
"Menurutku... Nikahi dia segera sebelum mereka menemukannya!" tukas Dr. Mark, "Oh ya Leon, masih ada beberapa hal yang harus dilakukan, wanita yang telah mencoba menjebakmu semalam dan Julian yang telah berusaha menyembunyikan informasi tentang kekasihmu ini, bagaimana kamu akan menanganinya?!"
"Hmmm... Kamu benar, masih ada masalah ini yang harus diselesaikan! Wanita itu memang terlalu berani padaku, jika semalam Alicia tidak menemukanku mungkin aku telah masuk ke dalam jebakannya, dan Julian... Mengapa saudara lelaki Alice itu menghancurkan berkas milik kekasihku ketika kita memintanya? Bahkan alasannya melakukan hal itu sungguh tidak masuk akal!" cetus Leon dengan kening berkernyit, "Mark, perintahkan beberapa orang untuk menemukan wanita itu yang telah memberikan wine padaku! Dan juga... Katakan pada mereka untuk menyelidiki Julian!"
"Baik." Dr. Mark mengangguk cepat.
"Jika aku mengetahui kedua orang ini bekerja sama, maka aku tidak akan tinggal diam dan akan membalas mereka dengan baik satu-persatu!"
"Tetapi Leon... Kamu tidak bisa melakukan hal itu pada Julian! Pria itu adalah saudara kandung Alice, dan Alice telah banyak membantumu selama 6 tahun ini, lagipula... Aku pikir Julian tidak mengenal wanita yang telah menjebakmu itu!" terang Dr. Mark.
"Kita akan mengetahuinya nanti! Tetapi... Aku berjanji padamu, jika Julian benar-benar tidak berhubungan dengan wanita itu maka aku akan memaafkannya untuk Alice."
"Dan wanita itu?"
"Bungkam dia setelah ditemukan! Hancurkan seluruh usaha keluarganya! Biarkan ini menjadi pelajaran bagi mereka yang masih ingin bermain-main denganku!!" Leon mendengus kesal.
"Masih ada satu lagi, Para Pemegang Saham yang telah kita tangkap dua hari yang lalu, apa yang harus kulakukan pada mereka?!"
"Buang semua barang bawaan mereka termasuk dompet dan pasportnya! Kirim mereka ke pedalaman Afrika, biarkan para singa lapar yang menggantikanku untuk mengajari mereka!"
Dr. Mark tersenyum mendengar semua keputusan sahabatnya itu.
"Aku senang akhirnya kamu kembali seperti dulu!" ia menepuk pundak Leon.
"Benar, aku telah kembali! Sekarang aku ingin lihat siapa lagi yang ingin bermain-main denganku!" tukas Leon dingin.
"Paman??"
Suara cadel dan langkah-langkah kecil yang sedang berlari menghampirinya membuat Leon menghentikan pembicaraannya dengan Dr. Mark.
"Paman, apakah aku dan ibu boleh kembali ke apartemen?" tanya Leonardo ketika telah sampai di hadapan Leon.
__ADS_1
Leon melirik sahabatnya dan memberi kode pada Dr. Mark agar segera pergi, hal itu dijawab Dr. Mark dengan menganggukkan kepalanya dan pergi meninggalkan Leon bersama putranya.
Setelah melihat Dr. Mark keluar dari kamar, Leon pun berjongkok di hadapan putranya.
"Mengapa putra ayah ingin kembali ke apartemen? Apakah tinggal bersama ayah di sini tidak nyaman?" tanyanya lembut sambil mengelus kepala Leonardo kecil.
"Kata ibu, karena paman dan ibu belum menikah sebaiknya aku dan ibu tidak mengganggu paman, dan juga... Bukankah sewa kamar di Hotel ini sangat mahal? Kamar yang disewa ibuku saja hampir mencapai 10 ribu dolar semalam, sementara kamar milik paman ini pastinya lebih mahal dari kamar ibuku, itu artinya... Kita tidak mungkin bisa tinggal lama di sini! Sedangkan apartemen ibu walaupun sedikit mungil tetapi ibu telah membayar sewanya selama satu tahun penuh! Lebih nyaman untukku dan ibu tinggal di sana karena tidak perlu berpikir untuk pindah lagi!"
Leon kagum mendengar ucapan putra kecilnya ini ketika menjelaskan alasannya, putranya ini bahkan menganalisis berapa banyak biaya yang telah ia keluarkan.
"Hmmm... Ibumu mendidikmu dengan baik, tetapi sayangnya ibumu lupa menjelaskan padamu siapa ayahmu ini," ucapnya, "Jika kamu senang berada di sini, kamu dan ibumu bisa tinggal di sini selama yang kamu inginkan, karena hotel ini milik ayah!"
Leonardo kecil sangat terkejut mendengar hal itu, matanya melebar dengan mulut setengah terbuka.
Reaksi polos putranya itu membuat Leon tertawa kecil.
"Mengapa hanya satu hotel ini saja sudah membuatmu sangat kagum?" ia mengangkat Leonardo dan menggendongnya, "Ayah akan memberitahu sesuatu padamu, ayahmu ini adalah Pemilik Vald Corporation yang memiliki banyak anak perusahaan di sepertiga belahan Dunia, itu artinya... Hotel ini hanyalah salah satu dari puluhan perusahaan yang ayah miliki!"
"Lalu... Jika aku dan ibu memutuskan untuk tinggal bersama paman, apakah ibu tidak perlu bekerja lagi?"
"Tetapi untuk tinggal bersama bukankah paman harus menikahi ibuku?"
"Ayah akan menikahi ibumu secepatnya jika ibumu menyetujuinya."
"Sepertinya sulit." Leonardo menunduk lesu, "Bukankah paman mengatakan padaku tentang alasan ibu menjauhi paman? Sebenarnya aku mengetahui hal ini, ibu bukan wanita biasa... Ibu mirip salah seorang dari karakter komik yang pernah kubaca, hanya perbedaannya... Jika karakter komik tersebut bisa mengendalikan dirinya dengan baik tetapi ibu tidak! Jadi... Aku tahu ibu pasti akan menolak menikahi paman." lanjutnya.
"Bagaimana jika ayah bisa membujuk ibumu?"
Leonardo mengangkat wajahnya dan menatap mata biru sang ayah yang juga tengah menatap dirinya dengan tatapan lembut dan penuh kasih sayang.
"Maka aku akan memanggilmu ayah!"
__ADS_1
"Setuju!" Leon kembali tertawa kecil.
***
Seperti janjinya pada putranya, hari itu juga Leon menghubungi kedua mertuanya setelah terlebih dahulu memaksa Alicia untuk tetap tinggal bersamanya.
Checille terdengar sangat bahagia ketika mengetahui ia telah menemukan Alicia dan putranya bahkan ia berhasil membujuk Alicia untuk tetap tinggal bersamanya, tetapi suara ibu mertuanya itu terdengar sedikit cemas ketika Leon mengatakan akan membawa Alicia dan putranya kembali ke Los Angeles.
Hal itu juga terjadi ketika Leon menghubungi James, James menyetujui niatnya untuk menikahi Alicia, tetapi James keberatan jika Leon membawa putrinya dan cucunya kembali ke Los Angeles.
"Tolong jaga putriku itu dengan baik, karena keberadaannya juga kemampuannya telah diketahui oleh banyak pihak, aku tidak ingin putriku itu kelak dijadikan alat oleh mereka! Dan jika kamu tidak keberatan, menikahlah secepatnya di Paris, karena jika Alicia telah menjadi istrimu aku sudah tidak memiliki kekhawatiran lagi!" pinta James.
Leon pun menyetujui permintaan ayah mertuanya itu.
Sementara Alicia, tadinya ia tidak menyetujui permintaan ayahnya itu ketika Leon membicarakan hal itu padanya, karena ia belum siap untuk tinggal bersama kekasihnya ini, perasaan takut akan menyakiti Leon suatu hari nanti membuatnya menolak permintaan itu, tetapi semua penolakannya itu luluh di hadapan Leon yang membujuknya sambil bertelanjang dada.
Siang ini sebelum berbicara pada Alicia, Leon telah meminta Dr. Mark dan Biana agar membawa putranya terlebih dahulu untuk memperlihatkan hotel miliknya ini pada putranya, dan agar ia memiliki kesempatan untuk berbicara berdua saja dengan Alicia.
Setelah Dr. Mark pergi bersama Biana dan putranya, tanpa menunggu lagi Leon pun mengatakan pada Alicia tentang permintaan ayah kekasihnya itu.
Walau harus menggunakan tubuhnya, tetapi pada akhirnya ia berhasil membujuk kekasihnya itu untuk menyetujui permintaan James.
"Kamu selalu seenaknya padaku!" protes Alicia sambil meraih selimut untuk menutupi tubuhnya.
"Jika bisa membujukmu dengan mudah, maka aku tidak akan melakukan hal ini padamu!" Leon tersenyum tipis melihat wajah cemberut kekasihnya itu.
"Lain kali aku akan melemparmu keluar balkon jika berani melakukan hal ini lagi padaku!" rutuk Alicia kesal.
Dengan senyum di bibirnya, Leon meraih tubuh ramping kekasihnya itu dan memeluknya erat.
__ADS_1
"Walau aku takut kamu akan melakukan itu padaku, tetapi aku tahu kamu tidak akan tega," bisiknya.
"Apa kamu ingin mencobanya?!"