
Apakah yang tengah terjadi? Apa mereka mengetahui aku turut campur dalam Quest yang mereka lakukan dan mengejarku?
Yaa, dengan semua peluang yang ada. Itu sangat mungkin terjadi. Namun—
"Kami minta maaf!"
"Eh?" Pikiranku tersendat. "Yaa?"
Apa yang dia katakan sebelumnya? Kenapa meminta maaf? Bukankah seharusnya dia mencariku karena mengacaukan Quest miliknya?
Mari pastikan situasinya untuk sekarang. "Kenapa kalian tiba-tiba meminta maaf?"
Pria itu, kalau tidak salah namanya Leml 'kan? Dia sedikit menunduk dan menggaruk bagian belakang kepalanya. "Itu ... kamu tahu 'kan bahwa itu karena kami membunuhmu di awal game. Aku tidak mengetahui bahwa kamu pemain saat itu jadi ... maafkan kami untuk hal itu."
"Tunggu sebentar, bukankah PK itu diperbolehkan? Kenapa kalian malah meminta maaf padaku?"
Aku memiliki banyak tanda tanya yang kini melayang di sekelilingku. Tapi untuk saat ini, aku akan bertanya hal pokok yang perlu diluruskan terlebih dahulu.
"PK, secara teknis itu memang diperbolehkan." Kini, giliran gadis itu yang menjawab pertanyaanku.
"Tapi bagi pemain Pejajaran Good itu bukan hal yang akan dilakukan. Bagaimanapun itu menurunkan nilai Pejajaranmu mau suka atau tidak, dan bagi kami, lebih baik menghindarinya karena akan mengubah sikap Penghuni kepadamu. Selain itu, melakukan PK pada pemain pemula akan membuatmu mendapat Despena yang cukup berat," sambungnya.
"Huummm. Ya, yaa, jadi terdapat hal seperti itu, ya?"
Aku sebelumnya masih menyimpan pikiran untuk membalas perbuatan mereka, tapi sepertinya mereka juga telah mendapat balasan langsung dari sistem jadi buang saja hal itu. Melakukan itu tak akan membuatku mendapat keuntungan apa pun selain menambah musuh. Yaa, menambah itu untung bukan?
"Lalu, anu ... siapa kamu?" Aku tidak tahu nama gadis itu.
"Ah, ya, maaf sebelumnya. Aku Leml da—"
"Aku tidak bertanya padamu." Aku tengah bicara dengan orang lain jadi jangan ganggu aku, Leml. Oh, ngomong-ngomong kamu sebenarnya tidak perlu memperkenalkan diri karena aku telah mengetahui namamu lewat hasil penilaian sebelumnya, oke.
Gadis itu tertawa kecil saat melihat tingkahku. Apakah ada yang aneh?
"Uhum. Memang burukku, aku Lialia," sapanya sambil mengulurkan tangan. Tentu, aku terima uluran itu.
"Aku Dirae, panggil saja Rae jika merasa terlalu panjang." Yaa, itu tak terlalu jauh dari nama asliku jadi benar-benar oke.
"Tentu."
Kami saling tersenyum satu sama lain. Aku mengamati kembali Lialia, walau dia lebih tinggi dariku sepertinya dia masih di usia belasan, tapi ...
"Apakah ada yang aneh Dirae?"
"... Ti-tidak. Tidak apa-apa."
Aku melirik ke dada Lialia yang berkembang sempurna dan yaa, rasa sakit tak berdarah saat membandingkannya dengan punyaku muncul begitu saja. Humph! Aku membencimu masa pertumbuhan!
"Lalu apakah ada hal lain lagi sampai kalian repot-repot mencariku kemari Lialia?" Yaa, dari sini adalah masalah utamanya.
__ADS_1
"Tidak ada alasan khusus, kami hanya kebetulan melihatmu dan Leml telah bilang akan meminta maaf jika dapat bertemu denganmu lagi."
"Seperti itu ya?"
Aku tidak melihat atau mendengar sesuatu yang mengindikasikan kebohongan. Yaa, kejadian murni 'kebetulan' semacam ini kadang juga dapat terjadi.
"Kalau begitu tidak masalah jika aku mendaftarkanmu ke daftar teman?"
"Hei. Leml, rasanya itu agak ...."
Lialia memperingati Leml yang tiba-tiba bertanya seperti itu. Apa dia masih merasa tidak enak?
"Yaa, tidak apa-apa juga sih."
Aku baru memulai game jadi masih memerlukan banyak informasi umum untuk EFO. Bagaimanapun, hal-hal paling dasar hingga tidak disadarilah yang justru menjadi patokan karena menjadi semacam aturan tak tertulis.
Lialia sendiri tampak terkejut dan menatapku dengan mata terbelalak. Yaa, ada apa?
"Apa kamu yakin? Kamu tidak perlu menurutnya, dia adalah orang jahat yang akan memakan gadis cantik sepertimu yang masih 17 tahu—"
"Aku sudah memasuki usia dewasa oke?!" bisikku tanpa sadar.
Dari mana dia dapat mengira aku masih 17 tahun? Yaa, dikira lebih muda dari usia sebenarnya memanglah pujian, bahkan dia memujiku secara langsung jadi itu tak apa. Tapi, saat melihat mulut Lialia yang ternganga setelahnya dan bolak-balik mengamati tinggi badanku dan ... bagian itu ....
Kamu tidak perlu melakukannya segala!
Aku mengulurkan tangan dan mencubit pipinya. Menyadarkannya dari lamunan apa pun yang dia lakukan.
Baik. Yaa, karena dia telah sadar, tarik kembali tanganku darinya. Lialia menggosok-gosok bagian pipinya yang kemerahan. Sementara aku menghela napas panjang.
"Aku juga. Apa itu sakit?"
"Tidak, tidak terlalu. Hanya kenapa kekuatan fisikmu cukup besar untuk mengurangi HP-ku hanya dengan itu?"
"Oh, yaa, itu mungkin hanya dikarenakan koreksi rasku."
"Benarkah? Apa itu?"
"Statistik Strength dan Agility memiliki bonus 10%."
"Itu besar 'kan?"
"Yaa, mungkin? Tapi karena itu pula HP-ku menjadi rendah, jadi aku tak dapat mengandalkannya. Selain itu aku juga tidak ingin merasakan sakit, ya."
"Bahkan jika itu aku, aku juga tidak ingin merasa sakit karena berada di garis depan. Sebab itu aku memilih menjadi penyihir!"
"Haa, aku juga ingin menjadi penyihir, ya. Tapi aku tidak memiliki mantra serangan apa pun karena ras ini mengambil banyak Skill secara deflaut."
“Ada berapa itu?”
__ADS_1
“Enam. Sayang sekali aku harus menghabiskan poin untuk Appraisal. Kamu tahu, sebelumnya aku mengira itu akan disediakan sistem tapi, ‘eh?’ begitulah aku saat melihatnya.”
“Aa ... itu ya? Aku juga terkejut dan segera mengambilnya. Dalam kasus manapun di novel, kemampuan menilai adalah kemampuan utama!”
"Anu ... apa kalian sudah selesai?"
"Diam," kata kami serentak pada Leml yang dilupakan.
"Ta-tapi, Lialia. Kita juga harus melakukan Quest kita."
"Ah. Itu benar juga."
"Quest? Bolehkah aku tahu itu Quest apa?"
"Tidak apa-apa, ini hanya Quest lanjutan dari Quest sebelumnya. Itu adalah pencarian terhadap sisa kekuatan apa pun dari Vampire yang ditemukan. Apalagi penaklukan itu, walaupun dihitung berhasil tapi tidak sepenuhnya dengan hasil campur tangan pihak ketiga,”kata Lialia agak kesusahan terutama di paruh kedua.
Ah, pihak ketiga itu mungkin diriku.
"Hah ... padahal aku baru bertemu teman bicara yang layak dan ingin bicara lebih banyak lagi."
"Tidak apa, lebih baik kita saling mendaftar sebagai teman sekarang."
Yaa, setelah itu aku dan Lialia saling mendaftar sebagai teman dengan saling memasukkan ID unik EFO dan konfirmasi langsung. Untuk Leml, apakah dia hanya menjadi barang tambahan? Bagaimanapun, EFO adalah MMO sehingga tidak buruk untuk menambah satu atau dua kenalan.
"Apa kamu tidak ingin bersama kami kembali ke kota?"
Kota ya ... aku ingin tapi itu tidak mungkin untukku sekarang.
"Tidak, aku akan tetap di sini. Aku juga memiliki Quest yang harus diselesaikan dulu," tolakku ringan.
"Juga, Dirae, apakah seseorang dengan mantel Biru Navy ke abu-abuan terlihat di sekitar sini?"
"Hmm? Tidak juga. Aku belum melihat siapa pun selain aku dan Penghuni yang memberikanku Quest belakangan ini."
"Begitu ya. Kalau begitu, sampai jumpa."
"Sampai jumpa juga."
Kami saling melambaikan tangan. Hingga sosok Lialia dan Leml menghilang dari pandanganku, aku masih berpikir satu atau dua hal tentang Quest mereka sebelum kembali ke sungai untuk menyamak kulit.
"Orang yang mereka cari dalam Quest mungkin adalah aku," bisikku pelan hingga tidak terdengar oleh siapa pun.
Yaa, masa bodo.
Bukannya aku berbohong juga. Aku benar-benar tidak melihat orang lain yang mengenakan mantel seperti itu.
Aku terus fokus pada penyamakan dan setelah itu selesai, aku segera log out untuk beristirahat sejenak.
———
__ADS_1
Tiga Chapter untuk hari ini. Jadi jangan lupa tinggalkan like, komen agar saia terus semangat. Oh, share dan fav jangan sampai ketinggalan jika suka ya.