STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.

STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.
AKU TIDAK MENYUKAI SIFAT AYAHNYA!


__ADS_3

Menjelang larut malam, pembicaraan antara Leon dan kedua orang tua Alicia membuahkan hasil, ayah Alicia yang sangat keras kepala pada akhirnya menyetujui lamaran Leon pada putrinya setelah melihat kekerasan hati dan ketulusan Leon terhadap Alicia putri semata wayangnya itu.


Tidak ingin menunggu lama, setelah mendapat persetujuan kedua orang tua Alicia, Leon pun mengusulkan untuk mengadakan acara pertunangannya seminggu kemudian, Checille yang sedikit bingung akan perubahan sikap suaminya James, dengan terpaksa merelakan pertunangan putrinya yang akan dilaksanakan secara terburu-buru itu.


Beberapa saat kemudian, Leon dan Dr. Mark tampak berpamitan kepada James dan Checille, karena waktu sudah menunjukkan hampir pukul 11 malam.


Baru saja kembali ke rumahnya yang berada di sebelah rumah Alicia, Leon membuka jas dan dasinya dengan cepat dan melemparkannya ke sofa, lalu meraih kunci mobilnya yang tergantung di dinding.


"Sudah hampir larut, mau ke mana?" tanya Dr. Mark bingung.


"Menjemput kekasihku! Alicia sedang menonton konser bersama sahabatnya!"


"Kekasih?! Tanpa bantuanku malam ini, semua ini tak akan berjalan lancar untukmu!" ledek Dr. Mark ketika melihat sahabatnya itu terburu-buru ingin meninggalkannya.


Leon yang sedang mengikat tali sepatu ketsnya menghentikan gerakan tangannya mendengar ocehan sahabatnya itu.


"Jujur... Aku tidak terlalu menyukai sifat ayah kekasihku itu! Pria itu terlalu memandang materi di atas segalanya, bukankah itu terlihat seperti menjual anak gadisnya? Sementara kekasihku dan ibunya jauh lebih baik, mereka berdua menerimaku walau tidak mengetahui tentang identitasku!" ucap Leon, lalu kembali melanjutkan mengikat tali sepatunya.


"Menurutku ayah Alicia tidak salah, coba pikirkan! Jika kamu adalah seorang Profesor terkenal yang memiliki istri seorang Designer, walau bukan termasuk jajaran Milyuner, tetapi kebahagiaan putri satu-satunya milikmu yang sangat cantik dan polos, pasti akan menjadi prioritasmu! Begitulah pola pikir pria itu, jadi... Kamu tidak bisa menyalahkannya karena tidak bisa menerimamu sebelumnya, bayangkan saja ia harus menyerahkan putrinya yang cantik jelita pada seorang pengangguran yang menumpang tinggal di rumahnya dan berusia 5 tahun lebih tua dari putrinya, semua ayah kemungkinan akan seperti dirinya!" papar Dr. Mark mengemukakan pendapatnya, ia ingin sahabatnya yang terlalu pemilih ini mengerti bahwa sikap yang diambil calon mertua lelakinya itu adalah benar.


"Sudahlah! Aku tidak ingin memikirkannya lagi, karena ke depannya pria itu adalah mertuaku! Sebenarnya aku cukup beruntung bertemu Alicia, Calon Pengantinku itu tidak seperti gadis kebanyakan, gadis itu menolakku saat berada di Kastilku yang mewah, tetapi ia menerimaku dengan baik saat aku berada di rumahnya, itu artinya ia sama sekali tidak tergoda pada apapun yang kumiliki! Bahkan kekasih kecilku itu bisa menerima penampilan terjelekku saat aku memperlihatkan wujudku! Aku justru sangat menghargai hal itu, karena itu aku tidak ingin melepaskannya! Dan sekarang... Aku hanya ingin berlari memeluknya, apalagi setelah aku melihatnya menangis untukku beberapa hari yang lalu, wajahnya saat itu benar-benar membuatku merasa dibutuhkan sebagai kekasihnya! Bukan sebagai Pemilik Vald Corporation! Dan itu membuatku sangat bahagia!" Leon berdiri setelah selesai mengikat sepatunya, "Tidak perlu menungguku! Aku membawa kunci sendiri, malam ini Alicia akan tidur bersamaku lagi," celetuknya sambil melambaikan tangan pada sahabatnya dan pergi dengan cepat.


"Haizzz... Pria ini benar-benar telah menjadi budak cinta sehingga melupakanku sahabatnya ini!" keluh Dr. Mark, ia menghela nafas mendengar suara mobil Leon yang terdengar meninggalkan rumah.


Di saat yang sama, di tempat konser di mana Alicia dan ketiga sahabatnya sedang menonton bersama, Josh memperhatikan Alicia yang tampak fokus mengetik di ponsel miliknya, senyum terlihat di wajah mungilnya sesaat, tetapi senyum itu berganti dengan wajah cemberut saat Aaron merebut ponsel miliknya.

__ADS_1


"Kembalikan ponselku!!" teriak Alicia kesal ketika melihat Aaron mencoba membaca pesannya yang terpampang di layar ponsel.


"Hei Josh, ambil ini!" Aaron melemparkan ponsel Alicia dengan cepat kepada sahabatnya sesaat sebelum Alicia merebut ponsel tersebut darinya.


Josh menangkap ponsel itu dan menyimpannya ke dalam kantong celananya.


"Josh, tolong kembalikan ponselku!" Alicia mengulurkan tangannya pada Josh, tetapi Josh justru berpura-pura tidak mendengarnya dan memperhatikan konser dengan serius.


Melihat hal itu, Alicia yang kesal menarik kantong celana Josh dan merogohnya.



"Hei hei..." Wajah Josh memerah ketika tangan mungil itu bermain-main di dalam kantong celananya, "Berhati-hatilah... Jangan memegang sembarangan," gumamnya pelan sambil memalingkan wajahnya yang semakin memerah, tangan mungil itu hampir menyentuh miliknya sebelum akhirnya menemukan ponselnya.


"Dapat!" teriak Alicia senang sambil mengeluarkan tangannya dari kantong celana Josh, ia tertawa kecil ketika melihat ponsel miliknya.


"Gadis ini... Apakah dia tidak bisa membedakan bagaimana harus bersikap dengan sahabat wanita dan juga sahabat pria? Mengapa dia memperlakukanku dan Gwen dengan cara yang sama?! Aku ini seorang pria!!" jerit hatinya, Josh menghembuskan nafas perlahan mencoba meredam gejolak hatinya.


Di sisi lain, Aaron yang memperhatikan hal itu menepuk pundak Josh.


"Hei teman, ada apa? Mengapa ekspresi wajahmu terlihat sedikit menjijikkan? Ekspresi itu seperti mengatakan aku ingin menidurimu!" bisiknya dengan nada mengejek.


"Diamlah!! Dasar bodoh!" rutuk Josh, "Semua ini karenamu!" lanjutnya lagi.


"Hei, aku hanya memintamu menangkap ponselnya bukan memintamu untuk menyimpannya di kantong celanamu!" sanggah Aaron membela diri, "Tetapi... Mengapa Alicia menjadi sangat berani padamu?! Biasanya gadis kecil ini terlihat sangat pendiam dan menjaga sikapnya," gumamnya bingung, ia melirik wajah Josh yang masih memerah, "Teman, melihat wajahmu ini aku sedikit penasaran, apakah Alicia telah menyentuh sesuatu saat mengambil ponselnya di kantongmu?" tanya Aaron dengan tatapan nakal.

__ADS_1


Wajah Josh semakin memerah mendengar ucapan Aaron, ia menyikut perut sahabatnya itu dengan keras hingga membuat Aaron terbungkuk dan meringis.


"Singkirkan pikiran kotormu itu!!" dengus Josh setengah berbisik.


Aaron tertawa canggung mendengar hal itu.


"Bagaimana aku tidak berpikiran kotor? Wajahmu itu terlihat seperti seorang pria yang minta ditiduri!" celetuknya pelan.


Ketika Josh ingin kembali membalas ucapan Aaron, Gwen terlihat mendekatinya.


"Alicia pergi!" tukas Gwen dengan wajah cemas.


Josh melirik jam tangannya.


"Sudah larut malam, Mungkinkah dia pulang sendiri?!" tanya Josh, sambil melemparkan tatapannya pada Gwen dan Aaron secara bergantian.


"Josh, kita harus mengejarnya! Tidak baik baginya jam segini berada di jalan sendiri!" timpal Aaron.


Josh mengangguk setuju, dengan cepat ketiga sahabat ini meninggalkan gedung pertunjukkan, ketika tiba di parkiran... Josh, Gwen, dan Aaron melihat Alicia sedang bersama Leon, gadis kecil itu memeluk Leon sambil tersenyum bahagia, dan Leon tampak mencium keningnya dengan lembut.


Sedikit cemburu melihat hal itu, Josh spontan mengambil ponselnya dan tampak mengirimkan pesan, setelah menyimpan kembali ponselnya ia mengajak Gwen dan Aaron untuk pulang bersama.


"Bagaimana dengan Alicia?" tanya Gwen bingung sambil mengikuti langkah Josh.


"Jangan khawatir! Aku telah mengirimkan pesan padanya, bahwa kita pulang!" lontar Josh dingin.

__ADS_1


Aaron dan Gwen saling pandang melihat kemarahan di wajah sahabatnya itu.


__ADS_2