
Memperhatikan suara aneh tersebut, aku pun menatap ke arah di mana itu berasal. Yaa, mulai mendekat dengan langkah senyap serta kewaspadaan tinggi. Dan—
"Wooo ...."
Duak!
"Ugh—?!"
Tubuhku tertabrak sesuatu hingga membuatku terpental. Jatuh dan berhenti setelah menghantam sebuah batu nisan.
"Apa itu?!" teriakku segera bergema lewat Spirit Connection.
Namun, belum sempat aku berdiri serangan lain datang dari bawah. Membuat tubuhku melayang tinggi.
Yaa, benar-benar siapa yang menyerangku?! Aku berpikir, melihat dan menemukan bahwa saat tidak dapat terlihat sosok penyerang sama sekali.
Mendarat dengan selamat, aku melompat untuk menghindari serangan lanjutan yang mungkin terjadi. Mulai mengepakkan sayap agar dapat mempertahankan ketinggian sekaligus bermanuver lebih mudah dan ... aku jatuh.
Yaa, aku lupa bahwa dengan ukuran sayap ini tidak mungkin aku dapat terbang dengannya. Gunakan Mana Board untuk pendaratan tapi—
"Wooo ...."
Yaa, suara itu datang lagi. Aku memanggil Megaera, dan dengan segera, Deira pun berubah menjadi sabit seperti yang kami pahami dalam diam.
Sebuah bola cahaya pendar datang ke arahku dengan cepat, mencoba menabrakku kembali namun sabit di tanganku telah terlebih dahulu berayun, mengenainya dan menghilangkannya segera.
Namun, bola-bola cahaya pendar lain mulai bermunculan seperti kumpulan lumut dengan pola tiga titik di tubuhnya. Yaa, kurasa itu akan membuat orang berpikir itu adalah sebuah bentuk wajah.
Karena kurasa aku akan dapat mengatasinya, tidak perlu melapor ke pos utama 'kan?
Meski begitu, mereka mulai datang menyerbuku dengan segera sebelum aku dapat berpikir lebih jauh.
"Appraise!"
[Shade (hitam)
Health Poin : 500 /500]
"Higher Magic, Mana Bullet," kataku saat mulai melepaskan tembakan bersama beberapa bola-bola kabut mana. Sementara itu, mereka yang berada terlalu dekat denganku telah dibabat oleh Deira.
Yaa, Living Item Cooperation Mastery membuat kekuatan serangan yang diberikan adalah gabungan kekuatanku dan Megaera sendiri dengan persentase tertentu.
"Higher Physical, Strike!"
Kilau keperakan mulai menyelimuti Deira. Hadir dan menghempaskan para Shade yang telah berkumpul terlalu banyak di dekat kami.
Untuk sesat kakiku terasa terbelunggu tapi segera kembali terbebas. Jadi itulah kondisi Root yang terjadi setelah pelepasan Art's, ya?
Namun—
"Wooo ...."
Para Shade tidak dapat terbunuh dengan mudah dan mereka kembali lagi.
"Yaa, mereka memanglah tubuh roh jadi serangan fisik tidak terlalu berguna 'kah?"
__ADS_1
"Begitulah, Dirae. Kecuali saat diri mereka menggunakan Materialization, serangan fisik hampir tidak akan dapat memberikan kerusakan," jawab Megaera membenarkan perkataanku.
Jadi karena itu pula kamu lebih memilih menghindari serangan fisik meski merupakan roh selama menyamar, ya?
Satu tanda tanya lagi telah terhapus dari kepalaku dan ...
"Ugh?!"
... serangan lain berhasil mendarat padaku.
Yaa, sekali lagi, jangan teralihkan oleh hal lain, diriku.
Itu benar.
Memperhatikan sekeliling lebih jauh, aku melihat bahwa Shade-Shade lain mulai mendekat ke arahku. Yaa, dengan suara-suara itu, ini lebih terasa seperti mereka bersorak akan adanya mangsa baru.
Kalau begitu lebih baik beralih ke mode serangan normal karena serangan fisik juga tak terlalu berguna, ya. Mulai membentuk lebih banyak bola kabut mana di sekitarku, aku mencoba menghindari serangan para Shade dan menghancurkan mereka jika mungkin.
Serangan mereka tidak terlalu bervariasi dan karena aku pernah mengalami pengalaman serupa saat melawan Augusta versi undead, aku dapat menghindarinya meski lebih sulit. Aku berharap sayapku kembali tapi jika itu benar-benar terjadi, itu akan membuatku diburu ....
"Strengthen Damage, Mana Bomb."
Dan tembakan kulakukan saat mengusir pikiran tersebut. Jangan teralihkan, oke?
Ledakan kecil menyapu saat serangan area terlepas, menghapus lebih dari 70% HP para Shade dalam sekejap sebelum hujan bola kabut mana kuturunkan.
Tembakan demi tembakan bola kabut mana yang lepas satu demi satu menghantam, mengenai mereka dan menguras HP dalam jumlah besar. Yaa, prioritasku adalah menyelesaikan mereka dengan konsentrasi HP terendah terlebih dahulu.
Tolong beristirahatlah untuk selama-lamanya.
"Woao ...!"
Serangan sihir hadir secara tiba-tiba, sukses mengejutkanku. Dan yaa, visiku buta, tidak dapat melihat sama sekali.
"Apa?!" teriakku panik.
Tapi rasa sakit mulai kurasakan saat para Shade tersebut berhasil menyerangku, menghantam tubuhku. Yaa, dengan ketiadaan visi ini, tingkat penghindaranku jatuh ke nol.
"Burning Layer."
Suara itu terdengar, hadir bersama hawa panas menyengat tapi serangan para Shade berhenti. Yaa, aku yakin itu berasal dari Megaera.
"Jangan terlalu terkejut oleh hal yang tiba-tiba terjadi, Dirae."
"Baik." Anggukku setelah visiku mulai kembali. Yaa, Megaera benar. Aku kadang terlalu panik jika sesuatu di luar perkiraanku tiba-tiba terjadi begitu saja.
Menghembuskan napas kecil untuk menenangkan diriku, aku segera mundur dengan bantuan Mana Board setelah durasi Burning Layer habis.
Yaa, di manakah Shade yang dapat melancarkan sihir itu?
Aku berpikir saat mataku mulai menyapu ke sekitar dengan cepat.
"Woa ka mayc...!"
"Di sana ya!" teriakku saat melihat seekor Shade (?) menembakkan bola cahaya terang padaku. Memaksa mataku 'tuk menyipit.
__ADS_1
Apa itu benar-benar Shade? Sekilas memang mirip tapi sepertinya berbeda.
Yaa, melompat saja terlebih dahulu untuk menghindari serangan. Kemudian, aku menggunakan batu nisan sebagai pijakan untuk mendekatinya.
Aku tahu ini tidak sopan. Jadi ya, maaf untuk siapa pun yang beristirahat di bawah sana.
"Higher Physical, Higher Magic, Strengthen Damage!"
Mantra demi mantra kuhibahkan pada diriku sendiri, meningkatkan diriku.
Yaa, Deira mulai berputar 360° di tanganku, menyingkirkan Shade yang berada dalam jarak dua sampai tiga meter dariku. Jangkauan serangan sabit benar-benar lebar.
Sementara itu, yaa lepaskan bola-bola kabut mana sekali lagi, menghapuskan para Shade yang mencoba mengerubungiku di luar jarak tersebut.
Huhuhuhu. Yaa, konsep pola serangan close range dan mid-long range milikku sepertinya telah layak untuk benar-benar direalisasikan secara sempurna.
Bola cahaya lain terus hadir menyerangku. Aku mencoba menghindarinya dengan bantuan Mana Board.
Jarak antara aku dan Shade itu telah semakin dekat dan membuat penghindaran semakin sulit. Yaa lebih lagi, visiku akan buta jika terkena serangan itu.
Sabit di tanganku terus berayun, menangkis serangan para Shade yang tak ingin berhenti dan semakin padat.
Mengubah Deira ke bentuk aslinya, aku mengangkatnya sedikit dan ...
"Embrace."
... Para Shade mulai tersedot ke dalam tubuh Deira, mengikuti jejak dari pengaktifan Skill Deira.
Yaa, tidak semua hanya mereka yang berada cukup dekat dari kami. Tapi setidaknya Shade pengguna sihir itu berhasil di tahan di dalam.
Namun, serangan lain terus hadir dam visiku tiba-tiba menjadi gelap. Yaa, untung saja ini tidak membuatku benar-benar buta seperti sebelumnya berkat kehadiran Night Vision.
Aku segera mundur atau akan dimakamkan segera jika hanya terus berdiri di sana. Mulai mencari dari arah mana serangan yang berhasil menggelapkan pandanganku itu berasal.
"Yaa, Mana Bomb."
Serangan kulepaskan untuk membersihkan jalan. Berlari dengan cepat, mengejar Shade pengguna sihir lain itu dan akhirnya berhasil ditangkap dengan Skill Embrace Deira.
"Kerja bagus, Mega."
"Terima kasih."
Ugh ... aku masih belum terbiasa dengan sikap Megaera itu. Di mana sikap sombongmu sebelumnya? Apa itu sifat dari ego lain?
"Tapi ya, kita harus menyelesaikan ini dengan segera," kataku saat memandang para Shade yang ada.
Tidak ada sesuatu yang baru jadi aku hanya akan mengistirahatkan mereka.
———
Chapter tambahan untuk hari ini •‿•
Tetap ikuti protokol kesehatan buat yang lagi pemilihan.
Dan tentunya terus dukung saia dengan memberikan like dan komentar di setiap akhir Chapter. Dan untuk favorite serta bantuan sharenya jangan lupa, oke?
__ADS_1