
Tak lama setelah meninggalkan kamarnya, di dalam ruang kantor... Dengan kemarahan yang belum mereda Leon meminta Dr. Mark untuk memberikan kemeja yang tergeletak di sofa kantornya pada Anton agar sahabatnya itu bisa memakainya dan segera melaksanakan tugas yang akan diberikannya.
Demi menghukum Anton, Leon mengutus sahabatnya ini untuk mengawasi Dimitri seorang diri, walau ia tahu Anton sering berakhir buruk karena hal ini tetapi Leon tetap melakukannya.
"Hei Leon, bukankah kamu tahu kalau semua ini adalah ulah Dimitri?! Kamu juga telah mengenal Anton dan Alicia dengan baik, mereka berdua tidak mungkin menjalin hubungan dekat di belakangmu! Sikapmu pada Anton ini bukankah sedikit keterlaluan!!" protes Dr. Mark setelah Anton pergi, walau ia tahu Anton sedikit gila, tetapi sebagai sahabat Anton adalah seorang pria yang sangat setia, dan Dr. Mark sangat tidak rela jika sebuah kesalah pahaman kecil membuat Leon melemparkan sahabatnya itu sebagai tumbal.
"Itu adalah hukuman untuknya karena telah berani berlaku mesra pada istriku, lagipula... Siapa yang telah mengatakan kalau Anton akan melakukannya seorang diri?! Kemeja yang dikenakannya itu adalah milikku!"
Alat pelacak?
Dr. Mark tertegun, ia sama sekali tidak menyangka bahwa ini adalah rencana Leon untuk mengerahkan Pasukan Rahasia miliknya.
"Hubungi Jenderal Pasukan Rahasia yang selalu menjagaku dan katakan untuk mengutus sepuluh orang agar mengawasi dan melindungi Anton dalam tugasnya!"
Pasukan Rahasia atau pasukan berani mati milik Vald Corporation ini terdiri dari 40 orang pria terlatih dan seorang Jenderal juga Wakil Jenderal yang telah melewati pelatihan sangat luar biasa, bahkan pelatihan yang mereka jalani lebih berat dari pelatihan Army yang akan dikirim untuk berperang, pasukan ini dibentuk oleh Leon 8 tahun yang lalu karena sering menemukan Anton yang selalu terluka parah, tugas pasukan ini seharusnya adalah untuk melindungi dirinya dan juga keluarganya kelak dari seseorang yang memiliki kemampuan seperti Dimitri, dan Anton... Sudah dianggap Leon sebagai adiknya sejak lama karena kesetiaan pria ini padanya, karena itu ia tanpa sungkan mengerahkan pasukan ini demi menjaga keselamatan Anton walau ia sedikit cemburu dengan sikap Anton pada istrinya.
"Aku sama sekali tidak pernah menduganya, kalau seseorang sepertimu bisa menyayangi Anton sedemikian rupa," seloroh Dr. Mark.
Kata-kata bernada ejekan itu dijawab Leon dengan tersenyum sinis.
"Aku telah hidup seorang diri selama ratusan tahun, dan seorang sahabat seperti Anton adalah seseorang yang sangat langka untuk ditemukan, selama ini pria itu selalu patuh padaku bahkan pernah mengorbankan dirinya untuk menyelamatkanku berkali-kali, apakah menurut Dimitri dia bisa dengan mudahnya merusak hubungan ini?!" tukas Leon dingin, "Aku hidup lebih lama dari pria tua itu, dan pria sepertinya sudah pernah kuhadapi sebelumnya, semua rencana busuknya untukku dan Anton tentu saja aku mengetahuinya dengan baik."
"Lalu bagaimana dengan Alicia?! Mengapa membuat istrimu itu marah besar?!"
"Itu karena istriku itu sangat keras kepala! Aku hanya ingin ia menjelaskan semua yang terjadi pada dirinya karena aku sangat mencemaskannya! Seharusnya dengan melihat semua photo itu ia akan menyanggahnya dan membujukku, tetapi istriku itu malah meminta cerai dariku!"
Leon mendengus sebal.
Ternyata pria arogan ini adalah seorang pria manja yang sangat posesif!
Dr. Mark mencoba menahan senyumnya melihat wajah cemberut Leon, dering ponselnya mengalihkan perhatiannya dari Leon, ia merogoh kantong celananya dan mengangkat panggilan itu lalu tampak berbicara dengan seseorang selama beberapa saat.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Leon ketika melihat Dr. Mark memutuskan panggilannya.
"Ini dari Jenderal Pasukan Rahasia, pria itu telah melihat sinyal alat pelacak yang berada di kemeja milikmu dan telah mengutus sepuluh orang untuk mengikutinya!"
"Bagus, sekarang sudah waktunya mengantarkan sarapan pagi untuk istriku!"
"Bukankah kita harus meminta koki untuk mempersiapkannya terlebih dahulu?!"
"Aku telah memberi tahu Manajer Hotel sebelumnya, saat melihat istriku memasuki hotel koki sudah harus mulai memasak semua yang telah kupesan!"
Pria arogan ini walaupun sangat marah pada istrinya, tetapi telah mempersiapkan segalanya untuk istrinya itu, benar-benar sulit ditebak!
"Mark, ikutlah bersamaku untuk mengantarkan makanan itu pada Alicia!!" lontar Leon, yang tanpa disadari Dr. Mark telah membuka pintu kantor miliknya.
"Mengapa tidak meminta pelayan hotel saja untuk mengantarkannya?!" protes Dr. Mark sambil menghampiri Leon.
"Karena aku takut istriku itu melemparkan semua makanannya beserta yang mengantarnya keluar balkon!"
"Hei Leon, jangan katakan kalau kamu ingin memintaku untuk mengantarkannya?!"
"Setidaknya jika ia melihatmu, ia hanya akan menendangmu keluar kamar!"
"Kamu bercanda bukan?"
"Apakah wajahku ini seperti terlihat sedang bercanda padamu?!" sahut Leon sambil melirik sahabatnya yang terlihat sangat khawatir.
"Aku tidak mau melakukannya!!"
"Jika tidak melakukannya aku akan menjadikanmu sarapan pagiku!"
"Hahaha... Aku pikir sebaiknya aku melakukannya, bagaimanapun ucapanmu adalah perintah untukku!"
__ADS_1
"Bagus!"
Dasar pria arogan!! Menghadapi pria ini aku harus mempersiapkan nyawa extra!
Rutuk Dr. Mark dalam hati, sambil menunduk lesu ia mengikuti langkah Leon yang telah keluar meninggalkan kantornya.
***
Beberapa saat kemudian di depan kamar Leon, dua orang pelayan telah menunggu di sana bersama troli makanan ketika Leon dan Dr. Mark tiba.
"Masakan baru selesai Presdir!" lapor salah seorang pelayan.
Leon menganggukkan kepalanya dan memberi kode pada Dr. Mark untuk membuka pintu kamarnya dan memintanya masuk untuk memeriksa kondisi istrinya yang berada di dalam kamar tersebut.
Baru saja Dokter muda ini masuk ke dalam kamar ia kembali keluar dengan cepat, wajah Dokter muda yang rupawan ini tampak bersemu merah saat keluar kamar.
"Hei Leon, jika aku yang mengantarkan makanan ini ke dalam sana! Kamu tidak akan mengirimku ke Afrika bukan?" tanya Dr. Mark dengan wajah cemas.
Ucapan dan semburat merah di wajah sahabatnya ini membuat Leon bingung, ia mendorong Dr. Mark menjauhi pintu dan membuka pintunya lalu masuk.
Di hadapannya saat ini ia melihat sosok istrinya yang tengah melamun di atas sofa sambil menatap keluar balkon, cahaya matahari pagi tampak jatuh di atas rambut hitam panjang tergerai yang terlihat masih sedikit lembab dan juga gaun tidur sutra yang dikenakan istrinya itu, kaki panjangnya yang indah menjuntai seenaknya di sofa, melihat hal itu Leon pun menutup pintu kamarnya dengan cepat.
"Dokter bodoh itu ternyata cukup pintar untuk tidak melihat hal ini lebih lama lagi, kalau tidak... Aku benar-benar akan mengirimnya ke Afrika!" sungut Leon dalam hati, wajah Pimpinan Vald Corporation ini bersemu merah melihat penampilan istrinya.
Melihat Leon menutup pintunya, Dr. Mark pun meminta kedua pelayan tersebut untuk membawa makanannya pergi.
Tak lama setelah kedua pelayan pergi, terdengar suara pertengkaran kecil dari dalam kamar, Dr. Mark menghela nafas mendengar hal itu.
"Sebaiknya aku serahkan saja hal ini pada Leon untuk menyelesaikan kesalah pahaman yang terjadi di antara dirinya dan Alicia, sementara aku akan melihat dulu kondisi Leonardo yang berada di rumah Julian!" bisik hati Dr. Mark, ia menatap pintu kamar Leon sebentar sebelum akhirnya pergi.
__ADS_1