Soul Monarch : Eclipse Feast Online

Soul Monarch : Eclipse Feast Online
Kepemilikan Spenta!


__ADS_3

Tempat ini kini penuh hiruk pikuk, penjaga kebingungan, beberapa mengarahkan senjatanya padaku sementara yang lain masih ragu akan apa yang sebenarnya terjadi.


Melg akhirnya muncul, membuat wajah para penjaga yang sebelumnya seolah bagai ayam tanpa kepala mendapatkan kembali kesegarannya. Namun, ekspresi mereka segera jatuh saat melihat 'sayap' miliknya.


Mengambil napas dalam, aku menahan rasa sakit dari lenganku yang terus mengeluarkan darah akibat terpotong. Menegakkan dadaku, aku mengambil postur tinggi. Dan dengan pandangan tajam, jariku menunjuknya pasti.


"Aku, Dirae nyatakan ...."


Skill Scream kuaktifkan, membuat perhatian penjaga terpusat padaku. Turut membuat mereka yang berada di tempat lain ‘tuk mendekat.


"... Bukalah mata kalian pada musuh yang sebenarnya. Sosok yang harus kalian hadapi ... sosok bermuka dua yang selama ini terus mengintai tepat di sisi kalian. Tepat di balik bayang ..."


Dan akhirnya, 'Melg' pun menjadi pusat dari seluruh mata yang ada, sosok yang kutunjuk dan kuperlihatkan pada dunia luar.


"... Mereka yang terus mengawasi melalui sela ketidakpuasan. Mereka yang turut merayu, menyeret orang lain dalam kesesatan, kebidatan."


Aku dapat mendengar beberapa bisikan, hasil dari keraguan. Kalau begitu—


"Sekali lagi, Aku, Dirae nyatakan! Kubersumpah akan kebenaran ini, kebenaran yang kuungkap waktu ini, detik ini. Pada hari ini, salah satu dari mereka akhirnya menampakkan diri, terkuak oleh cahaya ..."


Menahan semua yang kurasa. Baik itu kekaburan visi dan ketidakjelasan maupun perasaan lemas yang terus menggerus. Aku menunjuknya, meyakinkan mereka.


"... Melg Zetin ... "


Yaa, akhirnya sebuah senyum menghiasi bibirku.


"... Hari ini adalah saat terakhirmu menghirup udara bebas. Kamu sang penyembah Dewa Jahat Kemakmuran dan Kekayaan, Smelluq!"


Dan mereka pun terguncang. Hal yang mereka yakini, tidak, ingin mereka yakini kubantah seketika.


Mungkin otak mereka masih ingin menyangkal apa yang kuungkap. Namun, 'sayap' itu, bukti nyata atas pernyataanku cukup 'tuk membuat mereka kembali menatap kebenaran. Kenyataan.


"Kamu sialan," balasnya ringan dengan senyum pahit, menyadari apa yang kuinginkan.


"Tapi, setidaknya aku harus memenuhi permintaan Melg." Dia melanjutkan, melangkah dengan cepat dan mengayunkan pedang besarnya itu ke arahku.


Hah ... yaa, itu pilihan yang masuk akal karena kata kembali tidak ada lagi.


Aku berpikir demikian saat tubuhku terjatuh lemah. Seolah seutas tali yang menahanku tetap berdiri selama ini telah putus. Melirik bilah HP, MP, dan SP-ku yang berada dalam kondisi merah, yaa, sepertinya aku akan tewas oleh serangan ini.


Namun—


Trang!


Penjaga itu, orang yang pertama kali menodongkan senjatanya padaku bergerak cepat dan menahan serangan itu meski membuat dirinya terpental.


"Kalian! Lihatlah baik-baik bahwa dia bukanlah Tuan Melg!" teriaknya rintih, berusaha menyadarkan rekannya yang lain. "Bedi, cepat panggil pihak Gereja 'Ymnar segera!" sambungnya.


"Usahamu tidak akan berguna tahu. Aku hanya akan menyelesaikan apa yang diinginkan."

__ADS_1


"Entahlah. Jika apa yang dikatakan Nona ini benar maka kamu bukanlah Tuan Melg dan dengan sayap itu ... pelayan Dewa tidak akan dapat bertahan selamanya di dunia ini 'kan?"


Melihat para penjaga lain yang turut bergerak, dia membuka mulutnya dan ...


"Bodoh."


... Dia mengatai mereka demikian saat pedang besarnya berayun. Sekali lagi menghempaskan beberapa penjaga mundur tapi mereka kembali maju. Yaa, tetap bertahan dan masih bertahan.


Aku mendengar suara pedang beradu terus dan terus saling bertaut, seolah menjawab keinginan satu sama lain sementara kesadaranku semakin memudar.


Dan ... sebuah gambaran samar muncul dalam benakku.


Aku melihat dua orang anak kecil bermain bersama, satu terasa hangat sementara satu terasa dingin. Bagaikan dua musim yang bertolak belakang, terik angin di musim panas dan hamparan salju di musim dingin.


Namun, udara di sekitar mereka tetaplah sama. Entah kenapa ya? Aku merasa sangat nyaman saat melihat keduanya saling bermain dengan tongkat kayu itu.


Hingga akhirnya seorang wanita datang, mendekat pada kedua anak itu. Tersenyum, memeluknya dan ...


"... Ibu ...?"


... Mataku terbuka saat kumelihat bayangnya.


Namun, aku tidak melihat ibuku melainkan seorang biarawati yang terlihat menghembuskan napas lega saat melihatku tersadar.


Aku ... ah, aku tadi masih bertarung dengan Melg, 'kan?


Bangun, aku melihat ke sekitar dan sekali berusaha mencari di manakah Melg berada tapi apa yang kulihat hanyalah ruangan putih dengan tirai tipis sebagai pembatas.


"Anda kini telah aman dan berada di ruang perawatan khusus Toko Potchi. Saya akan panggil Bapa Pendeta Fiman segera."


"Tunggu!" teriakku menghentikan langkah biarawati tersebut. "Melg, yaa, bagaimana dengan dia?"


"Dia kini tengah berada di penjara dan diawasi langsung oleh Tuan Kafar. Anda tidak perlu khawatir karena ini menyangkut Kuil Smelluq, Gereja 'Ymnar juga akan ikut andil dalam masalah ini.


"Kalau begitu, saya undur dulu," sambungnya menutup penjelasan dan meninggalkan ruangan.


"Huh ... sepertinya semua berakhir dengan sesuatu yang tidak kutahu, ya," gumamku lirih.


Selain itu, aku benar-benar dapat mengalami pingsan dalam game dan tidak secara otomatis log out. Yaa, lenganku yang terpotong juga masih dalam keadaan seperti itu dan belum tumbuh seperti kadal.


Oke, lukanya sendiri telah tertutup jadi aku akan menganggap itu baik-baik saja untuk sekarang. Dan ya, aku akan bunuh diri untuk menyelesaikan masalah itu setelah ini selesai.


"Mega, apa kamu ada di sana?"


"Ada apa Dirae?" Dia menjawab, aku sedikit mencari dan melihat cincin yang kini tersemat di jari tengah. Sepertinya dia bersembunyi dengan menggunakan bentuk ini.


"Bisa ceritakan apa yang terjadi selama aku tidak sadar, ya?"


"Untuk masalah itu diri ini akan menyerahkannya pada diri mereka." Tunjuknya pada Sile dan Zile. "Diri ini akan beristirahat. Selain itu, karena diri ini sekarang semacam living item, diri ini tidak ingin pihak gereja mengetahui keberadaan diri ini atau akan disucikan," tuntasnya sebelum segera kembali, masuk ke dalam mode diam.

__ADS_1


Kalau memang seperti itu maka apa boleh buat.


"Jadi, bisa kalian ceritakan apa yang secara garis besar terjadi selama aku pingsan?" tanyaku ulang.


"Baik. Itu ... setelah Anda jatuh pingsan, pasukan keamanan kota dan pihak gereja mengambil alih masalah ini. Mereka tidak menyerang dan hanya bertahan, menunggu waktu Spenta merasuki tubuh Melg habis hingga berhasil menangkapnya hidup-hidup."


Begitukah? Tapi ...


"Yaa, apa Spenta adalah hal yang umum?"


... Mereka terlihat seolah tahu apa yang harus dilakukan saat itu terjadi.


"Tidak juga. Tapi kemampuan terkait dengan Spenta telah sangat dikenal luas karena itu merupakan simbol dari orang beriman."


Yaa, sepertinya itu menjadi semacam bentuk kemampuan yang hanya dapat dimiliki oleh seseorang dengan kepercayaan, mungkin menjadi statistik tertuntu dengan nilai tinggi.


"Juga ..." Kedua roh itu berlutut, menunduk padaku. "... Mulai sekarang, saya Zile Endary."


"Dan saya, Sile Serust."


"Kami berada dalam pengawasan Anda."


[Terima penyerahan diri Sile dan Zile?


Ya/Tidak]


Sebuah panel muncul, tapi ....


"Permintaan kalian, itu belum sepenuhnya selesai bukan?"


"Mungkin, tapi bagi kami hasil ini telah cukup," jawab Zile.


Apa memang begitu? Yaa, terasa ada beberapa bagian yang tak mengenakan bagiku, tapi karena keduanya sudah puas maka aku juga tidak ingin mendorong lebih jauh.


"Kalau begitu maka akan aku terima penyerahan ini. Zile Endary dan Sile Serust,mulai sekarang kalian berada di bawah naunganku."


Yaa, meski aku masih meragukan di banyak aspek.


[Sile Serust dan Zile Endary telah ditambahkan sebagai pengikut!]


[Quest 'Sile and Zile Retribution' selesai]


[Loyalitas Sile Serust dan Zile Endary telah melebihi kriteria maksimum dan berubah menjadi Faith!]


[Title Spirit Enchater berhasil diakuisisi!]


"?!"


Dan sebelum aku dapat mencerna informasi ini dengan baik suara ketukan datang dan pendeta itu pun masuk.

__ADS_1


———


Yaa, terus dukung saia dengan memberikan like dan komentar di setiap akhir Chapter. Dan untuk favorite serta bantuan sharenya jangan lupa, oke?


__ADS_2