
Malam hampir larut ketika Alicia kembali ke rumahnya, kedatangannya disambut Biana dengan wajah bingung.
Dan kebingungannya itu cukup beralasan, karena di saat Alicia pergi tadi, Alicia mengenakan seragam yang berbeda dengan yang dikenakannya saat kembali, bahkan wig yang menutup rambut panjangnya tidak lagi berada di tempatnya.
"Kakak? Apa yang terjadi?!" tanyanya khawatir sambil memperhatikan Alicia yang menghempaskan tubuhnya di sofa.
Walau pakaian yang dikenakannya terlihat sedikit berantakan, tetapi itu tidak menutupi kecantikan di wajahnya yang terlihat lebih dewasa dan semakin cantik.
"Aku bertemu seseorang yang sangat ingin kuhindari!" tukas Alicia, ia menghela nafas mengingat pertemuannya dengan Leon malam ini, "Dia tidak pernah berubah! Selalu seenaknya padaku," bisik hatinya resah, jujur di dalam hatinya Alicia sangat merindukan Leon, tetapi sampai saat ini ia bahkan belum berhasil mengendalikan kekuatannya, dan itu membuatnya sangat takut untuk menemui Leon.
Di dalam pelariannya selama 6 tahun ini, ia telah beberapa kali terlibat perkelahian dengan preman bahkan melukai beberapa orang di antaranya.
Tidak hanya itu, ia bahkan harus menghadapi para pria yang merupakan suruhan Caitlin, tetapi yang membuatnya tidak mengerti mengapa Caitlin juga ikut mengejar dirinya bahkan hampir melukai putranya.
Dan demi melindungi putranya, Alicia bahkan tidak lagi bisa menyembunyikan kekuatannya dan beberapa kali juga merasakan kehilangan kendali ketika berhadapan dengan para pria tersebut.
Hanya tangisan putra kecilnya itu yang selalu bisa menyadarkan dirinya dari kemarahan yang dirasakannya.
Ia kembali menghela nafas mengingat semua kenangan buruknya, baru saja ia beranjak dari sofa, sebuah ketukan di pintu membuatnya tersentak.
"Biana pintunya!" ia menunjuk pintu dan meminta Biana untuk membukanya, "Jika ada seseorang yang menanyakan tentangku, tolong katakan aku tidak tinggal di sini!" bisiknya.
Biana mengangguk pelan dan melangkah ke arah pintu, sementara Alicia perlahan-lahan menyelinap ke belakang pintu, setelah melihat kode dari Alicia, Biana pun membuka pintunya.
Gadis muda ini tertegun melihat siapa yang berdiri di hadapannya saat ini, seorang pria tampan sedang menatap lurus padanya, rambutnya yang berwarna kuning keemasan tampak tersisir rapi ke samping dan pakaian yang dikenakan pria tersebut melekat sempurna dan menampilkan lekuk kekar tubuhnya.
"Di mana Alicia? Aku tahu ia berada di sini!" ketus pria itu pada Biana.
Biana yang tersadar dari kekagumannya menggeleng pelan.
__ADS_1
"Sepertinya Tuan salah alamat, hanya aku dan keponakanku yang tinggal di rumah ini!" jawabnya.
"Alex keluarlah!! Aku telah mengikutimu sejak tadi dan aku telah melihatmu masuk ke sini!!"
Teriakan itu membuat Alicia melongokkan kepalanya, karena suara pria ini bukanlah suara Leon melainkan...
"Julian??" ia sangat terkejut melihat kehadiran Bosnya itu di depan pintu apartemennya.
Tanpa menunggu dipersilakan masuk, Julian melangkah masuk seenaknya dengan mendorong perlahan pundak Biana yang menghadang jalan masuknya, bahkan dengan seenaknya juga menghempaskan tubuhnya di sofa.
Melihat hal itu Alicia merutuk dalam hati.
"Pria ini... Walaupun ia memiliki segalanya, tetapi apakah pantas baginya bertingkah seenaknya di rumahku?!" bisik hatinya, dengan perasaan dongkol ia meminta Biana untuk menutup pintu kembali lalu melangkah menghampiri Julian dan duduk di hadapan pria itu.
Alicia sedikit gelisah ketika Julian menatapnya dari ujung rambut hingga ujung kaki tanpa berkedip.
"Jika saja pria ini bukan saudara lelaki Alice, mungkin aku telah melemparnya keluar dari jendela!" sungutnya dalam hati.
Pertanyaan dingin itu membuat Alicia mengangkat wajahnya menatap Julian.
"Aku tidak mengerti maksudmu," elaknya, "Dan untuk diketahui oleh Mr. Julian, ini sudah sangat larut! Bukankah tidak pantas bertamu ke rumah seorang wanita yang belum dikenal pada jam segini?!"
"Aku takut kamu akan melarikan diri jika tidak menemuimu sekarang! Melihat reaksimu di Klub tadi... Seharusnya kamu pasti akan segera bersiap untuk meninggalkan apartemenmu sebentar lagi!"
"Eh?? Bagaimana pria ini tahu akan pergi?" gumam Alicia pelan.
"Pria itu... Yang sedang kamu hindari pasti bukan pria biasa, apakah aku benar? Karena malam ini Klub milikku hanya mengundang beberapa orang kalangan atas saja! Dan..."
"Ibu sudah pulang?"
__ADS_1
Ucapan yang terdengar sedikit cadel itu menyela kata-kata Julian dan membuat pria ini berpaling, di depan pintu kamar ia melihat sosok bocah lelaki kecil memakai piyama dan memeluk guling sedang menggosok matanya, dan Julian sangat terkejut ketika melihat mata itu terbuka dan menatap ke arahnya.
"Bocah kecil ini... Mengapa bocah ini sangat mirip dengan Leon?!" lontarnya, ia menghampiri Leonardo yang sangat bingung dengan kehadiran dirinya.
"Ibu... Apakah ibu membawa ayah kembali? Apakah pria ini adalah ayahku?" tanya Leonardo ketika melihat Julian berjongkok di hadapannya.
"Wajah ini sangat mirip dengannya!" Julian berpaling dan menatap Alicia dengan tajam, "Apakah ini putra Leon?! Pria yang kamu hindari itu adalah Leon?!"
Alicia lagi-lagi menghela nafas melihat reaksi Julian, dengan lirikan matanya ia meminta Biana untuk membawa Leonardo kembali ke dalam kamar.
"Duduklah!" pintanya pada Julian setelah melihat Biana dan putranya telah masuk ke dalam kamar.
Dengan wajah penasaran, Julian pun mendekati Alicia dan kembali duduk di sofa.
"Kamu benar, putraku itu adalah putra Leon, dan memang benar pria yang ingin kuhindari itu adalah dirinya, tetapi maaf... Aku tidak bisa mengatakan padamu apa alasanku menghindarinya!" terang Alicia, "Dan seperti tebakanmu, aku memang bermaksud meninggalkan apartemenku saat ini juga, karena itu... Jika tidak ada keperluan lain, bisakah kamu meninggalkan rumahku sekarang juga?!"
"Ke mana kamu akan pergi? Jika belum memiliki tujuan, bagaimana jika tinggal di rumahku saja?" usul Julian, usul ini tentu saja telah dipikirkannya dengan baik, bagi Julian... Ini pertama kalinya ia tertarik pada seorang wanita, bukan hanya cantik wajah dingin Alicia saat pertama kali bertemu dengannya di bus telah menarik perhatiannya, walau ia sedikit terkejut ketika mengetahui bahwa Alicia telah memiliki seorang putra bersama Leon, tetapi melihat wanita ini sangat ingin menghindari Leon membuatnya berpikir bahwa kemungkinan Leon telah menyakiti Alicia, dan ia sama sekali tidak keberatan untuk membantu menyembunyikan Alicia dan putranya dari Leon.
"Maaf aku tidak bisa menerima hal itu! Karena kamu adalah sahabatnya."
"Aku memang mengenal Leon, tetapi aku tidak terlalu dekat dengannya, jika kamu ingin bersembunyi darinya maka rumahku adalah satu-satunya tempat yang paling aman untukmu karena Leon tidak pernah berkunjung ke rumahku!"
Alicia menggeleng dan beranjak dari sofa menuju pintu, ia membuka pintu apartemennya lebar-lebar.
"Sudah larut, pergilah!" sahutnya dingin.
Dengan sedikit putus asa Julian pun beranjak, ia sangat bingung mengapa dirinya tidak mampu meluluhkan hati Alicia sementara di luar sana ratusan gadis bahkan bersedia antri demi dirinya.
Sebelum meninggalkan apartemen Alicia, Julian memberikan kartu namanya pada Alicia.
__ADS_1
"Hubungi aku jika kamu menemukan kesulitan nanti, seperti janjiku... Aku pasti akan melindungimu!" ucapnya sambil tersenyum lembut.