STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.

STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.
ALICIA PERGI.


__ADS_3

Malam hari di bandara Los Angeles, seorang gadis tampak berkali-kali menghapus air matanya di kursi tunggu keberangkatan, kelopak matanya yang indah tampak sedikit bengkak.


Gadis itu adalah Alicia, sore tadi setelah berhasil memberikan miliknya yang paling berharga pada Leon dan membuat kekasihnya itu kelelahan hingga tertidur, ia pun pergi dengan meninggalkan sebuah kecupan perpisahan di pipi Leon.


Tanpa membawa apapun Alicia memanggil sebuah taksi dan pergi ke bandara, hanya berbekal buku tabungan dan atm yang selalu dibawanya ke mana pun ia pergi, ia memesan satu lembar tiket pesawat yang akan segera meninggalkan Los Angeles.


Alicia baru selesai berpamitan kepada kedua orang tuanya lewat sms ketika panggilan kepada seluruh penumpang pesawat yang ingin dinaikinya terdengar.


Setelah mematikan ponselnya dan beranjak dari kursinya, gadis yang hampir menginjak usia 18 tahun ini sempat melemparkan pandangannya pada pintu masuk bandara.


"Selamat tinggal ayah, ibu, dan cintaku!" bisik hatinya lirih.


Dengan langkah pasti, Alicia meneguhkan hatinya bahwa ia harus menjauhi semua orang yang sangat dicintainya itu, begitu juga teman-temannya, karena ia sendiri telah merasakan perubahan besar terjadi pada tubuhnya dan ia tidak ingin perubahan ini kelak akan menyakiti semua orang yang dikasihinya.


Sementara Alicia telah naik ke pesawat, di rumah Leon saat ini, Leon yang tengah tertidur dikejutkan oleh dering ponsel yang terdengar terus-menerus, ia sangat terkejut ketika menyadari Alicia tidak berada di sisinya.


Perasaan cemas tiba-tiba merayap di hatinya, tanpa mengacuhkan ponselnya yang terus menjerit, Leon justru memakai celananya dengan cepat setelah memeriksa bahwa kekasihnya itu tidak berada di dalam kamar mandi yang berada di kamarnya.


Ia membuka pintu kamarnya dan berteriak memanggil Butler muda sang pengurus rumahnya.


Dengan langkah sigap sang Butler berlari menghampiri Leon setelah mendengar teriakan majikannya tersebut.


"Dimana Nonamu?!" tanya Leon setengah membentak.


Dengan terbata-bata Butler muda itu menjelaskan bahwa Alicia telah pergi dua jam yang lalu dengan wajah sedih.

__ADS_1


Ketika Leon bertanya mengapa Butler itu tidak membangunkan dirinya, sang Butler pun menjawab bahwa ia dilarang membangunkan Leon atas perintah Alicia.


Hampir saja Leon memukul bawahannya itu jika saja ia tidak mendengar dering ponsel miliknya yang berada di dalam kamarnya.


Akhirnya ia hanya menyuruh Butler muda itu kembali melakukan tugasnya, sementara ia sendiri kembali ke kamarnya untuk mengambil ponsel miliknya.


Layar ponsel tampak berkedip, nama Dr. Mark tertera di layar ponsel tersebut, tanpa menunggu lama Leon mengangkat panggilan tersebut.


Sebuah berita dari Dr. Mark membuatnya terpaku, bahwa kedua orang tua Alicia mendapatkan pesan tentang kepergian gadis yang dicintainya itu, bahkan sahabatnya itu bertanya padanya bagaimana Alicia bisa pergi darinya karena ia dan Alicia terikat dengan sebuah kutukan.


"Aku... Aku telah melakukan hal itu padanya, sesuatu yang bisa membatalkan ikatan kutukan Drakula!" gumamnya, ia ingat di malam-malam kebersamaannya dengan Alicia, Leon pernah tanpa sadar memberitahukan pada kekasihnya itu bahwa ketika tubuhnya dan Calon Pengantinnya menyatu, kutukan untuk selalu berada di sisinya itu akan terangkat dengan sendirinya, "Itu mengapa hari ini Gadis Kecil itu dengan keras kepalanya memaksaku melakukan hal itu!" bisik hatinya.


"Leon... Gadismu itu telah pergi, aku masih berada di Lab bersama ayahnya saat ini, semua hasil pemeriksaan miliknya telah kudapatkan, tetapi... Ayah Calon Pengantinmu itu berkata padaku bahwa Calon Pengantinmu itu sudah tidak lagi bisa dihubungi!" sahut suara di seberang sana.


"Oh ya, tadi setelah tidak bisa menghubungimu berkali-kali, aku telah memeriksa bandara, seorang cs mengatakan nama Calon Pengantinmu itu terdaftar dalam sebuah penerbangan, tetapi sayang sekali pesawat itu baru saja pergi meninggalkan Los Angeles!"


"Ke mana tujuan pesawat itu?!"


"Paris!"


"Pulanglah dan ambil pasportmu! Setelah itu segera temui aku di bandara!" perintah Leon, ia mematikan sambungan setelah menyelesaikan kata-katanya, "Ingin pergi setelah meniduriku?! Alicia aku tidak akan melepaskanmu!" rutuknya dalam hati, Leon menggenggam ponsel miliknya dengan kesal.


***


Enam tahun kemudian di bandara Paris, seorang gadis cantik tampak turun dari pesawat sambil menuntun seorang bocah lelaki kecil yang berumur 5 tahunan, rambut hitamnya yang tergerai sepinggang berayun lembut seirama dengan langkah kakinya yang tegap, sementara langkah kaki kecil sang bocah yang mengikutinya tampak terburu-buru berusaha mengejar langkahnya.

__ADS_1


"Ibu... Apakah kali ini kita akan menetap?" tanya sang bocah kecil sambil terus mensejajari langkah ibunya.


Wanita cantik itu menghentikan langkahnya dan melirik bocah kecil yang mengikutinya, putranya yang berambut pirang itu sedang menatapnya dengan mata birunya, ia tersenyum lembut dan berjongkok di hadapan putranya itu.


"Leonardo, ibu janji padamu... Kali ini kita akan tinggal lebih lama di sini, ibu tahu sejak kamu lahir hingga hari ini, ibu telah membuat hidupmu menjadi sulit dengan selalu berpindah tempat, itu ibu lakukan demi kebaikanmu sayang... Kamu adalah putra ibu yang sangat istimewa, dan ibu... Tidak ingin seorangpun memanfaatkan kelebihanmu itu! Apakah putra kecil ibu ini mengerti?"


Sang bocah kecil mengangguk dengan senyum di bibirnya.


Bocah kecil ini adalah Leonardo Stone Heart, dan wanita cantik yang saat ini sedang tersenyum lembut padanya itu adalah ibunya Alicia Stone Heart.


Sejak meninggalkan Leon, Alicia selalu hidup dengan mengandalkan tenaganya untuk mencari nafkah, ia bahkan terpaksa lari berkali-kali karena Leon terus mengejarnya ke manapun ia pergi, bahkan dalam pelariannya itulah ia melahirkan putranya ini yang tidak ia sadari sama sekali telah tumbuh di dalam tubuhnya.


Tetapi penderitaannya belum berakhir, karena Leon hampir menemukannya di rumah sakit tempat ia bersalin, dengan tenaga yang masih tersisa pasca operasi persalinannya, ia kembali berlari dari Leon dengan membawa putranya.


Dan dalam pelariannya itulah putranya ini tumbuh menjadi seorang anak yang kuat dan cerdas, semua yang dimiliki oleh putranya ini sebagian berasal dari serum yang terus berkembang di dalam tubuhnya dan bahkan kini berkembang di dalam tubuh putranya, selain serum tersebut gen Leon juga berada di dalam tubuh putranya ini, dan hal itu membuat putranya ini sesekali berubah menjadi kelelawar kecil apabila putranya ini merasakan takut, tetapi untungnya hal itu jarang terjadi, hingga Alicia bisa menyembunyikan keistimewaan putranya ini sampai sekarang.


Melihat senyum putra kecilnya, Alicia pun menggendong tubuh kecil itu dan kembali berdiri, dengan sebelah tangan menyeret tas dan sebelah tangan menggendong putranya ia kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan bandara.


***


Sementara itu di Los Angeles malam harinya, Leon tampak sedang mengunjungi James dan Checille, ia menceritakan tentang pengejarannya selama 6 tahun ini, bahkan mengatakan bahwa ia hampir menemukan Alicia di sebuah rumah sakit bersalin di Italia, tetapi ia kembali kehilangan kekasih kecilnya itu.


"Anak??" James dan Checille tampak terkejut mendengar ucapan Leon yang mengatakan bahwa putrinya itu kemungkinan telah memiliki seorang anak.


Dan kebingungan James dan Checille membuat Leon terpaksa mengatakan yang sebenarnya bahwa sebelum kepergian Alicia, kekasihnya itu telah memaksanya untuk melakukan hal itu, dan ia terpaksa melakukannya, bahkan Leon juga berpikir bahwa anak Alicia itu adalah darah dagingnya, karena saat ia menemukan nama Alicia terdaftar sebagai pasien rumah sakit bersalin tersebut, itu adalah tepat sembilan bulan sejak ia dan Alicia tidur bersama.

__ADS_1


__ADS_2