
Pagi hari menjelang, acara pernikahan yang akan berlangsung hari ini membuat hotel milik Leon dipenuhi kesibukan, walau berjanji akan melaksanakan pernikahannya secara sederhana, Leon tetap meminta pada semua karyawannya untuk mempersiapkan Garden Party di hotel miliknya ini, buket-buket ucapan selamat bahkan memenuhi selasar di depan kamar Leon di mana Alicia tengah bersiap saat ini, Biana dan Leonardo kecil yang berada di dalam kamar asik memperhatikan kesibukan para penata rias profesional yang berulang kali terus memastikan bahwa hasil pekerjaannya telah dilakukan secara sempurna, karena mereka tidak ingin Leon Sang Pemilik Vald Corporation itu merasa kecewa atas pekerjaan mereka.
"Ibuku cantik sekali! Gaun itu membuat ibu terlihat seperti seorang malaikat tanpa sayap," gumam Leonardo yang sedang memperhatikan sang ibu dengan mata berbinar.
Biana yang juga terkagum mengangguk setuju dengan ucapan Leonardo kecil.
"Bunga untuk mempelai wanita!" teriak seorang wanita, sebagai Pimpinan Event Organizer yang disewa Leon untuk acara pernikahannya hari ini, wanita ini tampak sangat sibuk sekali mempersiapkan semua kebutuhan Alicia, sejenak ia berhenti di hadapan Alicia dan memperhatikan wajah Alicia dengan seksama, "Perfect!!" sahutnya sambil tersenyum, "Persiapkan mempelai wanita untuk turun karena mobil telah menunggu!" teriaknya lagi, "Sekarang aku harus memastikan persiapan Mr. Leon Vald!" setelah menitipkan persiapan Alicia pada Asistennya, ia pun pergi meninggalkan kamar, baru saja ia memasuki Lift di saat yang sama Leon tampak sedang berjalan ke arah dirinya, "Sepertinya aku sudah tidak perlu memastikannya lagi, pria itu sempurna apa adanya!" bisik hatinya, sambil tersenyum ia pun menghampiri Leon.
"Bagaimana persiapan Calon Pengantinku?!" tanya Leon, ketika Sang Pimpinan EO itu telah berada di hadapannya.
"Semua sempurna seperti permintaan Mr. Leon, sebaiknya kita berangkat bersama saja, karena Pengantin Wanita telah siap."
"Baiklah, aku akan menunggu di mobil, dan kamu... Tolong bawa Calon Pengantinku bersamamu, seorang pria bernama Anton akan mengawal kalian!" perintah Leon sambil melangkah memasuki lift bersama Dr. Mark.
Wanita ini hanya mengangguk lalu membungkuk hormat.
Lima belas menit setelah pertemuannya dengan Leon di lift, wanita ini telah tiba di Limosin Leon bersama Alicia, Leonardo dan Biana, juga Anton yang turut mengawal.
Sejak menjemput Alicia di kamarnya, pandangan Anton tidak pernah lepas dari Alicia, ia terkagum melihat kecantikan Pengantin Wanita milik Bosnya itu, bahkan setelah Alicia tiba di samping Limosin di mana Leon berada saat ini, Anton masih terpaku memperhatikannya sampai sebuah tepukan di pundaknya menyadarkannya.
"Buka pintunya! Leon telah menunggu mempelainya!" bisik Dr. Mark.
Dengan canggung Anton pun membukakan pintu untuk Alicia dan putranya, sementara Biana akan pergi bersama Dr. Mark menggunakan mobil lainnya.
__ADS_1
Sesaat setelah Alicia masuk bersama putranya, Leon yang sedang tampak menghubungi seseorang, mematikan ponselnya, ia tertegun ketika mengangkat wajahnya dan menatap Alicia, make up mempelai wanitanya itu mempertegas mata Alicia yang sayu dan indah, bahkan bulu mata lentik itu seakan-akan memanggil Leon ketika Alicia mengerjapkan matanya perlahan.
"Ah sial, dia cantik sekali membuatku jadi ingin melakukannya!" rutuknya dalam hati, Leon memalingkan wajahnya yang mulai bersemu merah dan mencoba meraih bantalan kursi limosin untuk menutupi juniornya yang tampak tergoda di balik celana yang dikenakannya.
"Apakah ayah sakit? Mengapa keringat ayah banyak sekali?!" celetuk Leonardo kecil pada Leon dengan wajah polosnya, ketika mobil baru saja meninggalkan parkiran hotel.
Leon tersenyum canggung mendengar ucapan putranya itu.
"Aku tidak sakit tetapi ibumu yang terlalu menggoda!" lagi-lagi ia merutuk dalam hati.
"Ayah, apakah ayah menyembunyikan sesuatu di sana! Mengapa bantalan kursi itu terlihat seperti bergerak naik?" Leonardo menunjuk bantalan kursi yang sedang dipergunakan Leon untuk menutupi miliknya yang sedang berusaha memberontak.
Ucapan putranya ini membuat Alicia memperhatikan bantalan kursi yang berada di pangkuan Leon tersebut, wajahnya bersemu merah ketika melihat bantalan tersebut naik perlahan.
"Bodoh!" Alicia memalingkan wajahnya dengan cepat.
"Wanita ini berani mengatai aku bodoh?! Tunggu saja saat pesta hari ini berakhir, aku akan menunjukkan si bodoh ini padanya!" gumam Leon kesal.
Pertanyaan ini membuat Alicia dan Leon saling lirik, Leon tersenyum tipis melihat wajah kekasihnya yang sedang cemberut padanya.
"Mengapa ayah dan ibu tidak menjawab pertanyaanku? Apakah aku bukan putra ayah dan ibu?!" protes Leonardo yang merasa tidak diperhatikan kedua orang tuanya ini, "Ibu harus ingat kalau aku adalah satu-satunya pria di hati ibu!"
"Eh??" Alicia menatap putra kecilnya, ia merasa sedikit bersalah karena putranya itu tampak memejamkan matanya dan melipat kedua tangannya di depan dada serta memasang wajah cemberut padanya, "Semua karenamu!" sahutnya sambil melemparkan tatapan tajamnya pada Leon.
Dan Leon justru menatap putranya.
"Leonardo jangan mengganggu ibumu, mood ibumu sedang jelek karena adikmu sedang berada di dalam tubuhnya!"
__ADS_1
Alicia mendelikkan matanya mendengar ucapan Leon ini yang diucapkannya sambil tertawa geli.
"Maksudku sebentar lagi aku akan memberikannya seorang adik!" Leon menunjuk bantalan kursi yang berada di pangkuannya.
"Leon bodoh!!" teriak Alicia kesal, dengan wajah memerah ia melemparkan bantalan kursi yang tergeletak di sampingnya ke arah Leon.
Sementara Leonardo hanya menghela nafas melihat tingkah kedua orang tuanya yang tampak seperti dua bocah di hadapannya.
"Mengapa aku harus berada di mobil ini bersama mereka?!" dengusnya.
***
Pernikahan yang berlangsung hari ini berjalan cukup lancar dengan kehadiran Anton, pria ini telah mendapatkan semua photo orang-orang yang dilarang mendekati gereja saat acara berlangsung dari Leon semalam, karena itu ia dengan mudah menculik setiap orang yang berusaha mendekati gereja secara diam-diam dan mengumpulkannya di dalam gudang gereja yang disewa selama acara, di antara semua orang yang diculik olehnya bahkan tampak Caitlin dan Nathalia juga termasuk di dalamnya.
"Ingin merusak pernikahan wanita favoriteku dengan Bosku? Apa kalian pikir kalian pantas?!" tukasnya sinis pada semua yang berada di gudang saat ini.
"Wanita favorite? Wanita itu memang lebih pantas bersamamu daripada bersama Leon!"
PLAKK!!!
Sebuah tamparan mendarat di wajah Caitlin.
"Cih... Wanita sepertimu berani menghinaku dan idolaku? Asal kamu tahu saja bahwa wanita pilihanku lebih baik dari dirimu!" Anton meludah, "Dan satu lagi kuperingatkan padamu, wanita jelek sepertimu sebaiknya jangan mengucapkan nama Bosku dengan mulut kotormu itu! Jika tidak..." Ia menggertakkan jari-jarinya di hadapan Caitlin.
"Hei Anton, bukankah kamu mengenalku? Tolong lepaskan aku! Aku akan membayarmu lebih banyak dari yang Leon bayarkan padamu!" bujuk Nathalia, sebagai mantan tunangan Leon tentu saja ia sangat mengenal Anton, dan setelah lama tidak bertemu pria gila ini Nathalia sempat berpikir bahwa Anton telah meninggalkan Leon, tetapi kehadiran Anton hari ini membuat ia mengerti bahwa Anton akan selalu ada setiap kali Leon membutuhkannya.
"Maaf aku tidak membutuhkan uang!"
__ADS_1
"Bagaimana dengan yang lain? Apa yang kamu inginkan ayahku pasti memberikannya padamu!"
"Yang kuinginkan?" Anton tampak berpikir sejenak, wajah Alicia dengan gaun pengantinnya melintas dibenaknya, ia menggeleng cepat mengingat hal itu, "Ayahmu tidak bisa memberikan apa yang kuinginkan, jika berani membujukku sekali lagi, maka aku akan lupakan kalau aku pernah mengenalmu!" lontarnya dingin.