
Berdiri di dekat gerbang keluar desa, aku terus memikirkan apa yang Frost katakan tentang legenda (aneh) yang dia ceritakan sebelumnya itu nyata.
Jadi, mungkin saja itu dapat menjadi latar dunia EFO meski ...
"Halo, halo. Apa mika baik-baik saja?"
"Ah, yaa tidak ada. Hanya memikirkan beberapa hal lain," jawabku agak sedikit terkejut pada sapaan (?) Arkemi. "Hanya saja mengapa kamu menyapaku dengan cara yang aneh?"
"Tidak. Dirae, aku telah memanggil mika beberapa kali tapi mika tetap tidak menjawab tahu."
"Itu pasti dikarenakan tinggimu yang terlalu pendek, Arkemi."
Baik. Mari abaikan sindiran Oku pada Arkemi tapi sepertinya aku telah melamun saat menunggu mereka.
Yaa, tetap saja untuk sekarang aku harus menyimpan rasa penasaranku. Dan satu hal yang pasti, aku perlu mencari sumber lain dari cerita Frost, versi yang tak dikebiri dan cukup lengkap untuk memikirkan legenda kembali.
Aku yakin akan banyak hal menarik yang ada dalam legenda tersebut. Dan ya, tidak dapat dipungkiri juga sih aku juga mengharapkan kemungkinan mendapat Title. Sebuah Title normal.
... Yaa, lakukan saja apa yang dapat dilakukan sekarang, diriku.
"Jadi, apa kalian ada ide ingin membawaku ke mana?" tanyaku mengabaikan perdebatan kecil mereka. Itu benar-benar tidak penting hingga dapat kuabaikan.
"Un. Itu benar. Itu adalah prioritas utama dari hal yang harus dilakukan sekarang seperti yang Pendeta minta."
Syukurlah, dia masih cukup tanggap untuk tidak mencampur perasaan pribadinya.
"Benar-benar lebih penting dari mengurusi si Slime tidak berguna ini," sambungnya, membuatku harus menarik kembali penilaianku sebelumnya.
"Ah, mika benar soal itu. Apa yang Dirae perlukan benar-benar lebih penting, jauh lebih penting daripada mika bukan?"
Pendeta Ouya, tolong bagikan rahasia dalam menghadapi kedua orang ini ....
Sekali lagi aku menunggu mereka. Yaa, menunggu dalam artian beberapa sebelum akhirnya kedua orang itu tenang dan aku bertanya lelah.
“Apakah kalian sudah selesai?"
Yang segera mereka jawab, "Maaf untuk itu."
"Yaa, bagaimanapun ke mana kita akan pergi?"
"Dirae, syarat kemajuan apa yang sebenarnya kamu miliki?"
Ah, aku belum pernah mengatakannya, ya? Tidak, kurasa aku tidak dapat mengatakannya karena keduanya terus berdebat tapi, yaa tidak ada gunanya menyinggung hal tersebut.
Menyangga daguku, aku mulai mengatakan syarat kemajuan yang kuperlukan.
"Itu adalah mengamati target dengan HP minimal 15.000 sampai target tewas."
"Terdengar cukup sulit." Arkemi berkomentar.
Aku agak setuju dengan itu. Quest Kemajuan dari Basic Appraisal memang terasa sedikit merepotkan.
Tapi, yaa aku berharap itu akan lebih mudah dengan bantuan dari kalian. Dengan banyaknya personel yang ada dalam mengalahkan monster maka nilai kerusakan yang diberi akan meningkat dan itu membuat waktu monster tersebut tewas semakin cepat.
Yaa, semakin cepat monster itu ditundukkan, maka akan setara dengan memangkas jumlah HP-ku yang harus terus dikikis demi mengaktifkan Basic Appraisal.
Sementara untuk Quest yang diperlukan untuk memajukan Bloodsucking ..... Uhum. Yaa, aku merasa itu tidak dapat dibicarakan mengingat reaksi Arkemi sebelumnya saat melihat darah.
Aku yakin itu hanya akan membuat perdebatan di antara mereka —yang sementara berhenti— kembali dimulai.
Oku yang sama sekali belum membuka mulutnya setelah aku mengatakan syarat kemajuan akhirnya berkata, "Ini akan terasa cukup merepotkan."
Agak aneh mendengar dia mengatakan sesuatu seperti itu.
__ADS_1
"Yaa, apa terdapat sesuatu di sana?" tanyaku.
"Dirae, saya belum menemukan monster dengan jumlah HP sebanyak itu di sekitar desa ini."
Ah ... begitu, ya.
Aku yakin pernah melihat jumlah HP tersebut pada Augusta dan Boneka Melg, Sely sebelumnya tapi ... dapat diduga bahwa monster dengan nilai HP sebanyak itu tidaklah terlalu umum.
"Oku, mika jelas berbohong, ‘kan," celetuk Arkemi "Bukankah mika pernah mengatakan menemui monster dengan jumlah HP lebih dari apa yang Dirae perlukan?"
"Eh?"
Apa dia memiliki alasan untuk menyembunyikan sesuatu seperti itu padaku?
Berpikir demikian. Aku melirik Oku dan melihatnya membuat tatapan sinis tajam pada Arkemi. "Ternyata kamu benar-benar bodoh, Arkemi."
"Apa kamu menyembunyikan itu karena tidak ingin membantuku?"
Ah, pikiranku bocor. Walau aku rasa ini normal apalagi mereka berdua terpaksa menemaniku keluar desa karena perintah Pendeta Ouya.
"Tidak, bukannya saya tidak ingin membantumu."
"Begitukah? Aku kira kamu takut jika aku semakin kuat dan akan kabur dari desa ini."
"Saya rasa tidak perlu mengkhawatirkan itu. Dengan keberadaan Pendeta saja sudah cukup untuk membuatmu tidak dapat kabur, 'kan?"
Uhh ... yaa, itu benar sekali. Aku berpikir saat mengalihkan pandang.
Pendeta Ouya itu kurasa lebih kuat daripada Augusta.
"Jika begitu apa alasan mika tidak mengatakannya?"
"Apa kamu ingat berapa nilai HP yang monster itu miliki, Slime Bodoh?"
"Itu mendekati 50.000 tahu."
"—?!"
Aku tersentak mendengar nilai tersebut sementara ...
"Hug."
... Arkemi sedikit cegukan di sana. Apa dia tersentak?
Itu bahkan lebih daripada jumlah HP Augusta. Dan kala itu, butuh ratusan pemain dan Penghuni dari Kota Houra untuk menundukkannya.
... Meski akulah yang mendapat manfaat terbesar dari itu.
"Apa sekarang kamu mengerti, Slime Bodoh?"
"A-aku tidak bodoh tahu!" teriaknya tidak terima. "Selain itu, bukankah masih mungkin jika monster itu sejenis monster lambat dengan kekuatan serang yang tidak terlalu tinggi?"
"Tidak. Dari bentuknya saya rasa itu adalah monster dengan yang lebih menitikberatkan pada kekuatan serang atau kecepatan. Bagaimanapun, itu monster serigala."
Baik, inilah EFO. Dengan ketiadaan level maupun cara untuk melihat Power Level lawan secara langsung, Pemain tidak dapat dengan mudah menilai kekuatan seekor monster dengan sekilas.
Yaa, pemain dituntut berpikir kritis tentang kekuatan lawan sebelum menantangnya. Dan meski tidak terdapat Despena dari kematian, tetap saja akan berbahaya —apalagi karena saat melakukan penilaian monster akan cenderung berperilaku agresif pada penilai.
Dan dalam kasus kali ini ... yaa, tidak, tidak mungkin kita dapat mengalahkan monster semacam itu. Jika aku menggunakan Augusta (sebelum kebangkitan) yang memiliki tipikal sama sebagai dasar, maka ... tidak mungkin.
Sekali lagi tidak mungkin.
"M-mika tidak salah ingat bukan?" tanya Arkemi bergetar.
__ADS_1
"Menurutmu?"
"Ya-yah ... itu tidak mungkin," jawabnya murung.
"Lagi pula tempat itu lumayan jauh dari sini."
Jadi tetap saja tidak mungkin bagiku untuk ke sana, ya? Apalagi dengan statusku sebagai tahanan desa. Tapi ...
"Apa benar-benar tidak mungkin bagi kita untuk ke sana? Yaa, walau untuk melawan Serigala itu jelas tidak tapi mungkin saja terdapat monster lain yang memenuhi, kan?"
... Aku mencoba sedikit berharap. Ya, sedikit. Jangan pernah terlalu banyak.
"Mungkin bisa tapi ..."
"Tapi?"
"Selain jarak yang menjadi masalah, banyak monster yang berkeliaran di sana tahu."
"Hmm? Berapa banyak?"
"Saya tidak tahu pasti tapi sangat banyak. Baik jenis maupun jumlahnya."
Dan mataku bersinar mendengarnya.
Harus! Aku, kami harus ke sana! Aku dapat secara diam-diam menyelesaikan Quest Kemajuan Bloodsucking, tahu!
Huhuhu. Tetap saja aku harus menyembunyikan beberapa kartu yang kumiliki tahu.
"Tapi tetap saja tidak. Saya tidak ingin ke sana.”
Dan suara itu memutus kesenangan yang kudapat.
"Yaa, apa benar-benar tidak bisa?" tanyaku kembali.
Perdebatan kecil terjadi antara Oku yang menolak dengan aku dan Arkemi melawannya. Dia sepertinya juga ingin ke sana.
Dan Oku pun akhirnya menghela napas ...
"Jika kalian memaksa kita akan ke sana. Tapi kita harus meminta izin dari Pendeta karena ini tidak akan selesai dalam satu hari."
... Menyerah dan menyetujui tuntutan kami.
Setelah menemui Pendeta Ouya dan mendapat persetujuan darinya untuk pergi —yang agak tak terduga didapat dengan mudah.
Kami keluar dari desa tapi sebelum itu—
"Dirae ambil beberapa potion ini." Arkemi memberikanku beberapa potion pemulihan HP, MP, dan SP.
Terima kasih banyak atas persiapannya, Arkemi. Dan ...
"Apa Oku tidak membutuhkannya?"
"Ah, terima kasih telah mengingatkanku, Dirae. Tapi Oku, maaf tapi aku lupa menyiapkannya untuk mika."
"Sejak awal saya tidak berharap untuk itu."
... Aku harap aku dapat bertahan dengan keduanya.
———
Yaa, maaf untuk jadwal up yang tidak menentu tapi jangan ketinggalan kasih like dan tambah ke daftar fav oke?
Ah, tentu komen dan bantu sharenya jangan lupa. Hehe.
__ADS_1