Soul Monarch : Eclipse Feast Online

Soul Monarch : Eclipse Feast Online
Rehat, Tujuannya dan Tujuan Selanjutnya


__ADS_3

Napasku lambat, berembus dengan tenang dan rasa nyaman menyebar ke seluruh tubuh saat mataku terbuka berat. Aku terbangun di atas sofa, hari telah berganti dan kelelahanku turun drastis. Yaa, turun, belum hilang sepenuhnya.


Setelah pertempuran itu selesai, aku memakan beberapa hal yang tidak terlalu kuingat dari lemari pendingin kemudian jatuh tertidur bahkan tanpa menuju tempat tidur segera. Dan ya, aku baru bangun sekarang.


"Bahkan kulkas itu masih belum tertutup dengan benar, yaa ...."


Aku bergumam, menutup mulutku yang sekali lagi mulai menguap. Sepertinya aku tertidur cukup lama. Sekarang pukul empat dini hari jadi apa aku tertidur sekitar 12 jam penuh?


Melakukan peregangan ringan, kuberjalan ke sana dan menutup lemari pendingin dengan benar kali ini.


Yaa, makanan di dalamnya sangat bersih seperti telah menerima pembersihan dari seorang profesional hingga tidak menyisakan apa pun.


"Makanan yang kumakan kemarin sebelum jatuh tidur sepertinya juga bukan sesuatu yang cocok untuk program yang tengah kujalani," kataku sambil menelusuri ingatan samar.


Sejauh yang kuingat. Kemarin diriku berjuang mengumpulkan kembali kesadaran ke kondisi semula setelah melakukan ekspansi sebesar itu setelah mengkonsumsi apa yang ada di lemari pendingin.


Itu buruk dan aku tidak ingin mengulanginya jika bisa. Itu akan membuat diriku terlalu sensitif dan yaa, konsumsi bahan bakar untuk tubuh menjadi sangat tidak efisien.


"... Yaa, aku hanya berharap berat badanku tidak akan bertambah banyak sih."


Merusak jam makan? Meski buruk itu memang telah lama rusak dan kuharap tak bertambah buruk. Untuk tubuhku sendiri ... yaa, aku yakin akan kekuatan yang dimilikinya dan itulah satu dari sedikit hal yang tidak buruk dariku.


Aku mencuci wajah dan menggosok gigi, sedikit merapikan diri bersama pakaianku saat perutku mulai menggeram. Yaa, lagi.


Aku berniat memasak tapi ...


"... Uhh, makanan di kulkas telah habis 'kan?"


Aku akui, aku rakus untuk itu.


Bahan makanan lain yang tersisa juga tidak mencukupi untuk membuat sesuatu.


"Baiklah, lebih baik ke minimarket dan membeli beberapa bahan makanan," kataku saat mulai meninggalkan tempat tinggalku. Dari lantai 84 tempatku tinggal, aku turun dan mencapai lantai dasar dengan cepat, tidak memakan waktu lebih dari 1 menit.


"Selamat pagi, Nona. Bolehkah saya tahu Anda akan pergi ke mana?"


Aku menoleh untuk melihat Mireille, asisten pribadi yang ditugaskan keluarga untuk menemaniku. Sebenarnya kamu tidak perlu berjaga di sini sepagi ini juga, tahu.


"Yaa, hanya membeli beberapa bahan makanan sekaligus jalan-jalan ringan. Terkurung terlalu lama tidaklah baik."


"Kalau begitu hati-hati dan selamat jalan."


"Ya ...."

__ADS_1


Aku keluar dan merasa beberapa orang tetap mengawasiku dari jauh. Apa kalian bahkan tidak dapat menyembunyikan kehadiran dariku? Yaa, ini bukan sesi jalan-jalan pagi yang kumau.


Ah, dan sepertinya aku masih lebih sensitif daripada kondisi normal.


Lebih baik selesaikan apa yang diperlukan dan segera kembali. Menuju taman pusat yang tak terlalu jauh, aku mengambil area bebas ESP-ISP, melakukan senam ringan dan joging dengan memutari taman tiga kali. Selesai dan akan menuju minimarket, tapi—


"Apa itu?" Sesuatu menarik perhatianku.


Ilaidaa.


Itu nama yang ditunjukkan, jadi apakah itu Cafe? Restoran? Itu terlihat masih baru, seperti kota ini dan tanda itu telah bertuliskan buka meski sepagi ini? Yaa, sekarang sudah jam setengah lima tapi bukankah ini terlalu awal?


"Baiklah. Lebih baik ke sana," kataku.


Mungkin mereka membuat sesuatu khusus untuk sarapan karena telah buka di jam pagi.


Suara bel berbunyi sebagai tanda datangnya pelanggan. Aku melihat ke sekeliling tapi toko ini benar-benar kosong.


"Ah, adakah orang yang datang? Maaf tapi kami masih tutup."


"Eh? Tapi di luar tertulis buka."


Aku mendengar suara beberapa benda yang jatuh dengan nyaring dan seorang wanita muda dengan rambut hitam panjang, yaa mungkin dia seusia denganku keluar dari dalam.


Kesalahan adik ya ...? Aku juga memilikinya jadi aku dapat memahami itu karena pernah mengalaminya. Sungguh, memiliki adik itu cukup merepotkan.


"Karena ini juga kesalahan kami, aku akan menyajikan beberapa makanan untuk meminta maaf."


"Tidak, itu tidak perlu bukan?"


"Tidak apa-apa. Juga, tolong balikan tanda itu sejenak." Dia berkata demikian saat kembali ke dalam tanpa menoleh lagi padaku.


"Haa ... kurasa penolakan tidak diterima, ya?"


Baiklah. Lakukan apa yang dimintanya sebelum duduk, apa aku boleh duduk di mana pun? Yaa, aku akan ambil yang berada di dekat jendela saja, Itu posisi yang nyaman bagiku karena dapat melihat pemandangan luar.


Kabut yang berasal dari bukit mulai menghilang begitu mentari menunjukkan diri. Memantul bersama dengan danau yang dapat terlihat dari tempat ini. Mulai menghidupkan kota ini dari tidurnya.


Yaa, suasana di tempat ini sangat nyaman dan tenang, bersanding dengan pemandangan itu membuat diriku tidak menyadari waktu telah terlewat.


"Silahkan dinikmati," katanya saat mulai menghilangkan makanan dan minuman.


Itu adalah secangkir kopi hangat dan sebuah stek (?). Tapi sepertinya stek itu tidak memakai daging sama sekali, ya?

__ADS_1


"Apa ini tahu?" tanyaku.


"Kamu dapat menyadarinya, aa ... maaf kita belum saling kenal. Aku Una, Una Ila Alauna. Siapa namamu?"


Aku menatap dia, Ila lebih setelah mendengar namanya. Segera tersadar dan menjawab ringan.


"Reena, Reena Bel Asha."


Ila pun membuka lebar matanya untuk sesaat sebelum tersenyum, mulai menanyakan rasa makanannya tersebut.


Dan ya, itu enak. Benar-benar enak. Yaa itu membuatku memesan beberapa porsi lagi hingga membuatnya terkejut oleh hal lain.


Tentu hidangan selanjutnya kubayar dengan benar, oke?


"Datanglah lagi, Bel."


"Tentu, Ila."


Sepertinya rencana memasak pribadi harus dibatalkan karena ini. Yaa, aku juga masih membungkus tiga porsi lagi, tapi mari tetap isi persediaan bahan.


Kembali ke tempat tinggalku, aku mulai menanggalkan pakaian dan berendam, melepaskan rasa lelah setelah berolah raga. Bermain dalam VR terlalu lama memang tidak baik untuk tubuh. Yaa, keseimbangan tubuh-pikiran harus tetap dijaga baik-baik.


Aku selesai setelah perjuangan cukup lama dan memakai pakaian sederhana lain. Itu terasa menakutkan karena aku merasa tidak ingin keluar.


Suapan lain masuk ke mulutku sedang tanganku mulai memainkan komputer komputer di depan selagi tangan lain mengambil suap dari porsi stek tahu terakhir. Aku akan membelinya lagi lain kali.


Aku benar-benar berupaya mencari apa itu aura tapi hasil tidak ditemukan. Benar-benar tidak ada yang cocok dengan apa yang kucari bahkan sebuah petunjuk.


"Yaa, tampaknya aku harus berjuang sedikit lagi."


Baiklah, kalau begitu ke tujuan lainnya. Aku mengirim pesan singkat ke adikku, sudah beberapa kali aku menghubunginya tapi itu ditolak. Yaa, mungkin ada beberapa keadaan khusus baginya untuk menolak panggilan tak terdaftar, jadi aku mengirim ID unik EFO milikku untuk memastikan dia membuka blok akan ID tersebut.


"Huh ... yaa, dengan begini telah sepenuhnya selesai. Haruskah aku bermain?"


Aku benar-benar luang dan tidak memiliki pekerjaan apa pun untuk hari ini, jadi mungkin itu yang terbaik.


"Masih terdapat masalah yang harus diselesaikan dengan Megaera. Selain itu, aku masih penasaran mengapa aku tidak benar-benar tewas saat dipukul Augusta hingga HP-ku kosong, tapi tewas seketika setelah melepaskan sihir bersama Megaera."


Baik. Selesaikan itu satu per satu dari yang paling mendesak.


———


Jangan lupa tinggalkan like, komen agar saia terus semangat! Jangan lupa bantu share dan favoritenya ya.

__ADS_1


__ADS_2