
Pagi ini Gwen sengaja menunggu Alicia di gerbang sekolah, ia bermaksud untuk minta maaf pada sahabat baiknya itu, karena salah paham kemarin ia telah membuat sahabatnya itu sangat sedih, ketika melihat Alicia turun dari mobil ibunya, Gwen menghampirinya.
"Alicia!"
"Gwen??" Alicia terlihat bingung pada perubahan sikap Gwen padanya.
"Bisakah memaafkanku untuk yang terjadi kemarin di sekolah?" Gwen menunduk.
"Tetapi.. Apa yang harus aku maafkan? Aku bahkan tidak tahu apa salahmu padaku,"
"Aku.. Aku telah salah paham padamu tentang Josh! Tolong maafkan aku!" Gwen menggenggam tangan sahabatnya, Alicia tersenyum.
"Itu bukan salahmu! Aku yang terlalu bodoh hingga membuat sahabatku ini sedih karenaku! Aku senang sekali hari ini sahabat baikku telah memaafkanku!" bisik Alicia.
"Terima kasih Alicia.." Gwen memeluk sahabatnya, "Aku janji padamu, mulai hari ini aku akan mendengarkan penjelasanmu terlebih dahulu sebelum marah padamu!" Alicia tertawa kecil mendengar ucapan Gwen padanya.
Tak jauh dari tempat itu, Aaron dan Josh memperhatikan kedua gadis yang telah berbaikan itu.
"Not bad! Josh.. Master yang bisa menyelesaikan masalah para gadis! Hei teman, bagaimana jika kita buka biro konsuling buat para gadis kampus ini? Kamu yang menyelesaikan masalah, dan aku bisa cuci mata," sahut Aaron sambil tertawa.
"Ini ambil!" Josh memberikan sebotol minuman pada sahabatnya.
"Kopi? Kamu memang sahabat terbaikku! Dari mana kamu tahu kalau aku kurang tidur semalam?!" Aaron membuka botol minuman dari Josh.
"Jangan diminum!"
"Tidak boleh diminum? Lalu untuk apa memberikannya padaku?!" protes Aaron.
"Untuk mencuci matamu!!" Josh meninggalkan sahabatnya itu.
"Hei teman! Kamu kejam sekali padaku!" Aaron mengejar Josh yang berjalan cepat memasuki kampus.
***
Jam istirahat kampus, Aaron dan Josh menghampiri dua gadis yang sedang makan sambil bercanda di kantin.
"Hei, sudah dengar pengumuman?"
"Hei hei.. Apakah di sini ada seseorang dengan nama itu!" sahut Gwen kesal.
"Gwen, jangan marah! Nanti wajahmu tidak akan terlihat cantik lagi!" goda Aaron.
"Aku tak peduli!!"
"Josh sahabatku, jangan pernah jatuh cinta pada gadis ini! Sifatnya jelek sekali!" selesai mengatakan hal itu Aaron lari dengan cepat.
"Dasar bodoh! Awas kamu.." Gwen mengejar Aaron yang telah lari menjauh, Alicia tertawa kecil melihat tingkah kedua temannya itu.
__ADS_1
"Masalahmu dan Gwen sudah selesai?" Josh menatap Alicia, Alicia mengangguk.
"Terima kasih, semua karenamu!"
"Bukankah itu gunanya teman?" Josh tersenyum, "Sudah dengar pengumuman? Tour ke Romania, apakah kamu akan pergi?"
"Aku sudah mendengarnya, aku sangat menyukai Romania, terutama Transylvania, banyak legenda terjadi di sana! Bukankah sangat menyenangkan bisa melihat sebuah tempat di mana legenda pernah terjadi? Apalagi.. Legenda tentang Count Drakula! Aku sangat suka cerita itu, aku bahkan berulang kali menonton filmnya," Alicia berbicara dengan semangat, Josh tertawa kecil mendengar setiap kata yang keluar dari mulut gadis itu.
"Aku baru tahu ternyata kamu penyuka film seperti ini! Apakah kamu berpikir bahwa Drakula itu benar-benar ada?" tanya Josh sambil tersenyum.
"Aku tahu itu hanya film! Tetapi ketika menontonnya, aku benar-benar bisa merasakan kesedihan Count Drakula, menjalani hidup yang kesepian, sama sepertiku selama 11 tahun ini!" Alicia menunduk.
"Hei, bukankah itu sudah berlalu? Aku janji padamu mulai hari ini dan seterusnya tidak akan membiarkanmu kesepian lagi! Bagaimana?"
"Benar?" mata bulat itu memandang Josh, mencoba mencari secercah harapan di sana, Josh mengangguk.
"Selama ada aku, kamu tidak akan kesepian lagi!"
"Kamu tidak akan takut padaku? Lalu meninggalkanku seperti yang lainnya?"
"Apakah aku pernah meninggalkanmu? Bukankah kamu yang pergi meninggalkanku? Sahabat yang selalu minta sarapan pagimu ini?" ucapan Josh membuat Alicia kembali tertawa.
"Sayang sekali wajahmu berubah, aku sangat menyukai wajahmu yang dulu, lucu sekali,"
"Kamu menyukaiku?"
"Lalu bagaimana sekarang?" Josh menatap Alicia.
"Eh," ditembak oleh Josh di kantin yang ramai saat ini membuat Alicia canggung, "Itu.."
"Hei teman, tolong aku," Aaron datang tiba-tiba, "Gadis itu galak sekali! Lihat apa yang dilakukannya pada rambutku!" Aaron menunjuk rambutnya yang terlihat acak-acakan, Josh menghela nafas melihat sahabatnya.
"Hei, aku sedang mengungkapkan perasaanku saat ini, tidak bisakah mencari waktu lain untuk meminta pendapatku?!" bisik Josh kesal.
"Aaron!!" terdengar teriakan Gwen dari kejauhan.
"Tidak bisa! Kamu harus menolongku sekarang!!" Aaron menarik sahabatnya.
"Alicia hampir menjawabku, dan sahabatku yang bodoh ini mengacaukannya! Aku kesal sekali!!" teriak Josh dalam hati.
"Aaron! Aku belum selesai denganmu!" Gwen menghampiri Aaron yang berlindung di belakang Josh.
"Gwen.. Lebih baik serahkan dia padaku! Aku akan membuatnya menyesali apa yang telah dilakukannya hari ini!" Josh berbalik, lalu menarik kerah belakang Aaron dan menyeret sahabatnya itu.
"Hei teman, aku yang meminta bantuan padamu, mengapa kamu malah membela gadis itu untuk menindasku! Aku ini pihak yang teraniaya!!" teriak Aaron.
***
__ADS_1
Di dalam kelas, saat Dosen menerangkan mata kuliah hari itu, Aaron yang duduk di samping Josh tampak meringis memegang wajah.
"Wajahku jadi jelek karenamu, kamu kejam sekali! Aku tidak ingin menjadi sahabatmu lagi!" bisik Aaron.
Pletakkk
Sebuah spidol mendarat dengan mulus di jidat Aaron, Aaron melihat ke depan, Dosen killer itu sedang melihatnya dengan marah.
"Mengapa aku sial sekali hari ini?!" Aaron mengelus jidatnya.
"Jangan bicara padaku! Bukankah kamu tidak ingin menjadi sahabatku lagi?!" sahut Josh dingin sambil mencatat pelajaran yang diterangkan oleh Dosen.
"Aku tidak serius mengatakannya, ayolah teman.. Maafkan aku!!" bisik Aaron.
Pletakkk
Sebuah spidol kembali mendarat di kepalanya, Aaron meringis.
"Apakah Dosen ini menyimpan dendam padaku?!!" jerit hati Aaron kesal.
***
"Josh!!" Aaron mengejar sahabatnya yang meninggalkannya saat mata kuliah terakhir telah selesai.
"Jangan mengikutiku!!" teriak Josh, berlari ke parkiran dan mengambil sepeda motornya.
"Tolong antar aku pulang.." Aaron menatap sahabatnya dengan wajah memohon, "Aku kehabisan uangku,"
"Aku tak peduli!!" Josh memakai helmnya dan menghidupkan motornya.
"Tidak mengantarku pulang, aku pulang bersama Alicia saja! Kebetulan hari ini Alicia dijemput!" Aaron melihat Alicia yang akan memasuki mobilnya di gerbang sekolah, "Bye Josh!" Josh menarik kerah belakang Aaron ketika melihat sahabatnya itu akan menghampiri Alicia.
"Naiklah!" sahut Josh kesal, Aaron naik dengan wajah senang.
"Teri.. Aaarrrggghht!!" Aaron belum menyelesaikan kata-katanya, Josh melarikan motornya dengan cepat.
Alicia yang telah berada di dalam mobil ibunya, mendengar teriakan Aaron menoleh ke asal suara, gadis itu tampak bingung melihat Aaron yang ketakutan di boncengan Josh.
"Apakah itu Aaron?" tanya Checille.
"Iya ibu,"
"Lalu siapa yang memboncengnya itu?!"
"Oh.. Itu Josh!"
"Aaron anak yang baik, ibu menyukainya! Tetapi Josh ini.. Ibu belum pernah bertemu dengannya, apakah dia juga sahabatmu?"
__ADS_1
"Iya ibu, dia sahabatku!" Alicia tersenyum.