
"Aku hampir ragu sebelumnya, tetapi ternyata aku benar! Bagaimana rasanya menghilang selama 11 tahun?" ejek Caitlin.
Alicia hanya diam mendengar ejekan Caitlin, berbeda dengan Josh yang terlihat kesal, ia melangkah maju ke hadapan Caitlin.
"Aku pikir 11 tahun waktu yang cukup lama untuk merubah pribadi jelek seseorang, tetapi melihat dirimu hari ini mungkin butuh puluhan tahun lagi untuk mengubah hal itu!" balas Josh dingin.
"Apa aku mengenalmu?!" Caitlin menatap Josh tajam.
"Kamu tak mungkin melupakanku secepat itu kan Putri Caitlin si tukang bully!"
"Oh... Aku ingat julukan itu, ternyata Josh si gendut! Perubahanmu cukup lumayan, ternyata dua pecundang kecil ini masih berteman." Caitlin tertawa sinis.
Melihat keadaan yang kurang mengenakan di pesta ulang tahunnya, Wesley dengan cepat menarik Caitlin menjauhi teman-temannya.
"Haruskah kamu menghina teman-temanku di pesta ulang tahunku?!" omelnya, setelah berada cukup jauh dari Alicia dan teman-temannya.
"Teman? Dua pecundang itu adalah temanmu?! Apakah ayahmu tidak mengajarkan cara bergaul yang benar?! Mereka bahkan tidak pantas berada di pesta mewah ini! Karena mereka bukan siapa-siapa."
"Mereka adalah teman kampusku! Itu artinya mereka adalah temanku!" protes Wesley.
"Aku akan memberimu pilihan, tetap berteman dengan kedua pecundang itu dan putus dariku atau tetap menjadi pacarku dan tinggalkan kedua pecundang itu! Karena aku tidak ingin terlibat pergaulan dengan golongan kelas bawah!" Caitlin melepaskan tangannya dari Wesley dan pergi ke tengah ruangan pesta.
Wesley menghela nafas melihat kesombongan pacarnya.
Sementara itu di teras rumah Wesley, Gwen terlihat sangat kesal.
"Josh, siapa wanita itu?! Tingkahnya sangat menyebalkan!" tukas Gwen.
"Dia Caitlin, gadis sombong yang selalu mengganggu Alicia bersama teman-temannya ketika kecil, hingga membuatnya terpaksa meninggalkan sekolah dan bersembunyi selama 11 tahun karena takut, bukankah begitu Alicia?"
Josh menatap Alicia, diikuti oleh Gwen dan Aaron, Alicia tidak menjawab pertanyaan Josh itu, ia masih terdiam dengan semua kenangan tidak mengenakkan yang dilaluinya selama sekolah dasar di dalam benaknya.
"Ternyata gadis itu penyebab Alicia tidak menerimaku," bisik Aaron dalam hati.
"Apakah kehidupan masa kecil sahabatku ini terlalu menyakitkan?" bisik hati Gwen sambil memperhatikan wajah Alicia yang tampak tertekan dengan kehadiran Caitlin, "Alicia... Lupakan wanita itu! Dia tidak pantas mendapatkan perhatianmu!" ucap Gwen sambil menggenggam tangan sahabatnya.
"Aku tidak..." Alicia melirik ketiga sahabatnya yang sedang memperhatikan dirinya, ia mencoba tersenyum pada ketiga sahabatnya itu yang terlihat mengkhawatirkannya, "Aku baik-baik saja, semua hanya masa lalu! Lagipula... Aku sekarang memiliki kalian dan aku sangat bersukur dengan hal itu!"
"Itu baru sahabatku!" Gwen merangkul Alicia sambil tersenyum.
"Alicia??" Aaron menatap Alicia dengan wajah sedih, ia tahu Alicia mencoba tegar di hadapannya, Gwen dan Josh.
__ADS_1
"Aaron wajahmu jelek sekali!" seloroh Alicia sambil tertawa kecil, "Aku pikir lebih baik kita masuk sekarang agar tidak ketinggalan dansa pembuka!" lontarnya, mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Benar, sepertinya sudah akan dimulai, ayo!" Gwen menarik tangan sahabatnya memasuki rumah Wesley.
Josh mengikuti Alicia dengan tatapannya.
"Hei Josh, apakah dia akan baik-baik saja?!" tanya Aaron.
"Dia akan baik-baik saja jika Caitlin tidak membuat masalah baru, dan aku tidak akan tinggal diam jika Caitlin ingin kembali mengganggunya! Karena Alicia baru saja mendapatkan kehidupan bahagianya, aku tidak ingin melihat hal itu rusak oleh siapapun lagi!" gumam Josh.
Aaron mengangguk setuju dengan ucapan sahabatnya itu.
"Hei buddy! Aku bersamamu!" timpalnya sambil menepuk pundak Josh.
"Aku tahu." Josh tersenyum pada sahabatnya itu, "Sebaiknya kita cari kedua gadis itu sebelum orang lain merebutnya untuk acara dansa!"
"Tentang itu..." Aaron menggaruk kepalanya, "Yang pertama kali menemukan Alicia akan berdansa dengannya!" sahut Aaron sambil berlari meninggalkan Josh.
"Aaron!!" teriak Josh, ia berlari cepat mengejar Aaron yang meninggalkannya sambil tertawa.
Di ruang dalam rumah keluarga Wesley, tampak pesta dansa akan segera dimulai, Aaron yang pertama kali menemukan Alicia dan Gwen dengan cepat menarik tangan Alicia ketika melihat dua orang pria mendekati kedua sahabatnya itu.
"Aku tahu kamu telah menolak untuk menjadi pacarku, tetapi ijinkan aku menjadi pasangan dansa pertamamu kali ini! Dan juga... Ini dansa berputar, pada akhirnya kamu akan bertemu Josh sebelum dansa berakhir," bisik Aaron, ia membungkuk di hadapan Alicia dan mengulurkan tangannya.
Alicia mengangguk, ia menyambut uluran tangan Aaron sambil tersenyum.
Di sebelah Aaron tampak Josh sedang memperhatikan Aaron dengan wajah kesal, karena ia kalah cepat, dan sahabatnya itu dengan santainya mengajak gadis yang ditaksir olehnya untuk dansa pertama.
Musik dansa mulai mengalun memenuhi ruangan, beberapa pasangan tampak melantai dengan gerakan yang lembut dan indah.
Gwen yang saat ini berpasangan dengan Josh, memperhatikan Josh dengan wajah senang, karena ini adalah dansa pertamanya, ia sangat senang bisa memiliki Josh sebagai pasangannya.
Begitu juga dengan Aaron yang merangkul pinggang ramping Alicia, walau ia tahu gadis itu hanya menganggapnya sebagai sahabat, tetapi Alicia juga tidak menolak untuk melakukan dansa pertama dengannya, dan penampilan Alicia yang tidak biasa malam ini membuatnya sedikit terpukau.
Ketika para pasangan di lantai dansa saling melepaskan tangan pasangannya, Josh dengan cepat menarik pinggang dan tangan Alicia.
"Hei Josh!" protes Aaron.
"Sudah waktunya bertukar pasangan!" timpal Josh dingin.
"Cemburumu berlebihan!" tukas Aaron dengan wajah cemberut.
__ADS_1
Mendengar ucapan Aaron, Josh mendelik pada sahabatnya itu sambil berdansa.
Aaron tertawa canggung melihat tatapan tajam yang ditujukan Josh padanya.
Sesaat kemudian para pasangan kembali melepaskan tangan pasangannya, Josh kembali menarik Alicia ketika Aaron mencoba mendekatinya.
"Hei itu tidak adil!" protes Aaron lagi.
"Josh, aku pikir Aaron benar," ucap Alicia pelan sambil berputar.
"Jangan pedulikan dia!" bisik Josh.
"Hei hei... Aku mendengar hal itu! Kamu bukan sahabatku!" rutuk Aaron.
"Sejak kapan aku mengatakan kamu adalah sahabatku?" ledek Josh sambil menatap Aaron.
"Hahaha... Kamu bercandakan?"
"Hahaha... Aku serius!"
Bersamaan dengan itu musik dansapun berhenti, para pasangan saling memberi hormat.
Aaron mensejajari langkah Josh yang sedang mengikuti Gwen dan Alicia.
"Hei Josh, ucapanmu tadi itu hanya bercandakan?" bisik Aaron cemas.
"Menurutmu?!" Josh melirik sahabatnya.
"Hei ayolah! Itu hanya dansa!"
"Tetapi itu dansa pertama Alicia!!" sungut Josh.
"Hei, aku memaafkanmu ketika kamu merebutnya dariku! Aku hanya meminta dansa pertamanya, apakah harus semarah itu?!" gerutu Aaron sambil menunduk.
"Bodoh!" Josh merangkul pundak sahabatnya yang tampak merasa bersalah, "Aku hanya bercanda padamu! Walau tadi sedikit mengesalkan, tetapi aku tidak akan membuangmu karena hal itu! Karena kamu yang bodoh ini adalah sahabat baikku!"
Gwen tertawa kecil mendengar ucapan Josh.
"Josh benar, dia tidak mungkin meninggalkan pria bodoh sepertimu! Karena sahabat itu harus saling melengkapi, ada yang pintar seperti Josh, tentu saja harus ada yang bodoh sepertimu!" ejeknya pada Aaron.
"Gwen!!" Aaron menekuk wajahnya.
__ADS_1