
Setelah pertemuannya dengan kedua orang tuanya, siang harinya setelah makan siang Alicia mengikuti Leon dan Anton ke kantor suaminya itu dengan meninggalkan kedua orang tuanya bersama Biana dan Dr. Mark yang telah membawa putranya kembali.
"Apa yang terjadi semalam?!" tanyanya penasaran sesaat setelah tahu Anton telah menutup pintu kantor suaminya.
Leon tidak menjawab pertanyaan itu, tetapi ia melemparkan tatapannya pada Anton.
Anton yang telah mengerti maksud Bosnya ini kemudian menjelaskan bahwa semalam Marino menghubungi Bosnya demi meminta bantuan pada Bosnya ini untuk menghadapi bawahan Dimitri yang menjaga ruangan di mana tempat kedua orang tua Alicia disekap, dan Bosnya ini menugaskan dirinya untuk melakukan hal itu karena Sang Bos harus menjemput istrinya di tempat Julian berada.
Fash back malam hari.
Dua jam setelah membebaskan kedua orang tua Alicia dan mengembalikan istri juga putri Marino, Anton ditugaskan untuk mengantarkan Marino dan keluarganya ke sebuah hely yang akan mengantar Marino dan keluarganya ke tempat yang jauh sesuai kesepakatan yang telah disetujui kedua belah pihak, bahwa jika Marino masih menginginkan kehidupannya juga putri dan istrinya maka pria tua itu harus segera menyingkir dari pertempuran ini, dan kalau Marino tidak bersedia melakukannya... Leon telah meminta dirinya untuk menghabisi Marino dan keluarganya saat itu juga.
Sementara Marino terpaksa harus menerima hal itu, karena ia sangat mengenal praktek tangan besi yang dijalankan oleh Leon saat Grim Reaper miliknya itu telah berada di sisinya, pasangan utusan dari Neraka ini bahkan ditakuti hampir di sepertiga belahan Dunia, strategy yang mereka jalankan bahkan sangat sulit untuk ditebak, semua dilakukan secara halus, perlahan, dan sangat kejam, kekejaman itu juga telah dilihat oleh Marino ketika Anton membantunya menghabisi bawahan Dimitri yang menjaga ruangan tempat kedua orang tua Alicia disekap, pria muda itu terlihat sangat menikmati setiap luka yang diberikannya pada musuhnya, mencabik, mengoyak, pisau yang digunakan Anton pada musuhnya itu bahkan bisa mematahkan tulang musuhnya dengan mudah hanya dengan sedikit tekanan dari tangannya, karena itu Marino memilih mundur dari pertempuran ini.
"Lalu Dimitri?!" Alicia menatap suaminya dengan wajah antusias, karena ia sangat-sangat ingin mengetahui keadaan pria sakit jiwa itu yang telah berani mengancamnya agar ia bersedia meminum wine berisi obat bius demi menyelamatkan ibunya.
"Aku terlalu lama bermain-main dengan pria itu, sudah saatnya bagiku untuk mengakhiri permainan ini karena pria itu telah berani memukul istriku!" sahut Leon dingin, rahangnya bahkan terlihat tegas saat ia mengatakan hal itu, "Tetapi sayang..." Ia tiba-tiba mengalihkan pandangannya pada Alicia, "Sebelum kita membahas pria tua gila itu, bagaimana jika kamu menjelaskan terlebih dahulu tentang keberanianmu yang pergi dari pengawasanku?!"
Alicia memalingkan wajahnya dengan cepat untuk menghindari tatapan suaminya itu yang terlihat sangat marah pada dirinya, ia juga mencoba tersenyum walau tampak sedikit dipaksakan.
__ADS_1
"Itu... Itu karena aku mendapatkan kiriman photo tentang kedua orang tuaku dari Dimitri, selain itu aku pikir aku mampu menghadapinya seorang diri, apalagi pria itu hanya membawa 15 orang untuk menangkapku, benar-benar membuatku merasa diremehkan!" cetusnya sinis.
"Diremehkan?! Hanya 15 orang?! Jika sayangku benar-benar bisa menghadapi mereka lalu bagaimana mungkin wajahmu ini sampai bengkak?!"
"Hahaha... Hanya sedikit salah perhitungan." Alicia menundukkan kepalanya dan menatap ujung jari kakinya, "Tolong jangan marah padaku, sejujurnya aku tidak bisa bertindak sebelum mengetahui keadaan kedua orang tuaku terlebih dahulu, lagipula pukulan pria itu sama sekali tidak terasa sakit jadi aku menerimanya begitu saja," gumamnya dengan wajah cemberut, ia tidak tahu mengapa ia merasa sedikit takut saat melihat tatapan Leon atau mendengar ucapan suaminya ini, yang ia tahu hanya ia memang merasa sedikit bersalah karena pergi begitu saja.
"Pukulan itu mungkin tidak menyakitkan bagimu, tetapi tetap membuat hatiku sakit saat melihatnya! Sayang... Walau aku tahu kamu mampu bertindak sendiri, tetapi aku mohon jangan membuat dirimu terluka!"
Eh??
Alicia spontan berpaling pada Leon ketika mendengar ucapan suaminya ini yang terdengar lirih di telinganya.
Dia ternyata sangat mencemaskanku?
Leon benar, seharusnya aku percaya padanya! Seharusnya aku mengatakan ini padanya dan tidak membuatnya merasa cemas.
Alicia menyentuh dadanya dan meremas pakaiannya, rasa bersalah yang semakin besar itu membuat hatinya sakit sekali.
"Leon aku... Semua ini salahku! Kelak aku tidak akan melakukannya lagi, aku..."
__ADS_1
Wajah Alicia yang tampak sedih bercampur bingung membuat Leon yang melihat hal itu menghampiri istrinya ini, sesaat ia melirik pada Anton dan memberi kode agar pria muda itu segera pergi, setelah melihat anggukan Anton yang dengan cepat meninggalkan ruangan kantornya ia kembali melanjutkan langkahnya untuk mendekati Alicia.
Leon mengangkat tangan kanannya dan meraih tubuh istrinya itu tepat di saat ia sudah berada di hadapan Alicia, bahkan ia membawa tubuh ramping itu ke dalam pelukannya.
"Jika Dimitri semalam mengirimmu pada pria lain dan bukan Julian, mungkin saat ini aku telah kehilanganmu!" bisiknya lirih.
Ucapan suaminya ini membuat Alicia terpaku, ia tidak pernah berpikir sebelumnya bahwa Dimitri akan menggunakannya untuk Julian, ia hanya menebak bahwa kehadirannya adalah untuk menjebak Leon atau Anton, tetapi Julian??
Mengapa Julian?? Apa hubungannya Julian dalam hal ini? Lalu aku? Aku sama sekali tidak dekat dengan Julian, lalu mengapa menggunakanku untuk membujuknya??
Berbagai pertanyaan memenuhi benaknya dan semua itu membuatnya sangat bingung, rencana Dimitri untuk dirinya juga Julian sama sekali tidak pernah terpikirkan olehnya.
"Dimitri ingin membuat Julian agar bekerja untuknya, tetapi untungnya aku telah terlebih dahulu membuat rencana bersama Julian, jadi... Semua rencana Dimitri itu bisa kugagalkan!" ucap Leon pelan, seakan-akan mengerti apa yang telah membuat istrinya ini hanya diam.
"Tetapi mengapa Julian?" Alicia mengangkat wajahnya ketika Leon mengendurkan pelukannya dan menatap wajah suaminya itu yang sedang tersenyum lembut padanya, bahkan ia bisa mencium aroma mentol dari mulut suaminya itu saat menghela nafas, "Maksudku... Aku tahu jika Julian adalah sahabatmu, mungkin Dimitri bermaksud memecah persahabatanmu dengannya, tetapi mengapa menggunakanku pada Julian?" lontarnya dengan wajah bingung.
Leon hanya tersenyum tipis mendengar pertanyaan itu.
__ADS_1
"Sayang... Semua ini sebenarnya adalah rencanaku dan Julian, mungkin sayangku belum tahu kalau keluarga Julian adalah Pemilik sebagian besar bisnis yang berada di kota Paris ini, dan bagi yang mengetahuinya... Tentu saja akan menjadikan Julian sebagai target bernilai, setidaknya mereka tidak akan sampai kekurangan biaya operasional saat sedang merencanakan pertempuran besar, dan juga... Beberapa hari kemarin aku dan Julian sedikit tidak akur, karena itu Dimitri ingin menggunakannya untuk menghadapiku, musuh dari musuhku adalah teman! Strategy ini yang dimainkan Dimitri padaku, tetapi sayangnya... Strategy ini berasal dariku, keributan yang telah kuciptakan bersama Julian untuk memperebutkanmu adalah sebuah sandiwara untuk menjebaknya! Dan pria itu masuk dengan mudahnya ke dalam permainanku." Ada kepuasan yang terdengar dari ucapannya ini.
Tikus di dalam labirint tidak akan tahu apa yang telah menunggunya di ujung labirint itu.