
"Hari ini melakukan hal seperti ini padaku jelas tidak seperti dirimu yang biasanya!" lontar Alicia pada suaminya yang sedang asik memilih pakaiannya yang berada di dalam lemari, setelah melemparkan handuk yang baru saja ia pergunakan ke sandaran sofa.
Mendengar ucapan sang istri, Leon menghentikan gerakan tangannya yang ingin mengambil sebuah kemeja dari gantungan, ia membalikkan tubuhnya dan menatap Alicia yang saat ini sedang memperhatikan dirinya sambil melipat tangannya di depan dada.
"Hari ini aku mendapat kabar ketika berada di kantorku, Pasukan Rahasia yang telah kuutus untuk mengawasi pergerakan mereka yang sedang memperhatikanmu dari kejauhan, hari ini mengirimkan laporan, mereka sudah mulai bergerak, jadi... Untuk mencegah mereka mengambilmu dariku... Aku telah meminta Mark untuk mengatur pertemuanku dengan Kepala Instansi tersebut lusa di Los Angeles," terangnya.
"Apa kamu telah memiliki rencana terhadap mereka?"
Leon mengangguk pelan.
"Aku hanya butuh kerja samamu untuk menyembunyikan kemampuanmu di hadapan mereka! Apapun yang akan terjadi nanti di Los Angeles, tolong percayakan hal itu padaku dan Anton!"
"Jika kamu telah mengatakan begitu aku hanya bisa mematuhinya saja bukan?" Alicia tersenyum pada suaminya, "Oh ya, hari ini Julian datang ke rumah!"
"Julian?? Apa yang diinginkannya?!" tanya Leon dingin.
"Dia..." Alicia menggantungkan kalimatnya dan mengingat kembali apa yang terjadi siang ini, saat itu ia menyanggah semua ucapan Julian yang menyimpulkan bahwa dirinya tertarik pada pria itu, bahkan ia menjelaskan dengan serius bahwa ia sangat mencintai Leon dan tidak bermaksud untuk menghianati suaminya ini, terlebih lagi dalam posisinya yang saat ini bukan lagi seorang manusia melainkan makhluk yang tidak bisa tinggal terlalu berdekatan dengan manusia, dikarenakan ia masih belum mampu mengendalikan rasa laparnya dengan baik, karena itu...
"Aku hanya menganggapmu tidak lebih dari seorang sahabat baik, tolong mengertilah dengan pilihanku ini, dan tentang keselamatanku... Aku pikir kamu tidak perlu mencemaskan hal ini lagi, karena aku dan Leon memiliki jati diri yang sama!" ujarnya saat itu, walaupun ia bisa melihat kekecewaan di wajah Julian saat meninggalkan Rumah Pusat tetapi baginya keputusan ini adalah yang terbaik baginya juga Julian.
"Sayang??" tegur Leon ketika melihat istrinya hanya diam selama beberapa saat dan tidak melanjutkan kata-katanya.
Mendengar teguran itu Alicia pun mengangkat wajahnya dan menatap suaminya.
__ADS_1
"Dia hanya ingin aku menjelaskan satu hal padanya, dan aku telah menjelaskan padanya bahwa aku telah menjadi seperti dirimu, setelah mendengar hal itu dia pun akhirnya pergi!"
"Baguslah." Leon menghela nafas lega, "Semoga hal ini bisa membuatnya menyerah padamu!" lanjutnya lagi.
"Melihat reaksimu ini sepertinya kamu telah mengetahui tentang perasaannya padaku?"
"Benar." Leon mengangguk pelan, "Sangat mudah bagiku untuk mengetahuinya karena pria itu selalu memperlihatkan perasaannya di wajahnya dan matanya yang tidak bisa lepas ketika menatapmu! Padahal aku telah memperingatkannya, tetapi sayangnya pria ini hanya akan menyerah jika kamu sendiri yang telah menolaknya!" ia melangkah menghampiri sang istri yang masih menatapnya dan meraih pinggang ramping itu, "Terima kasih telah memberiku kesempatan untuk menjagamu!" ucapnya sembari mengecup lembut kening Alicia.
"Apakah aku punya pilihan lain?" seloroh Alicia.
Ucapannya ini membuat Leon spontan menatapnya, ia mencubit hidung mungil istrinya dengan gemas.
"Aku tahu kamu bisa memilih untuk hidup bebas di luar sana, tetapi pria tampan sepertiku tentu saja hanya ada satu karena itu kamu bertahan bukan? Kamu takut tidak akan bisa menemukan orang sebaik diriku di luar sana!" candanya.
"Narsis!" celetuk Alicia sembari menjulurkan lidahnya.
"Sayang... Aku mencintaimu," bisik Leon.
"Aku juga mencintaimu Leon Vlad," balas Alicia dalam hati, bersamaan dengan itu seraut senyum mulai terukir perlahan di sudut bibirnya.
***
Keesokan harinya, di pagi hari yang cerah dengan awan-awan biru yang bergerak perlahan menghiasi langit dan hembusan angin sepoi-sepoi, telah terlihat kesibukan di Rumah Pusat ini, Dr. Mark dan Anton tampak berkali-kali keluar masuk rumah untuk memasukkan koper ke dalam bagasi mobil, karena hari ini mereka akan melakukan perjalanan ke Los Angeles.
__ADS_1
"Aku akan menyetir sendiri, sampai bertemu di bandara!" tukas Leon sambil melambaikan tangannya pada kedua sahabatnya yang telah menyelesaikan pekerjaannya, setelah berpamitan pada Uncle Jhon dan menitipkan Rumah Pusat pada pria paruh baya itu, ia pun mengajak Alicia dan putranya masuk ke dalam mobil, lalu melarikan mobilnya dengan cepat menyusul Anton dan Dr. Mark yang telah pergi lebih dulu.
Di dalam mobil yang sedang melaju kencang, Leon meminta Alicia untuk menghubungi ayahnya agar memberi tahu ayah mertuanya itu kalau hari ini mereka akan berangkat kembali ke Los Angeles, mendengar permintaan suaminya ini Alicia pun dengan segera melakukannya.
"Ayah dan ibu telah menunggu kedatangan kita!" cetusnya setelah menutup panggilannya.
"Aku telah mendengarnya." Leon mengangguk dan mempercepat laju mobil miliknya.
***
Setelah terbang selama empat belas jam dua puluh menit, pada pukul 11 malam lebih sedikit akhirnya pesawat pun tiba di bandara Los Angeles.
"Apakah mobilku berada di tempat biasa?" tanya Leon pada Dr. Mark ketika mereka telah turun dari pesawat, karena ia ingat telah meminta sahabatnya ini untuk mengantarkan kedua mertuanya sebelumnya ke bandara dengan mempergunakan mobil miliknya.
"Milikmu berada di Beverly Hills, tetapi mobil milik Anton berada di parkiran! Hari itu ketika kamu memintaku untuk mengantar mertuamu itu dengan mobil milikmu, mereka menolak masuk ke dalam mobil mewah itu! Jadi aku hanya bisa menggunakan milik Anton!"
"Mobil Anton?? Jangan katakan kalau..." Leon menepuk jidatnya saat telah berada di parkiran dan melihat mobil yang di tunjuk oleh sahabatnya Dr. Mark, yang berada di hadapannya saat ini adalah sebuah limosin yang memenuhi tiga ruang parkir bandara.
"Bukankah ini satu-satunya mobil paling sederhana yang berada di rumah Beverly Hills?"
"Sudahlah..." Leon menghela nafas, "Lebih baik kembali dahulu ke Beverly Hills, putraku sudah terlihat lelah," ucap Leon, ia mengangkat Leonardo yang tampak mulai mengantuk dan menggendong buah hatinya itu, "Sandarkan kepalamu di pundak ayah kalau sudah mengantuk," bisiknya pada Leonardo yang dijawab putranya itu dengan menganggukkan kepalanya, setelah melihat putranya menjatuhkan kepalanya di pundaknya, Leon pun masuk ke dalam limosin yang pintunya telah dibukakan oleh Anton, tentu saja setelah membiarkan istrinya masuk terlebih dahulu.
Dan tak lama kemudian, Limosin mulai bergerak perlahan meninggalkan parkiran Bandara, membelah kepadatan jalan di Los Angeles yang masih terlihat ramai.
__ADS_1
Sementara itu di tempat lain, atau lebih tepatnya di rumah milik keluarga Stone Heart, James dan Checille sedang duduk di ruang makan, Checille hanya diam setelah mendengar apa yang baru saja dijelaskan oleh James tentang kondisi putrinya.
"Ucapanmu tentang putriku ternyata benar, putriku itu memiliki keistimewaan pada darahnya! Dan serum itu yang selama ini kita pikir sebagai penyebab perubahannya itu hanyalah sebuah pemicu perubahan besar yang dialami putriku itu," terang James.