
"Anton, panggil Mark dan temui aku di kamarku!" perintah Leon pada Anton yang menghampiri istrinya sambil tersenyum.
"Baik Bos." Anton menjawab perintah itu dengan santai, lalu tersenyum pada Sang Nyonya, "Nyonya, lain kali kita harus melakukannya lagi!" lanjutnya sembari mengacungkan jempolnya, setelah melakukan hal itu ia langsung berlari pergi untuk melaksanakan perintah Leon.
Sementara Alicia memperhatikan suaminya dengan wajah bingung.
"Ada apa?" tegurnya.
Leon menatap sang istri yang sedang melangkah menghampiri dirinya, ada kekhawatiran yang tergambar di raut wajahnya saat melihat istrinya ini.
"Kita harus segera kembali ke Los Angeles untuk memeriksa tubuhmu di Lab ayahmu untuk mencari tahu apa yang terjadi padamu, sebelumnya aku memang belum memberi tahu padamu tentang alasanku mengapa aku sangat ingin kekuatanmu itu menghilang? Selain untuk membuat dirimu kembali, aku juga melakukan hal itu agar beberapa pihak yang telah mengetahui tentang kemampuanmu ini bisa menyerah setelah mengetahui kekuatanmu itu menghilang, tetapi sekarang... Aku sedikit khawatir karena ternyata semua ini tidak seperti yang telah kupikirkan dengan baik."
"Maksudmu? Ada pihak yang sedang memperhatikanku saat ini?"
Ia menjawab pertanyaan istrinya ini dengan anggukan pelan.
"Siapa? Dan untuk apa mereka mengawasiku?"
"Menurutku mereka ingin menggunakanmu sebagai alat atau lebih tepatnya sebagai senjata humanoid!"
"Senjata humanoid? Apa mereka pikir aku adalah robot perang atau pahlawan super?!" lontar Alicia kesal.
"Aku tahu, karena itu aku ingin kamu selalu berada di sisiku, hanya aku yang bisa melindungimu saat ini!"
"Itu sebabnya kamu memintaku untuk kembali? Ternyata bukan karena kamu sedang cemburu padaku."
"Sayang... Kamu mengejekku?" Leon menatap sang istri dengan sedikit menekuk wajahnya, "Alasan pertama aku membawamu kembali tentu saja karena aku cemburu, dan menjagamu dengan baik di sisiku adalah alasan lainnya!"
Alicia tertawa kecil ketika melihat betapa suaminya ini berusaha keras menjelaskan alasannya dengan wajahnya yang cemberut.
__ADS_1
"Baik, aku mengerti..." Ia menyentuh wajah suaminya ini dengan lembut, "Hei Mr. Leon Vald atau Vlad apapun namamu, aku mencintaimu dan percaya padamu!"
Kata-kata istrinya ini membuat Leon tertegun, sangat jarang bagi dirinya mendengar istrinya ini mengucapkan kata-kata mesra pada dirinya, tetapi sekarang... Istrinya yang keras kepala ini malah bersikap sangat lembut padanya,
"Kamu tahu aku akan selalu ada untukmu?" tanyanya.
Alicia mengangguk pelan.
"Maaf karena selalu meragukanmu," gumamnya.
Leon meraih tubuh ramping itu dan memeluknya erat mendengar ucapan istrinya ini.
"Semua salahku yang telah membuatmu meragukanku, sayang... Kamu juga harus memaafkanku untuk itu." Ia menatap Alicia yang sedang menengadah padanya, sebuah kecupan lembut di kening ia berikan pada Alicia ketika melihat anggukan pelan dari istrinya ini.
Sementara tak jauh dari tempat tersebut, sepasang mata sedang memperhatikan pasangan ini dengan wajah kesal.
***
Satu jam kemudian di dalam kamarnya, Leon berbicara pada Anton dan Dr. Mark tentang maksudnya untuk membawa Alicia kembali ke Los Angeles setelah menjelaskan tentang kondisi istrinya itu, dan dalam perjalanan kali ini ia meminta Anton juga Dr. Mark agar menemaninya mengingat perjalanan kali ini mungkin akan sedikit berbahaya untuk istrinya kembali ke kota asalnya, sedangkan Vald Corporation untuk sementara waktu akan ia percayakan pada Alice untuk menanganinya, semua keputusannya ini tentu saja mendapat dukungan penuh dari kedua sahabat baiknya yang saat ini sedang berada bersamanya.
***
Malam hari, seharusnya ini menjadi malam yang tenang untuk Alicia setelah menyelesaikan kesalah pahaman yang terjadi di antara dirinya dan Leon, tetapi sayangnya ketenangan malam ini terganggu oleh Clara yang mencoba memancing kemarahannya.
Ini semua bermula ketika Clara melihat Leon sedang minum-minum bersama Anton dan Dr. Mark di pinggir kolam, karena mengetahui Alicia dan putranya berada di dalam kamarnya, gadis ini memanipulasi gelas yang sedang dipergunakan Leon secara diam-diam dan menyuruh seorang Pelayan yang selalu mencari muka padanya untuk menukar gelas tersebut sambil membawakan botol baru untuk ketiga pria yang saat ini sedang minum, sebagai gantinya jika malam ini ia berhasil menaiki ranjang Leon dan menjadi Nyonya Rumah Pusat menggeser posisi Alicia yang menurutnya tidak lebih cantik dari dirinya, maka ia akan mengangkat Pelayan tersebut sebagai Asistennya dengan gaji yang cukup menggiurkan, janji-janji manisnya itu tentu saja membuat Pelayan ini bersedia melakukan apapun untuknya.
Saat Dr. Mark dan Anton telah tertidur karena mabuk di sofa yang berada di pinggir kolam, ia mulai menjalankan rencananya dengan berpura-pura ingin membantu Leon yang sedang berjalan goyah menuju kamarnya, tetapi satu yang tidak ia sadari kalau kamar yang sedang dituju oleh Leon saat ini adalah kamarnya yang telah ditempati Alicia istrinya.
"Mengapa kamu berada di kamar kakak?" tanyanya ketika melihat Alicia yang membukakan pintu kamar untuknya.
__ADS_1
"Mengapa?! Tentu saja karena aku adalah istrinya! Jika bukan aku yang berada di kamar ini lalu apakah kamu yang harus berada di sini?!" sahut Alicia sinis, ia menarik lengan Leon yang sedang dipapah gadis di hadapannya ini dengan kesal, sebelumnya ia bahkan belum sempat membuat perhitungan dengan gadis ini, dan kali ini gadis ini mencoba membuat ulah lagi di hadapannya, sesaat ia melirik Leon yang sedang mabuk, melihat wajah pucat itu sedikit memerah dan nafas suaminya ini terdengar tidak teratur ia mulai mengerti apa yang telah terjadi, ditambah lagi dengan ekspresi Clara yang terkejut saat melihatnya berada di kamar ini.
Apakah gadis ini ingin melakukan sesuatu pada pada suamiku dengan berpura-pura membantunya?
Ia melirik Clara dengan wajah gusar.
"Pergilah sebelum aku melakukan sesuatu padamu!" ancamnya mencoba memperingatkan Clara.
"Tetapi kakak." Clara mencoba meraih lengan Leon.
Melihat hal itu Alicia mengangkat tangannya ingin mendorong Clara, tetapi belum sempat ia menyentuhnya gadis ini telah jatuh terjerembab begitu saja.
Taktik ini lagi?
Ia mendengus di hadapan gadis ini yang berpura-pura meringis.
"Siapa yang ingin kamu tipu kali ini? Apa kamu tidak bisa melihatnya kalau suamiku ini sedang tidak bisa melihat perbuatanmu itu?!" tukas Alicia dingin, ia memapah Leon dan membanting pintu kamar di hadapan Clara yang menatapnya dengan wajah kesal, dan di dalam kamarnya saat ini Alicia yang merasa geram dengan tingkah suaminya ini menjatuhkan tubuh Leon ke atas ranjang sembari menggerutu.
Baru saja ia ingin beranjak setelah meletakkan Leon, tetapi yang terjadi suaminya ini justru menarik lengannya dan menjatuhkannya ke atas ranjang.
"Sayang... Mengapa kamu tidak cemburu melihatku bersamanya?" ujar Leon manja.
"Kamu... Kamu mempermainkanku!" Alicia memukul dada Leon yang ternyata sejak tadi hanya berpura-pura mabuk di hadapannya, sementara yang dipukul olehnya malah tertawa kecil, "Kamu sengaja melakukan hal ini bukan?!"
"Apa aktingku bagus?" seloroh Leon sambil mengedipkan matanya.
"Jelek sekali, tetapi mengapa kamu melakukan hal ini padanya?"
"Dia..." Leon menghempaskan tubuhnya di samping istrinya ini sebelum melanjutkan kata-katanya, "Dulu aku yang terlalu memanjakannya bahkan menganggapnya sebagai adikku sendiri karena ayahnya adalah orang yang baik, tetapi aku tidak menyangka kalau gadis ini memiliki ambisi yang sangat besar dan aku baru mengetahuinya malam ini, ketika aku sedang minum tadi dia terus saja menyuruh seorang pelayan untuk mengantarkan botol baru padaku, karena itu aku tahu kalau dia sedang berusaha membuatku mabuk kemungkinan agar bisa tidur denganku, tetapi sayangnya dia tidak tahu kalau aku bersama Anton dan Mark telah mengetahui rencananya itu." Sembari tersenyum tipis ia melirik Alicia, "Satu hal yang membuatku bangga sekali adalah karena istriku ini sekarang sudah bisa menghadapi Clara dengan baik tanpa meletakkan kesalahan itu di pundaknya lagi," tukasnya sambil mencubit hidung mungil sang istri.
__ADS_1