
Seperti pada Prolog, PoV yang digunakan adalah PoV 3.
———
Sebutir cahaya jatuh ke titik di mana sekelilingnya benar-benar ditutupi kegelapan. Hanya menyisakan cahaya itu yang bagai sebuah tirai, membatasi ruang dengan usaha tipis.
Suara langkah kaki menderap dengan irama pasti namun terburu-buru, seolah dikejar oleh suatu hal tak kasat mata. Bahkan dalam kegelapan ini, matanya merah darahnya mampu melihat sekeliling dengan jelas.
Thump!
Langkahnya berhenti dengan keras. Menghadapi sebuah kristal tipis, berwarna hitam nan gelap dengan bentuk seperti huruf 'V'. Kristal itu berlapiskan emas dan perak bercampur sesuatu berwarna merah darah di atasnya. Membentuk sebuah diagram aneh nan tak biasa yang melilit kristal.
Dia mengambil napas dalam, berjalan ke kiri menuju sebuah dudukan kristal transparan berbentuk prisma segi enam. Kabut mana mulai keluar dari tubuhnya, diserap dudukan kristal itu dengan cepat sebelum mulai menyala, mengeluarkan suara berdengung di telinganya.
Ngungggg—!
Dengungan terus berlangsung beberapa saat sebelum kristal hitam berbentuk ‘V’ itu menyala, melemparkan proyeksi seorang wanita di sisi lain.
Wanita itu tampil dengan tubuh anggun nan lemah gemulai, berbaring malas, membiarkan rambut hitam tanpa campur tangan warna lain jatuh dengan indah. Mata hijau parisnya menatap lemah pada orang yang menghubunginya.
Gulp ...
Dia, seorang pria berambut putih di akhir paruh abad, yang menghubungi wanita itu menelan ludah. Bukan karena terpesona akan kecantikan wanita itu melainkan karena ketakutan primitif mengaum di hatinya, menyuruhnya untuk lari.
Namun, pria itu menolak untuk lari dan berlutut. "Salam dari hamba yang rendah ini, Yang Mulia Queen Anastasia Purely Bloodperch. Mohon maaf atas kelancangan hamba menghubungi Anda."
Wanita dalam proyeksi itu mengangguk pelan. Menatap pria itu sekali lagi sebelum akhirnya membuka mulut. "Katakan saja apa tujuan dirimu, Earl Gard Scu Eniston menghubungi wanita ini."
"Hamba ingin memberitahukan bahwa Orb yang menunjukkan kelangsungan hidup Ramber Von Augusta telah hancur."
"Oh?" Mata wanita itu, Queen Anastasia Purely Bloodperch naik sesaat sebelum sebuah senyum tipis muncul.
"Kalau tidak salah, dirimu yang menjadikan dia sebangsa dengan kita bukan? Sayang sekali dia tewas walau baru 10 tahun sejak dia sebangsa dengan kita dan menunjukkan potensi yang layak," sambungnya tanpa kesedihan apa pun.
"Iya ...," jawab Earl Gard Scu Eniston lemah. "Tapi yang ingin hamba beritahukan adalah ...
"... Dia ... tewas dalam upaya pencarian Dhampire di kota kecil bernama Houra." Paksanya setelah banyak kesulitan.
"Dhampire, 'kah ...?"
"Apa yang harus hamba lakukan untuk menembus kesalahan ini, Yang Mulia Queen Anastasia?"
"Lakukan apa yang menurut dirimu harus dilakukan untuk menebus kesalahan itu."
"Iya." Tunduk Earl Gard semakin dalam.
__ADS_1
"Namun, jika hanya itu tidak mungkin dirimu akan berani menghubungi wanita ini 'kan?" Queen Anastasia mulai membenahi posisinya, duduk dan menatap Earl Gard. Meningkatkan martabatnya lebih dan lebih. "Jadi, hal apa itu?"
Tubuh Earl Gard sekali lagi bergetar, jauh lebih kuat daripada sebelumnya bersama beberapa butir keringat dingin yang jatuh.
"Se-sebenarnya, hamba mendapat kabar bahwa seorang yang sebangsamemburu rekan sebangsa yang lain."
"Hoo ...."
Udara di sekitar Earl Gard semakin menajam seolah mengikuti perubahan suasana hati Queen Anastasia, bahkan jika dirinya tidak berada di sini secara langsung. Membuat tubuh Earl Gard semakin bergetar tak terkendali.
"Lalu, apa yang akan dirimu lakukan untuk memastikan kebenaran itu?"
"Ha-hamba akan menugaskan beberapa pelayan dan ksatria untuk mengecek kebenarannya. Dan jika itu memang benar, siapa pun itu akan segera hamba singkirkan. Begitupun masalah Dhampire itu."
"Baguslah. Wanita ini berharap agar dirimu berhasil memenuhi tugasmu." Queen Anastasia menguap, mengembalikan posisinya seperti semula dengan mata yang menjadi agak redup. “Semoga Restu Dewi Lilith, Dewi Pertumbuhan dan Kelahiran menyertai.”
“Semoga Restu Dewi Lilith, Dewi Pertumbuhan dan Kelahiran menyertai.”
Proyeksi akan ditutup, tapi Queen Anastasia tiba-tiba berkata. "Ah, dan asal dirimu tahu, tidak tertutup kemungkinan bahwa seorang Indestructible muncul di antara mereka yang sebangsa dengan kita."
Suara itu jatuh, menutup proyeksi dan mengembalikan kegelapan. Hanya menyisakan udara dingin bersama Earl Gard yang ketakutan membayangkan kemungkinan tersebut.
——{End of Arc 1 : Fun Time With the Bleses and the Curses}——
.
.
.
.
.
.
Saia (panggil saja Dur atau Dira) sebagai Author dari Soul Monarch : Eclipse Feast Online ( EFO) mengucapkan terima kasih banyak atas dukungannya!
Yaa, akhirnya Arc 1 EFO akhirnya selesai dan tidak melenceng jauh dari perkiraan di mana itu akan mencapai lebih kurang 60 chapter (tidak termasuk prolog-epilog).
Itu benar-benar tepat 60 chapter jadi dengan banyak dan lain cara, ini benar-benar selesai.
Maksudmu apa diriku?
Maksudku ya, itu aku. Yaa, tidak banyak berubah 'kan? Pada akhirnya Arc 1 juga telah selesai.
__ADS_1
Kamu benar tapi—
Yaa, begitulah. Untuk yang telah mengikuti EFO sejak awal hingga sekarang, saia sekali lagi mengucapkan terima kasih.
Dengarkan aku!
Apa ada sesuatu? Mungkin cuma perasaan saja.
Baiklah, pada awalnya saia pengen buat EFO menjadi sesuatu yang lebih ringan dan tidak membebani otak. Tapi entah kenapa ... hei semua itu berakhir menjadi seperti apa yang kalian bisa liat. Sesuatu yang memiliki bagian lebih serius dan rumit karena semua ide yang mungkin terpendam selama beberapa bulan terakhir meledak!
CHUUU!
Salah suara, tikus.
Uhum. Sebelumnya terdapat saran (saia lupa dari siapa karena lihat sekilas di Web dan keburu dihapus sebelum balas di app). Tentang kebingungan mengenali sudut pandang siapa itu dalam chapter berjuluk (Side) alias chapter dari sudut pandang bukan Dirae.
Haruskah saia menulis keterangan tokoh siapa itu dalam tanda kurung? Yaa, saia sendiri nyaman seperti sekarang jadi sepertinya tidak akan berubah, tapi patut dipertimbangkan untuk kedepannya.
Jadi, berikanlah saran dan kritik, itu penting untuk mengembangkan EFO dan saia menjadi lebih baik!
Baiklah ke topik kelanjutan EFO.
Buat yang mikir 'lho, epilog?'
Tenang saja ini masih akan dilanjutkan (dan tetap di sini nggak buat baru). Saia akan membuat prolog dan epilog di tiap Arc (mungkin sekitar 500-an kata). Jadi jangan bingung lagi, oke?
Bagaimanapun, Arc 1 lebih seperti sebuah pengenalan bagi saia jadi kelanjutan, alias Arc 2 dapat dipastikan ada.
Dan untuk kapan kelanjutannya ... hmm, akan dilakukan setelah saia menikmati metime :v
Nonton Anim! Baca Manga dan Novel! Sad End! Genre Thriller, Gore, Horor, Psychology, Dark Fantasy, Romace! Saatnya terjun ke sa—
Diamlah diriku.
Baiklah, itu untuk menghindari kejenuhan yang sering saia rasakan saat mengerjakan sesuatu.
Waktu ini akan digunakan untuk pemantapan Arc 2 agar meminimalisir kemungkinan terjadi kesalahan seperti di Arc 1. Serta perbaikan kecil dalam panel di mana kata 'Anda/kamu' saat mendapat Title, Skill, atau membunuh akan ditiadakan.
Jadi diperlukan. Benar-benar perlu.
Untuk kapan tepatnya ... yaa, segera. Hanya itu yang dapat saia katakan karena jam karet saia. Sad.
Tapi jika jumlah like mencapai 1.500 akan lebih cepat lho, jadi buat yang bolong-bolong tutup tuh kebocoran dan share agar Arc 2 datang lebih cepat!
Untuk masalah Scythe (sabit) yang belum dimunculkan meski terdapat dalam Prolog, itu akan.
__ADS_1
Jadi nantikan perjalanan Dirae di Arc 2 tanpa berharap. :)
Ssst, akan ada Side Story sebagai pengantar, sekitar 3-7 hari sebelum arc 2 dimulai!