
Alicia tersentak mendengar ucapan Julian.
"Bagaimana pria ini mengetahui kalau aku seorang wanita?!" rutuk hatinya dengan kening berkernyit.
Dan hal itu tidak luput dari perhatian Julian, pria muda berusia 27 tahun ini memperhatikan keresahan di wajah petugas keamanan barunya itu.
"Salah satu kancing seragammu terbuka!" ungkapnya, mencoba memberi jawaban atas apa yang dipikirkan wanita yang duduk di hadapannya saat ini.
"Eh??" Alicia dengan cepat melirik seragam yang dikenakannya, dan memang benar kancing ketiga dari atas seragamnya itu memang tidak terpasang, dalam keadaan biasa itu tidak akan mengungkapkan siapa dirinya, tetapi saat di bus tadi ia mengangkat tangannya untuk meraih pegangan di atas kepalanya, dan hal itu membuat seragam yang dikenakannya sedikit terbuka, "Pria genit!" sungutnya sambil memasang kancing seragamnya.
Julian tersenyum mendengar ucapannya itu.
"Resumemu cukup bagus, pengalaman kerjamu sebagai keamanan juga sangat baik, tetapi aku tidak bisa menerimamu sebagai petugas keamanan depan! Karena tugas itu hanya dilakukan oleh seorang pria!" tukasnya sambil melempar berkas Alicia yang baru saja dilihatnya ke atas meja.
Alicia mengangkat wajahnya dan menatap Julian mendengar penolakan pria itu.
"Kalau begitu… Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi! Aku akan mengundurkan diri sekarang!" lontarnya, ia beranjak dari kursi dan ingin meraih resume miliknya yang tergeletak di atas meja kerja Julian, tetapi Julian menahan berkas tersebut dengan tangannya, "Apalagi maumu?!" dengusnya kesal melihat tingkah pria bossy di hadapannya itu.
"Aku punya pekerjaan yang lebih baik untukmu, jadilah Asistenku!" pinta Julian.
Dan Alicia tentu saja menolak permintaan itu, dengan susah payah ia berusaha menyembunyikan dirinya dan pria ini justru ingin memberinya kedudukan yang akan membuatnya tampil sebagai seorang wanita, dan juga... Pekerjaan sebagai Asisten seorang Pemilik Klub Malam mewah adalah pekerjaan yang mudah dilacak oleh Leon kekasihnya.
"Maaf, aku tidak bisa menerimanya! Lagipula aku menyukai pekerjaanku sebagai seorang petugas keamanan!" tolaknya halus.
Jawaban Alicia membuat Julian menatapnya dengan curiga, ia curiga Alicia menolak tawarannya karena tidak ingin identitasnya terbongkar.
"Apakah wanita ini sedang bersembunyi dari seseorang?!" pikirnya, ia kembali memperhatikan wanita di hadapannya itu, yang melamar di kantornya dengan menggunakan identitas seorang pria dan memakai nama Alex, "Aku masih memiliki satu pekerjaan lagi, bagaimana jika menjadi keamanan dalam saja! Aku akan memberimu dua pasang tuksedo sebagai seragammu! Dan tentang gaji… Aku akan memberimu gaji dua kali lipat dari gajimu saat ini!"
Tanpa perlu berpikir panjang, Alicia pun menyetujuinya, selain bisa terus menyembunyikan jati dirinya, ia juga tidak perlu lagi merasa takut jati dirinya akan terbongkar di hadapan atasannya, karena pria ini telah mengetahui siapa dirinya.
"Aku setuju!" Alicia mengulurkan tangannya sambil tersenyum.
Sesaat Julian tertegun melihat senyum itu.
__ADS_1
"Wanita ini cantik sekali saat tersenyum," bisik hatinya.
"Bos??"
Teguran itu menyentakkan Julian dari lamunannya, dengan senyum di bibirnya ia menjabat erat tangan Alicia.
"Ambillah seragammu di divisi keamanan dalam, katakan ini adalah perintahku, dan kamu bisa langsung bertugas malam ini!" perintahnya.
"Baik Bos, terima kasih! Tetapi… Sebelumnya bolehkah aku bertanya satu hal?"
"Katakan!" Julian menarik kursinya dan kembali duduk setelah melepaskan jabatan tangan Alicia.
"Mengapa Bos membantuku dan menerimaku?!" tanya Alicia penasaran.
"Itu karena resumemu bagus, di dalam berkas ini bahkan kamu memiliki rekomendasi dari beberapa perusahaan sebagai keamanan terbaik, jadi aku tidak mungkin menyia-nyiakan bakat sebagus itu!" jawab Julian, "Jika tidak ada pertanyaan lagi, pergilah sekarang! Klub sudah akan buka, dan nanti malam aku akan menyambut beberapa Klien tetap, jadi aku membutuhkanmu untuk memperhatikan persiapan bagian dalam Klub."
"Baik Bos," sahut Alicia sambil menunduk hormat, sesaat kemudian ia pun beranjak dari hadapan Julian melangkah ke arah pintu.
"Alex!"
"Siapa nama aslimu?!"
Alicia agak ragu menjawab hal itu, sambil berpikir ia mulai memainkan kancing bajunya yang terletak di pergelangan tangannya.
"Sudahlah, jika tidak ingin mengatakannya jangan katakan."
Julian terdengar menghela nafas dan hal itu membuat Alicia berpaling.
"Alicia… Namaku adalah Alicia, tetapi aku mohon Bos bisa menyimpan hal ini!" pintanya dengan wajah sedikit memohon.
"Alicia?? Nama yang bagus, baiklah… Karena kamu percaya padaku, aku berjanji padamu bahwa hanya aku yang mengetahui namamu ini, sekarang pergilah!"
Alicia mengangguk mendengar perintah itu dan pergi meninggalkan kantor Klub.
__ADS_1
Sementara Julian yang masih berada di dalam kantor Klub tampak tersenyum tipis.
"Alicia… Nama yang indah seindah senyumnya."
***
Malam ini adalah malam yang sangat sibuk bagi Klub Malam tempat Alicia bekerja, karena beberapa tamu yang hadir malam ini bukanlah dari kalangan orang biasa, salah satu dari tamu itu adalah Alice.
Melihat kehadiran Alice di Klub, tadinya Alicia bermaksud untuk melarikan diri, tetapi langkahnya ditahan oleh Julian yang meraih lengannya ketika melihat ia berbalik dan ingin pergi, Julian memperhatikan beberapa tamu yang memasuki Klubnya yang telah membuat Alicia tampak takut.
"Bos… Apakah aku boleh berjaga di tempat lain malam ini?" celetuk Alicia dengan wajah memelas, ketika menyadari siapa yang telah menahan dirinya.
Dan Julian, bukan hanya tidak menjawab pertanyaan itu, ia bahkan merogoh kantong celananya dan mengeluarkan sebuah kacamata hitam, ia memasang kacamata tersebut di wajah Alicia.
"Kacamata itu untukmu, jangan pergi ke manapun karena aku akan melindungimu!" bisiknya.
"Te… Tetapi…" Kata-kata Alicia terhenti karena Julian menarik lengannya dan mengajaknya menyambut tamu yang telah mulai berdatangan.
Dengan canggung, ia mengikuti Julian yang melangkah menghampiri Alice, dadanya berdebar keras ketika melihat dua orang pria yang sedang bersama Alice malam ini, tidak ingin bertemu dengan kedua pria itu, ia pun berusaha melepaskan lengannya dari genggaman Julian, tetapi pria itu memegangnya dengan sangat erat.
"Tenanglah! Ada aku di sini," bisik Julian lagi ketika melihat kecemasan Alicia, dan kata-katanya itu cukup ampuh untuk membuat Alicia menjadi sedikit lebih tenang, setelah melihat Alicia sudah tidak berusaha untuk melarikan diri lagi, Julian pun mulai menyapa Alice dan kedua pria yang berdiri bersamanya, "Akhirnya adikku yang cantik ini memiliki waktu untuk menjenguk kakaknya!" sapanya sambil tersenyum, ia melepaskan lengan Alicia dan memeluk Alice.
"Dan seperti biasa… Kakakku ini terlalu sibuk dengan bisnisnya hingga lupa memberiku seorang kakak ipar," seloroh Alice.
"Gadis nakal." Julian menarik kuping adik perempuannya itu setelah melepaskan pelukannya.
"Aaa… Kakak lepaskan!" Alice menepis tangan saudara lelakinya itu dan mengelus kupingnya, "Aku bukan gadis kecil lagi! Tetapi mengapa kakak selalu melakukan hal ini padaku!" protesnya.
Ucapannya itu hanya ditanggapi Julian dengan tertawa kecil.
Di sisi lain, Alicia sangat terkejut ketika mengetahui bahwa Julian adalah saudara kandung Alice.
"Aku bodoh sekali, seharusnya aku menyadari bahwa ia dan Alice memiliki wajah dan sifat yang mirip!" bisiknya dalam hati, ia sedikit menyesal sekarang karena telah menyetujui permintaan Julian untuk menjadi keamanan dalam.
__ADS_1
Sementara Julian telah beralih memarahi Dr. Mark yang berdiri di samping adiknya, di saat yang sama Leon yang turut serta mengunjungi Klub Malam ini bersama Alice dan Dr. Mark tampak memperhatikan pria yang berdiri di belakang Julian.
"Aneh sekali, bukankah di dalam sini cukup gelap tetapi mengapa pria ini memakai kacamata hitam?!" bisik hatinya.