STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.

STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.
TRIK CLARA.


__ADS_3

Tok tokk!!


Suara ketukan yang terdengar dari pintu kamarnya membuat Alicia yang baru saja meninggalkan balkon dan ingin beristirahat di ranjang empuknya memutar langkahnya untuk membukakan pintu kamar.


Saat pintu itu terbuka tampak Anton bersama buah hatinya sedang berdiri di hadapannya sambil tersenyum ceria.


"Ibu." Leonardo kecil langsung menubruk Alicia ketika melihat sang ibu berdiri di hadapannya.


Sedangkan Alicia hanya tersenyum melihat tingkah buah hatinya itu yang memeluk kakinya, ia mengusap kepala Leonardo dengan lembut.


"Bagaimana sarapanmu hari ini? Apakah ayah telah memberikannya?" tanyanya.


"Sudah ibu, ayah tadi memberikannya sebelum pergi bekerja, oh iya ibu... Ayah memintaku memanggil ibu untuk makan bersama setelah ayah pergi, kata ayah... Ibu harus banyak makan karena ibu baru saja sembuh dan ayah telah menyuruh pelayan untuk mempersiapkannya untuk ibu," celoteh bibir mungil itu dengan bicaranya yang sedikit cadel.


"Itu benar Nyonya, Bos juga telah memintaku untuk tinggal agar bisa menjaga Nyonya!" timpal Anton menambahkan.


"Menjagaku? Apakah suamiku itu takut aku pergi lagi?" lontar Alicia dengan wajah sedikit kesal, ia memang merasa agak marah saat ini karena baru saja melihat suami tampannya itu dirangkul seorang gadis muda dari balkon, padahal tadinya ia berniat untuk melihat kepergian suaminya itu tetapi malah menemukan hal ini.


Kening Anton berkernyit melihat kekesalan di wajah Sang Nyonya.


"Mengapa Nyonya terlihat marah? Padahal Bos hari ini hanya mengatakan agar aku menjaga Nyonya dan melaporkan keadaan kesehatan Nyonya, sama sekali tidak menyinggung kalau Nyonya akan pergi lagi, tetapi mengapa Nyonya malah berpikir seperti ini? Apakah ada kesalah pahaman antara Bos dan Nyonya?" bisik hatinya bingung.


"Anton??"


"Ah eh Nyonya, sebenarnya Bos hanya ingin aku melaporkan keadaan Nyonya hari ini jika Nyonya tiba-tiba pingsan lagi!" jawab Anton gagap.


"Oh."


"Ibu... Apakah ibu sedang bertengkar dengan ayah?" tanya Leonardo kecil, ia menatap wajah dingin ibunya dengan bingung.

__ADS_1


Pertanyaan putra kecilnya ini membuat Alicia tersadar akan sikapnya, bahwa tidak seharusnya ia menunjukkan apa yang ia rasakan terhadap Leon di hadapan putranya ini, karena hal itu akan menimbulkan kebencian putranya ini nantinya terhadap suaminya, dengan lembut akhirnya ia menjelaskan pada Leonardo bahwa ia hanya sedikit salah paham terhadap ayah putranya itu dan itu disebabkan oleh kondisinya yang sedikit kurang sehat.


Sementara Leonardo mencoba menyimak semua penjelasan sang ibu yang menjelaskannya secara perlahan padanya, sebenarnya otak kecilnya yang sedikit lebih maju dari bocah sebayanya telah mengetahui bahwa sesuatu telah terjadi pada kedua orang tuanya, tetapi ia berusaha memperbaiki masalah ini dengan berpura-pura tidak mengerti dan menggunakan wajah polosnya, karena Leonardo mengerti bahwa ibunya ini adalah tipikal wanita yang sangat suka menyembunyikan masalah dari dirinya hingga ia memanfaatkan hal ini untuk memperbaiki hubungan ayah dan ibunya.


"Ibu, menurutku ayah sangat baik dan perhatian pada ibu, jadi... Bisakah ibu memaafkan ayah jika ayah memang telah melakukan sesuatu yang menyakiti hatimu?" celetuknya sambil mengerjapkan matanya dan memasang wajah memohon pada ibunya.


Melihat wajah polos putranya ini Alicia pun melepaskan pelukan putranya pada kakinya lalu berjongkok di hadapan Leonardo kecil, ia menyentuh hidung mungil putranya sambil tersenyum dan mengangguk pelan.


"Menurutmu... Apakah ibu terlalu keras pada ayahmu?" tanyanya lembut, dan hal itu dijawab wajah mungil di hadapannya dengan anggukan pelan, "Kalau begitu... Bukankah ibu harus meminta maaf pada ayahmu?"


Alis Leonardo kecil bertaut, wajah mungil itu tampak berpikir sejenak karna pertanyaan ibunya.


"Akankah ibu memaafkan ayah jika aku memohon padamu ibu?"


Suara putranya yang melontarkan permintaan dengan nada ragu itu membuat Alicia tertawa kecil.


"Bagaimana selama ini ibu mengajarimu? Jika kita telah menyakiti hati seseorang walau dilakukan tanpa sadar bukankah kita harus meminta maaf pada orang tersebut?"


"Jadi karena kali ini ibu yang telah bersalah pada ayahmu, maka ibu yang harus meminta maaf pada ayahmu dan bukan sebaliknya!"


"Itu artinya..."


"Ibu akan meminta maaf pada ayahmu, apa kamu senang sekarang?"


Tubuh kecil itu kembali menubruk Alicia dengan senyum cerianya.


"Terima kasih ibu!"


Alicia mengusap punggung buah hatinya dengan seraut senyum di bibirnya, di saat yang sama Anton yang merasa terharu melihat hal itu mengusap tetesan bening yang tanpa sadar turun dari sudut matanya.

__ADS_1


"Bos, cepatlah pulang! Nyonya telah memaafkanmu!!" teriak hatinya bahagia.


***


Siang harinya, setelah mendapat telpon dari Anton, Leon bergegas kembali ke rumahnya untuk menemui Alicia, tetapi yang ia temukan justru istrinya ini tengah ribut dengan Clara, dan ia melihat Clara jatuh di hadapan istrinya itu sambil meringis, gadis berusia dua puluh tahun itu berlari ketika melihat dirinya dan mengatakan bahwa Alicia telah mendorongnya karena istrinya itu cemburu melihat kedekatan Clara pagi ini dengan dirinya.


"Sayang??" tegurnya.


Sementara yang ditegur olehnya justru memalingkan wajahnya dengan kesal.


Tentu saja Alicia merasa kesal sekali pada gadis ini yang berusaha mencuri perhatian suaminya dan mencoba memfitnah dirinya.


Sebenarnya yang terjadi siang ini adalah ketika ia sedang duduk santai bersama putranya di pinggir kolam, gadis ini tiba-tiba hadir dan terus menyindir dirinya dengan mengatakan bahwa ia adalah wanita yang tidak tahu malu, sudah memiliki seorang putra masih saja berani menjerat Leon, dan Alicia yang telah kesal melihat tingkah gadis ini sebelumnya tidak ingin tinggal diam mendengar hal itu, hanya yang anehnya... Ia bahkan belum membalas perkataan gadis ini terhadap dirinya, ia hanya baru beranjak berdiri dan gadis ini tiba-tiba menjatuhkan diri di hadapannya, setelah gadis ini berdiri dan berlari menghampiri suaminya yang ternyata telah berada di belakangnya tak jauh darinya ia baru mengerti apa maksud gadis ini sebenarnya.


"Apa yang perlu kujelaskan?!!" ketusnya pada Leon, ia menarik tangan Leonardo kecil dan meninggalkan Leon bersama Dr. Mark juga Clara sembari melemparkan tatapan tajamnya pada Leon suaminya.


"Ada apa ini?! Bukankah Anton mengatakan ia ingin meminta maaf padaku, lalu mengapa sekarang...?" Leon menghela nafas melihat tubuh ramping itu yang berlari menaiki tangga bersama putranya dengan wajah cemberut.


Bahkan Anton yang baru saja berpapasan dengan Alicia di tangga terlihat bingung melihat wajah Sang Nyonya yang kembali terlihat marah.


"Bos, ada apa dengan Nyonya?" lontarnya ketika melihat Leon dan Dr. Mark tengah berbicara dengan Clara.


"Wanita itu menuduhku ingin merebut kak Leon darinya, tidak hanya itu tadi dia juga telah mendorongku dengan marah! Lihatlah! Sikuku terluka karenanya!" lapor Clara sambil memperlihatkan siku kanannya yang sedikit tergores, "Kakak... Wanita itu tidak suka padaku," rintihnya dengan wajah memelas pada Leon.


Di sisi lain, Leon merasa serba salah dengan keadaan saat ini, di satu sisi ia ingin membela istrinya tetapi Clara adalah putri Uncle Jhon yang selama ini selalu terlihat baik di matanya, apalagi Uncle Jhon telah lama bekerja untuknya dan jika Alicia memang melakukan hal ini pada Clara ia juga merasa sedikit tidak enak hati pada pria paruh baya itu.


"Bos, aku pikir Nyonya tidak mungkin melakukan hal ini, dan jika memang ini dilakukan oleh Nyonya mungkin itu karena Clara telah memprovokasinya! Karena aku sangat mengenal sifat Nyonya, sebaiknya Bos membicarakan ini dengan baik pada Nyonya," nasehat Anton, jujur dari awal mengenal putri Uncle Jhon ini Anton tidak terlalu suka pada sifat gadis ini yang menurutnya agak sedikit munafik dan genit.


"Kakak menuduhku memprovokasinya?! Mengapa aku harus memprovokasinya?!" bantah Clara sengit.

__ADS_1


"Aku tidak tahu! Daripada menanyakan hal itu padaku lebih baik tanyakan hal itu langsung pada hatimu!!" bentak Anton kesal.


__ADS_2