Soul Monarch : Eclipse Feast Online

Soul Monarch : Eclipse Feast Online
Arkemi itu ... Arkemi


__ADS_3

Boom! Boom! Boom!


 


    Aku terenyak sesaat oleh semua ledakan itu. Bagaimanapun, semua itu jelas 'lebih kuat' dari apa yang pernah Arkemi tunjukkan pada saat pertama kali kami bertemu.  Yaa, kurasa kata 'lebih kuat' tidak terlalu baik untuk menjelaskan hal ini. Baik kekuatan, skala, maupun dampak dari ledakan tersebut jelas jauh dan ya, jauh lebih tinggi dari apa yang pernah dia perlihatkan.


 


    Jelas sudah bahwa semua itu cukup untuk menentukan nasib dari para Ziorafh itu. Hancur, ya, benar-benar hancur secara lateral, oke.


 


    "Uh ... aa ... Uhm ...."


 


    Suara apa itu? Pikirku sendiri pada kenyataan tentang seberapa aneh suara yang dapat dikeluarkan oleh mulutku ini.


 


    Sepertinya kesan pertama memang bukanlah segalanya meski hal itu memang sangat penting.


 


    "Uh ... mm ... Arkemi?" tanyaku setelah sedikit kesulitan. Tapi ...


 


    "Ya? ... YAAAAAAAAAAAAA?!"


 


    ... Dia telah tewas dengan teriakan elegannya. Yaa, tentu saja tidak, namun tampaknya Arkemi telah pingsan seketika saat visinya berhasil menangkap gambar dari kolam darah yang berceceran di sekelilingnya. Akibat dari ledakan yang dia buat sendiri.


 


    Dan ya, sekali lagi aku pun terdiam. Ternyata orang yang dapat pingsan seketika karena fobia benar-benar ada di dunia ini, ya?


 


    "Dia benar-benar orang tidak berguna," komentar Oku seketika seolah tidak peduli pada Arkemi sedikitpun.


 


    Uhm ... bukankah seharusnya ini saat seseorang harus bersimpati, ya?


 


    Tatapku pada Oku atas komentar yang dia berikan. Dan seolah peduli pada tatapanku, atau mungkin tidak sama sekali, dia berjalan begitu saja dan mengangkat tubuh Arkemi seolah mengangkat kantong plastik.


 


    Yaa, aku tidak berharap akan ada sebuah gendongan bak seorang putri yang Oku lakukan karena tubuh Arkemi sendiri seperti itu, tapi yaa, itu agak sedikit ....


 


    "Dirae," panggil Oku membangunkanku. "Ayo segera menyelesaikan keperluanmu.”


 


    "Ya, tentu," jawabku singkat. Menghapus segala macam pikiran dari benakku tentang hubungan diantara mereka berdua yang lebih rumit daripada dugaanku. Yaa, itu adalah masalah orang lain jadi lebih baik untuk tidak terlalu mencampurinya.


 


    "Tapi apa kita tidak mengambil beberapa bagian dari monster ini?" Ini alam terlalau sia-sia jika tidak digunakan.


 


    "Saya rasa itu tidak diperlukan. Itu hanya akan menghambat kita tahu."


 


    Yaa, itu memang benar jadi ...


 


    “Baiklah."


 


   ... Namun tetap saja, lebih baik aku menghisap darah dari monster ini diam-diam. Pikirku. Bagaimanapun, ini bersih, oke?

__ADS_1


 


    Meninggalkan area yang kini telah menjadi daerah terbuka, kami mulai berjalan kembali.


 


    "Oku?"


 


    "Apa ada yang ingin kamu inginkan?"


 


    "Ledakan itu ... yaa, ledakan yang  Arkemi buat itu bukanlah bom atau sejenis mantra, bukan?"


 


    "Ya, kamu menebaknya dengan benar."


 


    "Jadi yaa, apa itu sebenarnya?" tanyaku setelah beberapa kesulitan.


 


    Aku tahu ini sangat tidak sopan. Dalam EFO, dimana tingkat pertumbuhan diwakili oleh Skill, hal semacam ini cukup tidak sopan. Yaa, kurasa itu dapat dibandingkan dengan seseorang yang tiba-tiba bertanya bagaimana kamu tumbuh dan lingkungan sekitarmu.


 


    Dengan kata lain, informasi pribadi. Meski, yaa ... aku merasa perlu untuk tahu apa itu demi kebaikan diriku sendiri di masa mendatang. Ini cukup egois namun aku tidak ingin menemui hal yang sama dan tidak dapat membuat penanggulangan yang memadai sama sekali, ya.


 


    Namun, bertentangan dengan pemikiranku bahwa Oku tidak akan menjawabnya, dia membalas dengan mudah, sangat mudah. "Alkimia."


 


    "Hmm? Alkimia?"


 


    "Kamu tahu, kebanyakan orang mungkin berpikir bahwa alkimia berhubungan dengan Potion (medis). Tapi itu juga dapat digunakan untuk hal lain."


 


 


    "... Bukankah Arkemi mempelajari Alkimia dimana dia berfokus untuk bidang medis?" tanyaku tandas.


 


    Alkimia Timur dan Alkimia Barat. Meski keduanya sama-sama alkimia, keduanya sangatlah berbeda. Yaa, bukannya tidak mungkin untuk mempelajari keduanya secara bersamaan tapi itu hanya akan membuatmu tidak dapat mempelajarinya secara maksimal.


 


    Itu seperti seorang ilmuan ingin memadukan api dan es, oke? Yaa, meski keduanya melibatkan energi panas (kalor) didalamnya tapi keduanya sepenuhnya berbeda.


 


    Dan dari potion yang aku terima dari Arkemi sebelumnya, jelas dari hasil Appraisal bahwa itu adalah potion  buatannya sendiri. Selain itu, kurasa Arkemi tidaklah sebodoh itu untuk mengambil dua cabang berbeda bersamaan.   


 


   "Benar," jawab Oku singkat dan ... "Un? Arkemi kamu sudah bangun, kan."


 


    "Ya," jawabnya lemah. "Apa mika tidak bisa membawaku dengan lebih baik?"


 


    "Bersyukurlah saya tidak meninggalkanmu di sana."


 


    "Baik, baik, Terima kasih,” jawabnya tanpa sedikitpun ketulusan.


 


    "Bagaimanapun kamu bangun di saat yang tepat."  Dan seolah melihat banyak tanda tanya yang melayang di atas kepala Arkemi, Oku melanjutkan. "Dirae bertanya bagaimana kamu membuat ledakan itu."

__ADS_1


 


    "Yaa, jika kamu keberatan aku tidak apa-apa jika kau tidak menjawabnya."


 


    "Ahh, itu bukan sesuatu yang spesial." Arkemi menjawab sambil melompat ke arahku. "Bahkan aku yakin semua alkemis dapat melakukannya," sambungnya.


 


    "Yaa? Semua alkemis?" Perkataan itu malah semakin menambah tanda tanya di benakku, oke?  "Jadi apa itu berarti kamu juga mempelajari Alkimia Barat?"


 


    Aku hanya dapat memikirkan jawaban ini. Yaa, kurasa hanya hal inilah yang membuatnya mampu dilakukan oleh 'semua alkemis'. Namun, Arkemi hanya menggelengkan kepalanya, dan berkata bahwa dia tidak melakukannya.


 


    "Baiklah, mari aku meluruskan persepsi mika. Ledakan itu bahkan adalah hal yang biasa dalam proses Alkimia Timur, Dirae."


 


    "Tapi ya, bukankah Alkimia Timur adalah alkimia yang memproduksi potion?"


 


    Yaa, ini bahkan adalah aliran alkimia utama yang cukup populer diantara para pemain. Dan apakah itu berarti para pemain alkemis adalah semacam pabrik bom? Pikirku konyol.


 


    Oke, itu jelas tidak mungkin, kan? Kan? Kan?!


 


    "Yap. Mika benar. Kemudian apa yang terjadi jika mika gagal dalam pembuatan sebuah potion?"


 


    Yaa, berpikir sejenak, dalam penggambaran normal dalam game RPG, kurasa itu akan ...


 


    "... Itu ... akan meledak?"


 


    "Yap, seperti itulah cara ledakan itu dibuat. Itu adalah hal biasa — sangat biasa hingga kerap diabaikan — dalam Alkimia Timur."


 


   Jadi, cairan aneh yang sempat kulihat dalam ledakan tersebut adalah sisa dari kegagalan pembuatan potion Arkemi, ya?


   


   "Dan jika aku sedikit memperkuat ledakan yang dapat dihasilkan dari itu maka hasilnya akan seperti apa yang mika lihat sebelumnya." Arkemi menjawab dengan bangga sebelum kemudian tertawa kecil dan bergumam, "Aku bahkan dapat mengalahkan rubah kejam dan tidak berperasaan itu."


 


     Dan ya, kurasa aku telah mendengar alasan tersembunyi dari mengapa dia berusaha keras untuk menemukan kepingan tersembunyi yang dapat dimanfaatkan dari kelas non-pertempuran untuk bertempur. Bahkan jika dia memang sama sekali tidak dapat bertempur untuk alasan berbeda ....


 


    Namun, jika ledakan sekuat itu 'hanyalah' hasil dari kegagalan pembuatan potion yang dia lakukan maka ... uhh, uhmm, yaa, bukankah itu hanya bentuk dari maju satu langkah untuk mundur tiga langkah? Apa itu berarti Arkemi akan selalu tewas dalam upaya pembuatan potionnya sendiri jika dia gagal?


 


    Yaa, aku bahkan merasa tatapanku terus berubah dengan tidak pasti sebelum akhirnya tertuju pada Oku untuk meminta bantuan ...


 


    "Bukankah saya sudah mengatakannya sebelumnya Dirae, Slime Tak Berontak itu bodoh."


 


   ... Dan hanya itulah yang sanggup dia katakan sebagai tanggapan untuk memuaskanku.


 


    "Hei?! Bagaimana bisa mika mengatakan hal tak berdasar semacam itu?!" teriak Arkemi seolah apa yang Oku katakan tidak masuk akal.


 

__ADS_1


  


 


__ADS_2