Soul Monarch : Eclipse Feast Online

Soul Monarch : Eclipse Feast Online
Tensi, Bos War


__ADS_3

Medan perang terus mengaum, melepaskan tindak tanduk mencekam saat Augusta sendiri berubah menjadi wujud kedua ... tidak, ketiga? Bagaimanapun Augusta sendiri mengatakan bahwa dia berwujud manusia sebelum diserang Triceratop-man.


Yaa, aku sangat senang karena tujuanku tercapai. Membuat Augusta berhadapan dengan para pemain, bahkan di saat medan pertempuran menjadi sangat kacau seperti sekarang.


Namun, aku sama sekali tidak dapat menghela napas lega seperti yang kuharap. Alasannya adalah sebuah Quest datang padaku. Yaa, oke, jika itu Quest normal maka akan baik-baik saja, tapi Quest ini sama sekali tidak dapat aku tolak dan secara otomatis disetujui.


Self Defense. Itu adalah nama Questnya dan tanpa sadar aku melirik isi Quest tersebut sekali lagi.


[Self Defense


Rank : ??? (Tidak dapat dipastikan)


Kamu telah ditunjuk sebagai target yang akan dibasmi dalam misi penaklukan yang dilakukan Kota Houra di Hutan Quan. Lindungi dirimu, lolos, dan bertahan hiduplah.


Kondisi Keberhasilan : Selamat dari usaha penaklukan dalam waktu 24 jam (waktu game) atau menggagalkan penaklukan.


Kondisi Kegagalan : Terbunuh oleh sebab apa pun.


Hadiah : Universal Level Card ×4, Hadiah acak ×2.


Hukuman : Larangan log in selama 3 hari (waktu nyata)


*Jika kamu log out, penghitungan waktu Quest akan terhenti. Saat log out selama lebih dari 24 jam (waktu game) selama Quest berlangsung , Quest otomatis dinyatakan gagal]


Baik. Aku tidak dapat memahaminya. Kamu tahu, bagaimana bisa aku menjadi target penaklukan?! Apakah itu karena aku secara teknis dihitung sebagai bagian dari Vampire karena memiliki setengah darahnya, ya?


Yaa, kondisi keberhasilannya sendiri juga sangat keras. Jika aku melarikan diri, itu hanya solusi sementara dan selama 24 jam ke depan aku harus menghadapi pencarian (pengepungan?) sebuah pasukan, oke?! Untuk menggagalkan penaklukan, yaa itu hitungan yang mustahil.


Log out pun tidak layak dipertimbangkan. Hanya akan membuat hukuman datang dan hampir tanpa keuntungan sama sekali. Dan jika gagal, hukumannya sangat berat, larangan log in selama 3 hari. Dengan demikian maka otomatis Quest dari Megaera pun akan gagal.


"Haruskan aku katakan bahwa rencanaku terlalu sukses hingga Quest sebesar ini diluncurkan?" gumamku dari balik tudung yang kurebut dari pemain lain.


Bagaimanapun, luncurkan jarum kabut mana ke mata salah satu pemain, atau penghuni (?) malang yang bahkan tak kutahu namanya dan membuatnya buta. Aku mendekat, merebut beberapa potion yang dia miliki, dan yaa, hisap darahnya sebelum dia sadar apa yang terjadi untuk memulihkan kekenyanganku!


Kamu tahu? Ini adalah strategiku untuk menyelesaikan Quest tidak masuk akal ini.

__ADS_1


Musuh dari musuhmu adalah temanmu. Ini adalah salah satu dari beberapa ungkapan (?) yang akan kuikuti untuk sekarang.


Yaa, Augusta dan aku adalah musuh, begitu pula dengan pasukan dari Kota Houra yang juga memusuhinya. Jika demikian, kami dapat bekerja sama. Tapi, hei, aku jugalah target penaklukan, jadi secara tidak langsung pasukan ini juga menargetkanku dan Augusta adalah musuhku, ya.


Namun, bukan berarti aku tidak memiliki keuntungan. Pemain dan Penghuni Kota Houra, setidaknya tidak mengetahui bahwa aku jugalah target penaklukan. Jika demikian, apa yang harus kulakukan adalah menjadi pihak ketiga.


Aku akan sangat senang jika mereka dapat saling menghancurkan secara penuh, tapi itu tidak akan dapat terjadi. Mau dilihat dari mana pun, Augusta tidak akan dapat menang melawan jumlah ini.


Pasukan ini sendiri juga tidak sekedar jumlah karena memiliki beberapa pria kuat. Orang yang tampaknya merupakan Ksatria Walikota kini maju, menahan pergerakan Augusta sementara orang sebelumnya melakukan pemulihan. Selain itu, Loudon itu terus memberikan perintah sementara pendeta dan biarawan terlihat memfokuskan diri pada pemulihan-pemulihan skala besar.


"Karena itulah aku harus melakukan pekerjaan ini."


Kamu pasti tahu apa yang dilakukan oleh pemain saat menghadapi bos monster. Menghapus monster kecil terlebih dahulu. Dalam hal ini, akulah yang menghapus kekuatan kecil pasukan ini untuk membantu Augusta.


Cepat, tepat, dan tersembunyi. Ini adalah syarat dari keberhasilanku. Untung saja, aku memiliki seorang master dalam bersembunyi di pihakku.


"Jadi, apa yang dirimu akan terus melakukan ini, Muridku?"


"Yaa."


"Dirimu benar-benar bersikap layaknya seorang penghisap darah sekarang."


"Sembunyikan aku lagi, Master."


Megaera menjentikkan jari tengahnya, membuat kabut abu-abu yang menyembunyikan kehadiran turun. Dan begitulah caraku menghindari perhatian pemain lain, ya. Oke. Asal tidak terlalu mencolok, ini akan berhasil.


Selain itu, karena EFO tidak memiliki perlindungan terhadap Friendly Fire, kerusakan yang kuberikan sebelumnya masih dikira sebagai tembakan nyasar. Yaa, untuk sekarang aku senang karena EFO memiliki fitur ini. Jika ini game lain, maka tindakanku akan sangat mencolok.


Perlindungan dalam EFO juga sangat minim, sebab itu aku dapat mengambil peralatan pemain lain secara paksa. Mungkin, bahkan tanpa PK seseorang akan melakukan ini untuk mengambil peralatan pemain lain. Tentu saja, sebagai gadis yang berbudi luhur, aku tidak akan melakukannya.


Yaa, untuk sekarang adalah pengecualian dari pengecualian. Meski aku tidak mengelak bahwa aku mendapatkan banyak Potion yang akan berguna.


"Ray of Venom!"


Selagi aku memikirkan itu, Augusta melancarkan serangan jarak jauh. Ini hanya pikiranku atau dia memang benar-benar tidak memiliki sarana lain? Oke, tunggu lebih lama lagi untuk memastikannya.

__ADS_1


Augusta tidak terbang seperti sebelumnya, dia hanya berjalan di tanah. Tapi dengan gerakan empat lengan yang tidak manusiawi, dan beberapa Art's yang dia lepaskan, pengepungan tidak berjalan lancar.


Jika terlalu banyak pemain di dekatnya, dia akan menggunakan Venom Rain untuk menghancurkan mereka sekaligus. Bahkan jika EFO tidak memiliki perlindungan dari serangan diri sendiri, Augusta sama sekali tidak ragu karena tingkat resistensi mereka sangat berbeda.


Yaa, aku akan terus memberi semangat pada kedua belah pihak. Lemparkan penilaian untuk melihat Augusta, dengan jumlah orang sebanyak ini, itu hanya akan membuatnya terganggu jika berusaha mencariku.


[Baronet of Dawnbreak Vampire • Ramber Von Augusta (Hitam)


Health Poin : 21.954 /47.736]


Oke, Title dan warna kursor yang ditunjukkan berubah. Apa itu karena penyamaran yang dia gunakan sebelumnya telah kedaluwarsa?


"Tapi dia benar-benar alot, ya."


Yaa, itu bukan urusanku untuk sekarang sih. Biarkan saja pasukan Kota Houra ini mengatasinya. "Untuk sekarang, aku akan menuju ke barisan belakang dan mencu— Uhum, yaa mengambil persediaan Mana Potion."


Bagaimanapun, aku lebih suka menjadi barisan belakang. Hindari rasa sakit sebanyak mungkin, aku masih memegang kewarasan ini.


Baik. Terus tembakan jarum kabut mana, ambil potion yang mereka bawa dan minum darahnya. Siklus ini tidak akan pernah terhenti sebelum tujuanku, untuk selamat dari kegagalan Quest tercapai.


———


Penjelasan Art's, Claw Strike.


[Claw Strike


Activation : Voice Key


Cost : 5 Stamina Poin


Root : 0,1 detik


Cooldown : 30 detik


Kilauan cakarmu akan mengoyak musuh, memperkuat kerusakan yang ditimbulkan selanjutnya (kerusakan *150%) dan menimbulkan efek pendarahan rendah (5)]

__ADS_1


Ini adalah Art's tingkat dasar dan yang pertama kali terbuka dalam Claw Art's. Memiliki biaya dan resiko rendah karena efek Root setelah penggunaan singkat.


Catatan : saia akan menjelaskan apa itu Root di Chapter selanjutnya bersama dengan Cast. Ini penting untuk tidak memisahkan keduanya karena ini adalah perbedaan paling besar antara Art's dan Spells selain sumber yang digunakan sebagai biaya aktivasi.


__ADS_2