliti, tapi tidak terdapat satu pun alat pengawas. Baik itu sejenis golem maupun alat yang baru ditemukan itu, kamera ‘kan kalau tidak salah? Tapi lebih baik bersikap senormal mungkin karena diri ini tetap merasakan tatapan dari sesuatu.
Saat malam menjadi lebih larut, diri ini dipanggil dan berjalan menuju meja makan. Mrs. Frank belum terlihat, tapi beberapa diri lain yang sepertinya juga menerima undangan dari Mrs. Frank telah hadir. Mereka adalah beberapa musisi dan entertainer yang cukup terkenal.
Diri ini duduk, mengikuti yang lain. Setelah menunggu beberapa diri lain tiba, dan akhirnya Mrs. Frank sampai, duduk di kursi kehormatan dan membuka mulut, mempersilahkan orang-orang untuk makan.
Dan dengan tanda itu, dentingan alat makan mulai terdengar.
Diri ini hanya memakan sedikit, mengantisipasi racun yang mungkin terkandung dalam makanan.
"Baiklah. Terima kasih atas kalian yang telah hadir memenuhi permintaan dariku,” kata Mrs. Frank membuka obrolan bisnis.
"Terima kasih kembali, Mrs."
Diri kami menjawab serentak. Dibalas oleh Mrs. Frank dengan sepatah dua patah kata lagi untuk berbasa-basi sebelum akhirnya masuk ke topik utama.
"Beberapa dari kalian mungkin kebingungan kenapa aku mengundang kalian malam ini jika tidak terdapat pengaturan khusus."
Itu benar. Itu jugalah yang masih cukup mengganjal di hati ini.
"Lebih tepatnya belum," sambung Mrs. Frank. "Beberapa jam dari sekarang, kita akan pergi dengan pedati ke tempat acara. Sekarang kalian paham untuk kenapa kalian diundang sejak hari sebelum acara dimulai bukan?"
"Ya, Mrs," kata diri kami. Meski kenapa perjalanan dilakukan malam hari, yang notabene lebih berbahaya masih patut dipertanyakan.
"Mrs. Kalau boleh saya tahu, ke mana kereta itu akan menuju?"
Trak!
Kipas lipat di tangan Mrs. Frank terbuka, menutupi mulutnya. "Itu rahasia."
Dan suara itu membuat udara di ruangan sedikit kaku, sementara diri yang mengajukan pertanyaan sepertinya telah sadar akan kesalahannya.
"Tapi tenang saja, itu bukan tempat yang akan membahayakan nyawa kalian," kata Mrs. Frank menutup kipasnya sebelum pergi, meninggalkan meja makan.
Diri ini kembali tak lama kemudian, menyusul perginya Mrs. Frank, beberapa diri lain mengikuti tindakan diri ini. Sementara beberapa lainnya sibuk meningkatkan jaring sosialnya, berusaha memperbaiki udara yang ada.
Berbaring, bersikap seolah tengah tertidur diri termenung memikirkan tempat yang akan dituju. Ini sudah cukup malam tapi di luar benar-benar berisik, beberapa keberadaan dapat dirasakan, lalu-lalang setiap beberapa menit sekali.
Mau dengan alasan apa pun, diri ini rasa ini terlalu ketat. Jadi kemungkinan bahwa tempat tujuan besok adalah tempat tidak biasa yang memerlukan persiapan khusus semakin besar. Untuk makanan sebelumnya, sepertinya itu benar-benar tidak beracun karena bahkan jika itu adalah jenis racun tertunda seharusnya kini telah bekerja.
Sekarang lebih baik memasuki kondisi setengah tidur untuk mengistirahatkan tubuh ini sekaligus agar dapat segera bertindak saat terjadi sesuatu.
__ADS_1
Waktu berlalu dengan tenang sampai—
"Aaaaaa!"
Sebuah teriakan terdengar, membuat diri ini segera terbangun dari tidur. Berlari menuju ke arah suara, diri ini menyiagakan diri agar dapat menarik senjata kapan saja dari cincin penyimpanan. Langit juga benar-benar gelap yang merupakan kondisi ideal bagi diri ini.
Diri ini mengintip tempat kejadian tapi ...
"Apa kamu tidak apa-apa?"
"Tidak. Mohon maaf telah membangunkan Anda."
... Yang terlihat hanyalah seorang pelayan yang dibantu oleh orang yang bertanya tentang tempat tujuan tadi malam. Kalau tidak salah namanya Koi bukan?
Diri ini keluar, membuat pelayan tersebut menundukkan kepalanya. "Nona Meggie, maaf telah membangunkan Anda."
"Tidak apa-apa, tapi apa yang terjadi?"
"Cukup memalukan tapi Horstren (sejenis monster kuda) yang akan menarik pedati tengah mengamuk."
"Begitukah? Siapa tamer dari kuda tersebut?" tanya Koi.
"Dirinya tengah dipanggil jadi jangan khawatir, Tuan." Pelayan itu membungkuk sekali lagi, kemudian menyarankan kami bersiap karena akan segera berangkat.
Menaiki salah satu dari empat pedati, diri ini berharap segalanya tidak berubah menjadi sangat buruk dalam sekejap mata.
Pedati bergejolak, tirai tertutup, menghalangi pemandangan dan mungkin juga berfungsi untuk tetap merahasiakan tempat yang dituju.
Sepertinya pedati ini mengarah ke barat ... mungkin daerah Dulton? Tidak, agak lebih ke selatan lagi. Sepertinya berada di batas wilayah yudikatif resmi Lorentz Kingdom.
Selain itu karena pedati cukup bergelombang —meski ditutupi oleh sistem suspensi yang baik. Kemungkinan ini bukanlah jalur normal lebih mungkin. Bunyi dengungan juga beberapa kali terdengar, itu sepertinya berasal penghalang yang terbuka dan kalau tidak salah telah tiga kali terjadi.
Semua mekanisme ini cukup tinggi.
"Halo, Meggie kenapa kamu diam saja?"
Mata ini terbuka, melirik Koi, orang yang cenderung bermulut bocor.
"Tidak ada, hanya ingin beristirahat selama perjalanan."
"Ee, ayolah bukankah lebih baik berenang-senang?" katanya mengeluh. "Goyang ke kanan, ei! Goyang ke kiri, ei! Ei!"
Brak!
Dan itu membuat pedati berguncang cukup keras karena terpengaruh tariannya. "Tuan-tuan, saya mohon, tolong lebih tenang di dalam."
Bahkan kusir pun mengingatkannya, bersama dengan diri lain yang merasa terganggu. Setidaknya itu lebih baik daripada hanya murung.
"Akhirnya ...."
Diri ini mendesah lega, perjalanan itu memakan waktu lebih dari 8 jam tapi akhirnya diri ini telah sampai di tempat tujuan setelah siang hari. Mungkin ini jugalah alasan mengapa Horstren yang dipilih 'tuk menarik pedati, karena itu adalah monster jadi tidak perlu beristirahat dalam perjalanan.
Melihat ke sekeliling, terlihat bahwa diri ini berada di tanah lapang nan luas dengan beberapa gedung indah berdiri, sepertinya itu terkait dengan sesuatu karena memiliki beberapa simbol tertentu. Namun, tempat ini, setidaknya pemandangan yang ada itu palsu. Jelas bahwa diri kami telah mengambil jalan menanjak sebelum turun.
"Ayo, kita akan ke tempat acara segera," kata Mrs. Frank setelah turun, mulai memimpin diri kami ke salah satu gedung.
__ADS_1
Sebuah aula luas nan megah menyambut, terlihat ukiran rune menghiasi sudut ruang. Mungkin rune spasial, membuat tempat ini lebih luas daripada yang sebenarnya.
Seperti pada pra-acara umumnya, diri kami mulai melakukan geladi kotor, berlatih dan mulai membiasakan diri. Diri ini sendiri tidak memiliki banyak hal yang harus diperhatikan, tapi bagi seorang pemain teater, diri mereka harus memperhatikan tata letak panggung dan lain sebagainya.
Setelah mengolah vokal diri ini lakukan, mengecek kesiapan dalam waktu yang kian menipis, diri ini akan mengamati Mrs. Frank. Tapi—
"Meggie!" Dirinya, Koi mengganggu kembali.
"Apa dirimu memiliki perlu dengan diri ini?" tanya diri ini.
"Ah, itu ...." Wajah Koi mulai memerah, tapi kata yang diri ini tunggu tak kunjung datang.
Apa dirinya kepanasan atau itu efek dari sebelumnya? Bagaimanapun berada di ruang sempit untuk waktu lama memang memiliki beberapa efek bagi sebagian orang.
"Kalau tidak ada diri ini pamit terlebih dahulu."
"Itu ...!"
Dirinya berteriak, membuat langkah ini terhenti dan menatapnya.
"Aku akan berusaha mengiringimu dengan baik!"
"Terima kasih," kata diri ini sebelum pergi, meninggalkan Koi.
Jika dirimu berpikir pianis adalah sosok yang tenang dan menghanyutkan, diri Koi akan membuat dirimu berpikir ulang.
Menuju kamar yang disediakan, diri ini melepas pakaian dan berganti sesuatu yang tidak terlalu mencolok. Mulai mengaktifkan Skill Present Unknowable dan mengendap, mencari Mrs. Frank.
Melompat dengan bantuan Air Maneuvering, diri ini sampai di atap bangunan dan memasang beberapa alat pelacak yang dikirim Glatinus sebelumnya. Dirinya memang seorang yang cabul tapi kemampuannya patut untuk diapresiasi.
Mata ini mengunci sebuah ruang, mengambil napas dalam sebelum melompat. Kabut keunguan hadir di ruang yang dituju sebagai imbas kemunculan diri ini, mendarat dengan suara seminimal mungkin. Menyusup ke tempat kehadiran Mrs. Frank dapat dirasakan.
"Huh, diri ini harus lebih membiasakan diri dengan Skill High-speed Travel." Itu sangat berguna karena dapat melompat ke tempat lain dengan radius maksimal 4 km dari diri ini dalam sekejap mata, meski mengonsumsi Mana Poin dalam jumlah besar.
Meningkatkan aktivasi Sense Enchanted : Audio, diri ini mulai menangkap suara Mrs. Frank yang tengah berbicara dengan seseorang.
"Huhuhuhu, semua orang yang bersangkutan telah hadir. Begitupun juga dengan alat yang ada, jadi kita dapat melakukan itu dengan bebas."
"Memang. Terima kasih sekali lagi, Mrs. Frank."
"Kamu tidak perlu menggodaku bukan, Ald? Panggil saja Fia seperti biasa."
"Tapi kamu sangat manis, Fia."
"Ald ...."
Kemudian—
"Baiklah."
Lebih baik tidak perlu didengarkan jauh dan kembali ke kamar diri ini. Dari suara yang dapat diri ini dengar, tampaknya diri mereka melakukan itu di dalam sana.
"Sepertinya nanti malam akan menjadi sesuatu yang tak sederhana," gumam diri ini. Mempersiapkan beberapa alat yang diperlukan dan memasukkannya ke cincin penyimpanan.
———
__ADS_1
Yaa, terus dukung saia dengan memberikan like dan komentar di setiap akhir Chapter. Dan untuk favorite serta bantuan sharenya jangan lupa, oke?