Soul Monarch : Eclipse Feast Online

Soul Monarch : Eclipse Feast Online
Quest, dari Pembalasan


__ADS_3

Tubuhku mematung, membeku di tempatnya seolah tidak dapat bergerak sama sekali saat melihat pemandangan yang ada di depan mataku.


Peralatan demi peralatan aneh menggantung, tergeletak bersama dengan tabung-tabung eksperimen serta bahan eksperimennya. Baik dari jenis hayati maupun yang tidak, biotik maupun abiotik.


Itu baik-baik saja. Yaa, itu memang lekat dengan apa yang orang akan bayangkan tentang ilmu alkimia.


Namun—


"Apa itu ...?!" geramku rendah, mencengkeram pegangan tempatku berada erat.


Daging, tulang dan darah dapat terlihat tergeletak di sana. Tapi dari baunya itu bukan berasal dari hewan maupun monster, melainkan ...


"... People, kah ...?"


Telinga beberapa Beast-kin menggantung, dapat diketahui dengan jelas dari bentuknya. Selain itu, tulang belulang manusia lengkap dengan tengkoraknya berserakan di lantai. Beberapa telah menjadi bubuk yang mungkin akan digunakan sebagai bahan eksperimen.


Yaa, aku tidak ingin tahu jenis daging apa yang telah digantung itu. Tapi jelas jelas bukan sesuatu yang umum dari apa yang dapat hidungku tangkap.


Dan dengan tingkat konsentrasi Primal Curses yang cukup tinggi, jelas sesuatu yang bukan pada umumnya telah terjadi di sini.


"Apakah terdapat tikus kecil di sini?" suara itu terdengar bersama langkah kaki mengikuti. Menggema di ruangan.


Aku dapat melihat seorang pria dengan tubuh cukup terlatih berjalan ke arahku. Dia berpenampilan layaknya orang di usia tiga puluhan dengan kumis tipis, terlihat sangat baik. Jika saja dia tersenyum, mungkin aku akan mengiranya sebagai orang santun dan terpuji.


Meski begitu ...


"GURU KEPARAT ...!"


"GURU ...!"


... Raungan dari dua orang (roh) yang telah mati ini cukup untuk menjawab siapa orang itu. Dia bukanlah orang baik berbudi luhur dan sopan santun seperti yang terlihat. Hanya seorang guru, master gila yang rela mengorbankan orang lain, siapa pun itu demi tujuannya.


Aku melangkah keluar, membuat beberapa Mana Board untuk dapat mendarat dengan ringan tanpa membuat kegaduhan tambahan.


"Tidak aku sangka ternyata tikus itu keluar dengan sendirinya."


Melg berkata sesuatu seperti itu tapi aku sama sekali tidak mendengarnya. Yaa, tidak ada yang patut didengar dari itu.


Tenanglah diriku. Jangan terpengaruh emosi sesaat oke?


"Tulang."


"?"


"Tulang itu, bukankah itu berasal dari manusia? Dan daging itu ...."


"Ohh? Anda dapat mengetahuinya jadi apa Anda berasal dari Kuil? Kalau begitu maafkan saya yang telah memanggil Anda sebagai tikus. Tapi saya tidak mendengar akan ada orang yang datang jadi ..." Dia berhenti. Mengangkat tangannya sebelum berkata, "Sely serang dia."


Dan sesosok boneka manis dengan rambut pirang dan mata biru laut dengan pakaian berumbai hadir. Yaa, itu lebih cocok ditunjukkan sebagai pajangan dengan skala satu banding satu.


Tapi, boneka itu bukanlah boneka hiasan. Memunculkan dua lengan tambahan dari balik baju manisnya, pedang besar dan perisai besar ditarik dari suatu tempat, dibawa dengan mudah saat dia segera menyerangku. Mengayunkan pedang besar hingga membuat busur melengkung.


Aku mengambil napas dalam sejenak dan bersiap. Sepertinya penyelidikan itu telah menjadi konfrontasi langsung, ya?

__ADS_1


Melepaskan Mana Layer untuk lapis pertahanan pertama, aku segera melompat mundur dengan bantuan Mana Board. Menatap boneka itu erat dan ...


"Strengthen Damage, Mana Bullet."


... Tembakan pun dilepaskan, menghantam tubuh boneka itu.


"Sepertinya boneka itu bukanlah jenis golem normal," gumam Megaera di kepalaku.


Dari mana kamu tahu itu, ya? Aku sedikit bingung tapi—


Zratt!


Tidak butuh waktu lama bagiku untuk tahu apa yang Megaera maksud.


Boneka itu seharusnya adalah sejenis golem, makhluk tipe konstruksi yang tak akan terluka oleh serangan apa pun. Tapi lengan boneka itu, bagian yang tak terlindung oleh pakaiannya mulai mengeluarkan darah layaknya seorang Living.


Ya, dia yang hidup. Apalagi luka itu pun mulai pulih secara kasat mata.


"Tidak kusangka kau dapat menghindari itu padahal seharusnya penjagaanmu telah turun," gumamnya ringan.


"Tapi, apakah kau akan bertahan? Karena kau telah melihat apa yang ada di sini, maka ..." Bibir Melg sedikit melengkung. "... Tentunya tidak," sambungnya.


Dia mulai mengeluarkan perintah pada boneka itu untuk menyerangku saat mulai melempar Water Shot, mantra dasar dari sihir atribut air.


Aku melompat mundur dengan segera, menghindari Water Shot tersebut dan membuat penilaian.


"Appraise!"


[Bionic Golem • Sely


Akan terasa alot dengan jumlah HP itu, tapi—


"Mega."


"Baiklah."


Tubuh Deira mulai mencair dan berubah menjadi sabit. Berayun dengan sedikit canggung dan mencoba memukul boneka itu dengan bagian tumpul sabit, membuatnya mengangkat perisai untuk bertahan.


Yaa, lepaskan bola kabut mana ke arah Melg sementara aku menahan ini.


"Tidak nyaman," gumamku saat menatap boneka itu.


Jujur saja, aku hanya dapat merasakan perasaan muak yang jelas pada saat menatap boneka itu. Bukannya kagum oleh keindahannya.


Kemungkinan boneka ini, golem ini telah diciptakan dari people yang Melg korbankan. Dan ya, aku tidak ingin tahu berapa banyak orang atau atas alasan apa golem ini diciptakan.


Namun, golem ini masihlah sebuah alat, dan 'alat' tidaklah salah. Yaa, pembuatnya lah yang memikul tanggung jawab.


Slash!


Dan sebuah serangan mengincarku saat aku berpikir demikian.


Yaa, jangan terlalu banyak melamun, diriku.

__ADS_1


Boneka itu memantulkan sabit dari perisainya dan mencoba menekanku, membuatku harus kabur dan berlari. Hanya dapat memberi sedikit kerusakan pada boneka itu.


Yaa, apa yang kuincar bukanlah boneka itu melainkan Melg. Dia terlihat terus memberikan perintah jadi jika aku mengalahkannya, maka boneka ini akan berhenti 'kan?


Namun ...


"Ignite, Shattered!"


... Melg berteriak, membuat pedang di tangan boneka itu mulai bersinar dengan cahaya yang tampak berbahaya. Berayun dan melepaskan gelombang serangan padaku.


"Mana Board."


Beberapa papan mana mulai terbentuk segera diinjak untuk memberikan daya dorong tambahan padaku. Yaa, membantuku menghindari serangan tersebut.


"Senjata pematik ya?"


Jika begitu apakah perisai itu juga senjata pematik? Ugh ... yaa, seorang alkemis memang tidak dapat dipandang sebelah mata.


Bahkan jika Melg sepertinya lebih ke arah mereka yang mendalami bidang yang bertujuan mencapai batu filsuf — yang dekat dengan logam dan golem— bukan bidang elexir kehidupan —terkait herbal dan potion. Kekayaan merekalah yang membuatnya sulit ditangani.


Yaa, terlebih senjata pematik adalah produk hasil kombinasi pandai besi dan alkimia jadi tidak tertutup kemungkinan dia memiliki senjata pematik lain.


Aku melepaskan rentetan tembakan tapi boneka itu dengan sigap menjaga Melg. Menahan semua seranganku.


Yaa, lebih baik mendekat.


"Increase Speed, Higher Physical, Strike!"


Deira mulai bercahaya. Nyala dari cahaya Art's serta kabut mana yang berusaha kulapiskan padanya, meluncur saat bentuk sabitnya turun, mencoba melepaskan kehidupan dari Melg.


Namun, yaa, boneka itu lagi-lagi menghalangi seranganku bahkan jika itu dari sudut tidak mungkin. Membuat kepalanya terputus dan cairan merah terpapar di udara, meski tidak segera menguap maupun memaksa gerakannya terhenti.


Sekali lagi, dia masihlah golem.


"Dasar pembunuh! Aku akan mengambil tubuhmu untuk menghidupkan kembali istriku ini!"


Yaa? Apa dia berkata boneka ini istrinya?


Apa mungkin Melg termasuk orang yang mencintai benda mati (objectophilia)? Tampaknya dia benar-benar tidak peduli pada orang lain dan akan menggunakan mereka atas nama pemenuhan kepuasan pribadinya.


Terlebih aku benar-benar tidak ingin tahu apakah ini benar atau salah, ini hanya kesanku dan aku terlalu malas untuk peduli lebih jauh.


"Tampaknya kamu mengorbankan banyak orang untuk menyelesaikan 'kekasihmu' itu, ya?"


"Itu bukan urusanmu!"


"Yaa, memang. Dan aku pun tidak terlalu peduli tapi ... " Sayang sekali, Quest kali ini membuatku harus mengetahui tentang itu tahu. Aku melambaikan tangan, memberi tanda pelepasan pada kedua roh penasaran itu. "... Tampaknya mereka berdua ingin tahu tentang itu," sambungku.


Dan mereka, Sile dan Zile pun menggunakan Materialization. Membuat diri mereka dapat diamati secara kasat mata.


Tubuh mereka yang terus berkobar layaknya api tidaklah mengecil seiring waktu melainkan malah semakin membesar, dan aku dapat melihat beberapa perubahan ekspresi pada Melg.


———

__ADS_1


Saia : Siapa yang berpikir bahwa si Melg adalah pembuat potion saat tahu dia seorang Alkemis 🙃


Yaa, terus dukung saia dengan memberikan like dan komentar di setiap akhir Chapter. Dan untuk favorite serta bantuan sharenya jangan lupa, oke?


__ADS_2