Soul Monarch : Eclipse Feast Online

Soul Monarch : Eclipse Feast Online
Dungeonku, Istanaku


__ADS_3

Aku log in dan mulai melancarkan rencana pemeliharaan Dungeon yang telah kutetapkan sebelumnya.


Pertama aku menjelajahi Dungeon secara menyeluruh. Dengan bantuan peta dan kesiagaan, aku tidak akan tersesat atau terkena jebakan.


Tapi yaa, kehati-hatian tetap diperlukan. Seperti bagaimana dengan kemungkinan aku bertemu monster, walau mereka cenderung menghindari konfrontasi denganku bahkan jika aku melakukan penilaian pada mereka.


Yaa, keuntungan tidak terduga. Atau mungkin kerugian? Aku merasa bersalah jika mereka tidak membalas bahkan saat dipukuli. Yaa, sepertinya aku tidak akan menaikkan level di Dungeonku sendiri.


Setelah sesi menjelajah selesai, aku menghela napas panjang. Yaa, Mansion ini ternyata memiliki panjang 376 meter dan lebar 124 meter dengan 4 lantai utama, basemen (ruang bawah tanah yang belum kujelahi) sebanyak 4 lantai serta enam menara. Urutan menara dari yang tertinggi adalah tenggara, barat laut, timur laut, barat daya, dan akhirnya menara timur dan barat yang memiliki tinggi sama.


Yaa, ini sangat luas, bahkan melebihi perkiraanku. Terlebih dengan mekanisme perluasan ruang yang membuat perkiraan pasti luas bangunan menjadi tidak efektif.


Selain itu, Mansion ini juga memiliki taman di tengahnya dengan bunga berwarna-warni bernada cenderung gelap —bernama Fectionous Spider Lily saat aku nilai— bersama air mancur raksasa di tengah.


Yaa, mungkin nama Dungeon sebelumnya didasarkan oleh bunga ini? Bagaimanapun, pemandangan itu indah.


Jadi, kurasa itu tidak akan menggangguku meski aku juga tidak ingin mendekati taman itu dan basmen di lantai 2 ke bawah untuk sekarang. Hal buruk dapat kurasakan terpancar dari sana, ya.


"Baiklah ...."


Sepertinya sekarang aku harus memulai pengelolaan dasar, ya?


Aku mulai menggunakan Dungeon Authority’s secara maksimal, membuat nilai penggunaan MP meningkat menjadi 50 MP/detik dan pengalamanku pun bahkan menjadi korban, mulai jatuh dengan cepat!


Aku harus beristirahat berkali-kali untuk memulihkan mana sambil memastikan konsumsi pengalaman berada di tarif aman.


Yaa, sepertinya Ex-Skill akan terkait erat dengan pengalaman meski tak memiliki level dan tidak memberikan bonus pertumbuhan statistik.


Bagaimanapun, dengan usaha ekstra sebuah ruangan luas yang sepertinya berfungsi sebagai aula dan beberapa kamar yang terhubung langsung dengannya di lantai empat telah berubah menjadi zona aman.


Berterimakasihlah pada bantuan Spec-Skill, Bleses-Curses Sense. Hal tersebut menjadi mungkin karena aku dapat merasakan konsentrasi Primal Bleses dan Primal Curses di udara.


Dan yaa, sisanya gampang-gampang susah, tinggal membuatnya kurang lebih terasa sama dengan di luar, mencerai-beraikan Primal Curses dan tidak membiarkannya kembali solid. Ini seperti mencoba membuat gelembung udara tetap berada di dalam air.


Yaa, memang itu menambah beban kerja dan nilai pengalaman yang dikorbankan, tapi demi keamanan kurasa itu layak.


Pada akhirnya, semua terbayar. Dan ya, untuk Primal Curses dari ruangan itu telah kudorong ke tempat lain, membuat konsentrasi Kutukan naik dengan margin mengkhawatirkan.


Mengingat pengalaman mengendalikan Primal Curses di tubuhku sendiri sebelumnya, aku mencoba mengedarkan Kutukan seperti denyut nadi dengan air mancur di taman sebagai pusatnya.


"Yaa, sepertinya itu akan membuat Rank Dungeon naik," kataku bergumam. "Juga aku butuh alat bantu untuk menjaga aliran Primal Curses tetap seperti sekarang diperlukan."


Oke, itu dapat dipikirkan nanti.


—Dirimu mulai melakukan hal aneh lagi, Dirae?


Ah, dia sudah bangun?


"Tidak ya. Aku hanya mulai mengelola Dungeon."

__ADS_1


—Seperti yang diri ini harapkan.


"Apa-apaan dengan reaksi itu?" Yaa, tapi sepertinya ini waktu yang tepat untuk menanyakan beberapa hal penting. "Yaa, Mega, sebelumnya berkata bahwa ke sini untuk mencegah Overwhelm terjadi bukan?"


—Memangnya ada apa dengan itu?


"Tidak. Hanya saja itu benar atau tidak?"


—Tentu tidak. Delapan dari sepuluh poin tujuannya adalah untuk membuat dirimu yakin atas alasan apa diri ini membawa dirimu kemari.


"Begitu, ya?" Kalau begitu ide tersebut layak dicoba.


—Meski kemungkinan Overwhelm akan terjadi benar adanya.


"Ya? Apa kamu mengatakan sesuatu lagi, Mega?"


—Tidak, hanya perasaanmu saja. Namun, dirimu tidak memikirkan sesuatu yang berbahaya bukan?


"Tentu tidak ya."


—Tapi dari emosi yang disalurkan Spirit Connection mengatakan sebaliknya.


Hei, aku tidak memikirkan sesuatu yang berbahaya sama sekali, oke? Yaa, apa kamu tidak salah mengartikan emosi itu?


Baik. Sepertinya Megaera tidak percaya denganku tapi biarkan saja.


—Kalau begitu diri ini akan beristirahat lagi.


—Jangan panggil diri ini dengan nama itu!


Aku menutup telinga secara refleks saat Megaera berteriak meski itu tak akan membantu.


Ya, ya, seperti yang kamu mau, 'Master'. Tapi apa telah terjadi sesuatu padanya? Hmm, mungkin hanya aku yang terlalu paranoid.


"Yaa, lebih baik ke tahap selanjutnya karena Megaera juga telah mengkonfirmasi bahwa tindakan sebelumnya hanya untuk merayuku."


Huh, menjadi terlalu menarik memang merepotkan. Yaa, bercanda.


Turun ke lantai dasar, aku mengambil napas dalam saat akan keluar dari Dungeon. Yaa, ini terasa aneh karena sudah lebih dari beberapa hari sejak aku tinggal di dalam Dungeon.


"Baiklah!" Langkah pertama pun dibuat dan ...


"Chuuuuu?" "Chuuuuu?!" "Chuuuuu!" "Chuuuuu?"


... Decitan para tikus, Ratfolk menyambut dengan riang. Tidak seperti monster di dalam Dungeon yang cenderung memilih menghindariku, mereka mulai menyerang dengan ganas seolah aku adalah musuh yang harus dihancurkan.


Aku tidak bergeming, hanya membebaskan Primal Curses dan Primal Bleses dari lantai satu sampai tiga Mansion. Yaa, aku berniat membuat konsentrasi Primal Curses di pemukiman Ratfolk kira-kira sama atau mendekati Dungeon.


"CHUAA!"

__ADS_1


Sebuah lembing tulang terlempar ke arahku, tapi aku berhasil menghindarinya dengan sukses dan membalas dengan bola kabut mana. Yaa, aku tidak ingin membunuhmu, Ratfolk.


Namun, Ratfolk-Ratfolk itu terus menyerangku secara membabi buta meski sedikit demi sedikit kehilangan gerakan halusnya karena pengaruh Primal Curses • Mutation. Kalau begitu—


"TUNDUKLAH!"


Aku berteriak, menggunakan Skill Scream untuk membuat mereka lebih terintimidasi. Memaksa mereka bergetar, menghambat gerakan mereka lebih jauh, dan ya, membuat mereka ketakutan oleh keberadaanku.


"Aku nyatakan sekali lagi, tunduk, loyal dan patuhilah perintahku!" teriakku menekan, terus mengaktifkan Scream beserta tindakan sesuai untuk meningkatkan intimidasi.


Salah satu Ratfolk melesat dari barisan belakang, berlari ke arahku menggunakan tangan dan kaki dengan tombak tulang yang dibawa.


Yaa, aku bersiap melawannya dengan mengeluarkan rapier tapi—


Prak.


Ratfolk itu membuang senjatanya sebelum bersujud padaku. Dan seolah itu menjadi sebuah domino yang jatuh, Ratfolk-Ratfolk lain mulai mengikuti. Yaa, senjata yang selama ini mereka cengkeram dengan kuat dijatuhkan, tunduk dan menyerahkan diri.


"Yaa, ini lebih mudah daripada dugaanku sebelumnya." Aku bergumam saat menyaksikan hasil ini.


Salah satu alasanku mengambil Skill Scream adalah untuk membuatku dapat mengambil monster sebagai familiar dengan lebih mudah. Yaa, Skill ini dapat memberikan kondisi ketakutan dan efek intimidasi yang akan membuat monster lebih patuh dan mudah dijinakkan.


"Yaa, menggunakan kekerasan itu buruk jadi ini lebih baik."


Tunggu ya, apa ini juga termasuk menggunakan kekerasan? Bagaimanapun aku menyebabkan cedera mental karena menakuti mereka.


Hmm. Yaa, setidaknya itu lebih baik daripada menundukkan monster menggunakan cam— Bayangan saat seseorang dengan pakaian ketat tersenyum sinis dengan sebuah cambuk di tangan tiba-tiba terlintas begitu saja di kepalaku.


"Ughh ...!" Aku menggelengkan kepala kuat segera.


Ya! Lupakan saja gambaran itu, diriku! Tidak mungkin aku akan menjadi seperti itu bahkan saat menggunakan cambuk untuk menjinakkan monster!


[77% dari seluruh Komunal Ratfolk di Dungeon Areopagos mengakuimu sebagai pemimpin!


Terima mereka sebagai pengikut?


Ya/Tidak]


Tentu terima mereka. Dan untuk yang masih menentang ... yaa, biarkan mereka selama tidak bertindak ekstrem, dan untuk ekstremis, penghapusan adalah pilihan yang terbaik menurutku.


———


Penjelasan mengenai Ex-Skill di EFO.


Ex-Skill, seperti namanya, Extra atau exs (luar). Ex-Skill berkaitan erat dengan kemampuan yang bukan berasal dari diri sendiri.


Cara mendapatkan Ex-Skill adalah dengan memenuhi syarat tertentu yang belum diketahui secara pasti. Tapi dalam Ex-Skill tipe Primal Bleses-Curses syarat yang diduga adalah memahami cara kerja dan dapat menggunakannya secara praktis.


Ex-Skill tidak memiliki level dan tak memberikan peningkatan atribut apa pun tapi biasanya didapat bersama dengan sebuah Title.

__ADS_1


Yaa, terus dukung saia dengan memberikan like dan komentar di setiap akhir Chapter. Dan untuk favorite serta bantuan sharenya jangan lupa, oke?


__ADS_2