
Saat kamu memegang senjata, jangan pernah takut akan senjata maupun dirimu sendiri. Yaa, itulah yang pernah dikatakan padaku dan aku mempraktikkannya sekarang.
Ayunan rapier berjalan dengan cepat dan mantap, tidak perlu ragu pada sesuatu apa pun. Apalagi dengan rapier yang amat tipis, tiap ayunan terasa sangat ringan meski .... Ugh, karena tidak memiliki Skill jenis Sword Mastery, Despena berupa peningkatan konsumsi SP yang terjadi ternyata lebih besar daripada dugaanku.
Saat aku menggunakan cambuk, itu tidak seberat ini, apa itu karena menggunakan rapier menuntut diriku lebih aktif bergerak?
"Yaa, atau mungkin itu karena kualitas senjata ini lebih baik?" gumamku bocor. Ini sama-sama senjata Rank umum tapi, yaa, satu dibuat secara layak dan satu seadanya jadi mungkin itu juga berpengaruh.
Mengusir pikiran itu, aku memadatkan kesadaran saat tiga ekor tikus hitam lain menyerangku dengan ekornya sementara dua yang lain fokus melemparkan ludah beracun. Untuk sisanya, sepertinya tengah menghadapi Megaera —yang bersembunyi lagi.
Baiklah mari berhenti menyerang dan fokus pada penghindaran, kembali ke gaya serangan jarak jauh. Semakin sengit dan tanggap mereka melawanku dalam jarak dekat, aku akan semakin kerepotan karena sering kali tidak dapat bereaksi tepat pada waktunya bahkan jika aku tahu itu mengarah padaku.
Aku hanya dapat fokus pada satu tindakan di satu waktu, oke? Aku bukan manusia super seperti adikku.
"Yaa, Strengthen Damage. Mana Bullet," kataku saat melepaskan peluru mana, menembak salah satu tikus yang meludahkan racun.
Sementara itu, pada waktu yang sama lepaskan jarum kabut mana. Aku telah mempersiapkan ini secara terpisah sejak lama. Dan itu menghujani tikus-tikus lain yang mendekatiku, bahkan jika itu tidak mengenai tikus-tikus hitam, itu cukup untuk mengurangi jumlah tikus putih.
"Increase Speed."
Aku menyingkir dari tempat itu. Jika kutetap di sana maka aku hanya akan menjadi target empuk.
Melihat bahwa nilai MP-ku jatuh tidak terlalu jauh bahkan dengan ini, aku merasa lega. Yaa, tetap saja ini terasa boros karena tidak bisa memberi kerusakan secara kontinu karena pemulihan yang lambat, mungkin aku harus mengambil Skill peningkatan pemulihan MP untuk nanti.
Memperpendek jarak hingga ke muka, aku menempel ke salah satu tikus hitam dan mulai menusuk mata dan memotong hidungnya. Indra milik tikus tidak sepenuhnya tertutup tapi aku mulai menancapkan taring dan menyedot darahnya.
"CHUUUUUUUUUUUU!"
Yaa, berteriaklah. Bahkan jika rekanmu menembakkan ludah racun padaku itu hanya akan mengenaimu. Malangnya nasibmu karena bertubuh besar hingga dapat kugunakan sebagai perisai, yaa, benar-benar perisai daging.
Aku menyelesaikan itu dengan cepat. Seiring bertambahnya Bloodsucking jumlah pemulihan per detik dalam memulihkan nilai Satiation menjadi lebih cepat. Sayangnya, untuk efek darah-itu-potion belum dapat kurasakan.
"Mungkin menuntut Skill berada di tingkat menengah." Yaa, karena itulah aku terus hanya mengonsumsi darah belaka—
Shut!
__ADS_1
Dan sebuah lembing terlempar ke arahku. Aku tersentak, tak sempat menghindarinya dan membuat lembing itu berhasil menembus perut kiriku dengan cantik.
"Ugh ...."
Yaa, tidak terlalu cantik.
Menarik lembing dari perutku, itu membuatku menderita kondisi pendarahan disertai keracunan meski HP-ku masih aman di angka 34 persennya. Tapi pikiranku telah berlarian mempertimbangkan kemungkinan demi kemungkinan terburuk.
Apakah ada pemain lain? Bagaimanapun, para tikus tidak mungkin menggunakan senjata seperti ini tapi—
"Chuu! Chuchu Chuuu, Chuuuuu!"
Aku menarik kembali pikiran itu saat melihat sosok dibalik suara itu. Seekor tikus terlihat berdiri dengan dua kaki belakangnya, jika itu saja maka tikus hitam pun juga bisa tapi bentuk tubuh tikus itu jelas lain dan dia tidak sendiri.
Tikus itu memiliki tangan dan kaki yang tergolong pendek, tubuhnya sedikit lebih kecil daripada tikus hitam dengan warna bulu hijau hitam gelap dan ekor yang lebih pendek. Yang menarik adalah mereka, tikus-tikus itu memakai helm lancip di kepala mereka serta membawa beberapa tombak serta lembing tulang, serupa dengan apa yang mengenaiku.
"Nah, diri musuh yang diri ini maksudkan telah tiba, Murid."
Megaera berkata seperti itu saat masih bersembunyi entah di mana. Hei! Jadi tikus yang kamu maksud bukan tikus-tikus dari Infectionous Rat tapi tikus yang itu?!
“Mungkin ini akan lebih berat dari dugaanku sebelumnya ....”
Sementara itu, yaa, tidak perlu ragu. "Appraise."
[Infectionous Ratfolk
Health Poin : 3.621 /3.632]
... Baiklah. Itu masih dalam keluarga Infectionous jadi, yaa, apa yang dikatakan Megaera tidak sepenuhnya salah. Sungguh, perasaan kekalahan apa ini ....
Namun, yang lebih menarik perhatianku bukanlah nama atau nilai HP mereka, melainkan reaksinya. Biasanya hewan atau monster yang kunilai akan langsung menyerangku tanpa pikir panjang saat dinilai, tapi Ratfolk ini hanya menatapku dengan waspada.
Yaa, sebelumnya mereka memang telah waspada. Namun kini dia menjadi lebih waspada lagi. Apa ini perbedaan antara mereka yang memiliki nalar dan tidak? Meski Ratfolk sepertinya adalah sub spesies Beastfolk —yang dianggap lebih bodoh dari People normal. Tapi bukan berarti mereka hanya mengandalkan naluri saja.
Aku tidak tahu reaksi ras cerdas saat dinilai, bahkan kala menghadapi Leml dulu aku tidak menyadarinya. Tapi mungkin itu meningkatkan kewaspadaan karena, yaa, itu terasa sangat tidak nyaman.
__ADS_1
Namun, itu tak berlangsung lama sebelum beberapa para Ratfolk itu mulai menyerangku. Hah ... aku lah target utama karena Megaera terus bersembunyi. Yaa, terus, terus, terus saja bersembunyi sana.
"Chu! Chu, chu!"
Ratfolk itu mengucapkan sesuatu dalam suara dan mungkin juga bahasa tikus, sesuatu yang sepertinya menjadi perintah bagi para tikus. Membuat para tikus itu menjadi jauh lebih terorganisir daripada sebelumnya.
Hei, apa kamu bermain familiar? Jadi apa tikus-tikus itu setara dengan hewan peliharaan? Bukan saudara bagi mereka?
"Kurasa aku perlu menyesuaikan diri dalam menghadapi itu," gumamku saat masih terus memikirkan hal bodoh lainnya.
Yaa, bahkan jika jumlah mereka banyak, mereka tidak akan menjadi masalah selama tidak bekerja sama secara sistematis, dan faktor itu telah rusak oleh kehadiran para Ratfolk. Meski jumlah HP mereka tidak jauh berbeda dari tikus hitam, tapi pastinya akan lebih sulit untuk membunuhnya daripada tikus hitam.
Baik, bagi saja fokusku menjadi beberapa bagian. Mungkin lima? Saat aku pertama kali mengontrol bola dekomposisi jumlah itu cukup, jadi sekitar itu sepertinya sesuai ya.
Aku menyungging senyum kecil saat mengambil sikap seperti sebelumnya. Siapa sangka pelajaran itu dulu masih terus kuingat dan selalu berguna dalam hampir segala situasi. Yaa, meski secara harfiah tidak mungkin dilakukan di dunia nyata.
"Huh ...."
Aku mengatur napas dan menunggu kesempatan.
Apa yang kuambil dari perkataan itu amat sederhana. Inisiasi, langkah pertama sangatlah penting, meski penuh resiko dan membuatmu takut tapi sebenarnya itu tidak perlu ditakutkan. Semua memiliki langkah awal 'kan?
Jadi yaa, mari manfaatkan kelebihanku, kelebihan dalam hal inisiasi sebaik mungkin.
———
Pengenalan mantra pertama dari Mana Spells, Mana Bullet (hasil dari Basic Appraisal).
[Mana Bullet
Activation : Voice Key
Cost : 15 Mana Poin
Cast : 0,5 detik
__ADS_1
Cooldown : 7 detik
Ini adalah mantra yang tercipta dari pemadatan mana dalam bentuk terkecilnya lalu diluncurkan sebagai proyektil. Meningkatkan kekuatan kerusakan (kekuatan sihir *175%) dan peningkatan penetrasi dengan rentang maksimal 50 meter sebelum lenyap, kekuatan mantra dalam 10 meter terakhir akan berkurang setengahnya]