Soul Monarch : Eclipse Feast Online

Soul Monarch : Eclipse Feast Online
Pertama, Komunal Tikus


__ADS_3

Membuang pikiran aneh tersebut, aku menyelesaikan pembuatan bola kabut mana. Yaa, ini lebih cepat terbentuk seiring kenaikan level tapi muatkan Mana Spells dulu di dalamnya sembari membuat bola lain.


Aku melihat Mana Bullet kini terbuka dengan puas. Cek performa mantra dan mulai rapalan, jangan lupa gunakan Mana Power hingga dua kali nilai efek untuk menyelesaikan Quest kemajuan. Dan—


"Strengthen Damage."


"CHUU—!"


Bola, tidak, peluru mana itu melesat dengan kecepatan tinggi saat menghantam tubuh tikus hitam. Baik kecepatan proyektil maupun kerusakan yang diberikan jauh lebih baik dari bola kabut mana. Bagaimanapun, ini adalah mantra asli.


Sementara itu, rentetan bola-bola kabut mana terus aku luncurkan satu demi satu ke arah tikus-tikus putih. Mereka akan sangat menjengkelkan saat berkumpul menjadi satu, untung saja jumlah HP tiap individu rendah.


"Master, sekarang bukankah kamu seharusnya ...." Perkataanku terhenti saat melihat Megaera menghilang begitu saja.


Apa bahkan sekarang kamu menyuruhku melakukan semua ini sendiri?! Bagaimana dengan bagian 'ikut' yang bahakn belum selesai kukatakan? Apa aku tak perlu mengatakannya?


Euhh ... yaa, kemungkinan itu terjadi kecil. Kurasa, kuharap, mungkin. Mungkin dia melakukan sesuatu sendirian? Karena Megaera adalah 'Master' si penyembunyi keberadaan, apa dia fokus mencari kesempatan?


... Hei?! Aku dijadikan umpan, ya?! Uhh, mungkin inilah alasan mengapa dia repot-repot mencari 'orang baru' daripada penyihir mapan.


Baiklah, anggap saja aku dan dia saling bekerja sama dengan cara masing-masing dan kehendak masing-masing. Sungguh, apa ini dapat dikatakan kerja sama?


"Chuuuu!"


Tikus itu mencicit saat mengayunkan ekornya dan membuatku kembali. Untung saja, aku dapat menghindar. Aku hampir melupakan keberadaan para tikus itu saat pikiranku berlarian dengan sendirinya.


"Yaa, satu lagi kebiasaan buruk," komentarku.


Setidaknya dalam menghadapi ayunan ekor itu, aku tidak akan menggunakan cambuk untuk sementara waktu. Kamu tahu apa yang akan terjadi saat dua buah cambuk saling berbenturan 'kan? Saling melilit. Dan aku tidak ingin melanjutkan apa yang akan terjadi setelahnya.


"Strengthen Damage. Mana Bullet."


Satu lagi peluru mana meluncur. Aku sungguh bahagia karena mantra ini memiliki waktu Cooldown dan Cast yang pendek serta berbiaya rendah. Pembelanjaan yang amat layak.


Aku menghindari tikus hitam di depanku dengan gerakan sebisaku. Setelah bertarung dengan tikus ini beberapa kali, aku tahu prilaku menyerang mereka. Namun—


"Chuuuu!" Satu paket ludah asam berhasil meluncur dan sampai padaku.


"Ugh. Ini terasa tidak menyenangkan."


Yaa, ini bukan satu-lawan-satu seperti yang sebelum-sebelumnya. Lebih baik longgarkan sedikit kepalaku untuk menambah jumlah informasi yang masuk dan dapat kuproses bersama.


"Increase Speed."


Saat kecepatan gerakku membaik, aku memperpendek jarak. Tombak kabut mana yang telah dibuat dilepaskan ke kepala para tikus, sementara jarum-jarum kabut mana menyerang hidung atau mata mereka.

__ADS_1


Tikus-tikus putih berusaha membanjiriku dengan jumlah, aku memang dapat membunuh mereka dengan satu pukulan bola kabut mana. Namun, jumlah mereka yang mencapai ribuan (mungkin?) tidak akan dapat dibendung hanya dengan puluhan bola kabut mana.


Yaa, itulah jumlah batas kontrolku sekarang. Jika aku harus melakukan Cast mantra, maka jumlah itu pun berkurang.


Bagaimanapun, setelah memiliki mantra asli bukan berarti serangan seperti ini ditinggalkan begitu saja. Memiliki beberapa serangan seperti ini membuatku dapat lebih fleksibel dalam berbagai situasi.


"CHUUUUUUUUUUUU!"


Sebuah ekor berayun cepat ke arahku dari titik buta. Aku tidak akan dapat menghindari itu, pikirku sedikit merelakan penghindaran.


Slash!


Namun, satu kilatan cahaya melintas bersama beberapa tikus yang tumbang dalam satu garis lurus. Tikus-tikus teriris dengan rapi seperti daging yang tengah difilet koki profesional, memisahkan diri dari tulangnya.


Yaa, aku tak perlu menebak ulah siapa itu. Kurasa itu hasil karya Megaera. Seperti yang kuduga, kami melakukan dengan cara kami sendiri.


Baik! Terima kasih, ya!


Dengan ketiadaan ayunan ekor tersebut, aku mengeluarkan cambukku dan mengayunkannya dengan bebas sebelum tikus-tikus hitam lain menyerang. Selama itu mengenai tikus-tikus putih, bahkan jika tidak berhasil membunuhnya cukup untuk membuat mereka terpental jauh.


Bahkan mungkin akan ada yang mati karena itu. Bagaimanapun, aku tak tahu pasti karena telah menutup pengumuman itu sejak lama. Pada akhirnya itu cukuplah mengangguk yang bahkan tidak pernah mengangkat telepon dari orang lain.


"Ah, sudah?" kataku saat menyadari bahwa kutelah menimbun cukup banyak bola kabut mana hingga berada di batas atas kontrolku saat ini. "Kalau begitu, aku tak perlu repot lagi. Bagaimanapun, para tikus itu akan mati dengan ini. Higher Magic. Lepaskan."


Hujan kabut mana pun terjadi. Para tikus-tikus kecil, si tikus putih yang sempat membuatku ketakutan kini terbantai satu demi satu oleh serangan ini. Ini lebih kuat daripada jenis normal jadi dua tikus dapat diselesaikan segera.


“CHUUUU!” Seekor tikus menerkam ke arahku.


Sedikit mencondongkan tubuhku ke belakang, aku mengulurkan tangan dan berkata. "Aku nyatakan, tumbanglah. Mana Bullet."


Peluru mana meluncur dengan tajam ke salah satu tikus hitam itu. Aku memaksimalkan Mana Power di dalamnya.


"CHU—"


Dan itu cukup untuk melakukan persis seperti apa yang kunyatakan, tikus itu tumbang dalam satu serangan. Yaa, inilah kesenangan bermain Role Play bagiku.


Namun, itu membuat para tikus kecil merangsek ke arahku dengan ganas karena lalai mengurangi jumlah mereka. Mulut kecil mereka terbuka lebar bersama suara mencicit yang memenuhi telinga, seolah protes akan kelaparan yang mereka derita.


"Namun, tunduklah sekarang."


Aku melepaskan lempengan bundar kabut mana satu demi satu. Ini memakan mana cukup besar, tapi dengan kolam MP-ku sekarang, itu bukan masalah untuk mengucurkan dua atau tiga secara bersamaan. Ini sangat efektif dalam menekan jumlah meski kerusakan yang diberikan minim.


"Huhuhuhu! Datanglah lagi kalian!"


"Seperti biasa, Muridku mulai sedikit gila."

__ADS_1


Apa itu komentar dari Megaera? Ah, yaa, masa bodo. Fokus saja pada para tikus dan hiraukan.


"Increase Speed. Higher Physical," lanjutku melakukan pekerjaan dengan tambahan dua mantra dari Enhancement Spells.


Setiap ayunan cambuk yang kuberi menjadi lebih cepat dan kuat. Yaa, ini adalah mantra berbasis waktu meski singkat cukup untuk memberiku ruang nyaman jauh dari para tikus kecil untuk sementara waktu.


Aku memperhatikan tingkat konsumsi mana agar tidak melebihi batas. Kondisi status akibat kekurangan mana harus diwaspadai, bagaimanapun, mari berhemat mana sedikit.


"Karena itulah, saatnya menggunakan ini."


Aku mengambil sebuah pedang rapier sepanjang total 1,3 meter dari kantong penyimpanan. Tidak seperti jenis umum yang bermata ganda, ini hanya memiliki mata tunggal tajam. Dari mana kudapat? Tentu dari insiden Augusta berkat mantan pemilik yang malang. Ini adalah satu dari beberapa benda lain yang kuanggap berguna.


Bagaimanapun, melakukan kerusakan fisik dengan sarana menusuk dan menebas dengan rapier lebih berdampak pada tikus. Aku juga memiliki tongkat logam, tapi tikus memiliki resistensi terhadap kerusakan dari senjata tumpul (blunt damage) menilik dari kulitnya.


Aku memang sedikit buruk dalam masalah fisik tapi sebagai filler tidak masalah. Ini juga ringan dan tidak berat sama sekali jadi bukan masalah. Yaa, sama sekali tidak bermasalah kurasa.


Bagaimana dengan ketiadaan Sword Mastery? Yaa, itu akan membuat tidak adanya peningkatan kerusakan karakteristik khusus dari senjata dan menambah konsumsi SP-ku. Tapi tidak perlu dipikir terlalu jauh, bagaimanapun, urutan pemulihan dari yang tercepat adalah SP, HP, dan akhirnya MP jadi tidak akan terlalu berdampak.


Aku mencoba mengingat apa yang pernah kupelajari.


Tegakkan kepala, luruskan bahu, kaki kiri sedikit ke depan ... terlalu jauh.


Bernapas perlahan, aku menunggu saat yang tepat dan segera meluncur ke salah satu tikus yang kukunci dengan cepat. Menusuk tepat di tenggorokannya.


"CHUUUU!" Tikus mencicit kesakitan, tapi serangan tidak berhenti.


Aku memutar rapier sedikit dan mencoba memotong lehernya hingga membuat darah menyembur keluar. Jangan sungkan, saat tikus itu kesakitan aku meminum darahnya. Nilai Satiation itu penting dalam sarana pemulihan.


Yaa, ternyata keahlianku tidak seburuk itu. Tentu saja jika itu dalam hal inisiatif, tapi dalam hal refleks aku buruk.


Ugh, kenangan lama bersemi kembali.


———


Pengenalan Skill, Bloodsucking.


[Bloodsucking


Activation : Action Key


Cost : 1 Health Poin


Cooldown : 30 detik


Tiap tetes darah yang melewati bibirmu adalah kenikmatan. Mengembalikan hasrat dan meningkatkan rasa haus akan hasrat itu sendiri]

__ADS_1


Skill Bloodsucking, ini adalah Skill yang hanya dimiliki oleh ras Vampire dan atau keturunannya. Skill ini dapat Secara efektif mengembalikan tingkat kekenyangan (Satiation) seorang Vampire tapi membuatnya lebih haus akan darah itu sendiri.


Skill ini memberikan pertumbuhan pada statistik Agility (kecil) dan Mystery (rendah).


__ADS_2