
Peluru mana melesat dengan kecepatan tinggi, sementara itu Megaera terus mencoba memotong bagian dari sela ekskeleton laba-laba hitam.
"Defense Correction. Higher Resistance."
Aku melemparkan beberapa mantra tambahan ke Megaera, meningkatkan ketahanan dirinya yang rendah. Yaa, dia memiliki gaya bertaruk layaknya pembunuh dan karenanya aku mengambil kesimpulan itu.
"Mana Board."
Papan tipis semi transparan terbentuk, mengangkat diriku kala diinjak. Membuatku dapat mundur dan menyerang laba-laba dari tempat aman— atau setidaknya itu yang kuinginkan.
"Kraklalaaa!" Salah satu laba-laba menembakkan bola benang lengket dan—
"Ini menyebalkan!" Aku berteriak kala salah satu kakiku terjebak benang tersebut.
Apa kamu tahu bagaimana rasanya digantung terbalik hidup-hidup? Yaa, akan kukatakan saja, itu tidak menyenangkan sama sekali karena aku terjebak dalam kondisi seperti itu sekarang.
Kaki kiriku menempel di lagit-langit, dilekatkan benang lengket sebelumnya. Visiku terbalik bersama dengan pakaian yang terangkat (?), yaa, itu jatuh 'kan? Setidaknya dalam pandanganku itu terangkat dan untung saja aku masih memakai celana (pakaian dalam) dari perlengkapan pemula atau aku akan kebingungan karena ....
Yaa, kamu tahu maksudku.
"Mana Bullet! Ughh." Aku mengerang kala melihat akurasi seranganku turun. Yaa, tidak sebegitu banyaknya tapi aku menjadi target mati sekarang.
"KRAKLALAAA!"
Salah satu laba-laba melompat, memperlihatkan gigi uniknya yang berbentuk jarum penghisap dan dan banyak pengait untuk menahan mangsa. Berkeinginan menggapitku dengan kaki depannya itu.
"Higher Magic!"
Tombak-tombak kabut mana aku lepaskan, menghujani laba-laba hitam, mendorongnya mundur tapi tak mampu membunuhnya. Tsk, apa resistensi sihirnya lebih tinggi daripada para tikus meski jumlah HP-nya lebih rendah?
Namun, mereka mulai berdatangan lebih jauh. Kata ‘lantai’ bagi mereka tak hanya terbatas pada lantai untukku. Baik itu dinding maupun langit-langit, selama itu agak kasar dan tidak sehalus porselen mereka dapat menganggapnya sebagai lantai.
Sungguh kelebihan rasial yang nyaman, ya?
"Kraklalaaa!" "Kraklalaaa!" "Kraklalaaa!" "Kraklalaaa!"
Laba-laba terus berdatangan, mencoba menembakku dengan bola benang itu kembali. Namun, yaa, aku tidak akan termakan untuk yang kedua kalinya. Bahkan jika aku tak dapat bergerak itu bukan masalah. Mungkin.
Aku merapalkan Mana Board, baik sebagai penghalang yang mengubah arah serangan bola benang meski tak banyak, maupun penggerak bagi diriku sendiri. Yaa, itu hanya membuatku semakin pusing apalagi karena semua aliran darah terhenti di otak, jadi aku memimalisir penggunaan pada diri sendiri.
Jika itu bukan diriku, seseorang yang berada di posisiku sekarang akan menjadi memiliki fobia pada binatang berkaki delapan ini. Apalagi saat melihat mulut mereka mendekat ....
Yaa, pokoknya aku harus segera lepas.
"Master, bisa kamu potong benang ini?"
__ADS_1
Aku bertanya. Dengan kemampuanku itu tidak akan dapat dilakukan. Apalagi itu seperti melakukan gerakan sit up terbalik, apa itu namanya ...? Uhmm ... entahlah. Yaa, bagaimanapun juga, dalam hal serangan aku lebih cenderung menusuk daripada memotong.
"Fire Ball," rapalnya mengarahkan beberapa bola api padaku tanpa menoleh sedikit pun.
Apa kamu ingin membunuhku?!
Namun, bola-bola api itu mengarah pada utas benang di sekelilingku dan mulai membakarnya.
Ah, membakar lebih efektif untuk menghilangkan utas-utas lengket ini, ya. Meski itu tetap memberiku sedikit kerusakan. Yaa, itu dapat kutanggung.
Tapi apa kamu sama sekali tidak ragu, Megaera? Yaa, jika itu aku dan kumemiliki keyakinan seratus persen, aku tidak akan ragu juga sih. Meski ....
Fokus saja pada laba-laba itu, diriku!
Aku terjatuh, menggunakan Mana Board untuk meredam kerusakan yang akan timbul dan sedikit berguling.
"Strengthen Damage. Mana Bullet!"
Tembakan berhasil kuberikan, dan itu berhasil menembus tubuh laba-laba. Namun, saat aku akan mencari target lain ...
"KRAKLALAAA!"
... Laba-laba itu belum mati. Baiklah, apa serangga tidak memiliki jantung atau organ vital? Ugh, ini menyulitkanku yang tak memiliki serangan area luas layaknya penyihir pada umumnya.
"Mungkin serangan tumpul akan lebih efektif?"
Jika aku terkena benang lengket itu maka habis sudah diriku, itu sudah cukup untuk meng-counter diriku dalam jarak dekat. Apalagi pilihanku satu-satunya hanya menghindar, kekuatan seranganku tak cukup untuk mendorong bola benang lengket itu berubah arah terlalu jauh, ya.
"Baiklah ...."
Aku mengambil napas panjang sebelum memikirkan sebuah cara sederhana. Bola mana yang lebih besar!
Ugh ... itu agak menyakitiku untuk mengakui bahwa 'lebih besar lebih baik' itu benar. Tapi aku rasa ini adalah sarana termudah untuk menyelesaikan masalah ini. Bagaimanapun, semakin besar penampang yang menghantam, itu akan semakin memperbesar luas cakupan yang sepertinya efektif.
"Defense Correction. Higher Resistance."
Mantra Enhancement Spells tipe pertahanan aku hibahkan pada diriku sendiri. Aku memang berusaha menghindari serangan laba-laba itu, tapi tidak ada salahnya berharga-jaga atas kemungkinan tak diinginkan.
Sementara Megaera? Dia sepertinya tidak membutuhkan bantuan sederhana semacam ini. Dia menghindari dengan kecepatan dan gerakan mustahil bagiku.
Maksudku ya, bagaimana dia dapat back flip empat hingga lima kali di udara hanya untuk menghindar? Dan bahkan jika Megaera terjerat utas pun dia dapat bebas segera dengan membakarnya dengan mantra atribut api. Selain itu, dia juga terlihat membebankan mantra tipe atribut api ke dalam belatinya.
Tapi ya, aku tidak dapat berpikir untuk bergantung padanya. Laba-laba itu menyerang dari dua sisi jadi hal semacam itu mustahil. Kami harus menghadapi bagian kami masing-masing.
Juga, kelemahan dari laba-laba tampaknya adalah api dan atributnya. Dan yaa, itu salah satu dari banyak sihir elemental yang kutinggalkan. Elemental memang lebih sering menjadi kelemahan bagi sebagian besar monster ....
__ADS_1
Yaa, tetap semangat, diriku. Akan ada hal baik dari memilih Non-Elemental Magic Mastery. Kuharap.
Aku mulai membayangkan bola kabut mana untuk mengatasi para laba-laba itu, yaa, hanya sesuatu yang dasar. Tapi tidak seperti biasanya di mana konsep kompresi kuterapkan untuk meningkatkan kecepatan, aku membiarkannya sedikit longgar. Seperti tengah meniup balon sampai mencapai volume tertentu sebelum menghentikan peningkatan volume.
"Mana Bullet."
Peluru mana kutembakkan, serangan seperti ini jangan sampai dilupakan. Bagaimanapun, pembelaan diri itu perlu.
"Kraklalaaa!"
Laba-laba menembakkan utas benang, cukup banyak untuk mempersempit jalur pilihanku 'tuk melangkah. Yaa, tapi kurasa ini saatnya melawan balik?
Aku menatap bola mana ... yaa, besar. Itu adalah bola mana besar yang telah stabil dan tidak berubah-ubah bentuk lagi.
Biarkan itu tetap sebagaimana adanya, aku mengulurkan tanganku untuk sedikit membidik salah satu laba-laba dan ...
"Strengthen Damage."
... Bola kabut raksasa dilepaskan dengan lampiran Strengthen Damage di dalamnya.
"Kraklala—"
Yaa, itu sukses menjatuhkan salah satu laba-laba yang sepertinya menderita luka terberat menjadi pipih.
Aku tersenyum kecil, pemberitahuan bahwa laba-laba itu telah terbunuh juga terdengar. Yaa, sebenarnya itu tidak diperlukan juga, selama kabut hitam jatuh dari seluruh tubuh, hampir dapat dipastikan bahwa suatu monster telah mati.
Aku mengumpulkan lebih banyak bola kabut mana besar sembari menutup mata akan jumlah MP yang dihabiskan. Yaa, biaya untuk satu bola kabut mana telah meningkat menjadi empat atau lima kali lipat.
Untung saja Magic Mastery-ku berhasil berkembang ke tingkat menengah. Yaa, aku memang tak memperhatikan ini sebelumnya tapi itu memberi bonus peningkatan MP dalam jumlah lumayan. Sekitar 200, itu besar bagi seseorang di ranah F Rank. Itu jugalah satu dari beberapa alasan mood-ku membaik.
Yaa, pada akhirnya pengembangan Skill memberi banyak keuntungan yang tak dikatakan secara langsung. Mungkin dalam peningkatan Level Rank akan memiliki bonus besarnya sendiri, ya.
"Bagaimanapun, yaa, ini adalah saatnya menyelesaikan kalian, laba-laba. Higher Magic."
Aku berkata demikian dan mulai menurunkan empat bola kabut mana besar satu demi satu. Itu telah dilampirkan Mana Power yang meningkatkan taraf kerusakan lebih jauh sebelumnya.
Bahkan jika itu tidak mengenainya secara langsung, dampak dari letusan bola mana itu akan menyapu daerah yang lebih luas daripada bola kabut mana biasa. Yaa, itu adalah satu karakteristik khusus bola kabut mana.
"Bagaimanapun, mari menghindar hingga bola kabut mana besar selanjutnya siap."
———
Jangan lupakan like dan komen ya. Masa harus terus diingetin.
Chu chu chu!
__ADS_1
Oh, share dan favoritenya jan lupa kata si tikus :v