Soul Monarch : Eclipse Feast Online

Soul Monarch : Eclipse Feast Online
Lagi, Augusta (?) Versus


__ADS_3

Bam!


Tongkat besiku memukul August jatuh, menundukkannya. Tapi, sebuah ombak lain dari sisi kiriku muncul, membentuk sosok humanoid dengan cepat.


Aku memutar tongkat di tangan dan mengayunkannya, membuat tingkat itu melengkung layaknya sebuah busur. Menghantam, sedikitnya kembali dan menyebarkan dampak yang diterima ke seluruh tubuh, membantu menyebarkan kabut Anti-Espirit secara luas.


"Dasar kamu! Dhampire sialan! Aku akan membunuhmu di sini!"


"Ya, ya."


Itu yang selalu kamu katakan. Augusta memukulku dengan cepat, menembak dengan proyektil mayat laba-laba tikus. Yaa, itu membuatku harus mundur dan menjaga jarak. Tidak mungkin aku dapat menghindari itu dalam jarak nol apalagi proyektil itu dapat ditembakkan dari arah mana pun mayat laba-laba tikus berada.


"Yaa ... Aku benci tidak dapat melawan dari jarak jauh seperti sekarang."


Bagaimanapun, aku penyihir oke?!


Aku merusak tubuh Augusta lagi, lepaskan kendalinya atas tubuh itu dengan Primal Bleses • Anti-Espirit dan hancurkan dengan Primal Curses • Decomposition. Yaa, tanpa adanya medium perantara seperti peluru mana atau bola kabut mana itu lambat dan tidak terlalu efektif untuk serangan jarak jauh.


Laju proyektil akhirnya terhenti setelah Augusta menyadari itu tidak terlalu efektif dalam melawanku. Dia menerjang, tubuhnya bergemuruh dan jatuh layaknya sebotol pasir yang dihamburkan.


"Ha!'


Tongkat besi berayun. Menghalau potongan mayat laba-laba tikus yang terus mengisi ke arahku, mendorongku mundur. Sayapku naik, mengangkat tubuhku ke atas sebelum diriku tersudut di oleh itu. Potongan-potongan mayat itu balas terbang ke arahku, melawan mengganggu penerbanganku, mengikis HP-ku.


Yaa, aku tidak akan dapat menghindari semua itu dengan sempurna jadi ini tak terelakkan.


Megaera, apa persiapanmu sudah selesai?


—Belum. Bisakah dirimu menahannya untuk waktu yang lebih lama? Ini sulit untuk membuat lingkaran sihir di dalam diri sendiri. Juga bisakah dirimu menyelaraskan aliran mana dirimu dengan diriku?


"Jika itu maumu!" teriakku sembari mengayunkan tongkat besi, meluncur jatuh ke arah Augusta.


Aku menenangkan diriku, menugaskan salah satu kesadaranku untuk mengerjakan apa yang Megaera pinta sementara yang lain fokus mengawasi dirinya dan lingkungan sekitar. Kewaspadaan tidak boleh diturunkan ke taraf minimum begitu saja.


Aku melihat susunan sihir kompleks mulai tersusun di dalam nyala api keunguan, bukan hanya satu atau dua seperti yang sering kali kugunakan melainkan jauh lebih banyak daripada itu. Mungkin sekitar sepuluh atau bahkan lebih.


Sementara itu perubahan tersebut tidak terlihat dari luar dan, hanya dapat diamati secara mental. Itu pun dengan perasaan yang masih samar.


Sepertinya masih akan memakan waktu, ya.


"Poison Fang!"


Augusta berteriak mengeluarkan cahaya hijau jeruk nipis dari tangannya tapi cahaya itu sendiri segera dipadamkan, hanya menyisakan pukulan hitam pekat yang meluncur ke arahku. Bisakah dia menggunakan Art's berjenis cakar meski tubuh itu sebenarnya tidak memilikinya? Tidak, haruskah itu hanya harus menyerupai dan memiliki sifat serupa?


Yaa, bagaimanapun, itu telah hancur berkat penghalang ini dan aku terselamatkan.


Tongkat besi sekali lagi bersilangan dengan tubuh Augusta, menyebarkan tubuh itu sendiri yang segera pulih segera, membentuk tubuh lain meski tidak selancar yang pertama kali.


Proyektil diluncurkan sementara aku mundur, menghindar dengan lihai di udara dan mencoba menerima kerusakan minimum.


Tubuh Augusta menyebar ke seluruh lantai, menutupi lantai seluruhnya. Tersusun dengan cepat, mayat-mayat laba-laba tikus mulai bertaut satu sama lain, menjadi kokoh dan mayat itu, tubuh Augusta mulai naik perlahan.


Aku terus terbang, naik ke atas sementara Augusta mendekat dengan mantap. Tidak menyisakan ruang lagi bagiku untuk lari seperti sebuah jaring yang mendekat ke arah ikan.

__ADS_1


Aku mencoba memukul tubuh itu dengan tingkat besi, tapi dampak segera disebarkan ke seluruh tubuh. Bahkan dengan bantuan Anti-Espirit dan Decomposition, ini masih tidak mampu melakukan penetrasi dan menghancurkan satu titik kunci untuk meruntuhkan tubuh Augusta.


"Karena inilah aku tidak cocok dengan seni bela diri cabang keluarga Bel."


"HAHAHAHA SEKARANGLAH AKHIR DARIMU DHAMPIRE!"


Megaera, apa itu telah selesai?


—Sedikit lagi. Ulur waktu sekitar 30 detik!


Ah, apa yang Augusta katakan terdengar cukup masuk akal sekarang.


"Tapi baiklah. 30 detik ya? Yaa, kurasa aku akan mengukur waktu sesegera sebanyak mungkin demi ini," gumamku.


"Fiuuu ...."


Napasku mulai bersama kesadaranku yang melakukan ekspansi secara penuh. Tidak hanya kubiarkan begitu saja, tapi juga kudorong lebih jauh.


Aku merasa seperti tengah memperbaiki pecahan yang retak pada keramik. Membuat pikiranku sangat jernih.


Tubuhku melayang, bergerak seolah memiliki kehendaknya sendiri. Mulai membuat posisi tepat seperti yang intuisiku berikan, mengikuti ingatan samar yang terus ditelusuri.


"FU!"


Tubuhku mulai jatuh jauh lebih cepat dari apa yang dapat diriku bayangkan dan mulai berputar. Lagi, lagi, dan lagi. Selayaknya sebuah bola meriam yang jelas tidak mungkin.


Bam!


"KYAAAAAAAAAAAAAAAAA!"


Aku berteriak menggerakkan udara itu sendiri. Menjatuhkan nilai Satiation-ku sebagai biaya, membuat gelombang di tubuh Augusta yang kini tipis, membuatnya tidak seimbang dan—


Shut!


Lemparan kulakukan. Mengumpulkan kabut Anti-Espirit dan Decomposition di ujung dan menjadikan tongkat itu layaknya sebuah tombak.


Lubang tercipta di lokasi yang terkena membuat kesatuan itu runtuh. Sama seperti tubuh Augusta yang kembali ke tanah, membuat debu naik ke atas.


—Sudah siap, Dirae!


Yaa, akhirnya. Tapi aku juga memiliki beberapa masukan lain until meningkatkan peluang keberhasilan apa kamu setuju untuk menerapkannya?


—... Selama tidak membahayakan diri ini. Bagaimanapun, masih ada yang harus diri ini selesaikan.


Akan kuanggap itu sebagai persetujuan, ya.


Tanganku terulur bersama nyala api keunguan, Megaera yang keluar dari tubuhku. Tubuhnya kini berisi lingkaran geometris merah cerah yang terus berputar kompleks, terdiri dari 13 susunan total.


Ini cukup indah untuk salah dinilai sebagai karya seni.


"Ramber Von Augusta, dengan ini aku, Dirae bersama Megaera De Extinct nyatakan. Terbakarlah dalam api neraka ..."


Tubuh roh Megaera mulai berubah menjadi sebuah tombak menyala seiring aktifnya mantra. Aku mengaktifkan Primal Bleses • Anti-Espirit, menghibahkannya pada Megaera. Dia berteriak keras, memprotesku dan tombak itu, tubuhnya sendiri mulai memberontak

__ADS_1


"... Rohmu akan disucikan, menyusul dosa yang telah kamu tanggung ..."


Primal Curses • Rebirth diaktifkan pada Megaera, membuat nyala api dan tombak kian membesar dan dia akhirnya tenang dan memahami tujuanku. Menerima pengaturan yang kuberikan dan tidak melawan lebih jauh.


"... Inilah penghakimanmu. Purgatory • Infernal Fiery!"


Tombak itu akhirnya jatuh.


"DHAMPIREEEEEE!"


Augusta berteriak, memanggilku untuk yang ke sekian kalinya sebelum suaranya mulai teredam, mengerang dan jatuh dengan cepat.


"Setidaknya panggil namaku untuk kesempatan terakhirmu."


Nyala api terus berkobar, membakar segala sesuatu yang membangun tubuh Augusta.


[Ramber Von Augusta (Composite) telah terbunuh]


Pemberitahuan —yang telah dibuka kembali— itu datang bersama dengan perasaan mencekik kuat dan kehilangan tenaga di seluruh tubuhku.


Ah, MP-ku benar-benar ... menjadi minus?! Itu tidak hanya kosong?!


[Kamu telah tewas]


Dan pemberitahuan lanjutan naik sebelum aku dapat menyaksikan efek mantra secara keseluruhan.


Yaa, sepertinya masalah dengan Megaera akan ditunda setelah aku kembali dari kematian.


———


What is ‘Kya’?


Kya, is legend!


Kacang beruntung.


Kyaaaaa!


Jadi tinggalkan like, komen agar diriku tidak semakin aneh. Tolong bantu share juga ya.


Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ...


Berhenti, diriku, berhenti!


...Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa...


Berhentilah!


...Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa...


Ini sudah selesai jadi berhenti!


...Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa...

__ADS_1


__ADS_2