
Kedua pria muda yang baru saja berteriak itu menatap Leon dengan wajah tak percaya, bagi Anton sendiri ia sedikit shock ketika mengetahui bahwa Leon sebagai Pimpinan Vald Corporation yang ditakuti di sepertiga belahan Dunia itu ternyata percaya pada legenda-legenda tak masuk akal ini, apalagi Julian... Seumur hidup baru kali ini ia mendengar kalau Vampir itu benar-benar ada dan hal itu tercetus dari mulut pria sekelas Leon.
Tatapan yang ditujukan oleh Anton dan Julian padanya dengan wajah bingung itu membuat Leon menghela nafas.
"Sebenarnya aku..."
"Aku percaya pada Leon!" sela Alicia cepat, ia sengaja menyela ucapan Leon karena takut suaminya itu akan membuka identitasnya.
"Aku juga percaya padanya!"
Eh???
Mendengar kata-kata Dr. Mark yang tiba-tiba membela dirinya Alicia pun spontan berpaling menatap Dokter muda itu yang kemudian tersenyum dan mengangguk padanya.
Dan hal itu tentu saja berbeda dengan Anton yang melihat Dr. Mark dengan wajah semakin bingung, tidak cukup Bosnya, kini bertambah lagi dengan sahabat bodohnya, lalu...
"Nyonya, jika hanya si bodoh ini yang mengatakannya itu tidak apa-apa, tetapi mengapa Nyonya juga ikut terjatuh bersamanya?!" protesnya melihat kekompakan Alicia dan juga Dr. Mark.
"Apa maksudmu si bodoh itu aku?!"
Sesaat Anton terdiam membeku, ucapan yang dilontarkan dengan nada dingin itu padanya seakan-akan membuat ruangan kantor ini berubah menjadi sebuah Freezer raksasa.
"Hehehe... Bos, mak... Maksudku bu... Bukan Bos!" jawabnya canggung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Leon kembali menghela nafas melihat tingkah sahabat dekatnya itu.
"Kalian tidak akan pernah mengerti jika aku tidak menunjukkannya secara langsung!" ucapnya datar.
__ADS_1
Baru saja Alicia ingin menghentikan apa yang akan dilakukan suaminya itu, tetapi semua terlambat! Leon telah memperlihatkan wujudnya di hadapan ketiga sahabatnya, dan membuat ketiga pria muda yang berada di dalam ruang kantor ini terkejut setengah mati.
Walau perubahannya tidak sebanyak yang telah ia perlihatkan pada Alicia, tetapi itu sudah cukup untuk mengumpulkan ketiga sahabatnya ini menjadi sebuah kelompok kecil yang saling melindungi dan berpegangan tangan, layaknya permainan kereta api yang selalu dimainkan oleh bocah-bocah seumuran putranya.
Bahkan teriakan kompak menyebut kata Vampir terlontar dari mulut ketiga sahabatnya ini, ketika ketiga sahabatnya ini saling berlarian mendekati satu sama lain lalu membelitkan tangannya dengan cepat pada tangan mana yang berhasil diraihnya terlebih dahulu.
"Jangan menyebut makhluk rendahan itu di hadapanku! Aku Leon Vlad adalah keturunan berdarah murni, Sang Pangeran Kegelapan! Putra satu-satunya Count Drakula!!"
Kata-kata yang terdengar narsis ini membuat Alicia tertawa kecil.
"Dia tidak berubah, masih narsis seperti dulu," bisiknya dalam hati.
"Nyo... Nyonya telah mengetahuinya?" tanya Anton takut-takut, ia sedikit malu di hadapan Alicia yang terlihat biasa saja menghadapi perubahan Leon.
"Benar, aku telah mengetahuinya bahkan sejak di awal perkenalan kami!" jawab Alicia santai.
PLAKKK!!!
Sebuah pukulan keras tiba-tiba mendarat di kepala Dokter muda ini usai ia mengucapkan kata-katanya.
"Mengapa memukulku?!!" teriaknya kesal ketika mengetahui Anton yang telah melakukan itu padanya.
"Kalau sudah tahu mengapa masih takut?!!" balas Anton sambil berteriak juga, ia merasa apa yang dilakukan Dr. Mark ini seperti mengejeknya dan juga Julian.
PLAKK!!!
__ADS_1
Sebuah pukulan kembali mendarat di kepala Dokter muda ini, merasa tidak terima diperlakukan seperti itu, Dr. Mark pun berpaling dengan cepat ingin melihat siapa yang telah berani melakukan hal itu lagi padanya.
Sejenak ia terpaku saat menyadari siapa yang telah memukulnya itu, apalagi pria itu sedang menatapnya tajam sambil mengepalkan tangannya dan menggertakkan giginya, pria itu adalah Julian yang juga merasa kesal melihat tingkahnya.
Melihat kemarahan di wajah Anton dan Julian, dengan perlahan-lahan Dr. Mark menarik kakinya dari hadapan kedua pria yang sedang menatapnya dan tampak ingin segera menerkam dirinya.
"Alicia!!!" teriaknya histeris, tanpa berpikir lagi ia pun berlari secepat kilat dan langsung bersembunyi di belakang tubuh Alicia, bahkan tanpa sadar menyentuh pinggang Sang Nyonya dalam takutnya.
"Mark...!!!"
Sekali lagi ruangan kantor membeku, rasa dingin itu bahkan menusuk hingga ke tulang Dr. Mark, ia mengangkat wajahnya perlahan dan menatap Leon sahabatnya yang sedang menatapnya dengan matanya yang telah memerah karena marah, ditambah seringainya yang menampakkan dua giginya yang tajam, hal itu membuat Dr. Mark merasa semakin terpojokkan, ia bagaikan seekor tikus kecil di hadapan tiga kucing lapar.
"Mati aku!!" jeritnya dalam hati.
***
Pagi hari, kicau burung terdengar bernyanyi riang menyambut pagi ketika Alicia membuka pintu balkon sesaat setelah ia terbangun pagi ini, ia menarik nafas panjang untuk menghirup kesegaran udara pagi yang menyisakan aroma daun kering dan embun yang menetes di dahan-dahan kering karena musim gugur masih terjadi, beberapa saat kemudian ia mulai mengalihkan pandangannya ke bawah balkon, Paris pagi hari yang indah tampak di bawah sana, belum banyak orang yang berlalu-lalang karena kebanyakan penduduk Paris lebih banyak menghabiskan waktunya di malam hari.
"Tenang sekali, tetapi sayangnya sebentar lagi ketenangan ini akan terusik!" bisik hatinya lirih, melihat semua ketenangan itu ia pun terpancing untuk meregangkan tubuhnya yang lelah setelah membujuk suaminya semalam agar tidak marah pada Dr. Mark, tidak cukup sampai di situ ia juga masih harus menenangkan Julian juga Anton yang terlihat takut pada suaminya, dan setelah selesai bujukan darinya pertemuan tertutup itu masih diteruskan dengan mengatur rencana untuk menghadapi Victor dan pagi ini... Ia bahkan terbangun pagi-pagi sekali dan tak lagi bisa melanjutkan tidurnya karena otaknya dipenuhi dengan berbagai kecemasan tentang putranya juga kedua orang tuanya terlebih lagi Leon suaminya.
Aku tidak tahu bagaimana ini akan berakhir? Tetapi semoga Tuhan selalu melindungi keluargaku juga suamiku.
***
Hari ini walau rencana Leon akan dijalankan bersama, walau Anton juga Julian sudah diberitahu bahwa Leon dan juga Kaumnya memiliki perjanjian dengan pihak manusia, tetapi ketakutan kedua pria muda ini terhadap Leon tidak sepenuhnya berkurang, ditambah lagi dengan kehadiran musuh yang telah dikatakan Leon sebagai Raja Kelicikan yaitu Raja Vampir Lord Victor, kecemasan kedua pria ini semakin menjadi-jadi bahkan kecemasan itu merayap pada Dr. Mark.
Karena bagi Dr. Mark sendiri, Leon saja sudah cukup menakutkan untuknya walau Pimpinan Vald Corporation itu selalu memegang teguh janjinya dan tidak pernah memperlihatkan wujudnya di hadapan dirinya, berbeda dengan pria paruh baya itu yang telah dilihatnya semalam, Victor... Dalam senyum ramahnya saja pria paruh baya itu telah berhasil menakuti dirinya, dan yang membuatnya lebih cemas lagi adalah saat pertempuran nanti, saat itu ia tidak tahu wajah seperti apa yang akan diperlihatkan Victor pada Leon dan bawahannya.
__ADS_1
Dan untuk persenjataan yang dipersiapkan dalam perang ini, Leon telah meminta para bawahannya untuk melarutkan tanaman Ash atau hawthorn menjadi cairan yang dikemas dalam botol-botol kecil yang kelak akan di masukkkan ke dalam bahan peledak, tidak hanya itu... Ratusan pasak dari kayu ek hari ini telah mulai dikerjakan dan akan selesai sebelum matahari terbenam.
Semua senjata yang dipersiapkan oleh Leon ini terkenal sejak ratusan tahun yang lalu berkhasiat untuk membunuh Vampir dan melukai Drakula, tetapi kebanyakan senjata ini dipergunakan manusia pada Night Walker, itulah julukan manusia zaman dulu pada Klan Vampir.