STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.

STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.
COBALAH BERSAMAKU.


__ADS_3

Di kampus saat ini, Alicia menjatuhkan kepalanya ke atas mejanya dengan wajah lesu setelah pelajaran hari ini usai.


Semalam setelah Leon mengantarkannya pulang dan melarangnya datang kembali malam itu seperti yang biasa dilakukannya, membuat dirinya tidak bisa memejamkan matanya sepanjang malam.


Ia yang telah terbiasa tidur di dalam pelukan Leon, merasakan kamarnya terlalu sepi tanpa kehadiran pria itu bersamanya, tubuh Leon yang hangat dan wangi selalu membuatnya nyaman bersama kekasihnya itu.


"Dia membenciku karena aku masih kecil." Alicia menghela nafas.


Gwen yang memperhatikan keresahan sahabatnya itu melemparkan pandangannya pada Josh dan Aaron yang kebetulan juga sedang memperhatikan sahabatnya itu, sebuah kode bertanya dari Aaron dengan matanya hanya dijawab Gwen dengan mengangkat bahunya, ia kembali menatap Alicia ketika melihat Josh dan Aaron beranjak dari kursinya.


"Ada apa? Mengapa wajahmu hari ini jelek sekali?" ledeknya pada sahabatnya yang lagi-lagi terlihat menghela nafas.


"Mengapa memiliki pacar yang lebih dewasa darimu itu sangat sulit?!" sungut Alicia dengan wajah cemberut.


"Pacar?!!"


Pertanyaan yang diucapkan dengan intonasi tinggi itu membuat Alicia spontan menegakkan kepalanya, ia berpaling ke arah asal suara dan mendapati Josh sedang menatapnya tajam.


"Ah itu... Aku baru saja nonton film sedih semalam dan sedikit terbawa suasana, jadi..."


"Sejak kapan gadis sepertimu mampu melakukan hal itu?!" sindir Aaroon menyela ucapan Alicia.


"Eh??" Alicia menatap ketiga sahabatnya yang sedang menatapnya.


"Apakah kebohongan ini karena pria itu?! Dan pacar dewasa yang kamu maksud itu adalah Leon?!" tanya Josh dengan tatapan menyelidik.


"Itu..." Alicia menunduk dengan perasaan bersalah, ia tidak sanggup menerima tatapan ketiga sahabatnya yang terlihat seperti menghakiminya.


"Putuskan dia!"


"Eh??" Alicia menatap Gwen saat mendengar hal itu.


"Aku baru saja mendengarnya, bukankah kamu sendiri yang mengatakan memiliki pacar dewasa itu sulit?! Kalau begitu putuskan saja! Lagipula dari pertama kali bertemu dengan pria itu, aku sudah tahu pria itu terlalu dewasa untukmu!"


"Tetapi aku..."


"Bagaimana jika mencobanya bersamaku?!" sahut Josh tiba-tiba.

__ADS_1


"Apa?!!" Alicia berpaling pada Josh, ia hampir tidak mempercayai pendengarannya saat ini.


Josh menghampiri Alicia yang terpaku menatapnya, ia meraih tangan mungil Alicia dan menggenggamnya.


"Cobalah bersamaku! Aku seumuran denganmu dan sangat mengenalmu! Kita berdua sudah bersahabat sejak lama dan nyambung dalam banyak hal, kita bisa membicarakan apa saja! Bahkan kita akan dewasa bersama!" ucap Josh, sambil menatap mata bulat yang berkali-kali mengerjap di hadapannya saat mendengar perkataannya.


"Josh, aku..." Alicia menarik tangannya perlahan, tetapi Josh tidak membiarkan tangan mungil itu terlepas dari genggamannya.


"Jangan jawab sekarang! Jawablah nanti setelah aku memenangkan pertandingan basket hari ini! Apakah kamu bersedia menghadiri pertandinganku hari ini?!" pinta Josh dengan tatapan penuh harap.


"Aku..."


"Demi persahabatan kita, ayo dukung Josh dan Aaron hari ini!" bujuk Gwen sambil merangkul tangan sahabatnya itu dan menunjukkan wajah memelasnya, ia sengaja melakukan hal itu karena ia tahu Alicia tidak akan menolak permintaannya setiap kali ia melakukan hal itu.


"Tapi..." Alicia menunduk ragu.


"Apakah aku, Josh dan Gwen bukan lagi sahabatmu!" tukas Aaron.


"Apa?!" Alicia sangat terkejut mendengar ucapan Aaron, "Jangan pernah berpikir begitu! Kalian adalah sahabatku!" ucapnya serius.


"Gwen...!!" protes Alicia.


"Tidak perlu, aku yang akan meminta ijin itu dari ayahmu!" lontar Josh sambil tersenyum, ia melepaskan tangan Alicia dan mengelus kepala Alicia dengan lembut, "Tunggu aku! Kita akan pergi bersama!" bisiknya, setelah mengucapkan hal itu Josh mengambil handphonenya dan meninggalkan Alicia yang sudah tidak mampu berkata-kata lagi.


Melihat Josh pergi begitu saja, Alicia melemparkan pandangannya pada Aaron.


"Jangan melihatku! Hal ini sudah diputuskan!" sahut Aaron dengan senyum nakalnya, ia berlari menyusul Josh untuk menghindari tatapan protes dari Alicia.


"Gwen...??"


Gwen mencoba tersenyum melihat wajah cemberut sahabatnya itu.


"Tolong lakukan ini untuk ketiga sahabatmu, oke?" bujuknya lagi sambil mengerjapkan matanya berkali-kali.


Alicia kembali menghela nafas melihat tingkah ketiga sahabatnya.


"Sudahlah, aku tidak mungkin mengecewakan mereka!" bisik hatinya.

__ADS_1


***


Di dalam mobil Gwen yang bergerak menuju lapangan basket kota, Alicia mengirimkan chat pada Leon untuk memberitahukan bahwa ia akan pulang terlambat karena akan melihat pertandingan basket bersama ketiga sahabatnya di lapangan basket kota, dan hal itu hanya dijawab Leon singkat dengan satu kata iya.


"Dia masih marah padaku!" gumam Alicia lesu.


Sementara itu di rumah Leon, Leon menatap ponselnya dengan kesal, ia sedang duduk di sofa ruang tamunya menikmati segelas sarapannya yang baru dihantarkan oleh Dr. Mark sahabatnya saat menerima chat dari Alicia.


"Gadis Kecil ini, mengapa ia bodoh sekali!" rutuknya dalam hati, Leon membersihkan bibirnya, beranjak dari sofa dan meraih kunci mobilnya dengan cepat setelah menjawab chat dari kekasih kecilnya itu, ketika ia membuka pintu rumahnya, langkahnya terhenti karena kehadiran seseorang.


"Leon..." Seorang wanita yang dalam kondisi mabuk menjatuhkan dirinya.


"Nathe?? Apa ini?!" sahut Leon dingin, melihat wanita mabuk yang bersandar padanya.


"Ayo bicara di dalam!" wanita itu yang tak lain adalah Nathalia, mendorong Leon kembali ke dalam rumahnya dan menutup pintunya.


"Mark!!" teriak Leon memanggil sahabatnya dengan wajah kesal.


Mark yang baru saja keluar dari kamarnya, berlari terburu-buru menghampiri sahabatnya mendengar teriakan itu.


"Nathe?!!" ia mencoba menarik Nathalia yang menempel di tubuh Leon, Mark sangat memahami Leon, sahabatnya itu sangat membenci wanita yang menempel padanya, tetapi Nathalia menyentakkan tangannya saat ia meminta wanita itu menjauhi Leon.


"Mark, jangan ikut campur!!" bentak Nathalia, "Dan Leon..." Ia melemparkan tatapannya pada Leon setelah memperingatkan Mark, "Kita telah bertunangan selama 3 tahun, dan selama 3 tahun ini juga kamu selalu menghindariku." Nathalia melirik kemeja Leon yang sedikit terbuka, tubuh kekar Leon yang mengintip dan menggoda membuatnya tertegun sesaat, "Mengapa aku baru menyadarinya, selain tampan pria ini juga memiliki tubuh yang bagus sekali!" rutuk hatinya, ia melirik wajah Leon yang saat ini sedang menatapnya dengan dingin, "Hei Leon, aku telah menerima keputusanmu untuk memutuskan pertunangan kita, apakah menurutmu aku tidak pantas mendapatkan hadiah perpisahan darimu?" bisiknya sambil menyentuh dada Leon yang terbuka dengan jemarinya yang lentik.


"Hadiah apa yang diinginkan olehmu?!"


Pertanyaan dingin dan kaku itu membuat Nathalia menyunggingkan senyum di bibirnya.


"Habiskan malam ini bersamaku! Bagaimana?!"


Leon menarik tangan Nathalia yang menyentuhnya dan mendorong Nathalia pada Dr. Mark dengan kasar.


"Bawa wanita gila ini kembali ke rumahnya!!" perintahnya pada sahabatnya itu, lalu kembali melanjutkan langkahnya yang terhenti karena kehadiran Nathalia.


"Leon!! Satu malam bersamaku atau aku hancurkan kekasih kecilmu itu!!" teriak Nathalia histeris ketika melihat Leon mengacuhkannya.


Leon menghentikan langkahnya mendengar ocehan Nathalia yang bernada mengancamnya.

__ADS_1


__ADS_2