Soul Monarch : Eclipse Feast Online

Soul Monarch : Eclipse Feast Online
Kota Houra, Makam


__ADS_3

Aku berjalan dengan pelan tapi—


"Haahhh!"


"Fire Ball!"


"Kejar monster itu!"


Yaa, suara berisik telah terdengar dari mana-mana. Itu berasal dari para pemain yang berusaha untuk membunuh monster dan meningkatkan Skill mereka tapi jumlah ini benar-benar rusak.


Aku melihat sekali lagi dan yaa, sangat padat, oke?


Baik, segera penuhi saja tujuanku tanpa menarik perhatian kerumunan itu.


Tapi apa kondisi ini juga disebabkan oleh waktu libur panjang di dunia nyata jadi banyak orang log in pada waktu yang sama?


"Yaa, tampaknya apa yang dikatakan Alissa benar."


Popularitas EFO terus menanjak. Mungkin karena tingkat realitas dan ciri khasnya, atau mungkin karena hal lain tapi ....


Baik, aku hanya perlu masuk gerbang. Yaa, beberapa monster acak yang kabur dari kejaran pemain lain menargetkanku.


Haruskah aku membunuhnya?


"Hmm, Mana Layer," kataku saat membuat lembaran barier tipis transparan untuk menahan monster.


Yaa, lebih baik tidak. Aku ingin menghindari konflik apa pun yang mungkin terjadi, oke? Dan ya, segera pergi sebelum ada yang melihat itu.


Setelah berjuang melewati hutan yang sesak, aku akhirnya dapat menemukan salah satu pos pemeriksaan. Dan ...


"Apa dirimu seorang Indestructible yang baru tiba di sini?"


... Penjaga gerbang yang bertugas telah menanyaiku.


Aku masih mengenakan pakaian awal di balik jubah. Mungkin ini telah menjadi pakaian khas dari pemain yang baru tiba sehingga dia dapat membedakannya.


"Yaa."


"Kalau begitu kamu harus membayar 100 Arte untuk dapat memasuki kota serta menandatangani kontrak untuk tidak melakukan tindak meresahkan di kota."


Aku mencoba membuka mulutku tapi—


"Jika kamu belum memiliki uang, kamu dapat mengambil beberapa tugas harian dari pengelola kota di daftar ini sebagai bentuk pembayaran."


Dia telah menjawab pertanyaanku. Yaa, aku masih belum memiliki satu peser uang pun.


Aku miskin! Jadi ambil opsi ke dua.


Aku menuliskan namaku (Dirae) dan membubuhkan tanda tangan di sebuah gulungan kertas panjang.


Gulungan kertas mengeluarkan cahaya pendar. Sebuah diagram kompleks tersusun, berbentuk mirip dengan bola mata tunggal sebelum berkedip dan menghilang.


Jadi itulah fenomena saat kontrak selesai, ya? Terlihat lebih menarik saat melihatnya secara langsung.


Menurut penjelasan penjaga kota, tubuh pihak pelanggar akan kaku. Mungkin semacam kehilangan mobilitas, tidak benar-benar tak bisa bergerak tapi akan terdapat beberapa hukuman tambahan —yang akan bertambah parah seiring waktu— jika tidak menyerahkan diri segera.


Yaa, kamu akan dipenjara dengan waktu bervariasi tergantung beratnya pelanggaran. Sebagai informasi tambahan, waktu kurungan akan berkurang hanya jika kamu log in. Jadi jangan melanggar jika tak ingin bermain sebagai narapidana.


Bagaimanapun, sekarang aku hanya harus memilih permintaan seperti apa yang akan kuambil.


Yaa, aku melihat daftar pekerjaan yang tersedia. Itu berawal dari tugas sederhana dari membantu memelihara tembok, menjaga kebersihan kota, hingga sesuatu seperti membersihkan gorong-gorong.

__ADS_1


"Jadi ini seperti pekerjaan harian dengan gaji sesuai kesulitan pekerjaan, ya?" Aku bergumam pelan.


Bagaimanapun, aku tidak akan mengambil pembersihan gorong-gorong meski memiliki bayaran tinggi —yang secara teknis mempercepat waktuku dapat berkeliaran dengan bebas di kota.


"Aku akan mengambil tugas ini," kataku pada penjaga gerbang.


"Baiklah, Dirae? Kamu mengambil tugas untuk..." Mukanya terlihat aneh sejenak sebelum mengangguk. "... berjaga di makam, 'kan?"


"Yaa? Ada apa?"


"Tidak ada. Houra sendiri memiliki makam di sisi timur laut jadi kamu dapat mengambil jalan ini," jawabannya sembari memberi secarik kertas yang merupakan alamat makam dengan arahan yang jelas.


Mengambil kertas itu, aku pergi dan mengikuti arahan jalan yang telah diberikan.


Melihat-lihat ke sekitar, aku menyadari bahwa ternyata mereka memberikan arahan jalan yang hanya melewati jalur luar. Yaa, tempat ini hanya diisi oleh para pemain serta beberapa penjaga kota, terpisah dari kota tempat para Penghuni tinggal.


Yaa, mungkin untuk menghindari kemungkinan struktur kota diketahui dengan mudah?


Aku merasakan beberapa orang menatapku dan mendengar bisikan-bisikan ekstra. Satu dari mereka bahkan terlihat ingin mendekat tapi menghentikan langkahnya segera.


Ada apa? Yaa, mungkin hanya karena penampilanku yang cukup mencolok? Tidak, aku hanya mengenakan pakaian pemula jadi itu tidak mungkin ya.


Untuk warna rambut sendiri, itu dapat dikustominasi dengan beberapa cara meski tidak pada pembuatan karakter seperti dengan mengecatnya, oke?


"A-anu!"


Aku menoleh untuk melihat seseorang anak kecil (?) datang padaku.


"Eua—?"


Dan suara aneh bocor saat dia menarik tanganku dan memaksakan sesuatu kepadaku.


[Temp. SL 1.3.1 telah diterima]


"Tolong gunakan dengan baik!"


Aku bingung. Hendak bertanya lebih jauh tapi dia telah kembali ke lautan para pemain dan tak mungkin aku dapat menemukannya.


"Aku bahkan belum tahu namanya, ya."


Aku menoleh sekeliling saat para pemain —yang tertarik pada peristiwa ini— terus memadat. Lebih baik segera pergi untuk menghindari perhatian.


Dan juga, aku perlu tahu apa ini.


"Appraise."


[Temp. SL 1.3.1


Jenis : Pematik tak teridentifikasi


Rank : Tidak umum


Durability : 50 /50


Berat : 20


Yakinlah ini senjata lempar (prototipe) versi 1.3.1 yang disempurnakan! Saat senjata digunakan dengan benar dan mengatasi (mengabaikan?) keanehan bentuknya, kekuatan serangan fisik bertambah 150 + kecepatan proyektil (X m/s) *3.


Ignite :


[Throw Away

__ADS_1


Activation : Voice Key


Cooldown : Tidak ada


Cost : 100% Durability


Memberikan 500% kerusakan ledakan dalam radius 4 meter. Dan jika target terkena adalah konstruksi kerusakan berlipat ganda]


*Properti khusus, Homing : menarik kembali senjata ke tangan pengguna dengan mengonsumsi 7,5% Stamina Poin]


Apa-apaan ini?!


Yaa, aku tahu ini memiliki bentuk aneh sejak awal. Bola juga bukan, pipih seperti cakram pun bukan. Sedikit lonjong tapi jelas bukan lembing karena sedikit tertekuk, tapi sebuah bumerang pun tidak karena masih membulat.


Namun, apakah sistem bahkan mempertanyakan ini sebenarnya apa?


"Tapi jenis item pematik 'kah? Mungkin akan berguna."


Ugh ... yaa, mungkin.


Item jenis pematik adalah item dengan Skill sendiri, yaa itu tidak mengonsumsi sumber daya apa pun dari pengguna. Hanya mengonsumsi daya tahan senjata itu sendiri. Jadi, kuharap akan berguna meski aku tak tahu apa dan siapa anak kecil tadi.


Tidak, EFO memiliki batasan umur 17 tahun jadi tidak bisa dikatakan dia anak kecil. Tapi apakah mungkin dia Penghuni dan bukan pemain?


Baik. Sambil melayangkan pikiran aneh, aku akhirnya dapat sampai di makam dengan selamat. Jika sudah begini maka tidak akan ada masalah. Kurasa.


“Aku juga ingin bertemu Lialia tapi dia telah pergi ke selatan,” gumamku.


Melihat ke arah gerbang yang tidak terawat, aku berhenti sejenak sebelum masuk setelah menunjukkan surat keterangan bahwa aku mengambil tugas menjaga makam.


Yaa, bentuk pagar serta gerbang makam lebih mirip dengan tembok tebal dengan gerbang tanpa cela. Kemungkinan besar untuk mencegah undead yang mungkin muncul masuk ke kota dengan mudah.


Bagiku, tugas dengan kemungkinan monster seperti undead muncul itu lebih baik daripada harus berjibaku dengan bau menyengat. Apalagi dengan jumlah bayaran yang 2 Arte tinggi, 44 Arte per hari.


Deretan batu nisan menyambut, hadir bersama beberapa suara samar serta suhu udara yang turun di tiap langkahku. Mungkin disebabkan angin dan jika kamu terlalu takut, kamu akan menganggapnya sebagai sesuatu yang lain.


Yaa, dengan nuansa horor kental ini aku merasa puas. Di sini benar-benar tenang dan nyaman dengan suhu udaranya pun juga sejuk.


Oke, mari ke salah satu pos penjaga yang ada. Aku di tempatkan pada bagian ujung timur, paling jauh dari tempat pos utama berada.


Yaa, mungkin perbedaan perlakuan bagi orang baru? Sungguh. Kenapa hal seperti ini tetap berlangsung di mana pun dan zaman apa pun?


Duduk dengan nyaman bercampur bosan, aku mencoba melatih Skill yang baru kubeli.


Mengayunkan Deira secara ringan sedang Spirit Magic ... ughh, aku sama sekali belum dapat mengerti cara kerjanya.


Namun ...


Gwoooo ...!


... Tiba-tiba sebuah suara mengusikku.


———


Tingkat Skill normal, tingkat dasar.


Ini adalah tingkat awal dari Skill, memiliki total level 30 sebelum dapat dimajukan ke tingkat selanjutnya.


Skill pada level bisa diraih dengan mengorbankan Potential Poin (bagi pemain) sedang bagi Penghuni mereka harus mempelajarinya secara perlahan.


Namun, kesamaan yang ada adalah seseorang harus memiliki pengalaman di bidang itu untuk dapat mendapatkan skill terkait.

__ADS_1


Pemain lewat penambahan daftar Skill yang dapat diperoleh, dan penghuni lewat tindakan berulang hingga berhasil meraih Skill.


*Yaa, terus dukung saia dengan memberikan like dan komentar di setiap akhir Chapter. Dan untuk favorite serta bantuan sharenya jangan lupa, oke?


__ADS_2