
Ya, yaa. Sepertinya memang benar-benar itu yang terjadi.
Ekspresi yang ditunjukkan oleh Melg dapat dilihat dengan jelas meskipun dia tampak berusaha menutupinya. Keterkejutan dan kebingungan, itu pertama kali timbul tapi segera diiringi oleh perasaan seperti 'oh, begitu' atau 'sepertinya itulah yang terjadi' dari apa yang dapat kutafsirkan.
Pada dasarnya, dia hanya terkejut sesaat akan sesuatu dan segera meyakinkan dirinya akan sesuatu.
Yaa, sering timbul pada mereka yang menganggap dirinya sebagai 'korban'. Meski tidak baik menuduh secara langsung tapi yang memutuskan bukanlah aku.
"Dasar keparat! Kaulah yang membunuhku bukan?!"
Itu adalah hak mereka. Sile dan Zile.
Kerutan terbentuk di dahi Melg. Seolah melihat hal yang salah tapi—
"Sely, hancurkan mereka." Dia segera memerintahkan bonekanya menyerang sambil melepaskan Water Slash.
Yaa, dengan begini ...
"Mana Layer."
... Kurasa aku benar-benar harus mengatasinya.
Setelah berpikir demikian, aku melepaskan bola-bola kabut mana pada Melg. Ditahan oleh boneka itu meski telah kehilangan kepalanya. Yaa, aku penasaran bagaimana panca indra boneka itu bekerja.
Tapi aku segera terusik oleh tingkah Melg selanjutnya. Dia mengangkat tangan dan membuat rak-rak barang di belakangnya bergetar, melepaskan beberapa logam yang kini melayang di sekitarnya.
Melg menggerakkan tangannya sekali lagi, melepaskan kabut mana yang segera masuk ke dalam logam di sekitarnya. Membuat logam mencair seketika, meleleh dan bergerak seolah itu telah dipanaskan di dalam api yang membara.
Yaa, apa itu bagaimana sebuah Alchemy Mastery bekerja? Atau itu sudah termasuk penggunaan salah satu Techniques dalam jajaran alkimia?
Tapi ...
"Smelting."
... Logam cair itu mulai bergerak, bergabung satu sama lain menjadi satu gumpalan besar. Kemudian ...
"Former."
... Beberapa bagian dari gumpalan itu mulai berubah menjadi tombak dan terlempar ke arahku mengikuti arahan tangan Melg.
"—?!"
Bukankah Techniques diperuntukkan untuk bidang produksi, ya? Kenapa dapat digunakan dalam situasi sekarang?!
Pikiranku kacau, membuat beberapa tombak menghantam tubuhku dengan tepat.
"Dirae!" panggil Megaera membuatku tersadar saat mata bilah dari pedang besar —yang dibawa boneka itu— berada tepat di depan mataku.
"Defense Correction, Damage Absorption."
Serangan tersebut menghantam tubuhku, berkurang oleh bantuan beberapa mantra tapi itu tidak banyak membantu.
"Healing Correction," gumamku merapal mantra lain.
Salah satu mantra dari Enhancement Spells yang meningkatkan besarnya nilai HP pulih per pemulihan terjadi. Yaa, itulah alasan lain aku memilih Rapid Healing yang memperpendek jeda per pemulihan.
Dan ya, jangan pernah terbawa pikiranku lagi. Ugh, berapa kali aku mengatakan itu, diriku?!
"Mega, apa kamu dapat menggunakan mantra pelindung yang lebih kuat daripada Burning Layer?"
"Tidak. Setelah diri ini berada dalam bentuk sekarang, mantra atribut api yang diri ini pernah pelajari hanya dapat digunakan untuk mantra tingkat dasar dan beberapa mantra tingkat menengah."
Kalau begitu aku harus mencari cara lain, ya? Aku berpikir demikian saat mencoba terus menghindari serangan boneka itu. Yaa, tidak baik pula bergantung pada orang lain termasuk Megaera.
__ADS_1
Kakiku melangkah, menginjak papan-papan mana yang kubuat melalui Mana Board untuk membantu penghindaran.
Sementara itu, lepaskan bola kabut mana untuk membelokkan arah serangan tombak Melg dan serang balik lewat tombak kabut mana.
Yaa, cukup lama aku tidak menggunakan ini karena musuh yang memerlukan penetrasi lebih jarang kutemui. Serangan biasa lewat bola kabut mana biasanya cukup.
Tapi, yaa, aku sama sekali belum kuat.
Dan karena itu, aku hanya menyerang balik. Bagaimanapun, bertahan bukanlah gayaku ya.
Serangan datang dari boneka itu, berusaha menyerangku dengan pedang besarnya.
Apa kamu tidak khawatir dengan kerusakan yang terjadi pada sekitar?
Pikirku saat pedangnya mulai menyala, menunjukkan senjata pematik itu aktif dan berayun, melepaskan gelombang ledak lain.
Yaa, tampaknya dia benar-benar tidak khawatir.
"Mana Layer."
Penghalang tipis kudirikan, menahan serangan itu tapi segera hancur. Aku tidak menghindar, maju dan membalas karena kekuatan serangan sebelumnya telah berkurang.
Sabit di tanganku berayun, berputar dan mulai memberi kerusakan. Yaa, jangkauan serangku lebih lebar jadi akan kumanfaatkan keunggulan itu.
Kakiku mulai bergerak, mengambil sebuah kuda-kuda dan—
"Strengthen Damage."
Serangan lain kulepaskan, membuat Deira bercahaya dengan nyala Art's bersama mantra peningkatan serangan. Art's baru dari Strike Art's, Light Strike telah terbuka dan itu menggunakan bentuk tindakan, sebuah kuda-kuda tertentu sebagai kunci aktivasinya.
Perisai pun diangkat, menahan seranganku sementara aku berada dalam kondisi Root. Tidak dapat bergerak sesaat dari tempatku sekarang.
Bagaimanapun, rencana untuk hanya mengurus Melg tampaknya sama sekali tidak realistis jadi aku tetaplah harus melawan boneka itu.
"Benar! Bunuh dia Sely sayang!" teriak Melg saat melemparkan tombak lain.
Kalau maumu begitu—
"Zile Endary!” panggilku, membuat dia sedikit kembali dengan tanda tanya muncul tapi segera kuabaikan.
"Bentuk lingkaran sihir di dalam tubuhmu.” Aku memerintah. Melepaskan kabut mana dan kuberikan padanya, itu membuat tubuh Zile mulai sedikit berubah dengan adanya susunan samar lingkaran sihir. Membuatnya menjadi apa yang disebut mantra itu sendiri.
"Zile, Flashdark."
Dan sihir roh pun terlepas dengan Zile sebagai dasar pembentukan sihir itu. Yaa, ini lebih mudah daripada menggunakan roh biasa karena Zile lah pihak yang mengurus pembentukan mantra.
Ledakan kegelapan tercipta, menelan semua yang ada di sini. Aku, Deira, Melg, maupun boneka itu terseret masuk ke dalam.
"Ap—?! Apa yang terjadi?!" teriak Melg saat visinya menjadi buta akan kegelapan. Menjatuhkan gumpalan bahan yang sejak tadi melayang.
Yaa, itu seperti bagaimana aku yang buta oleh ledakan intensitas cahaya sebelumnya. Melg tidak dapat melihat karena intensitas cahaya sekarang jauh di bawah apa yang mampu dia tangani. Dan tanpa ada perintah yang diturunkan, gerakan boneka itu pun menjadi tak beraturan.
Aku sendiri tidak terlalu terkena dampak dari mantra berkat Night Vision, jadi ...
"Strengthen Damage, Higher Magic, Target Mark, Mana Bomb."
... Saatnya menyerang Melg tanpa mengkhawatirkan apa pun.
Gelombang serangan pertama berhenti, tapi itu tak akan berefek banyak pada Melg yang jelas berada di atasku. jadi gelombang lanjutkan dilepaskan.
Rentetan bola kabut mana, jarum kabut mana, dan tombak kabut mana kulepaskan. Menguras MP-ku dengan deras bersama hujan serangan yang terjadi, mengunci Melg dan berusaha seakurat mungkin mengenainya.
"Dasar! Sely, lindungi aku."
__ADS_1
Oh? Apakah matanya sudah dapat menyesuaikan diri dengan tingkat intensitas cahaya ini?
"Kalau begitu ...." Aku sedikit tersenyum, yaa mungkin senyum yang agak jahat? “Sile Serust."
"B-baik!"
Aku melepaskan bola kabut mana pada Sile, membuat tubuhnya berubah dan aku menutup mataku sesaat sebelum ...
"Sile, Flashlight."
... Ledakan cahaya menelan kami. Menggantikan kegelapan yang sebelumnya menyelimuti, membuat mata kami terkejut dan kebutaan lain terjadi.
Yaa, untung saja aku telah menutup mata dan menekan Night Vision atau aku akan lebih terkena dampak dari ini.
Bagaimanapun, serang dia lagi!
Kegelapan dan cahaya silih berganti menyelimuti ruangan. Cooldown dari mantra sendiri dapat digolongkan cukup lama. Tapi mata Melg membutuhkan waktu yang tergolong lambat untuk dapat menyesuaikan diri, membuat dia kehilangan visi tiap kali perubahan terjadi.
... Bukankah ini terlalu absurd, ya? Aku bahkan dapat benar-benar menyerangnya tanpa gangguan berarti selain tembakan acak yang berusaha dia lakukan.
"Dasar pembunuh bodoh! Beraninya kau melakukan permainan ini padaku!" teriaknya frustrasi.
Ya, yaa ... memang situasi ini terasa agak sedikit bodoh.
Namun—
"Jangan berenang-senang dulu pembunuh!
"Diri ini, Melg Zetin menyerahkan diri pada Engkau. Oo, Dewa yang mengatasnamakan diri dengan kemakmuran dan kekayaan, Engkau salah satu dari Tujuh Dewa Jahat Yang Hebat, Smelluq. Turunkanlah bantuan pada hamba-Mu ini."
Dan kegelapan yang jauh, jauh, nan jauh lebih kelam seolah tumbuh dari bawah. Menjalar pada tubuh Melg dan mulai menelannya.
"Familiar Spenta Demonfall!"
———
Hasil appraisal Art’s dari Strike Art’s, Strike dan Light Strike.
[Srike
Activation : Voice Key
Cost : 20 Stamina Poin
Root Time : 0,05 detik
Cooldown : 60 detik
Sebuah serangan yang ditujukan untuk melukai secara cermat. Meningkatkan kekuatan serangan selanjutnya sebesar 50% dari kekuatan fisik dan kerusakan kritis meningkat 10%]
[Light Strike
Activation : Action Key
Cost : 40 Stamina Poin
Root Time : 0,2 detik
Cooldown : 3 menit
Serangan cepat yang ditujukan untuk memukul musuh secara cepat. Meningkatkan kekuatan serangan sebesar 10% dari kekuatan fisik sementara kecepatan serangan meningkat 30% untuk 5 detik ke depan]
Sedikit catatan, ini adalah Art’s dan sama seperti Spells kekuatan Art’s tetap (karena tidak adanya level). Peningkatan kekuatan yang dikeluarkan Art’s dipengaruhi level Seri Art’s itu sendiri dan kekuatan pemain.
__ADS_1
Yaa, terus dukung saia dengan memberikan like dan komentar di setiap akhir Chapter. Dan untuk favorite serta bantuan sharenya jangan lupa, oke?