
"Jika ucapanmu itu benar, itu artinya cucuku saat ini telah berumur 5 tahun?" tanya Checille penasaran.
"Seharusnya begitu." Leon mengangguk.
"Lalu bagaimana dengan putriku?! Apakah kamu tidak ingin bertanggung jawab padanya?!" bentak James yang sedikit kesal mengetahui bahwa Leon telah meniduri putrinya.
"Paman tidak bisa melimpahkan kesalahan ini pada sahabatku!" protes Dr. Mark yang sedari tadi hanya duduk diam di samping Leon, ia tidak terima James menyalahkan sahabatnya sementara ia sendiri melihat bagaimana perjuangan Leon selama 6 tahun ini mencari Alicia, bahkan hari ini Leon sengaja mengajaknya terbang ke Los Angeles tanpa beristirahat terlebih dahulu hanya untuk menemui kedua orang tua Alicia ini, "Putrimu yang telah mengingkari jan... Akh!!" Ucapannya terhenti karena Leon menginjak kakinya, dengan wajah cemberut ia berpaling pada Leon yang memberi kode agar jangan melanjutkan kata-katanya.
"Masalah tanggung jawab paman jangan khawatir, aku pasti akan bertanggung jawab penuh setelah aku menemukan Alicia!" sela Leon dengan sopan.
Sekali lagi niat baik Leon ini hampir diprotes kembali oleh James jika istrinya tidak mencubit lengannya, agar ia berhenti berbicara.
Dan Checille melakukan hal itu karena baginya Leon adalah pria baik dan cukup bisa dipercaya, jika Leon bukanlah seorang pria yang baik, mungkin saja putrinya tidak akan hamil selama itu, karena sebenarnya Checille mengetahui sejak Leon pindah ke sebelah rumahnya, putri kecilnya itu sering terlihat olehnya keluar diam-diam pada malam hari menemui Leon dan baru kembali ketika hari telah subuh.
Tetapi karena Checille percaya pada Leon, ia menyembunyikan hal itu selama ini, dan ia mengetahui kepindahan Leon tersebut dengan melihat perubahan sikap putrinya, hingga ia diam-diam mengawasi putrinya itu.
"Kalau begitu... Bibi mohon bantuanmu untuk menemukan putri bibi dan anaknya!" sahut Checille sambil menatap Leon.
Leon mengangguk pelan.
"Bibi tenang saja! Aku akan berusaha lebih keras lagi untuk menemukan Alicia dan anaknya!"
Janji Leon ini cukup menenangkan James dan Checille, walau James masih menyimpan sedikit kekesalan terhadapnya.
__ADS_1
***
Setelah meninggalkan rumah Alicia, Leon mengajak Dr. Mark untuk istirahat malam ini di rumahnya yang berada di Beverly Hills, karena ia tidak ingin kembali ke rumah yang berada di sebelah rumah kekasihnya itu, sebab rumah itu memiliki terlalu banyak kenangan indahnya bersama Alicia yang membuatnya sangat sedih ketika mengingatnya.
Di Beverly Hills saat ini, setelah mandi dan dengan hanya mengenakan jubah mandi, Leon membuka tas miliknya yang selalu setia menemaninya selama bepergian mengejar Alicia, sebuah plastik bening yang berisi sprei putih yang terlipat rapi tampak di tumpukan pakaiannya, ada sebuah noda di sprei tersebut yang tidak pernah dicuci olehnya selama 6 tahun ini.
Noda itu adalah milik kekasih polosnya yang telah ia dapatkan 6 tahun yang lalu, melihat noda tersebut, bayangan kejadian 6 tahun silam mulai bermain-main di benaknya.
Wajah meringis kekasihnya itu saat ia berusaha menerobos pertahanannya sangat membekas di ingatannya saat ini, begitu juga senyum manja Alicia yang memintanya melakukan hal itu lagi dan lagi hingga ia lelah.
Dan malam di mana Alicia meninggalkannya, tanpa sengaja ia menemukan noda ini di sprei miliknya, tidak ingin melupakan kenangan indah bersama Alicia tersebut, Leon hanya membuka sprei tempat tidurnya itu dan melipatnya dengan rapi lalu memasukkannya ke dalam sebuah plastik bening dan menutup plastik tersebut lalu membawa sprei itu bersamanya.
Sudah genap 6 tahun sprei ini selalu menemaninya ke mana pun ia pergi, hanya dengan melihat sprei ini kerinduannya pada Alicia sedikit terobati.
"Alicia... Di mana kamu sekarang? Mengapa tidak mengijinkanku untuk menjagamu?" bisik hatinya lirih sambil mengusap bungkusan tersebut, setetes butiran bening tampak turun perlahan dari sudut matanya membasahi pipinya yang berwarna putih pucat.
Sebuah ketukan di pintu membuyarkan kenangan manisnya bersama Alicia, Leon meletakkan kembali bungkusan tersebut ke dalam tasnya dan menghapus air matanya dengan cepat lalu melangkah ke pintu kamarnya, saat ia membuka pintu Dr. Mark menerobos masuk ke dalam kamarnya dengan membawa sebotol Whisky dan dua buah gelas.
"Apakah sudah ada kabar terbaru tentang Alicia?" tanyanya pada Dr. Mark yang dengan santainya menghempaskan tubuhnya di sofa yang berada di dalam kamarnya.
Tidak menjawab pertanyaan yang dilontarkan Leon padanya, Dr. Mark bahkan meletakkan dua buah gelas yang dibawanya ke atas meja, lalu mengisinya dengan Whisky yang telah terbuka tersebut.
"Aku belum mendapat kabar terbaru dari Para Agen yang telah kita sewa untuk mengikuti kekasihmu itu!" tukasnya, sambil menyodorkan salah satu gelas dari kedua gelas yang telah diisinya dengan Whisky pada Leon, "Tetapi sejak kamu memutuskan untuk mengungkapkan identitasmu 6 tahun yang lalu, hingga saat ini pekerjaan semakin menumpuk! Para pria tua itu yang duduk di Dewan Direksi selalu mencoba mencari-cari kesalahanmu! Sebaiknya... Sebelum melanjutkan pencarian kekasihmu itu, kita selesaikan dulu para pria tua itu!" lanjutnya.
__ADS_1
Leon mengangguk pelan dan menenggak habis Whisky di gelasnya.
"Karena kamu telah menyetujuinya, sebaiknya kita terbang ke Paris pagi ini! Aku telah memesan tiketnya, kita akan menangkap para pria tua itu yang sedang mengadakan pertemuan tertutup di sana! Mereka semua berkolusi untuk menjatuhkanmu! Dan saat ini... Alice sedang berada di sana untuk mengawasi mereka!"
"Alice??" Leon menatap Dr. Mark, sahabatnya itu mengangguk dan mencoba menyembunyikan kebahagiaannya, "Apakah kalian..." Ia sengaja menggantungkan kalimatnya ingin menunggu reaksi sahabatnya itu.
"Tidak seperti yang kamu pikirkan!!" sanggah Dr. Mark, ia menceritakan pada Leon bagaimana ia kembali dekat dengan Alice.
Setelah Alicia menghilang selama 5 tahun, dan melihat Leon yang terus mencari kekasihnya itu, Dr. Mark dengan terpaksa menghubungi Alice karena ia tahu mantan kekasihnya itu sangat perhatian pada Leon dan juga memiliki banyak koneksi pada Agen-agen berpengalaman yang bisa memperoleh informasi orang hilang dengan mudah.
Dan ketika ia menceritakan pada Alice tentang Leon, mantan kekasihnya itu pun menawarkan diri untuk membantunya, bukan hanya itu saja... Alice bahkan juga membantu Leon memperhatikan Vald Corporation, dan kecurangan kali ini dari para bawahan Leon itu juga diketahuinya dari Alice.
"Alice menolakku ketika aku memintanya untuk kembali, tetapi ia berjanji padaku, hari di mana aku berhasil membantumu menemukan kekasih kecilmu itu adalah hari di mana ia akan menerimaku kembali!"
Leon tertawa kecil mendengar hal itu.
"Dia berhasil memanfaatkanmu lagi!" timpalnya.
"Kamu salah!" Dr. Mark beranjak dari sofa sambil membawa botol Whisky dan gelas miliknya untuk menghampiri Leon, lalu mengisi kembali gelas di tangan Leon yang telah kosong, "Aku membantumu bukan demi Alice, tetapi demi dirimu!" cetusnya, "Dan jika Alice kembali padaku karena hal itu, itu adalah bonus untukku!" Dr. Mark memukulkan gelasnya ke gelas Leon, lalu menenggak minumannya di saat Leon juga ingin menenggak isi gelasnya.
Leon berhenti mendekatkan gelas ke bibirnya saat mendengar ucapan sahabatnya itu, ia hanya tersenyum tipis sambil menepuk pundak Dr. Mark.
"Kamu memang sahabat terbaikku!" ujarnya.
__ADS_1